<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018</id><updated>2012-03-10T06:02:14.088+07:00</updated><title type='text'>Merenda Kata Mengukir Makna</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>88</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-2463759331275625152</id><published>2012-03-09T15:56:00.000+07:00</published><updated>2012-03-09T15:56:46.488+07:00</updated><title type='text'>Mengungkap “Perang Nikotin”</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-R2tBpr3V3TM/T1nFwYSJhsI/AAAAAAAAAOM/cfXG9PFXf34/s1600/Hitam-Putih%2BTembakau.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="138" src="http://2.bp.blogspot.com/-R2tBpr3V3TM/T1nFwYSJhsI/AAAAAAAAAOM/cfXG9PFXf34/s200/Hitam-Putih%2BTembakau.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul  : Hitam-Putih Tembakau&lt;br /&gt;
Editor : Andi Rahman Alamsyah&lt;br /&gt;
Penerbit : FISIP UI Press dan LTN PBNU, Depok&lt;br /&gt;
Cetakan : 2011&lt;br /&gt;
Tebal : xxii + 202 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakau tanaman penuh kontroversi. Di satu sisi ia telah menghidupi jutaan petani, pekerja di pabrik rokok, dan pedagang rokok. Di sisi yang lain, pemerintah membuat regulasi untuk melarang perokok di pelbagai tempat umum, seperti di DKI Jakarta. Demikian juga dengan adanya UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Peringatan merokok merugikan kesehatan. Tidak hanya itu saja, otoritas keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun memfatwakan larangan merokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua hal yang bertolak belakang ini dikupas secara apik dalam buku Hitam-Putih Tembakau ini. Buku ini berasal dari penelitian lapangan yang dilakukan sepanjang Februari 2011. Penelitian tersebut dilakukan di lima wilayah yang dikenal sebagai daerah pertanian, utamanya tembakau, di Jawa, yaitu Sumedang (Jawa Barat), Demak dan Temanggung (Jawa Tengah), serta Malang dan Pamekasan (Jawa Timur). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bekerjasama dengan Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN)Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini bercerita panjang lebar tentang bagaimana sistem pertanian tembakau mulai dari model pertanian, pola hubungan petani dengan tengkulak, petani dengan perusahaan rokok dan lain-lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya pola hubungan petani tembakau saja, namun dalam buku ini juga disuguhkan pelbagai hal dan kompleksitas yang tekait dengan aspek ekonomi, politik, sosial, dan budaya, baik pertanian tembakau maupun nontembakau. Kompleksitas pembahasan ini dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan atau program yang berkaitan dengan pertanian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Marginalisasi&lt;br /&gt;
Buku ini secara tajam dan khusus menukik perhatian kita ke kalangan petani yang paling rentang menjadi korban liberalisasi ekonomi, petani tembakau. Berbeda dengan di era Orde Baru, petani tembakau sama sekali tidak terlindung di era neoliberal. Pelbagai halangan mereka alami. Tidak ada kemudahan akses ekonomi yang mereka peroleh. Bahkan, mereka mengalami proses marginalisasi yang lebih mendalam dibandingkan dengan petani komoditas lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegalauan petani beras, misalnya, lebih mudah menjadi isu publik ketika media massa menayangkan kekeringan yang mereka alami. Simpati atas penderitaan mereka pun mengalir, termasuk dari Kementerian Pertanian. Bahkan pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, berjanji untuk memerikan ganti rugi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa para petani tembakau ini mengalami diskriminasi, meski mereka juga warga negara Indonesia, seperti halnya petani beras? Dilihat dari kontribusi mereka yang dipaparkan dalam buku ini, keberadaan mereka sendiri merupakan sumbangan ekonomi yang sangat berharga bagi Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara nasional, pendapatan pemerintah dari cukai rokok pada tahun 2010 sebesar Rp. 62,14 triliun atau melampaui target yang ditetapkan APBN-Perubahan sebesar Rp. 59,26 triliun. Besarnya jumlah sumbangan terhadap negara ini menempatkan rokok sebagai penyuplai terbesar kedua setelah minyak dan gas (migas).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima daerah yang diteliti memiliki wajah pertanian tembakau yang beragam. Akan tetapi, kelimanya memiliki satu keseragaman, pertanian tembakau membawa manfaat yang tak tergantikan bagi daerah-daerah tersebut. Di Sumedang, Demak, dan Malang, luas lahan pertanian tembakau memang berada di bawah komuditas utamanya, namun permintaan pasar yang tinggi menjadi salah satu sendi masyarakatnya. Di dua daerah lainnya, Temanggung dan Pamekasan, lebih lagi, tembakau merupakan komoditas unggulan yang kontribusinya amat besar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanian tembakau di Temanggung misalnya, walaupun luas lahannya lebih kecil dibandingkan dengan jagung dan padi, namun perputaran uang pada masa panen tembakau mencapai Rp. 900 miliar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti di Temanggung, besarnya jumlah uang yang dihasilkan dari pertanian tembakau juga tinggi di Malang dan Pamekasan. Di Malang, dana bagi hasil cukai hasil tembakau dinas (DBHCHT) mencapai Rp. 28 miliar. Sedangkan di Pamekasan mencapai Rp. 23 miliar dan menduduki terbesar ketiga di Jawa Timur setelah Kediri dan Malang.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal di Pamekasan tidak terdapat pabrik rokok besar seperti di dua kota tersebut. Perputaran uang dari pertanian tembakau di Pamekasan mencapai Rp. 497,5 miliar. Bandingkan dengan pertanian garam, sektor pertanian dominan lainnya di wilayah ini, yang kontribusinya hanya mencapai Rp. 24,4 miliar (hal 180).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perang Nikotin&lt;br /&gt;
Walaupun tidak secara terang, buku ini sepertinya ingin menguatkan gagasan Wanda Hamilton. Wanda Hamilton dalam Nicotine War (2010) mengemukakan bahwa terlalu naïf untuk melihat konvensi pengendalian tembakau semata berangkat dari dalih-dalih kesehatan. Aktivis yang memandang globalisasi dengan skeptis  ini mengajak pembacanya menengok sisi lain kontroversi tembakau; ia tidak lain adalah pertarungan perusahaan-perusahaan raksasa global. Pendukung utama gerakan antitembakau adalah tiga  perusahaan farmasi global (Novartis, Glaxo Wellcome, dan Pharmacia &amp; Upjohn) yang dipaparkan Hamilton juga menjadi penyokong dana program pengendalian tembakau melalui Prakarsa Bebas Tembakau (Free Tobacco Initative/FTI) dan melahirkan WHO FCTC (Framework Convention on Tobacco Control).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perusahaan-perusahaan tersebut adalah produsen utama Nicotine Replacement Treatment (NRT), produk terapi pengganti nikotin yang diakui efektif memacu individu menghentikan kebiasaan merokok. Dengan kata lain, kampanye kemanusiaan antitembakau merupakan selubung pamasaran produk industri farmasi. Situasi ini digambarkan oleh Hamilton sebagai “perang nikotin”, perang antara pedagang obat dengan pedagang rokok. Sebuah buku yang layak didiskusikan lebih lanjut (hd04032012).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-2463759331275625152?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/2463759331275625152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2012/03/mengungkap-perang-nikotin.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2463759331275625152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2463759331275625152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2012/03/mengungkap-perang-nikotin.html' title='Mengungkap “Perang Nikotin”'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-R2tBpr3V3TM/T1nFwYSJhsI/AAAAAAAAAOM/cfXG9PFXf34/s72-c/Hitam-Putih%2BTembakau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-4514953086353968871</id><published>2012-02-24T12:58:00.000+07:00</published><updated>2012-02-24T12:58:06.149+07:00</updated><title type='text'>Manusia Langka Pengubah Dunia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Y58d9yZfghg/T0cm2_R7TbI/AAAAAAAAAOA/D9cDPjvyViM/s1600/Jobs%2BSteve.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="134" src="http://4.bp.blogspot.com/-Y58d9yZfghg/T0cm2_R7TbI/AAAAAAAAAOA/D9cDPjvyViM/s200/Jobs%2BSteve.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pustaka, &lt;i&gt;Kedaulatan Rakyat, &lt;/i&gt;19 Februari 2012&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steve Paul Jobs, atau yang akrab disapa Steve Jobs memang manusia langka. Ia dengan visi ilmiahnya mampu mengubah gaya hidup manusia. Hal ini bermula pada 2001 dengan peluncuran iPod, alat pemutar musik digital mini, yang serta-merta menggeser kemasyhuran Walkman dari abad sebelumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesuksesan iPod, didukung iTunes, disusul berturut-turut iPhone pada 2007 dan iPad pada 2010. Produk terakhir—yang berbentuk seperti sabak, papan tulis dari batu berbingkai—inilah yang mengguncang dunia dan mengubah cara hidup orang dari abad-abad lampau, mulai dari cara membaca buku, melihat peta, menonton film, bermain musik, sampai bermain catur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkat kepemimpinannya yang cemerlang, dalam waktu singkat pula Steve mengumumkan bahwa toko online Apple.com yang baru telah menerima pesanan senilai $ 12 juta pada bulan pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steve membuat keputusan berani untuk menemukan strategi retail guna berhubungan secara langsung dengan konsumen. Jalan yang pasti bergelombang.&lt;br /&gt;
Keputusannya itu membuahkan hasil manis. Dalam tiga tahun, aplikasi iPhone menjadi industri senilai $ 3 miliar. Luar biasa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laporan penerimaan Apple untuk tahun fiskal 2010 mencengangkan, bahkan bagi pengamat Apple di Wall Street. Penjualan bersih melonjak pada tingkat 50 persen seiring penjualan iPhone dan iPad melambung, dipicu oleh peningkatan penjualan di area Asia Pasifik 160 persen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa kunci sukses Steve Jobs? Buku Steve Jobs. Stay Hungry, Stay Foolish ini memuat kisah sukses pria yang meninggal dunia pada 5 Oktober 2011 lalu. Sebagai manusia yang dilahirkan dan dibesarkan di abad ke-20 ia mampu berpikir melampaui zamannya. Ia menghargai bakat orang lain dan terus melakukan inovasi demi sebuah produk yang semakin baik dan canggih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan penghormatan terhadap pribadi manusia inilah yang kemudian mengantarkan Steve menuju puncak kesuksesan. Steve pun menunjukkan kepada dunia dan membuktikan dirinya sebagai perekrut yang efektif dan brilian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai perekrut yang hebat ia pun selalu berpesan kepada koleganya untuk menjadi Bajak Laut. Pirates! Not the Navy (Bajak Laut! Bukan Angkatan Laut). Bajak laut tidak selalu yakin bahwa mereka akan selalu memiliki kapal sebagaimana anggota angkatan laut. Dengan visi ini, seseorang akan mampu mencandra (menatap) masa depan dengan kesungguhan dan memberi kontribusi besar bagi masyarakat (hal. 61).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, Steve Jobs tidak bisa mendapatkan apa yang ia capai tanpa passion, komitmen terhadap kesempurnaan, branding yang hebat, dan keterbukaan untuk belajar dari kesalahan. Kita sulit untuk dapat menemukan jalan yang lebih baik daripada mengikuti jejak langkahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini ditulis oleh Jay Elliot dan William L. Simon yang merupakan sahabat dekat Steve Jobs. Kedekatan pribadi inilah yang menambah nilai plus buku ini.  Pasalnya, penulis mampu menyuguhkan data dan fakta menjadi sebuah bacaan yang enak untuk dibaca. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-4514953086353968871?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/4514953086353968871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2012/02/manusia-langka-pengubah-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4514953086353968871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4514953086353968871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2012/02/manusia-langka-pengubah-dunia.html' title='Manusia Langka Pengubah Dunia'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Y58d9yZfghg/T0cm2_R7TbI/AAAAAAAAAOA/D9cDPjvyViM/s72-c/Jobs%2BSteve.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-7075086517614445500</id><published>2012-02-24T12:54:00.000+07:00</published><updated>2012-02-24T12:54:35.715+07:00</updated><title type='text'>Kebangkitan Tradisi Intelektual Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-oFbH_PuMVdc/T0cmC5hP-tI/AAAAAAAAAN0/UkXZ4VWmXPw/s1600/Husein.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-oFbH_PuMVdc/T0cmC5hP-tI/AAAAAAAAAN0/UkXZ4VWmXPw/s200/Husein.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jurnal Nasional, &lt;/i&gt;Resensi, Minggu, 12 Feb 2012&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Buku ini berusaha mengisi kekosongan mentalitas rasional, kultur ilmiah, dan etos keilmuan para sarjana muslim secara menyeluruh dan memadukan sains dan filsafat dalam konteks peradaban Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;MOCHTAR Naim (2011) menulis dunia Islam sekarang telah memasuki era tamadun Gelombang Ketiga. Tujuh abad pertama adalah era tamadun Gelombang Pertama yaitu dari munculnya Islam di padang pasir Arabia pada abad VII Masehi ke puncak kegemilangannya di Baghdad dan Kordoba pada abad XIV. Lalu tiba masa menurunnya selama tujuh abad kedua, berupa era tamadun Gelombang Kedua yang dirundung kegelapan dan berada di bawah supremasi kekuasaan Barat. Kemudian Perang Dunia II sebagai titik nadirnya sekaligus awal dari era kebangkitan kembali tamadun Gelombang Ketiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamadun Gelombang Ketika merupakan tantangan sekaligus peluang bagi umat Islam bangkit. Kebangkitan ini tentunya berawal dari sebuah kesadaran diri dan lingkungan (kesejarahan) bahwa umat Islam memeliki khasanah intelektual. Setidaknya hal ini dibuktikan dengan kejayaan Islam di era Abbasiyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Era keemasan Isla tersebut ditandai dengan penerjemahan karya-karya filsuf Yunani dan Romawi ke dalam bahasa Arab. Namun, ilmuwan muslim saat itu tidak hanya berhenti pada proses penerjemahan saja, namun juga berhasil menemukan ilmu-ilmu baru yang sangat berguna bagi kehidupan umat manusia saat ini. seperti Matematika, Aljabar, Astronomi, Fisika, Kimia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mentalitas Rasional&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku karya Husain Heriyanto, Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam ini, membuktikan hal tersebut. Dosen di Universitas Paramadina ini secara bernas mengeksplorasi dan menunjukkan bahwa ilmu-ilmu tersebut lahir dari rahim Islam. Seperti, Sayyidina Ali, ilmuan pelopor etos ilmiah; al-Khawarizmi, sebagai Bapak Aljabar; Abu al-Wafa, pengembang Trigonometri; Umar Khayyam, penyair yang merintis Geometri Analitik; al-Farghani, al-Battani, al-Thusi, sebagai pengembang ilmu astronomi; Ibn al-Haitsam, yang dikenal sebagai Bapak Optik, al-Biruni, ilmuan eksperientalis besar; al-Khazini, pencetus Teori Gravitasi; Jabir bin Hayyan, seorang sufi yang Ahli Kimia; al-Razi, Ibn Sina, Abu al-Qasim al-Zahrawi dan Ibn Nafis sebagai pioneer ilmu Kedokteran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya sekadar menyebut dan menunjukkan kontribusi tokoh-tokoh tersebut, kandidat doktor Filsafat dari Universitas Indonesia ini juga menarik kesejarahan yang memungkinkan kita bersikap kritis dan rasional. Meminjam istilah Mohammed Arkoun, menarik kesejarahan dalam kajian keislaman akan semakin membuka selubung hal-hal yang tak terpikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang diusahakan oleh Husain Heryanto setidaknya ingin menumbuhkan kesadaran peradaban pada diri kaum muslim bahwa di satu sisi mereka memiliki kebanggaan sebagai umat yang berjasa mengembangkan ilmu pengetahuan dan peradaban dunia dan di lain sisi kesadaran ini mendorong mereka untuk memiliki tanggung jawab terhadap peradaban dunia, yang pada gilirannya akan menghilangkan mentalitas "luar pagar" (perasaan terasing dan tersisih dari peradaban) yang dialami oleh sejumlah kaum muslim radikal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluang yang mungkin dan terbuka bagi kita adalah menawarkan kerangka berpikir yang menempatkan Islam sebagai agama dan peradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal. Untuk membangun kerakter irasional respons kaum radikal, kita perlu menyuguhkan strategi membangun mentalitas rasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui pembudayaan mentalitas rasional itulah, kita membangun fondasi yang di atasnya akan lahir secara alamiah (bukan hal yang dicangkokkan dari luar) sikap kritis, pola pikir terbuka, toleran, dan perilaku yang proporsional dan penuh perhitungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elaborasi kekayaan tradisi rasional dari tubuh Islam itu sendiri bisa sekaligus menepis anggapan bahwa mentalitas rasional adalah sesuatu yang datang dan dicangkokkan dari luar, yang akan melahirkan sikap reaktif sebagai umat Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah itulah yang sebenarnya diusung oleh Cak Nur, yang sistematis dan kontinu, tidak lagi sekadar simbolik dan seremonial belaka. Artinya, sudah saatnya kita mengeksplorasi ajaran dan tradisi Islam yang memiliki pesan-pesan universal dan kosmopolitan. Dalam hal ini, filsafat sains merupakan dua tradisi ilmiah Islam yang amat kaya dengan doktrin-doktrin yang relevan dan berguna dalam pengembangan mentalitas rasional dan visi kemanusiaan universal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini berusaha mengisi kekosongan mentalitas rasional, kultur ilmiah, dan etos keilmuan para sarjana muslim secara menyeluruh dan memadukan sains dan filsafat dalam konteks peradaban Islam. Buku ini bermuara pada optimisme akan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan pada masa depan yang searah dan kongruen dengan paradigma dan pandangan dunia Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah kecemasan sejumlah saintis kontemporer terhadap masa depan sains yang mereka anggap tidak menyisakan celah eksploratif bagi kemunculan temuan dan terobosan saintifik yang besar seperti kerisauan Richard Dawkins terhadap keberakhiran kisah biologi evolusioner. Buku ini mengindikasikan hal sebaliknya jika kita bersedia mengadopsi paradigma keilmuan yang diusung oleh sejumlah ilmuwan muslim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan buku ini terletak pada kemampuan penulis mengeksplorasi dua argumen besar, yaitu analisis historis tradisi saintifik Islam dan analisis filosofis pandangan dunia Islam. Aktualitas pembahasan menjadikan buku ini semakin menarik untuk dikaji dan diperbincangkan lebih lanjut, sebagai salah satu upaya mewujudkan tamadun Gelombang Ketiga atau awal kebangkitan tradisi intelektual Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data Buku&lt;br /&gt;
Judul: Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam&lt;br /&gt;
Penulis: Husain Heriyanto&lt;br /&gt;
Penerbit: Mizan Publika, Jakarta&lt;br /&gt;
Terbit: Juni 2011&lt;br /&gt;
Tebal: xxxix + 392 halaman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-7075086517614445500?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/7075086517614445500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2012/02/kebangkitan-tradisi-intelektual-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/7075086517614445500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/7075086517614445500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2012/02/kebangkitan-tradisi-intelektual-islam.html' title='Kebangkitan Tradisi Intelektual Islam'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-oFbH_PuMVdc/T0cmC5hP-tI/AAAAAAAAAN0/UkXZ4VWmXPw/s72-c/Husein.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-3705466205535377960</id><published>2012-01-23T16:13:00.001+07:00</published><updated>2012-01-23T16:14:12.158+07:00</updated><title type='text'>Bahagia ala Jaya Suprana</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-pafMbMCogeA/Tx0kk-7503I/AAAAAAAAANo/mnfOoZiFMhc/s1600/90d2be66f756bca68c44d48ebe3f77f9.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="150" width="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-pafMbMCogeA/Tx0kk-7503I/AAAAAAAAANo/mnfOoZiFMhc/s200/90d2be66f756bca68c44d48ebe3f77f9.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku, Koran Tempo, Minggu, 22 January 2012&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul: Pedoman Menuju Tidak Bahagia&lt;br /&gt;
Penulis: Jaya Suprana&lt;br /&gt;
Penerbit: Elex Media Komputindo, Jakarta&lt;br /&gt;
Cetakan: I, 2011&lt;br /&gt;
Tebal: xxii + 173 halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lazimnya bahagia diinginkan, bahkan didambakan, setiap insan manusia. Dapat dikatakan bahwa kebahagiaan merupakan salah satu tujuan utama kehidupan, untuk tidak menggunakan istilah paling utama. Hidup terasa hampa tiada makna, bahkan penuh derita, apabila kebahagiaan tidak tercapai atau lebih tepatnya tidak terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak dilahirkan, manusia ingin merasa bahagia, maka lazimnya semua bayi yang sehat lahir-batin langsung menangis setelah keluar dari rahim ibunya. Secara filosofis bayi dilahirkan langsung menangis bisa saja ditafsirkan sebagai bentuk protes akibat merasa tidak bahagia dipaksa keluar dari rahim ibu yang aman-tenteram penuh kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, sang bayi senantiasa berjuang meraih rasa bahagia, dari mengubah rasa lapar menjadi kenyang, dingin menjadi hangat, gelisah menjadi tenteram, sakit menjadi nyaman, tegang menjadi santai, tertekan menjadi lega, bahkan nikmat, sampai proses buang air kecil hingga besar pada hakikatnya kesemuanya merupakan upaya demi meraih rasa bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun bagaimana meraih kebahagiaan itu? Jaya Suprana melalui buku Pedoman Menuju Tidak Bahagia menunjukkan cara meraih kebahagiaan. Walau judul buku ini pedoman menuju tidak bahagia, Jaya Suprana mengetengahkan catatan mengenai hal-hal yang perlu dikerjakan dan ditinggalkan seseorang guna meraih kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Jaya, kebahagiaan sejati adalah proses saling memberi dan membahagiakan orang lain. Sembari menyitir sebuah cerita, ia mengungkapkan keutamaan berbagi dan membahagiakan orang lain, yaitu dengan dua pertanyaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, "Apakah Anda merasa bahagia selama hidup di dunia?" Apabila jawabannya adalah ya, sang arwah tidak diperkenankan masuk surga. Apabila jawabannya adalah tidak, sang arwah juga tidak diperkenankan masuk surga. Maka, pada hakikatnya pertanyaan pertama itu sekadar basa-basi, karena apa pun jawabannya, tetap saja sang penjawab tidak boleh masuk surga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang menentukan adalah pertanyaan yang kedua, yaitu, "Apakah selama hidup di dunia Anda pernah membuat orang lain merasa bahagia?" Jika jawabannya tidak, pintu gerbang surga tetap tertutup rapat. Apabila jawabannya adalah pernah, apalagi sering, langsung pintu gerbang surga terbuka lebar (halaman 10).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui cerita di atas, Jaya Suprana sepertinya ingin membenarkan petuah ayahnya, Lambang Suprana, yang menyatakan kebahagiaan sejati bukan terletak pada upaya membahagiakan diri sendiri, tetapi pada upaya membahagiakan orang lain (hlm. 27).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, pedoman yang penting diperhatikan dalam menempuh perjalanan menuju ketidakbahagiaan adalah kita perlu menghindari beberapa jenis perasaan, termasuk golongan positif, seperti syukur, ikhlas, rela, puas, percaya, aman, tenteram, damai, pergantian, mafhum, dan humor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan-perasaan yang tergolong positif itu memiliki kandungan zat-zat berpotensi negatif terhadap upaya memperoleh perasaan tidak bahagia. Manusia yang hatinya (sebenarnya otaknya) penuh dengan kasih sayang atau minimal upaya memberi kasih sayang, baik kepada sesama maupun diri sendiri, adalah manusia yang paling mengantongi risiko merasa bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka mereka yang bercita-cita untuk merasa tidak bahagia perlu waspada untuk tidak membiarkan perasaan dirinya terjebak dalam perangkap rasa kasih sayang yang sangat rawan membawa kebahagiaan ke lubuk sanubari itu. Kasih sayang benar-benar sangat berbahaya memorakporandakan rasa tidak bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping menghindari atau bahkan membasmi kasih sayang, di sisi lain para pencari rasa tidak bahagia harus mau dan mampu mengembangkan perasaan yang berlawanan dan bertolak belakang dengan kasih sayang, yaitu kebencian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tergabung dalam barisan laskar kebencian, antara lain dengki, kejam, tamak, sesal, curiga, termasuk juga gangguan perilaku seperti paranoid yang mencurigai segala sesuatu atau para perfeksionis yang meyakini kesempurnaan, harus hadir pada diri manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini ditulis khusus bagi para pencari kebahagiaan yang gagal menemukan kebahagiaan setelah membaca sekian banyak buku pedoman menuju bahagia. Sekiranya pembaca mematuhi segenap pedoman dalam buku ini, pasti sang pembaca akan gilang-gemilang berhasil menemukan ketidakbahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bacalah buku ini dengan saksama, lalu jangan lakukan apa pun yang dianjurkan dalam buku ini, maka insya Allah Anda akan berhasil menempuh perjalanan untuk akhirnya menemukan kebahagiaan. Pada akhirnya buku ini akan berhasil atau gagal menjadi pedoman menuju tidak bahagia atau bahagia sepenuhnya tergantung bahkan terserah pada kehendak pembacanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BENNI SETIAWAN, ALUMNUS PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA, YOGYAKARTA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-3705466205535377960?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/3705466205535377960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2012/01/bahagia-ala-jaya-suprana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/3705466205535377960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/3705466205535377960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2012/01/bahagia-ala-jaya-suprana.html' title='Bahagia ala Jaya Suprana'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-pafMbMCogeA/Tx0kk-7503I/AAAAAAAAANo/mnfOoZiFMhc/s72-c/90d2be66f756bca68c44d48ebe3f77f9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-5427066106425833343</id><published>2012-01-09T09:49:00.000+07:00</published><updated>2012-01-09T09:49:03.683+07:00</updated><title type='text'>Agar Hidup Lebih Baik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2ahplTKf54s/TwpVgp-6muI/AAAAAAAAANc/lZT7BAM_MLQ/s1600/Nasib.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="142" src="http://1.bp.blogspot.com/-2ahplTKf54s/TwpVgp-6muI/AAAAAAAAANc/lZT7BAM_MLQ/s200/Nasib.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pustaka &lt;i&gt;Kedaulatan Rakyat&lt;/i&gt;, Minggu Legi, 8 Januari 2012&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Memperbaiki Nasib, Terapi Mengendalikan Diri Agar Hidup Terus Lebih Baik&lt;br /&gt;
Penulis : Ibrahim Elfiky&lt;br /&gt;
Penerbit : Zaman, Jakarta&lt;br /&gt;
Terbit : 2011&lt;br /&gt;
Tebal : 190 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap orang tumbuh dengan cara yang khas, bicara dengan gayanya masing-masing, dan memegang ragam keyakinan yang berbeda. Sayang, banyak orang sering merasa kesusahan, bahkan merasa hidupnya berakhir karena menghadapi berbagai masalah. Mereka biarkan diri mereka tumbuh dan dibentuk oleh situasi negatif. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menyerah dan membiarkan diri mereka terpenjara oleh keyakinan dan persepsi negatif tentang diri mereka sendiri. Dengan saja mereka merasa bahwa dunia tak lagi bersahabat, bahwa semua orang menjauhinya, dan bahwa semua perusahaan menutup pintu baginya. Gangguan psikis, penyakit fisikal, gejolak batin, dan sederet efek negatif lain mewarnai hidup mereka. Akhirnya semua itu menghalangi mereka mencapai apa yang layak mereka dapatkan dalam hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua itu disebabkan pikiran negatif. Tetapi, yakinlah, semua keadaan negatif itu dapat kita ubah jika kita mau melakukannya. Semua orang pasti mampu mengatasi keadaan itu demi meraih kehidupan yang lebih bahagia. Kita semua dapat menggapai cita-cita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibrahim Elfiky melalui buku Memperbaiki Nasib Terapi Mengendalikan Diri Agar Hidup Terus Lebih Baik ini dengan tegas menyatakan bahwa kita dapat menjadi lebih baik. Perjalanan itu dimulai dengan keputusan untuk berubah. keputusan ini bagi Elfiky akan membuka jalan menuju perubahan yang sesungguhnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, trainer handal jebolan Universitas Los Angeles ini mengemukakan bahwa setiap perilaku Anda akan memengaruhi perkembangan diri Anda—maju atau mundur, hina atau mulia, bahagia atau sengsara. Selain itu, yakinlah, sepenuhnya Anda mampu mengubah perilaku Anda saat ini jika memang perilaku Anda itu negatif dan merugikan. Ingat pula, Anda bisa menjadi seperti tokoh yang Anda idolokan. Pada saat yang sama, Anda juga mampu mengubah hidup Anda dan orang lain. Nasib dan riak perjalanan hidup Anda sepenuhnya berada di tangan Anda sendiri. Hanya diri Anda yang dapat mengubah segala yang buruk di masa lalu serta mengubah keyakinan negatif menjadi energi positif yang memberikan kekuatan besar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku yang sangat pantas dibaca. Sebagaimana buku-buku Elfiky yang lain, ia selalu mengingatkan betapa penting berpikir dan berperasaan positif. Hal ini karena proses kesadaran inilah yang akan mengantarkan seseorang menuju kualitas hidup terus lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-5427066106425833343?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/5427066106425833343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2012/01/agar-hidup-lebih-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5427066106425833343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5427066106425833343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2012/01/agar-hidup-lebih-baik.html' title='Agar Hidup Lebih Baik'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2ahplTKf54s/TwpVgp-6muI/AAAAAAAAANc/lZT7BAM_MLQ/s72-c/Nasib.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-6281803412204947879</id><published>2012-01-01T07:19:00.000+07:00</published><updated>2012-01-01T07:19:58.740+07:00</updated><title type='text'>Pluralisme bukan hal baru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QRjd5axsbVs/Tv-mjUJs3-I/AAAAAAAAANQ/I-iy8QDANtg/s1600/Mengaji%2BKH%2BHusein%2BM.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="135" src="http://3.bp.blogspot.com/-QRjd5axsbVs/Tv-mjUJs3-I/AAAAAAAAANQ/I-iy8QDANtg/s200/Mengaji%2BKH%2BHusein%2BM.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tidak ada manusia paripurna, kecuali manusia yang pikirannya melampaui sekat-sekat geografis&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengaji Pluralisme kepada Mahaguru Pencerahan&lt;br /&gt;
K.H. Husein Muhammad&lt;br /&gt;
Mizan, Bandung&lt;br /&gt;
Cetakan I/2011&lt;br /&gt;
xiv + 217 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Books" &lt;i&gt;Bisnis Indonesia&lt;/i&gt;, Minggu, 1 Januari 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wacana pluralisme senantiasa menarik untuk dikaji. Pasalnya, masih terdapat beda pendapat mengenai gagasan ini. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Musyawarah Nasional, 29 Juli 2005, menjatuhkan vonis keagamaan bahwa pluralisme, liberalism, dan sekulerisme adalah paham sesat dan menyesatkan, dan oleh karena itu harus dilarang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga terminologi ini kemudian disebut dengan ungkapan peyoratif dan sarkastis, SEPILIS, kependekatan dari sekulisme, pluralisme, dan liberalisme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah Islam melarang pluralisme? Buku Mengaji Pluralisme kepada Mahaguru Pencerahani  karya K.H. Husein Muhammad ini menjawabnya dengan santun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
K.H. Husein Muhammad menyatakan bahwa pluralisme bukanlah hal baru dalam Islam. Ia telah ada sejak dulu. Hal ini dibuktikan dengan pandangan-pandangan sarjana dan ulama klasik yang telah mendedah isu ini dengan penjabaran yang rasional, geniuin, dan mencerahkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Esoteris&lt;br /&gt;
Bagi pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Tauhid Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat ini fenomena antipluralisme, antiliberalisme, dan antisekulerisme tidak hanya terjadi hari ini dan di bumi  Indonesia, tetapi sudah berlangsung berabad-abad dan dibanyak tempat di dunia Muslim. Ia tampaknya telah menjadi konstruksi yang begitu kukuh dalam masyarakat Muslim selama berabad-abad. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nalar religius mayoritas kaum beragama hari ini masih mewarisi kebudayaan Arabia produk abad pertengahan, ketika akal intelektual dikalahkan oleh teks-teks keagamaan yang dimaknai secara tunggal dan literal, ketika paradigma teologis “kekuasaan” mengalahkan paradigma teologis “keadilan”, dan ketika pemaknaan esoteris atas teks-teks keagamaan dihegemoni oleh pemaknaan eksoteris. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konstruksi ini kemudian direproduksi dan didoktrinkan secara terus-menerus dari generasi ke generasi melalui media sosial dan pendidikan, tanpa ada perubahan ke arah kemajuan yang berarti bagi kemanusiaan. Alih-alih, ruang-ruang dialog untuk mengkritik paradigma doktrinal tersebut mampat, stagnan, malahan justru melahirkan stigma-stigma yang melukai wilayah psikologi dan fisik, atau bahkan membunuh karakter-karakter manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa silam, penjara dan petaka telah menimpa para cendekiawan dan inteletual yang mengusung gagasan pluralisme, sesudah dikeluarkan fatwa keagamaan yang mengharamkannya. Sejarah kaum Muslimin abad pertengahan mencatat sejumlah nama besar para pelopor pluralisme yang mengalami penindasan tersebut. Mereka pada umumnya adalah penganut ajaran agama esoteris (kaum sufi) dan kaum rasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cinta&lt;br /&gt;
Seperti, Abu Manshur al-Hallaj, Abu Hamid al-Ghazali, Muhyiddin ibn Arabi, Jalal an-Din al-Rumi, al-Junaid, Abd al-Qadir al-Jailani, Ibn Atha’ilaah al-Sakandari, Ibn Rusyd al-Hafid, Imam Fakhr al-Din al-Razi, yang semuanya adalah para penganut keberagamaan esoteris yang melihat agama dengan pandangan substantive. Mereka membaca teks-teks suci keagamaan dan memberinya makna yang terdalam. Mereka melihat bahwa teks-teks al-Qur’an memiliki sejuta makna. Kehendak Tuhan pastilah tak terbatas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi mereka, semua agama, meskipun namanya berbeda-beda, adalah jalan menuju Tuhan Yang Esa. Semua agama membimbing manusia menuju Cinta Tuhan Yang Satu itu, meskipun ritual-ritual dan cara-cara mengekspresikan cinta itu berbeda-beda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut para cendekiawan raksasa tersebut. Tidak ada persaudaraan sejati kecuali persaudaraan yang di dalamnya menghimpun semua prinsip kemanusiaan universal. Tidak ada manusia paripurna, kecuali manusia yang pikirannya melampaui sekat-sekat geografis; manusia yang menyatu dalam kemanusiaannya dalam seluruh zaman; lampau, kini, dan nanti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada kode moral yang lain kecuali Cinta. Meski mungkin terdapat sejumlah kode moral yang dianut manusia, namun kode moral paling fundamental adalah Cinta. Ia adalah sumber dari seluruh kode moral. Ini karena Tuhan juga ingin dicinta sebagaimana diungkapkan sebuah Hadis Quqsi, “Kuntu Kanza Makhfiyyan. Fa Ahbabtu an U’raf. Fakhalaqtu al-Khalq fa Biy’Arafuni” (Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi. Aku ingin sekali dikenal. Maka, Aku ciptakan alam semesta. Berkat Aku, mereka mengenal-Ku”. (hal 65-66).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini memperlihatkan kepada pembaca, bagaimana para sarjana Muslim terkemuka memahami atau mendekati agama, dari sudut disiplin berbeda, dengan suatu cara yang boleh jadi dianggap melampaui diskursus keagamaan arus utama. Mereka menggali substansi dan kedalaman teks serta keragaman tafsir atasnya. Sudut disiplin yang dimaksud adalah kalam (teologi), fiqih (hukum), dan tasawuf (mistisisme). Teks-teks keagamaan itu dibaca oleh merek melalui mekanisme penggabungan aktivitas rasional, filosofis, dan permenungan kontemplatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, buku karya komisioner Komisi Nasional Perempuan ini dapat menjadi pengetahuan masyarakat tentang isu Islam dan pluralisme yang diambil dari khasanah intelektual Islam klasik yang cukup representif (mu’tabar).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-6281803412204947879?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/6281803412204947879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2012/01/pluralisme-bukan-hal-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/6281803412204947879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/6281803412204947879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2012/01/pluralisme-bukan-hal-baru.html' title='Pluralisme bukan hal baru'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-QRjd5axsbVs/Tv-mjUJs3-I/AAAAAAAAANQ/I-iy8QDANtg/s72-c/Mengaji%2BKH%2BHusein%2BM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-8586198188880610916</id><published>2012-01-01T07:03:00.000+07:00</published><updated>2012-01-01T07:03:44.355+07:00</updated><title type='text'>Melacak Tradisi Islam Toleran</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fV2Z9g5mC1o/Tv-iwHV0vCI/AAAAAAAAANE/zQiV5OscePg/s1600/Islamtoleran.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="135" src="http://2.bp.blogspot.com/-fV2Z9g5mC1o/Tv-iwHV0vCI/AAAAAAAAANE/zQiV5OscePg/s200/Islamtoleran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Seputar Indonesia&lt;/i&gt;, Resensi, Minggu, 01 January 2012&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekerasan atas nama agama masih menghiasi perjalanan kebangsaan Indonesia pada 2011. Seperti penutupan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Bogor yang hingga saat ini belum mendapatkan titik temu, pengeboman gereja di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIJ) Kepunton, Solo, pengeboman Mapolestra Cirebon, dan masih banyak yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindak kekerasan tersebut seakan masih saja menjadi pekerjaan rumah bagi setiap umat beragama.Termasuk di dalamnya agama terbesar di Indonesia,Islam. Sebagai agama yang paling banyak dianut di Indonesia, sudah selayaknya Islam menampilkan wajah bersahabat dan toleran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Islam sudah selayaknya memosisikan diri sebagai agama damai (rahmatan lil alamin). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wacana Islam toleran ini secara rapi digarap oleh Irwan Masduqi dalam buku Berislam Secara Toleran,Teologi Kerukunan Umat Beragama.Irwan Masduqi melacak akar sejarah keislaman sebagai basis teori dalam merumuskan kandungan Islam yang mulia itu. Dengan mengetengahkan kesejarahan ini,akan tampak dengan jelas bahwa wacana keberislaman yang toleran sudah ada sejak awal kemunculan Islam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Toleransi Islam sering dihubungkan dengan ayat, “Tidak ada paksaan dalam agama”( QS.Al-Baqarah (2): 256). Firman Allah ini menurut Ibn ‘Abbas turun sehubungan dengan kasus seorang Anshar bernama Husayn yang memaksa kedua anaknya yang memeluk Kristen agar pindah ke agama Islam.Namun, kedua anaknya menolak paksaan itu.Kemudian, ayat ini turun merespons secara eksplisit bahwa pemaksaan keyakinan adalah tindakan terlarang. Semangat toleransi Islam yang menolak paksaan juga dikukuhkan oleh firman Allah dalam Surah Yunus (10: 99).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Toleransi Islam dibangun di atas alasan-alasan menghormati kebebasan berpendapat dan berkeyakinan (hurriyyah alra’yi wa al-i’tiqad) dan komitmen untuk hidup berdampingan secara damai (ta’ayusy/coexistence) (halaman 24). Buku ini memiliki tesis bahwa Islam adalah agama yang toleran dan menganjurkan moderasi (wasatan),walaupun dalam sejarahnya Islam telah melahirkan pemikiran-pemikiran dan doktrin yang bervariasi dalam spektrum semacam monolitik- plural, fundamental-liberal, ekstrem-moderat, radikal demokratis, dan fanatik-toleran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam buku ini, alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ini menganalisis berbagai pandangan para sarjana dan pemikir,baik Muslim maupun non-Muslim.Di satu pihak dia mengemukakan pemikiran Gamal Al-Banna yang menganggap bahwa Alquran adalah kitab suci yang berwawasan plural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun,dia juga mengetengahkan pemikiran Sayyid Qutb yang dianggap sebagai bapak gerakan Islam radikal modern karena dua karyanya yakni Ma’alim fi al-Tariq (yang menganggap demokrasi sebagai sistem yang menuhankan sesama manusia) serta kitab tafsir Fi Zilalil al-Qur’an (yang membangun doktrin Islam sebagai sebuah ideologi politik berdasarkan prinsip kedaulatan Tuhan). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, Irwan Masduqi menunjukkan dalam kajiannya bahwa Alquran sebagai sumber utama ajaran memang berisi ayat-ayat yang bisa ditafsirkan menjadi doktrin yang mengandung ajaran kasih sayang maupun mengusung kekerasan. Fetahullah Gulen, seorang sufi modern Turki yang terkemuka dan memiliki nama internasional, umpamanya berbicara tentang “Muslim sejati”, yaitu Muslim yang penuh kasih sayang, atau meminjam istilah Alquran sendiri “Ibad al- Rahman”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baginya, yang memakai pendekatan irfani, seorang Muslim sejati tidak mungkin menjadi teroris. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan Alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga,Yogyakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-8586198188880610916?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/8586198188880610916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2012/01/melacak-tradisi-islam-toleran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/8586198188880610916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/8586198188880610916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2012/01/melacak-tradisi-islam-toleran.html' title='Melacak Tradisi Islam Toleran'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-fV2Z9g5mC1o/Tv-iwHV0vCI/AAAAAAAAANE/zQiV5OscePg/s72-c/Islamtoleran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-4913198769677025742</id><published>2011-12-25T16:16:00.000+07:00</published><updated>2011-12-25T16:16:07.519+07:00</updated><title type='text'>Tentang si Pengubah Dunia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-HMB-earYHB8/Tvbpzh6qujI/AAAAAAAAAM4/GIBiHAtsRyg/s1600/Jobs%2BSteve.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="134" src="http://1.bp.blogspot.com/-HMB-earYHB8/Tvbpzh6qujI/AAAAAAAAAM4/GIBiHAtsRyg/s200/Jobs%2BSteve.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steven Paul Jobs atau yang akrab disapa Steve Jobs mampu mewujudkan sebagian mimpi fiksi ilmiah jadi kenyataan. Berkat inovasinya ini Steve bersama Apple mencatatkan diri dalam sejarah peradaban umat manusia. Apple menguncang dunia. Pasalnya, dalam waktu singkat produk Apple mampu mengubah gaya hidup umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa kunci kesuksesan tokoh yang meninggal dunia di Palo Alto, California, Amerika Serikat dalam usia 56 tahun ini? Di Apple, frasa “Keseluruhan Produk” berarti lebih dari perangkat. Itu berarti keseluruhan pengalaman menggunakan perangkat tersebut.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tujuannya adalah untuk mendesain produk sehingga ia sesuai dengan cara alamiah &lt;br /&gt;
dari kehidupan, bagaimana orang-orang menggunakan berbabagi benda, bukannya mengharapkan orang-orang untuk beradabtasi. Ia berupaya untuk menciptaan rasa kepuasaan dari kesederhanaan, intuitif yang alamiah (hal. 284).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkat ‘resep’ ini Apple sebagai perusahaan yang naik daun menanjak ke posisi keramat dalam Fortune 500 dalam waktu yang lebih singkat dari perusahaan mana pun dalam sejarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa Apple dalam waktu singkat mampu memimpin pasar teknologi? Tentunya hal ini tidak dapat dilepaskan dari prinsip ‘manusia langka’ yang meninggal pada 5 Oktober 2011 lalu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa prinsip Steve Jobs adalah, pertama, bersemangat (passionate) terhadap semua proyek yang Anda kerjakan. Kedua, terdorong oleh sebuah kesempatan dan menciptakan sebuah produk untuknya. Ketiga, selalu terbuka terhadap bakat yang dapat membantu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, melalukan upaya terbaik yang dapat Anda lalukan untuk membuat produk tersebut menjadi intuitif, sehingga panduan pengguna tidak diperlukan. Kelima, benar-benar jujur terhadap diri Anda sendiri mengenai produk Anda. Pastikan bahwa produk tersebut merepresentasikan Anda dan sikap Anda sebagai seseorang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keenam, bekerja bersama orang-orang Anda dan rayakan setiap kesuksesan sebagai sebuah unit. Ketujuh, tetap berinovasi untuk menjadi semakin dekat dan dekat dengan kondisi ideal dan visi Anda mengenai kesempurnaan yang di luar jangkauan realitas saat ini.  Dan kedelapan, jangan dengarkan orang yang mengatakan itu tidak dapat dilakukan (hal 378).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku Steve Jobs. Stay Hungry, Stay Foolish yang ditulis oleh sahabat sekaligus patner Steve Jobs di Apple ini, seakan menuntun kita menuju pemahaman yang holistik mengenai pribadi dan gaya Steve dalam mendefinisikan abad ke-21. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Books, BISNISINDONESIA, Minggu, 25 Desember 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-4913198769677025742?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/4913198769677025742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/12/tentang-si-pengubah-dunia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4913198769677025742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4913198769677025742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/12/tentang-si-pengubah-dunia.html' title='Tentang si Pengubah Dunia'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-HMB-earYHB8/Tvbpzh6qujI/AAAAAAAAAM4/GIBiHAtsRyg/s72-c/Jobs%2BSteve.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-5332246207820393132</id><published>2011-12-18T15:25:00.000+07:00</published><updated>2011-12-18T15:25:20.099+07:00</updated><title type='text'>Wajah Pendidikan Nusantara</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-CWLxS9j3BlI/Tu2jaevKw_I/AAAAAAAAAMs/W82AzIhdCuk/s1600/Indonesia%2BMengajarB.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="132" src="http://3.bp.blogspot.com/-CWLxS9j3BlI/Tu2jaevKw_I/AAAAAAAAAMs/W82AzIhdCuk/s200/Indonesia%2BMengajarB.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan Nusantara bukan hanya yang berada di Jawa. Pendidikan Nusantara adalah proses belajar mengajar yang tersaji dari Sabang hingga Merauke. Di pelosok daerah itulah kita akan menemukan potret nyata pendidikan di bumi pertiwi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, potret tersebut disajikan secara apik, menawan, penuh suka cita, kesedihan, dan kegembiraan oleh pengajar muda. Pengajar muda adalah mereka yang telah disaring melalui proses ketat oleh Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar pimpinan Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina, Jakarta). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari 1.383 pendaftar hanya diambil 51 orang. Mereka merupakan manusia pilihan, orang yang pantang menyerah, mempunyai jiwa kepemimpinan dan kecintaan yang mendalam terhadap Nusantara. Utamanya dalam masalah pendidikan di tanah air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu Tahun Penuh Makna&lt;br /&gt;
Mereka berani meninggalkan kenyamanan di kota dengan berbagai fasilitas yang mendukung. Mereka pun dengan kerelaan hati meninggalkan pekerjaan mapan di kota dengan berbagai fasilitas yang mendukung. Mereka terpanggil untuk mendidik anak bangsa maju dan mendapatkan pendidikan yang memadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama setahun pengajar muda mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan rakyat di daerah terpencil. Pergulatan mendidik selama setahun inilah yang kemudian mewujud menjadi sebuah buku Indonesia Mengajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama setahun itu deretan kisah para pengajar muda seakan tak berujung. Setiap hari ada yang baru. Setiap persaudaraan adalah kebaruan penuh nuansa ikhlas. Tiap interaksi akan berhilir pada sebuah kisah. Ada terlalu banyak kisah mereka; kisah yang akan selalu menempel dalam kenangan para pengajar muda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di buku ini, sebagian dari kisah, pengalaman, pengamatan pengajar muda dituliskan. Kisah-kisah yang mereka tuliskan melalui blog di situs web Indonesia Mengajar itulah yang dipilah dan dipublikasikan dalam buku ini. Kisah-kisah yang membuat kita semakin yakin, semakin optimistis bahwa masa depan Republik ini memang cerah untuk semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kisah-kisah ini terlihat bahwa satu tahun mereka berada di tengah-tengah rakyat di pelosok negeri, di tengah anak-anak bangsa yang kelak akan meneruskan sejarah Republik ini, adalah satu tahun penuh makna. Satu tahun berada bersama anak-anak di dekat keindaha alam, dan di lembah-lembah hijau yang membenyang sepanjang khatulistiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di desa-desa terpencil itu para pengajar muda menorehkan jejak, menitipkan pahala, bagi para siswa SD di sana, alas kaki bisa jadi tidak ada, baju bisa jadi kumal dan ala kadarnya tetapi mata mereka bisa berbinar karena kehadiran guru muda penuh dedikasi. Pengajar muda hadir memberikan harapan. Pengajar muda hadir mendekatkan jarak mereka dengan pusat kemajuan, hadir membuat anak-anak SD di pelosok negeri memiliki mimpi dan hadir membuat para orangtua di desa-desa terpencil ingin memiliki anak yang terdidik seperti para Pengajar muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bisa jadi ketertinggalan adalah baju rakyat di pelosok sekarang, tetapi hadirnya Pengajar muda merangsang mereka untuk punya cita-cita, punya mimpi. Mimpi adalah energi mereka untuk meraih baju baru di masa depan. kemajuan dan kemandirian adalah baju anak-anak di masa depan. Pengajar muda hadir di sana, di desa mereka, untuk turut membukakan pintu menuju masa depan yang jauh lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Malu”, “Mau”, “Maju”&lt;br /&gt;
Seperti cerita yang ditulis oleh Sekar Arrum Nuswantara, pengajar muda di Majene. Ia menuliskan cerita tentang semangat peserta didiknya bernama Satriana. Satriana merupakan peserta didik yang ia pilih untuk menemani bertemu dengan wakil Presiden RI Boediono saat kunjung ke Majene. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satriana dipilih karena ia berhasil menuliskan sebuah surat yang cukup menyentuh hati.  “Pak, saya ucapkan selamat kepada Bapak karena Bapak telah berhasil menjadi wakil presiden. Waktu kecil Bapak pasti bercita-cita menjadi wakil presiden, dan sekarang sudah terwujud. Saya juga bercita-cita jadi dokter, Pak. Doakan agar saya bisa jadi dokter, ya, Pak”. Surat Satriana pun diterima secara langsung oleh wakil Presiden. Dan Satriana pun mendapat doa dari wakil Presiden, “Kamu akan menjadi orang besar, Nak”  (hlm. 110).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah inspiratif juga hadir dari Nanda Yunika Wulandari, Pengajar muda di Bengkalis. Ia berhasil membesarkan hati peserta didiknya untuk maju. Saat peserta didiknya merasa bahwa ketika kalah dalam lomba, maka Ibu Guru akan merasa malu.&lt;br /&gt;
Dengan kegigihannya, ia berhasil menghilangkan satu huruf “L” dari kata “malu” menjadi “mau”. Setalah “mau” maka ia menambahkan huruf “J” menjadi “maju”. Berkat semangat dan optimism, anak-anak di Bengkalis mampu mengikuti olimpiade dan lomba-lomba lainnya. Mereka pun mendapatkan hasil yang maksimal, yaitu juara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini seakan menunjukkan secara gamblang wajah pendidikan di negeri ini. Pendidikan yang masih compang-camping. Pendidikan di pelosok negeri yang tidak terurus. Namun, semangat anak-anak di pelosok negeri yang besar dan membara membuktikan bahwa mereka masih mempunyai semangat untuk maju dan mampu turut serta dalam membangun masa depan bangsa Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resensi, Jawa Pos, Minggu, 18 Desember 2011.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-5332246207820393132?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/5332246207820393132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/12/wajah-pendidikan-nusantara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5332246207820393132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5332246207820393132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/12/wajah-pendidikan-nusantara.html' title='Wajah Pendidikan Nusantara'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-CWLxS9j3BlI/Tu2jaevKw_I/AAAAAAAAAMs/W82AzIhdCuk/s72-c/Indonesia%2BMengajarB.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-3005897182739983866</id><published>2011-12-13T11:07:00.000+07:00</published><updated>2011-12-13T11:07:41.173+07:00</updated><title type='text'>Biografi Pengubah Gaya Hidup Manusia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Ai-CgELFTkc/TubPg17Ei0I/AAAAAAAAAMg/IoJwoIkmjKU/s1600/Jobs%2BBentang.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="181" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ai-CgELFTkc/TubPg17Ei0I/AAAAAAAAAMg/IoJwoIkmjKU/s200/Jobs%2BBentang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dunia membutuhkan lebih banyak orang seperti dia, Steve Jobs, justru meninggalkan dunia pada usia yang relatif muda. Ia meninggal pada usia 56 tahun. Salah satu pendiri Apple Inc itu meninggal di rumahnya di Palo Alto, California, Amerika Serikat, Rabu 5 Oktober 2011, karena penyakit sejenis kanker pankreas langka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, Jobs, adalah seorang inovator dalam teknologi informasi. Dengan visinya dia telah merumuskan masa depan dunia yang semakin cerah dan canggih. Visi masa depannya yang mewujudkan sebagian mimpi fiksi ilmiah jadi kenyataan. Hal ini bermula pada 2001 dengan peluncuran iPod, alat pemutar musik digital mini, yang serta-merta menggeser kemasyhuran Walkman dari abad sebelumnya. &lt;br /&gt;
Kesuksesan iPod, didukung iTunes, disusul berturut-turut iPhone pada 2007 dan iPad pada 2010. Produk terakhir—yang berbentuk seperti sabak, papan tulis dari batu berbingkai—inilah yang mengguncang dunia dan mengubah cara hidup orang dari abad-abad lampau, mulai dari cara membaca buku, melihat peta, menonton film, bermain musik, sampai bermain catur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkat inovasinya ini Steve Jobs bersama Apple mencatatkan diri dalam sejarah peradaban umat manusia. Apple menguncang dunia. Pasalnya, dalam waktu singkat produk Apple mampu mengubah gaya hidup umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa Jobs mampu mewujudkan mimpi masyarakat dunia itu secara lebih cepat dan praktis? Buku Steve Jobs karya Walter Issacson ini mampu menjawab pertanyaan filosofis tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pandangan Isaacson yang juga CEO Aspen Institute ini, Jobs merupakan seorang intuitif, romantis, dan memiliki insting yang tinggi untuk membuat teknologi menjadi bisa digunakan, membuat desain menjadi lebih indah, dan menggunakan program antarmuka. Jobs menjunjung tinggi kesempurnaan, yang membuatnya menjadi seorang penuntut, dan dia mengelola dengan penuh karisma serta semangat yang sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari itu, mantan pemimpin CNN ini juga Jobs sebagai seorang perfeksionis yang gemar sekali mengendalikan dan menjunjung tinggi sifat seniman yang tidak mau berkompromi. Dia dan Apple menjadi contoh sebuah strategi digital yang menggabungkan dengan kuat antara perangkat keras, perangkat lunak, dan konten ke dalam sebuah paket tertutup. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jobs menjelaskan sebuah visi menarik tentang sebuah komputer untuk masyarakat luas. Komputer itu dilengkapi dengan sebuah program antarmuka yang ramah dan akan diproduksi dalam jumlah satu juta di sebuah pabrik otomatis di California. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ideologi Penjualan&lt;br /&gt;
Obsesi Jobs memproduksi computer dalam jumlah banyak ini tentunya bukan tanpa pemikiran yang matang. Untuk itu ia menciptakan ideologi penjualan yang berbeda dengan model yang telah ada dalam dunia bisnis dan ekonomi.  Ideologi Jobs tersebut berbunyi “Aku tidak membutuhkanmu, tetapi mungkin akan membiarkanmu terlibat” (hal. 223).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dilakukan Jobs ini tentu telah merompok cara pandang orang. Biasanya seseorang membeli barang karena kebutuhan atau hanya untuk mengikuti mode atau selera hidup. Jobs menantang konsumen dengan produknya. Tantangan ini berbuah manis, karena hampir semua produk Apple, perusahaan yang ia pimpin mampu meraup keuntungan yang cukup spektakuler.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tiga tahun, aplikasi iPhone menjadi industri senilai $ 3 miliar. Sebuah jumlah yang sangat luar biasa. Lebih lanjut, sebagai perusahaan yang sedang naik daun menanjak ke posisi keramat dalam Fortune 500 dalam waktu yang lebih singkat dari perusahaan mana pun dalam sejarah. Berkat kepemimpinan Jobs pula, Apple lebih inovatif, imajinatif, elegan dalam pelaksaan dan brilian dalam desain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, Jobs bukanlah pemimpin atau manusia yang sempurna. Dia bagaikan sebuah paket sempurna yang bisa disamai. Jika sedang bermasalah, dia bisa membuat orang-orang di sekitarnya marah dan putus asa. Akan tetapi, kepribadian, hasrat, dan produknya saling berhubungan. Hubungan tersebut sama sepertu tjuan dari perangkat keas dan perangkat lunak Apple, yang seolah-olah merupakan bagian dari sebuah sistem terintegrasi. Maka, kisahnya pun mengandung pesan dan peringatan yang dipenuhi dengan pelajaran mengenai inovasi, tokoh, kepemimpinan, dan nilai-nilai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, membaca buku ini kita akan menemukan sosok Jobs secara utuh. Pasalnya penulis buku ini berhasil melakukan wawancara lebih dari empat puluh kali dan mampu menggali keunikan-keunikan dalam diri Jobs. Melalui buku ini pula kita akan mengenal Steve Jobs sebagai manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangan (Benni Setiawan: 82). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Resensi", &lt;i&gt;Suara Merdeka&lt;/i&gt;, Minggu Pon, 11 Desember 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-3005897182739983866?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/3005897182739983866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/12/biografi-pengubah-gaya-hidup-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/3005897182739983866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/3005897182739983866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/12/biografi-pengubah-gaya-hidup-manusia.html' title='Biografi Pengubah Gaya Hidup Manusia'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Ai-CgELFTkc/TubPg17Ei0I/AAAAAAAAAMg/IoJwoIkmjKU/s72-c/Jobs%2BBentang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-7098863837096777543</id><published>2011-12-08T17:49:00.001+07:00</published><updated>2011-12-09T10:12:43.935+07:00</updated><title type='text'>Ikhtiar Perangi Korupsi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-UlhcLG8exLA/TuF8pFiw3kI/AAAAAAAAAMU/0paDs92XzEY/s1600/Perang-peranganB.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="132" src="http://4.bp.blogspot.com/-UlhcLG8exLA/TuF8pFiw3kI/AAAAAAAAAMU/0paDs92XzEY/s200/Perang-peranganB.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PERADA, &lt;i&gt;Koran Jakarta, &lt;/i&gt;Rabu, 07 Desember 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Buku ini merupakan ikhtiar Bambang Soesatyo untuk membongkar berbagai kasus korupsi&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Hasil survei Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan Kementerian Agama menduduki peringkat terbawah dalam indeks integritas dari 22 instansi pusat yang diteliti. Peringkat terburuk selanjutnya karena banyak praktik suap dan gratifikasi adalah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usah Kecil Menengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nilai ketiga kementerian tersebut jauh di bawah standar integritas pusat yang mencapai 7,07. Angka indeks integritas pusat (IIP) Kementerian Agama hanya 5,37, Kemnakertrans 5,44, serta Kementerian Koperasi dan UKM 5,52. Adapun indikator untuk menentukan IIP antara lain besaran gratifikasi, frekuensi pemberian gratifikasi, kebiasaan pemberian, kebutuhan pertemuan di luar prosedur, keterbukaan informasi, dan keterlibatan calon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk instansi daerah, peringkat terendah adalah Pemerintah Kota Metro Lampung (3,15), diikuti Pemkot Depok (3,19), Pemkot Serang (3,54), dan Pemkot Semarang (3,61). Korupsi adalah kejahatan luar biasa. Dalam konteks pembangunan nasional, korupsi telah menimbulkan kerusakan mahadahsyat. Membuat rapuh sendi-sendi dan tatanan hidup kebangsaaan dan kenegaraan. Kita menjadi bangsa yang tidak kompetitif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui buku Perang-perangan Melawan Korupsi. Pemberantasan Korupsi di Bawah Pemerintahan Presiden SBY, Bambang Soesatyo ingin mengatakan bahwa korupsi bukan hanya urusan menggarong uang rakyat untuk memperkaya pejabat, namun dia juga merupakan bentuk kekerasan struktural yang dilakukan pejabat terhadap rakyat (hlm 44).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, secara tegas dia menyatakan sejatinya, tak ada korupsi yang dilakukan seseorang secara tunggal. Korupsi itu menggurita dan mengikat siapa saja yang terlibat di dalamnya. Guna mencegah adanya korupsi, penulis mengusulkan KPK hendak memosisikan dirinya sebagai katalisator (pemicu) bagi aparat dan institusi lain agar tercipta jalannya sebuah good and clean governance (pemerintahan yang baik dan bersih) di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, sembari mengutip pendapat Taufiequrrachman, mantan Ketua DPP KNPI, penulis menyatakan pemberantasan korupsi tidak hanya mengenai bagaimana menangkap dan memidanakan pelaku tindak pidana korupsi. Bukan hanya itu, memerangi korupsi juga bagaimana mencegah tindak pidana korupsi agar tidak terulang pada masa yang akan datang melalui pendidikan dan kampanye antikorupsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku kumpulan esai dan tulisan di berbagai media cetak dan elektronik ini menyajikan secara gamblang kasus korupsi yang menggantung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peresensi adalah Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Perang-perangan Melawan Korupsi. Pemberantasan Korupsi di Bawah Pemerintahan Presiden SBY&lt;br /&gt;
Penulis : Bambang Soesatyo&lt;br /&gt;
Penerbit: Ufuk Press, Jakarta&lt;br /&gt;
Tahun : I, November 2011&lt;br /&gt;
Tebal : xxiv 354 Halaman&lt;br /&gt;
Harga : Rp -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-7098863837096777543?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/7098863837096777543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/12/ikhtiar-perangi-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/7098863837096777543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/7098863837096777543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/12/ikhtiar-perangi-korupsi.html' title='Ikhtiar Perangi Korupsi'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-UlhcLG8exLA/TuF8pFiw3kI/AAAAAAAAAMU/0paDs92XzEY/s72-c/Perang-peranganB.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-8694867976920126766</id><published>2011-12-04T14:49:00.000+07:00</published><updated>2011-12-04T14:49:53.787+07:00</updated><title type='text'>22 Kiat Sukses Norlent</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-rHuM4TUEIUs/TtsmHLkAcwI/AAAAAAAAAMI/JhuKSL0myew/s1600/Find%2BDiamond.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="135" src="http://2.bp.blogspot.com/-rHuM4TUEIUs/TtsmHLkAcwI/AAAAAAAAAMI/JhuKSL0myew/s200/Find%2BDiamond.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resensi Buku, &lt;i&gt;Seputar Indonesia, &lt;/i&gt;Minggu, 04 December 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sukses merupakan level alami dalam hidup. Namun, tetap saja ada aturanaturan yang perlu diketahui, bahkan oleh orang yang sangat sukses sekalipun, untuk tetap menjadi sukses. Sukses itu adalah sebuah tangga, bukan eskalator.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang seakan menjadi pesan penting Norlent Pasaribu dalam buku Find Your Diamond Here ini.Norlent dengan cekatan dan taktis menunjukkan kepada pembaca betapa penting arti meraih kesuksesan dengan persiapan yang matang, menjaganya dengan baik, dan membuat kesuksesan itu bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri namun juga orang lain. Pembicara di Markus Evans dan IBC Asia ini mendedah dua puluh dua kiat meraih kesuksesan. Satu,memiliki jiwa yang bersyukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup yang selalu bersyukur akan memiliki kehidupan yang lebih baik. Miliki dan tetaplah bersyukur maka hidupmu akan berhasil, ungkap Norlent. Dua, hidup adalah perjuangan. Maka kekalahan adalah keberhasilan yang tertunda. Tiga, disiplin dan kerja keras untuk berbagai bidang untuk meraih sesuatu merupakan faktor yang sangat penting dalam meraih keberhasilan. Empat, kenali dirimu melalui meditasi. Keheningan adalah waktu yang tepat untuk mengenali dirimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meditasi secara pribadi adalah penting bagi kehidupan. Jadikan meditasi untuk melihat dirimu, dari mana,dan untuk apa. Lima, rajin adalah kunci keberhasilan. Keberhasilan hanya ada pada tekadmu sendiri. Enam, jangan pernah menyerah. Ingatlah selalu, menjadi pemenang tidak berarti selalu memang.Tujuh, jadikan peluang dalam setiap masalah. Dalam setiap masalah pasti ada hikmahnya. Delapan, keberhasilan seseorang adalah kepandaian mengatur waktu atau apa yang disebut dengan “time management”. Itu adalah bagaimana seseorang dapat membuat rencana kerja dan mengerjakan rencana tersebut sesuai dengan rencana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembilan, jadilah yang terbaik. Keberhasilan hidup ini tidak ditentukan oleh seberapa besar perusahaan tempat kita bekerja, atau oleh seberapa berlebihan kemampuan yang kita miliki, tetapi seberapa sumbangsih kita kepada tempat kerja kita, dan seberapa berlebih kemampuan kita untuk menjadikan apa pun sebagai yang terbaik dalam keseharian kita. Sepuluh, jadikan seorang visioner. Berpikir visioner berarti kita telah memancang pilar keberhasilan.Sebelas,miliki sebuah keahlian. Keahlian yang terus diasah akan menempatkan diri kita pada posisi yang mulia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua belas. Bijaksana dalam mengambil keputusan. Perluaslah pola pikir dan sudut pandang kita, sehingga dapat mengambil keputusan lebih cepat dan tepat serta efisien. Tiga belas, selama kita hidup, satu hal yang tidak dapat kita lepaskan yaitu berkenaan dengan emosi. Untuk itu, kendalikan emosi Anda. Empat belas, perkuat teamwork dan network. Kita tidak perlu khawatir dalam pekerjaan, jika kita memiliki teamwork dan networkyang kuat. Lima belas, persahabatan menentukan keberhasilan. Apapun yang menimbulkan perasaan terisolir akan dapat membuat Anda sakit dan menderita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal-hal yang mendorong kasih sayang, keakraban dan perhubungan dengan orang lain justru bersifat menyembuhkan dan mendukung kesehatan. Itu tidak mengherankan, karena sebagai manusia, kita diciptakan untuk hidup bersahabat, bermasyarakat, maupun berbaur satu sama lain. Enam belas, berkomunikasi dan berbicaralah dengan jelas, baik,tepat,penting,dan benar. Kemahiran komunikasi atau berbicara sangat menentukan karier dan masa depan Anda. Tujuh belas, memiliki integritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integritas merupakan dasar untuk membentuk sifatsifat positif lainnya, misalnya rasa hormat, kejujuran, toleransi, kesetiaan, kepercayaan, dan sebagainya. Integritas harus dipertahankan sekalipun hanya menyangkut hal-hal sepele, dan sayangnya ada banyak orang kurang menyadari pentingnya hal ini. Delapan belas,miliki normanorma kerja. Salah satu kunci keberhasilan kita dalam hidup ni adalah melakukan sesuatu dengan baik dan tepat pada waktunya. Sembilan belas, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanan haruslah dipilih yang paling memberikan unsur-unsur yang diperlukan untuk pembangunan tubuh. Makanan kita harus cocok dengan keadaan kita,dengan iklim di mana kita tinggal, dan dengan jenis pekerjaan kita. Sering kali makanan yang dapat di-gunakan untuk orangorang yang kegiatannya lebih banyak duduk atau yang banyak menggunakan otak. Untuk memelihara kesehatan diperlukan suplai cukup dengan makanan yang baik dan menyehatkan. Dua puluh,cara berpakaian adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan sedikit orang mengalami kegagalan saat berpacaran, interview, mencari pekerjaan, atau melakukan transaksi bisnis disebabkan masalah berpakaian. Berpakaian selain sopan dan sederhana, juga harus bermutu baik dengan warna yang harmonis dan sesuai pada tepatnya. Dua puluh satu, keberhasilan seseorang akan tergantung bagaimana dia mampu mengontrol dirinya, yang akan membawa orang itu kepada keuntungan atau kerugian, apakah itu dari sisi materi, posisi, dan kehidupan sosial. Dua puluh dua, keberhasilan memang hak setiap orang. Untuk itu tetaplah semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat dan semangat terus. Anda pasti berhasil. Dengan membaca dan menerapkan buku ini,Anda akan mendapatkan delapan hal yaitu, mendapatkan sahabat lebih cepat dan lebih baik; menjadikan Anda memiliki integritas; memikat orang dengan sikap yang lebih baik; kebiasaan mental Anda akan lebih baik dan tangguh; menjadikan Anda lebih dewasa dan berwawasan yang lebih luas; menempa Anda menjadi orang yang terpandang; meningkatkan karier Anda yang bermutu; memunculkan jati diri dan kualitas Anda yang tersembunyi. Selamat membaca dan mempraktikkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan&lt;br /&gt;
Alumnus Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga,Yogyakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-8694867976920126766?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/8694867976920126766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/12/22-kiat-sukses-norlent.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/8694867976920126766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/8694867976920126766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/12/22-kiat-sukses-norlent.html' title='22 Kiat Sukses Norlent'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-rHuM4TUEIUs/TtsmHLkAcwI/AAAAAAAAAMI/JhuKSL0myew/s72-c/Find%2BDiamond.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-6434312554910215334</id><published>2011-12-04T14:48:00.000+07:00</published><updated>2011-12-04T14:48:18.015+07:00</updated><title type='text'>Membaca Ijtihad Cak Nur tentang HAM</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-d4lHaIDHBs4/TtslkAI8oWI/AAAAAAAAAL8/-PcR9CILHyE/s1600/57045.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="250" width="164" src="http://2.bp.blogspot.com/-d4lHaIDHBs4/TtslkAI8oWI/AAAAAAAAAL8/-PcR9CILHyE/s320/57045.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jurnal Nasional | Minggu, 4 Dec 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Cak Nur telah wafat, tetapi gagasan segar mengenai agama dan kemanusiaan masih menjadi tema sentral generasi penerusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SIAPA tak kenal Nurcholish Madjid. Namanya seolah menjadi bagian integral bangsa Indonesia. Cak Nur, begitu orang sering menyapanya, adalah salah satu pendekar Chicago, meminjam istilah Gus Dur. Walaupun Cak Nur telah meninggal, tetapi gagasan segar mengenai agama dan kemanusiaan masih menjadi tema sentral generasi penerusnya. Setiap membahas mengenai agama dan kemanusiaan, nama tokoh asal Jombang, Jawa Timur, dan Rektor Universitas Paramadina Jakarta ini selalu menjadi rujukan. Tidak hanya itu, pandangan-pandangan Cak Nur tentang Islam dan kenegaraan telah menjadi rujukan utama generasi terkini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebebasan Bertanggung Jawab &lt;br /&gt;
Salah satu tema sentral yang sering merujuk ke tokoh yang populer dengan slogan, "Islam Yes, Partai Islam No" ini adalah konsepsi tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Cak Nur menekankan bahwa anugerah manusia termahal adalah akal dan kebebasan. Seseorang bisa disebut saleh dan tulus dalam beragama manakala pilihan imannya dilandasi nalar sehat dan kebebasan. Tak ada ketulusan dalam beriman tanpa ada kebebasan untuk menentukan pilihan imannya. Oleh karena itu Tuhan memberi kebebasan pada anak-anak Adam untuk berpikir dan menentukan jalan hidupnya, apakah mau beriman dan taat kepada Tuhan atau akan mengingkari-Nya. Namun, masing-masing nantinya tak akan luput dari konsekuensi pilihannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian Cak Nur menegaskan bahwa kebebasan itu harus didasarkan pada sebuah rasa tanggung jawab. Tanpa tanggung jawab, akan hilang makna kebebasan. Kebebasan yang bertanggung jawab ini akan mengantarkan manusia kepada fitrah kemanusiaan. Pasalnya manusia bersanding hidup dengan orang lain, dan mereka juga mempunyai hak atas kebebasan individu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integral-Holistik &lt;br /&gt;
Sebagai tokoh yang dibesarkan dalam lingkungan pesantren dan dunia akademis (perguruan tinggi), Cak Nur selalu mendasarkan gagasan dan argumentasinya pada Al Quran. Dalam konsepsi HAM, misalnya, ia mendedah Al Quran Surat al-Maidah (5:27-32). Kisah dramatis tentang perseteruan Habil dan Qabil ini oleh Cak Nur dalam berbagai kesempatan sering diintroduksi ketika menjelaskan wacana, perspektif, dan bentuk pelanggaran berat HAM. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutnya, itulah sunnah sayyiah (model buruk) yang dilakukan Qabil, sekaligus menjadi model pelanggaran berat HAM pertama di muka Bumi. Cak Nur meyakini bahwa pembunuhan atau penghilangan nyawa merupakan pelanggaran hak hidup yang dimiliki secara mutlak oleh setiap manusia, satu hak primordial yang tidak dikaitkan dalam kewajiban apa pun dari Tuhan. Karena itu, prinsip pertama HAM dalam Islam adalah hak hidup. Inilah hak yang melekat pada diri setiap manusia yang mesti dihormati dan dilindungi oleh siapa pun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka tidak berlebihan jika Azyumardi Azra (Mantan Rektor UIN Jakarta dan kini Direktur Program Pascasarjana UIN Ciputat) menyatakan bahwa Nurcholish Madjid merupakan tokoh pembaru yang mampu secara canggih mengapresiasi tradisi Islam klasik secara keseluruhan, baik pada tingkat teoretis maupun eksotorisnya. Dengan sangat bagus dan distingtif, Cak Nur memberikan sejumlah pendekatan dan penafsiran baru terhadap tradisi Islam sehingga menghasilkan suatu bentuk kontekstualisasi yang sangat mendalam terhadap aspek syariat Islam sebagai sistem nilai yang sesuai dan searah dengan perkembangan zaman pada umumnya, khususnya dalam konteks sosial, budaya, dan politik di Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari itu, setidaknya ada dua hal penting dalam buku ini. Pertama, aspek keilmuan yang bersifat teoretis. Dari sisi keilmuan, pengungkapan karakter konsep, pandangan, dan pemikian Cak Nur tentang HAM memberikan gambaran dan wawasan baru dalam penelitian pemikiran tokoh pembaru pemikiran Islam Indonesia ini. Ini tentu akan menambah daftar inventaris baru narasi ilmiah tentang tema HAM yang belum sempat diteliti dan ditulis oleh peneliti sebelumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, aspek praksis-historis; buku ini memberi kontribusi penting, seperti alternatif cara pandang nilai, etika, dan fatsoen keasasian hak-hak dasar manusia bagi kita semua, para praktisi sosio, budaya, politik, hukum, agam di Indonesia. dengan itu, diharapkan langkah-langkah kita memiliki pijakan nilai-nilai luhur, bernuansa nilai-nilai spiritual yang seringkali terabaikan dalam kehidupan. &lt;br /&gt;
Banyak pihak memberi stigma konsep HAM Barat sebagai sekuler. Benturan konseptual banyak terjadi, khususnya dengan kubu yang mendasarkan argumentasinya pada suatu paham yang diyakini sebagai wahyu, termasuk di dalamnya Islam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditulis berdasarkan sumber yang begitu luas, buku ini secara komprehensif menjabarkan ijtihad Nurcholish Madjid terkait dengan persoalan HAM. Selain menggeluti problem-problem konseptual falsafi, seperti masalah partikulalisme dan universalisme, teosentrisme dan antroposentrisme, ditangani pula problem-problem keseharian seperti Islam, pro-HAM atau anti-HAM?, hak menikah beda agama, hak kebebasan nurani, hak kebebasan beragama dan berkeyakinan, hak tidak beragama dan hak murtad, hak hidup dan hak mati, hukum mati, aborsi dan euthanasia, fitrah monogami dan poligami, dan lain-lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesemuanya didasarkan atas pembacaan Cak Nur yang komprehensif tentang Al Quran, Sunah, kitab-kitab klasik (kitab kuning), dan buku-buku terkini (kitab putih) yang cukup otoritatif untuk dikutip dan dijadikan referensi.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada akhirnya, terlepas dari berbagai kritik konstruktif ataupun destruktif atas kekurangan dan kelebihannya, Cak Nur secara intelektual telah menawarkan ijtihad-ijtihadnya untuk menafsirkan dan memaknai teks-teks suci sebagai basis pemahaman wacana HAM modern dan penegakannya secara elaboratif dan komprehensif. Basis metodologinya berupa disiplin-disiplin klasik Islam (tasawuf, teologi, ushuluddin, dan fiqih) dengan analisis-analisis ilmu modern seperti sosiologi, antropologi, psikologi, dan politik untuk menghindari bentuk-bentuk pembelaan bersifat apologis. Inilah bentuk pendekatan integral dan holistik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, alumnus Pascasarjana Unversitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biodata Buku &lt;br /&gt;
Judul: Islam dan Hak Asasi Manusia dalam Pandangan Nurcholish Madjid &lt;br /&gt;
Penulis: Mohammad Monib dan Islah Bahrawi &lt;br /&gt;
Penerbit: Gramedia, Jakarta &lt;br /&gt;
Terbit: 2011 &lt;br /&gt;
Tebal: xxviii + 354 halaman &lt;br /&gt;
*** &lt;br /&gt;
http://nasional.jurnas.com/halaman/24/2011-12-04/191011&lt;br /&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-6434312554910215334?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/6434312554910215334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/12/membaca-ijtihad-cak-nur-tentang-ham.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/6434312554910215334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/6434312554910215334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/12/membaca-ijtihad-cak-nur-tentang-ham.html' title='Membaca Ijtihad Cak Nur tentang HAM'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-d4lHaIDHBs4/TtslkAI8oWI/AAAAAAAAAL8/-PcR9CILHyE/s72-c/57045.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-6981065030740268902</id><published>2011-12-04T14:45:00.000+07:00</published><updated>2011-12-04T14:45:13.863+07:00</updated><title type='text'>Internet Mengganggu Otak?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-cDQxsR3SW1Q/TtslAm4wd-I/AAAAAAAAALw/g7xm-Jkpot4/s1600/Shallows%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-cDQxsR3SW1Q/TtslAm4wd-I/AAAAAAAAALw/g7xm-Jkpot4/s200/Shallows%2529.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : The Shallows&lt;br /&gt;
Penulis : Nicholas Carr&lt;br /&gt;
Penerbit: Mizan, Bandung&lt;br /&gt;
Terbit : 2011&lt;br /&gt;
Tebal : xvi + 279 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Pustaka", &lt;i&gt;Kedaulatan Rakyat, &lt;/i&gt;Minggu, 04 Desember 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Internet merupakan media terbaru yang memicu perdebatan. Pertengkaran antara pendukung internet dan pencelanya, yang terjadi selama dua dekade terakhir melalui berbagai buku dan artikel serta ribuan tulisan blog, klip video, podcast, telah meluas seperti sebelumnya, di mana pihak pertama menyebutnya era emas baru akses dan partisipasi. Dan pihak kedua meratapi era kegelapan baru dari kesederhanaan dan narsisme. Perdebatan itu penting—isinya tidak masalah, namun karena berkisar sekitar ideologi dan selera pribadi, maka ia jalan buntu. Pandangannya menjadi ekstrem, serangannya bersifat pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Godaan teknologi sukar ditolak, dan pada abad informasi instan ini keuntungan kecepatan dan efisiensi bisa tampak murni, maka keinginan untuk menggunakannya tak lagi diperdebatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Internet memberikan kemudahan dan kesenangan, tetapi juga mengorbankan kemampuan kita berpikir secara mendalam. Demikian ditunjukkan Nicholas Carr dalam buku The Shallows ini. Finalis Pulitzer Award 2011 ini menujukkan bagaimana “alat-alat berpikir”—alfabet, peta, barang cetakan, jam, hingga komputer—yang telah kita gunakan selama berabad-abad bisa mengubah cara kerja otak kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini menunjukkan dengan bukti bahwa internet  memaksa kita menelan informasi secara instan, cepat, dan massal sehingga membuat pikiran kita mudah teralihkan. Kita menjadi terbiasa membaca cepat serbakilat dan cepat menyaring informasi, tapi akibatnya kita juga kehilangan kapasitas untuk berkonsentrasi, merenung, dan berpikir mendalam. Hal ini tentunya berbeda dengan membaca buku cetak. Kita diajak untuk focus memerhatikan setiap kata dan kalimat. Dengan demikian kita secara pelan dan pasti mendapatkan pemahaman yang holistik dan berpikir mendalam serta kreatif.&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, mengutip ramalan Kubrikck, ketika kita mulai bergantung pada komputer untuk menjadi perantara pemahaman kita tentang dunia, kecerdasan kita sendirilah yang berubah menjadi kecerdasan buatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-6981065030740268902?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/6981065030740268902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/12/internet-mengganggu-otak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/6981065030740268902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/6981065030740268902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/12/internet-mengganggu-otak.html' title='Internet Mengganggu Otak?'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-cDQxsR3SW1Q/TtslAm4wd-I/AAAAAAAAALw/g7xm-Jkpot4/s72-c/Shallows%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-5403872820903477879</id><published>2011-11-27T09:00:00.000+07:00</published><updated>2011-11-27T09:00:29.049+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Magnet Uang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-76JkZNEJnBI/TtGZq_xLuPI/AAAAAAAAALk/000iK7tNdMw/s1600/301525_2174033075294_1380828012_31973441_791078871_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="121" width="89" src="http://2.bp.blogspot.com/-76JkZNEJnBI/TtGZq_xLuPI/AAAAAAAAALk/000iK7tNdMw/s320/301525_2174033075294_1380828012_31973441_791078871_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : How to Become a Money Magnet, Rahasia Menarik Uang dengan  Mudah dan Cepat&lt;br /&gt;
Penulis : Marie-Claire Carlyle&lt;br /&gt;
Penerbit: Foresta, Jakarta&lt;br /&gt;
Terbit: I, April 2011&lt;br /&gt;
Tebal : 271 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
  Uang. Siapa tidak mengenalnya? Semua orang berlomba mencari dan mengumpulkannya. Baik dengan cara yang penuh kebaikan, kerja halal, maupun dengan cara-cara kotor, seperti korupsi dan memuja makhluk halus (babi ngepet, tuyul, dan seterusnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarlah kata Lynn Grabhorn. Uang, kata yang sangat berharga dalam bahasa mana pun yang menggunakannya. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya uang dapat datang sendiri? Ya, uang dapat datang menyapa kita dengan senyum hangatnya. Tanpa harus berpeluh keringat. Buku How to Become a Money Magnet, Rahasia Menari Uang dengan Mudah dan Cepat ini membuktikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaratnya sederhana, agar menjadi magnet uang, pikiran dan perasaan Anda harus sejalan, baik pikiran sadar maupun pikiran bawah sadar, dengan keyakinan bahwa Anda dapat dengan mudah menarik uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketimbang berfokus pada bagaimana menarik uang, misalnya dengan memenangkan lotre, lebih bijak untuk berfokus pada perasaan kaya dalam diri Anda. Lebih mudah jika mengizinkan uang mendekati diri Anda. Merasa kaya berarti memiliki harga diri yang tinggi dan tahu bahwa Anda layak atas kekayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendek kata, menjadi magnet uang berarti mencari “kekayaan dari dalam diri” guna menarik “kekayaan dari luar” (hal 38). Dengan demikian, kunci kekayaan itu pada dasarnya ada di dalam diri kita sendiri. Karena Tuhan telah menganugerahkan potensi yang sangat luar biasa kepada manusia, sebagai makhluk berakal dan bernurani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guna meraih itu semua, buku ini menyarakan kepada kita untuk membiasakan diri untuk mencintai dan menghargai diri Anda; Menghargai apa yang Anda tawarkan sebagai pengganti uang; Menghormati uang dengan mengetahui berapa banyak uang milik Anda; Menghormati uang dengan membelanjakan uang secara bijaksana; Dapat membicarakan uang dengan mudah dan dengan cara yang pantas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidur nyenyak di malam hari karena mengetahui bahwa Anda aman secara keuangan; Memiliki waktu untuk diri sendiri. Menyenangi apa yang Anda lakukan; Bahagia dalam sebagian besar waktu Anda; Berbagi kebahagiaan dengan orang lain; Selalu mengingat visi Anda; Mempunyai visi yang jelas tentang hasrat Anda di masa depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap hari memperhatikan berbagai gambar yang membangkitkan semangat, baik di rumah mauun di kantor; Membuat tujuan yang jelas ketika ingin sesutau; Menjadi orang dermawan; Menerima pujian dengan mudah: Tiada kesemrawutan di rumah, kantor, dan di pikiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sadar bahwa apa yang Anda pikirkan aan menarik hal tersebut ke Anda; Selalu berfokus atas apa yang Anda anggap penting; Selalu menindaklanjuti setiap inspirasi yang Anda terima; Penuh percaya diri; Selalu bersyukur; Tetap rileks untuk melepaskan dari genggaman kesemrawutan mental; Anda berlibur secara teratur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku karya Marie-Clarire Carlyle, seorang pelatih potensi sejati ini membahas bagaimana uang merupakan refleksi dari nilai kita, baik dalam nilai diri kita maupun nilai yang kita berikan untuk orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini uang bukanlah akar segala kejahatan. Uang adalah jalur menuju kebaikan. Itulah yang diajarkan buku ini: menghasilkan uang demi kepentingan diri sendiri takkan membuat Anda bahagia. Menghasilkan uang agar dapat berbuat baik, nah itulah skenario yang menguntungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara sadar maupun tidak, walaupun Marie-Clarie tidak mengutip langsung ayat-ayat dalam kitab suci, namun buku ini sesuai dengan teks dalam kitab suci. Buku ini mengajarkan kepada kita bahwa uang tidak akan berkembang dengan sendiri jika hanya kita simpan. Uang akan terus berkembang dan bertambah banyak jika didedikasikan di jalan yang benar dan baik dengan beramal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, buku yang ditulis oleh pendiri Miracle Club ini akan membuat kita melek bahwa jika ingin memiki banyak uang, maka kita harus berpikir tentang uang dengan cara yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
//TELAAH BUKU Majalah BAKTI edisi November 2011//&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-5403872820903477879?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/5403872820903477879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/11/menjadi-magnet-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5403872820903477879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5403872820903477879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/11/menjadi-magnet-uang.html' title='Menjadi Magnet Uang'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-76JkZNEJnBI/TtGZq_xLuPI/AAAAAAAAALk/000iK7tNdMw/s72-c/301525_2174033075294_1380828012_31973441_791078871_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-8999616399774179519</id><published>2011-11-24T11:44:00.000+07:00</published><updated>2011-11-24T11:44:24.160+07:00</updated><title type='text'>Tantangan Muhammadiyah di Abad Kedua</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-cqIg2WtbcmM/Ts3LnGkfB_I/AAAAAAAAALY/MEUDvDimpmM/s1600/Muh%2BAbad%2BKedua.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-cqIg2WtbcmM/Ts3LnGkfB_I/AAAAAAAAALY/MEUDvDimpmM/s200/Muh%2BAbad%2BKedua.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Muhammadiyah Abad Kedua&lt;br /&gt;
Penulis : DR. Haedar Nashir&lt;br /&gt;
Penerbit: Suara Muhammadiyah, Jogjakarta&lt;br /&gt;
Terbit : 2011&lt;br /&gt;
Tebal : xii + 300 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jawa Pos, &lt;/i&gt; "Buku", Minggu, 20 November 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pembaruan gelombang kedua menjadi keniscayaan bagi Muhammadiyah. Perlu transformasi strategi dakwah dan tajdid agar lebih memiliki kekayaan pemikiran dan model-model praksis yang bersifat alternatif&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammadiyah memasuki usia satu abad. Muhammadiyah sebenarnya baru berusia satu abad dalam hitungan tahun Miladiyah yang akan jatuh pada 18 November 2012. Sedangkan manakala dihitung dalam tahun Hijriyah telah jatuh pada 8 Dzulhijjah 1430 tahun lalu. Namun, Pimpinan Pusat telah mengambil kebijakan menetapkan Muktamar ke-46 di Yogyakarta tahun 2010 pada tanggal 3- 8 Juli (22-27 Rajab 1431 H) sebagai Muktamar Satu Abad. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu didasarkan atas pertimbangan betapa tidak mudah mencari titik temu waktu yang tepat antara tahun kelahiran dengan menggunakan dua kalender dan ketepatan pelaksanaan Muktamar, sehingga diambil jalan tengah atau kebijakan organisasi seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammadiyah pasca-Muktamar ke-46 berada dalam pusaran dinamika kehidupan bangsa dan dunia global yang penuh masalah, tantangan, dan tarik-menarik yang kompleks di seluruh bidang kehidupan. Muhammadiyah tentu akan banyak mengalami situasi baru yang tidak sama dan jauh lebih kompleks ketimbang masa sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tantangan bagi Muhammadiyah ialah bagaimana seharusnya melangkah dalam melintasi zaman menuju abad kedua yang penuh dengan dinamika baru yang sangat kompleks. Melangkah dengan pandangan dan strategi yang lebih tepat sasaran dan mencapai keberhasilan dalam mewujudkan visi dan tujuannya, baik tujuan jangka menengah dan jangka panjang, maupun tujuan ideal yakni terbentuknya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku yang ditulis oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini mengurai kerumitan dan tantangan Muhammadiyah tersebut. Haedar Nashir sebagai “orang dalam” Muhammadiyah mempunyai cara pandang yang unik dalam menjawab tantangan zaman abad kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Postmodernisme&lt;br /&gt;
Dalam pandangan Doktor Sosiologi Universitas Gadjah Mada ini Muhammadiyah pada abad kedua perjalanannya menghadapi zaman baru kehidupan pasca-modern (postmodernisme). Kehidupan modern tahap lanjut tersebut sara dengan perkembangan dan perubahan yang spektakuler di berbagai bidang, yang berada di pusaran dinamika globalisasi yang membawa ideologi kapitalisme dan neoloiberalisme global yang masuk ke seluruh relung kehidupan bangsa-bangsa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Muhammadiyah dengan cita-cita Islam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dan mendirikan Islam sebagai rahmatan lil alamin, yang memerlukan transformasi baru dalam aktualisasi gerakannya di berbagai bidang kehidupan. Di sinilah pentingnya aktualisasi ideologi modernisme-reformisme Islam dalam gerakan dakwah dan tajdid gelombang kedua yang secara niscaya diperlukan Muhammadiyah dalam memasuki abad baru yang penuh tantangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammadiyah memiliki potensi dan modal dasar yang kuat untuk memasuki abad kedua dengan gerakan pencerahan. Muhammadiyah diharapkan terus berkiprah untuk pencerahan dan kemajuan bangsa, serta mampu menjadikan gerakan Islam kosmopolitan yang membawa Islam sebagai rahmat bagi semesta kehidupan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pandangan Islam yang berkemajuan, sumberdaya manusia yang berkualitas, kepercayaan masyarakat yang cukup tinggi, pengalaman sosial yang panjang, dan modal sosial yang luar biasa Muhammadiyah akan mampu menjadi kekuatan pencerahan di negeri ini. Kini dalam memasuki perjalanan abad kedua tuntutannya ialah bagaimana segenap anggota terutama kader pimpinan Muhammadiyah, memanfaatkan dan memobilisasi seluruh potensi dan sistem gerakannya untuk tampil menjadi gerakan Islam modern yang unggul di segala lapangan kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui gerakan pencerahan yang membawa misi dakwah dan tajdid yang membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan di tengah dinamikan abad modern tahap lanjut yang sarat tantangan, Muhammadiyah dituntut melakukan transformasi pemikiran dan gerakan praksisnya di segala bidang yang selama ini diperankan plus bidang-bidang baru yang dikembangkannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembaruan Gelombang Kedua&lt;br /&gt;
Transformasi di bidang pemikiran, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan usaha-usaha lain yang bersifat unggul dan terobosan, Muhammadiyah dituntut untuk terus berkiprah dengan inovatif. Pembaruan gelombang kedua menjadi keniscayaan bagi Muhammadiyah dalam memasuki fase itu. Di sinilah pentingnya transformasi dakwah dan tajdid, yakni melakukan perubahan-perubahan pandangan dan strategi dakwah dan tajdid yang lebih mendasar dan memiliki kekayaan pemikiran dan model-model praksis (aksi berbasis refleksi) yang bersifat alternatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasuki abad kedua, Muhammadiyah akan sarat masalah dan tantangan. Tapi, dengan prinsip dan orientasi gerakannya yang kokoh memiliki peluang yang besar untuk berhasil. Muktamar Satu Abad tahun 2010 telah membekali Muhammadiyah dengan perspektif dan orientasi gerakan yang kokoh dan terang benderang dalam memasuki masa depan, baik jangka pendek, menengah, dan panjang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan fondasi ideologi reformis dan moderat yang menjadi karakter gerakannya plus pandangan Islam yang berkemajuan dan berbagai potensi sumberdaya manusia, amal usaha, dan jaringan yang dimilikinya, Muhammadiyah akan mampu menghadapi masalah dan tantangan yang menghadang betapa pun kompleksnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu dalam memasuki dan menjalani abad kedua, Muhammadiyah memerlukan strategi revitalisasi atau bahkan lebih auh lagi transformasi gerakan dari hal-hal dalam seluruh aspeknya dalam arus besar transformasi dakwah dan tajdid Muhammadiyah abad ke-21 sebagaimana terkandung dalam keputusan-keputusan Muktamar ke-46, khususnya Program Muhammadiyah dan Pernyataan Muhammadiyah Abad Kedua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Jogjakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-8999616399774179519?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/8999616399774179519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/11/tantangan-muhammadiyah-di-abad-kedua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/8999616399774179519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/8999616399774179519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/11/tantangan-muhammadiyah-di-abad-kedua.html' title='Tantangan Muhammadiyah di Abad Kedua'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-cqIg2WtbcmM/Ts3LnGkfB_I/AAAAAAAAALY/MEUDvDimpmM/s72-c/Muh%2BAbad%2BKedua.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-2385193000225328343</id><published>2011-11-07T09:14:00.000+07:00</published><updated>2011-11-07T09:14:15.772+07:00</updated><title type='text'>Menaklukkan Ketidakmungkinan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Eacx8oNc8Ig/Trc-6NCteQI/AAAAAAAAALM/BPZ6JvqIOKc/s1600/Possible.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-Eacx8oNc8Ig/Trc-6NCteQI/AAAAAAAAALM/BPZ6JvqIOKc/s200/Possible.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Buku", &lt;i&gt;Bisnis Indonesia, &lt;/i&gt;06 November 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : The Possibler&lt;br /&gt;
Penulis : Hery Tjahjono&lt;br /&gt;
Penerbit: Kanisius, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Terbit : 2011&lt;br /&gt;
Tebal : 212 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Possibler, kata yang sulit kita cari di dalam kamus. Namun, kata ini sungguh luar biasa. Hal ini setidaknya tercermin dari uraian Herry Tjahjono dalam buku The Possibler ini.&lt;br /&gt;
Herry Tjahjono mengartikan The Possibler sebagai seseorang orang yang membuat segala sesuatunya mungkin. Dengan kata lain, ia mampu membuat yang tidak mungkin (ketidakmungkinan) menjadi mungkin. He or she made all things possible. All things possible termasuk yang impossible dibuat possible.&lt;br /&gt;
Secara logika, ketidakmungkinan menjadi ada ketika kita mengenal dulu kemungkinan, yang serba mungkin. Sama seperti kita mengetahui sesuatu itu dingin, ketika kita mengenal panas. Kita mengenal baik, karena ada jahat. Ketika itu dikatakan, semakin akrab Anda dengan yang serba mungkin, semakin asing bagi Anda dengan ketidakmungkinan.&lt;br /&gt;
The Possibler bukan hanya berarti sosok manusia secara fisikal. Ia juga bisa berarti sesuatu yang ada di dalam diri Anda, kita semua sebagai manusia. Dan ketika Anda bisa mewujudkannya dalam kehidupan Anda, maka Anda sendirilah The Possibler itu (hal 13).&lt;br /&gt;
Ironisnya, logika dan gejala ketidakmungkinan seringkali diabaikan begitu saja dalam kehidupan sehari-hari. Manusia terlalu akrab dengan yang serba mungkin dalam hidupnya. Maka sukses didefinisikan sebagai kemampuan untuk sebanyak mungkin dan sesering mungkin meraih yang serba mungkin. Ketika suatu saat dihadapkan, sengaja atau tidak dengan kondisi yang sepintas tidak mungkin, maka dengan spontan, nyaris naluriah manusia akan berkata, “Ahh mana mungkin?”&lt;br /&gt;
Buku ini mengajarkan kita bisa menjadi penakluk ketidakmungkinan. Ketika kita mampu menaklukan ketidakmungkinann, sebuah ketidakpastian juga ikut ditaklukan.&lt;br /&gt;
The Possibler adalah buku Herry Tjahjono yang kesembilan. Buku ini disarikan dari berbagai pelatihan, obsevasi, penanganan terhadap para manusia luar biasa yang meraih sukses sejati dalam hidupnya. Selama 22 tahun lebih malang melintang sebagai seorang professional dan eksekutif di bidang sumber daya manusia (SDM), Organization Development (OD), Budaya Perusahaan, dan Kepemimpinan di berbagai group perusahaan besar di tanah air. Berbekal best practice itulah, belakangan ia “membebaskan dirinya sendiri” dengan menjadi konsultan, trainer, pembicara di berbagai perusahaan dan public event. &lt;br /&gt;
Buku ini akan membuat Anda berpikir ulang tentang kemungkinan dan ketidakmungkinan. Anda akan banyak mendapat pesan singkat, sederhana, namun menghujam dalam relung hati, sehingga tanpa terasa kita sedang berada dalam kondisi yang seringkali kita sebut sebagai “ketidakmungkinan”. Anda akan diajarkan bagaimana rahasia Nicholas Effect, yang mampu menggerakkan jutaan rakyat Italia dalam sekejab mata untuk mengikuti apa yang diinginkan Reg Green. &lt;br /&gt;
Juga bagaimana efek Rajawali, yang akan mampu mengubah paradigma  Anda dalam hidup. Betapa banyak dari kita yang seharusny menjadi Rajawali. Namun, selama ini terkungkung hidup di lingkungan yang salah. Lingkungan anak ayam. Maka terbonsailah semua kapasitas dan potensi Rajawali yang mengeram dalam diri kita, sebab kita hidup di lingkungan anak ayam.&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, buku ini, berawal dari programnya yang telah mengubahkan kehidupan ribuan orang dalam sekejap. Kini semuanya dituangkannya dalam buku ini! Selamat datang di zona penakluk ketidakmungkinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-2385193000225328343?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/2385193000225328343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/11/menaklukkan-ketidakmungkinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2385193000225328343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2385193000225328343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/11/menaklukkan-ketidakmungkinan.html' title='Menaklukkan Ketidakmungkinan'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Eacx8oNc8Ig/Trc-6NCteQI/AAAAAAAAALM/BPZ6JvqIOKc/s72-c/Possible.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-1516383998912843589</id><published>2011-10-30T17:28:00.001+07:00</published><updated>2011-10-30T17:32:17.253+07:00</updated><title type='text'>Kisah Si Pembawa Sandal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--nGkOofIWv8/Tq0mT5Y7LxI/AAAAAAAAAK0/wlG-9pZj08M/s1600/Strategi%2BHideyoshi.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://2.bp.blogspot.com/--nGkOofIWv8/Tq0mT5Y7LxI/AAAAAAAAAK0/wlG-9pZj08M/s200/Strategi%2BHideyoshi.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"BUKU", &lt;i&gt;Koran Tempo, &lt;/i&gt;Minggu, 30 Oktober 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul: Strategi Hideyoshi, Another Story of the Swordless Samurai&lt;br /&gt;
Penulis: Tim Clark dan Mark Cunningham&lt;br /&gt;
Penerbit: Zahir Books, Jakarta&lt;br /&gt;
Cetakan: Agustus 2011&lt;br /&gt;
Tebal: 278 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Toyotomi Hideyoshi, mantan gelandangan yang berperawakan seperti monyet dan tidak pandai ilmu bela diri, ternyata dapat menjadi pemimpin tertinggi Jepang yang legendaris. Diawali sebagai pembawa sandal seorang bangsawan, ia bisa menjadi wakil kaisar dan berhasil menyatukan negeri yang sudah tercabik-cabik selama lebih dari 100 tahun. Bagaimana cara samurai tanpa pedang ini melakukan semua itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai seorang pemimpin, Hideyoshi selalu menyambut hangat dan ramah kepada setiap tamu yang datang, sekalipun ia petani paling miskin. Inilah kesadaran jiwa yang jarang dimiliki seorang pemimpin. Banyak pemimpin enggan menyapa rakyatnya dan lupa akan janji-janjinya. Namun hal ini tidak dilakukan oleh orang yang paling mengilhami warga Jepang agar yakin terhadap kemampuan mereka sendiri tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, ia mengajarkan pentingnya rasa syukur sebagai perwujudan rasa terima kasih dan welas asih. Dengan bersyukur, seseorang dapat merasakan kenikmatan yang mungkin tidak dimiliki orang lain. Dengan bersyukur ini pula seseorang akan dapat selalu berbagi dalam keadaan suka dan duka. Inilah bentuk esensial dari keberuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun kunci keberuntungan lain bagi Hideyoshi adalah mengenali bakat, sebagai perwujudan cinta kasih kepada diri sendiri dan Tuhan. Tanpa mengenali bakat, manusia akan tersungkur dalam kegalauan. Pasalnya, ia selalu mengeluh karena merasa tidak memiliki apa-apa dalam hidup ini. Padahal manusia terlahir ke dunia sebagai pemenang. Pemenang selalu mempunyai bekal dan strategi dalam menghadapi persoalan kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari itu, usaha adalah yang menentukan hasil. Usaha setengah-setengah membuahkan hasil setengah-setengah, usaha baik membuahkan hasil yang baik, dan usaha yang luar biasa membuahkan hasil yang luar biasa. Ini juga yang merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keberuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberuntungan lain bagi seorang Hideyoshi adalah ketika seorang pemimpin mau berbagi keberhasilannya dengan orang lain. Pemimpin juga harus membantu orang-orang yang kurang mampu agar bisa mengembangkan kemampuannya. Berbagi pengalaman dan mengembangkan kemampuan tidak akan mengurangi keilmuan seorang pemimpin. Bahkan, berkat kebiasaan ini, pemimpin akan semakin bertambah ilmunya dan dicintai rakyatnya. Rakyat merasa diayomi karena pemimpin yang perhatian dan mengerti keinginan kawulanya. Relasi cinta kasih inilah yang akan menghantarkan pada kehidupan yang berkeadilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, berkat relasi ini, akan dihasilkan sebuah kerja sama. Kerja sama melahirkan keberhasilan, kata Hideyoshi. Kerja sama akan meringankan beban kerja. Dengan kerja sama, seseorang akan merasa memiliki dan pada gilirannya mereka akan memelihara apa yang telah diusahakan secara bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, Hideyoshi tidak memaparkan jalan menuju keberuntungan yang diungkapkan dalam buku berjudul Strategi Hideyoshi, "Another Story of the Swordless Samurai ini secara resmi. Tapi semuanya merupakan sari pati dari pernyataan dan keputusan yang ia wariskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa syukur, sadar akan bakatnya, tujuan yang bisa dicapai, pengerahan usaha yang luar biasa, dan kerja sama yang kuat telah memungkinkan lelaki kecil yang berasal dari rakyat jelata ini mengendalikan sebuah bangsa dan menjadi "petani" yang paling sejahtera. Boleh jadi nilai-nilai inilah yang memungkinkan Jepang, sebagai negara kepulauan yang miskin sumber daya, menjadi negara adidaya kedua dari segi ekonominya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahasia keberuntungan dan kepuasan sama tuanya dengan keberadaan manusia itu sendiri. Rahasia-rahasia ini senantiasa diketahui orang-orang bijak. Tapi, sebagaimana dalam setiap zaman, sekarang hanya segelintir orang yang menangkap makna sejatinya--apalagi kekuatannya yang luar biasa dalam pikiran yang siap menerimanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, buku ini akan membuat kita seolah sedang berada di kerumunan orang untuk mendengarkan kisah Hideyoshi. Kita akan banyak menemukan kebijaksanaan dan pesan moral yang terungkap pada buku The Swordless Samurai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-1516383998912843589?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/1516383998912843589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/10/kisah-si-pembawa-sandal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1516383998912843589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1516383998912843589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/10/kisah-si-pembawa-sandal.html' title='Kisah Si Pembawa Sandal'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--nGkOofIWv8/Tq0mT5Y7LxI/AAAAAAAAAK0/wlG-9pZj08M/s72-c/Strategi%2BHideyoshi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-1200067006415896289</id><published>2011-10-25T10:12:00.000+07:00</published><updated>2011-10-25T10:12:22.213+07:00</updated><title type='text'>Menyingkap Selubung Hitam NII</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qqTzbBZZ934/TqYpDj2_pzI/AAAAAAAAAKo/N_NonceQoLA/s1600/Kaf.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-qqTzbBZZ934/TqYpDj2_pzI/AAAAAAAAAKo/N_NonceQoLA/s200/Kaf.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jurnal Nasional &lt;/i&gt;| Minggu, 23 Oktober 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang mantan anggota Negara Islam Indonesia mengisahkan memoarnya selama direkrut dalam gaya menulis novel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PERBINCANGAN tentang Negara Islam Indonesia (NII) tampaknya tidak ada habisnya. Wacana ini seakan terus ada dalam sejarah panjang perjalanan kehidupan bangsa Indonesia. Lihat saja sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia, NII telah hadir sebagai "wacana perlawanan" terhadap keberadaan konsensus bersama founding fathers tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 bukan berdasarkan agama (Islam) atau peraturan lainnya. &lt;br /&gt;
Kini, wujud NII sudah berubah. Sebagaimana diberitakan, rekrutmen "NII modern" telah menghalalkan segala cara. Mulai dari pembaitan yang dibarengi dengan penyetoran sejumlah dana, mengafirkan keluarga dan orang lain yang tidak mau mendukung NII, dan melakukan "pemberontakan" terselubung dengan membina jaringan pemerintahan mulai dari tingkat rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), dusun, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga presiden, dan perangkat lainnya. &lt;br /&gt;
Dua Ayat &lt;br /&gt;
Dalam hal pengafiran, buku yang ditulis oleh Muhammad Idris, Mereka Bilang Aku Kafir, Kisah Seorang Pelarian NII ini menjadi saksi tertulis keberadaan praktik ini. Praktik cuci otak yang didahului dengan kata-kata manis berdalih mengaji Al Quran telah menyeret seseorang untuk mengatakan "kafir" kepada orang lain yang tidak sepaham dengannya. &lt;br /&gt;
Guna memperkuat praktik ini, ustaz pendamping menyitir ayat-ayat suci Al Quran. Seperti dalam Surat al-Maidah (5:44), "...Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang kafir." Surat Al-Baqarah (2:208), "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu." &lt;br /&gt;
Dua ayat tersebut sering kali dijadikan tameng perekrut anggota NII. Bagi yang tidak mempunyai pemahaman atau pembelajaran agama yang baik maka ia akan mudah terperosok dalam penafsiran yang dangkal. &lt;br /&gt;
Dua ayat tersebut pun pernah sampai pada diri Muhammad Idris. Dia mengaku bimbang ketika mendapatkan penafsiran yang jauh dari pemahamannya saat di pesantren dulu. Hal ini karena seseorang dengan mudah menuduh orang lain kafir, sehingga mereka tidak wajib dihormati hingga halal darahnya untuk dibunuh. &lt;br /&gt;
Kisah-kisah perekrutan hingga menjalankan amaliah NII dikupas secara apik oleh Muhammad Idris. Ia tidak hanya mengetengahkan cerita tentang kealpaan dirinya ketika terjerembap dalam selubung NII, namun mengurai hal-hal yang kadang masih kita sanksikan, seperti apakah sebenarnya gerakan ini ada, bagaimana jaringan ini menyebar dan berkembang secara pesat, dan mengapa banyak orang gila pascarekrutmen atau ingin kembali ke jalan yang benar. &lt;br /&gt;
Ragam Penyajian &lt;br /&gt;
Muhammad Idris dengan gaya cerita novel mengisahkan sebuah drama kehidupan. Sebuah drama kehidupan yang mungkin menyenangkan untuk ditonton, tetapi begitu sakit untuk dijalani. Kisah ini tak akan terbayangkan oleh perasaan dan naluri yang paling dalam sekali pun. kisah tragis seorang santri lulusan pesantren yang dibuat shock oleh dunia luar pesantren yang penuh dengan serigala-serigala lapar yang mengintai dan mengancam mangsa dengan mata tajam dan mulut menganga. &lt;br /&gt;
Lebih dari itu, kelebihan buku ini terletak pada pengungkapan fakta yang pernah dilalui oleh Muhammad Idris. Sehingga apa yang ditulis menjadi semacam memoar. &lt;br /&gt;
Dengan demikian, buku ini terlihat kurang akademis, jika dibandingkan dengan karya serupa yang ditulis oleh Dewi Triana, Mengapa Saya Memilih Negara Islam (Juni, 2011), yang diterbitkan oleh penerbit yang sama. Buku Dewi lebih akademis karena berasal dari skripsinya di Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia. Pengungkapan data dan fakta lapangan yang diperoleh dengan menjadi anggota NII KW 9 dibalut dengan pendekatan sosiologis, namun tidak meninggalkan gaya bahasa anak muda yang ringan dan lugas (apa adanya). &lt;br /&gt;
Walaupun demikian, apa yang telah ditulis oleh Muhammad Idris ini mampu menutupi lubang-lubang kekurangan karya yang ditulis oleh Dewi Triana. &lt;br /&gt;
Pada akhirnya, perbincangan dan karya tentang NII selalu saja menarik untuk dikaji secara mendalam. Beragam cara penyajian menjadikan kajian NII tidak hanya mandek pada karya yang pernah ditulis oleh Al Chaidar tentang Kartosoewirjo sebagai founding fathers NII. &lt;br /&gt;
*** &lt;br /&gt;
Benni Setiawan adalah alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, tinggal di Sukoharjo. &lt;br /&gt;
*** &lt;br /&gt;
Data Buku &lt;br /&gt;
Judul : Mereka Bilang Aku Kafir, Kisah Seorang Pelarian NII &lt;br /&gt;
Penulis : Muhammad Idris &lt;br /&gt;
Penerbit : Mizania, Jakarta &lt;br /&gt;
Terbit : Juni, 2011 &lt;br /&gt;
Tebal : 218 Halaman &lt;br /&gt;
***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-1200067006415896289?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/1200067006415896289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/10/menyingkap-selubung-hitam-nii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1200067006415896289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1200067006415896289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/10/menyingkap-selubung-hitam-nii.html' title='Menyingkap Selubung Hitam NII'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qqTzbBZZ934/TqYpDj2_pzI/AAAAAAAAAKo/N_NonceQoLA/s72-c/Kaf.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-7356200714646524308</id><published>2011-10-09T16:28:00.000+07:00</published><updated>2011-10-09T16:28:06.892+07:00</updated><title type='text'>Jurnalistrik ala Dahlan Iskan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QCsyG9-EIbI/TpFpD62GcOI/AAAAAAAAAKg/bdQBQ2FYDPQ/s1600/DI.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-QCsyG9-EIbI/TpFpD62GcOI/AAAAAAAAAKg/bdQBQ2FYDPQ/s200/DI.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Buku", &lt;i&gt;Jawa Pos, &lt;/i&gt;Minggu, 9 Oktober 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Api jurnalisme yang hidup dan menerangi pikiran-pikiran besarnya. Itu yang membuatnya mampu mengatasi keruwetan persoalan kelistrikan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahlan Iskan merupakan sosok fenomenal. Di tangannya Jawa Pos menjadi raksasa bisnis koran di Indonesia. Tidak kurang dari 190 koran lokal lahir dari tangan dinginnya. Ia juga membidani lahirnya 34 televisi lokal, percetakan, bisnis listrik, dan perkebunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya piawai dalam mengelola koran, ia juga sangat mahir menyulap kegelapan menjadi cahaya terang benderang. Berkat kecakapannya, perusahaan listrik negara (PLN) yang dulu seringkali dipelesetkan menjadi “Perusahaan Lilin Negara”, karena seringnya pemadaman  dan ruwetnya birokrasi menjadi perusahaan yang mendapat pujian masyarakat luas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu pujian itu datang dari Ishadi S.K. Dalam buku kumpulan tulisan sejumlah tokoh tentang Dahlan tersebut, Komisaris Trans TV dan Trans 7 ini menyebut ayah dua anak itu sebagai pemberi inspirasi. Dialah yang menjadi penggerak ekonomi karena berurusan dengan energi. Dialah yang menyelesaikan masalah kelistrikan Indonesia yang selama 60 tahun terakhir kalah berlomba mengejar kebutuhan listrik yang meningkat dengan drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah terjadi kegagalan cara mengelola cara mengelola sumber tenaga energi listrik selama puluhan tahun di Indonesia, di negara yang sumber energi alamnya demikian banyak dan melimpah. PLN yang secara monopoli diberi hak atas pengelolaan sumber tenaga listrik, beberapa puluh tahun telah mencobanya, tetapi gagal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahlan Iskan, seorang wartawan jebolan pesantren, hanya butuh satu tahun untuk mengatasi masalah itu! Sehingga Dahlan yang menjabat diretur Utama/CEO PLN tersebut pada 27 Oktober 2010, kemudian diulang lagi delapan bulan kemudian pada 17 Juni 2011, berani menantang lewat Program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASS). &lt;br /&gt;
Kalau sebelumnya untuk mendapatkan sambungan listrik di rumah orang harus antre berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, Dahlan Iskan menantang sejuta sambungan listrik dalam sehari!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahlan Iskan membuktikan kepada masyarakat luas bahwa dia mampu memimpin perusahaan terbesar kedua di Indonesia ini. Kekhawatiran serikat pekerja PLN yang pada awal pelantikan menolak kehadiran orang luar kini terkagum-kagum dengan kinerja Dahlan Iskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahlan Iskan dengan gayanya yang lugas, tegas, dan tanpa kompromi mampu menata kebobrokan PLN. Dia mampu melaksanakan tugas dalam berbagai kesempatan dan situasi. Sebagaimana ketika memimpin rapat darurat di halaman Stadion Toeah Pahoe Palangkaraya, 26 Maret 2011, Dahlan menuliskan rencana strategis di atas lapangan yang datar dan agak basah karena semalam habis diguyur hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jurnalistrik&lt;br /&gt;
Bagaimana seorang wartawan mengurai keruwetan kelistrikan dalam waktu singkat? Don Kardono, pemimpin redaksi Indo Pos dan Ketua Forum Pemred Jawa Pos Groups menulis, Dahlan Iskan memang jurnalis sejati. Kapan saja, di mana saja, dalam suasana seperti apa saja, dia selalu menemukan tema memikat untuk berbagi kisah dengan khalayak. Sampai-sampai saat ajal hendak mengintai pun, dia masih kebanjiran ide untuk berbagi kisah melalui media. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku Ganti Hati yang dibuatnya dengan amat dramatis itu menjadi buku legendaris, buku terlaris dan dicetak terbanyak di Indonesia saat ini. Tidak ada yang tidak unik, tak ada yang tidak menarik di mata Dahlan. Darah jurnalistiknya seolah-olah sudah menyatu dengan jiwa raganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin itu juga yang membuat Dahlan eksis di PLN. Ada api jurnalisme yang hidup dan menerangi pikiran-pikiran besarnya. Dia seolah-olah sendang menerapkan prinsip layaknya wartawan bergulat dengan prinsip-prinsip jurnalistik, dalam mengatur kebijakan kelistrikan negara. Misalnya, soal nilai-nilai aktualisasi, dramatisasi, fakta yang menyentuh kepentingan publik, kejadian yang unik, unsur kedekatan dengan publik, eksklusif yang tidak dipunyai oleh tokoh yang lain, mendidik publik atau edukatif, dan penuh dengan karya-karya inovasi (hal 47-48).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CEO yang  gemar memakai sneakers itu memang “pendekar mabuk” yang seakan-akan keranjingan membereskan PLN dan mengatasi kekurangan listrik di Indonesia. Hal yang ada di kepalanya, gagasan yang “aneh” sekalipun, akan langsung dilaksanakan. &lt;br /&gt;
Setelah satu tahun memimpin PLN, sekarang ini ia memimpin 52.000 karyawan, mulai dari direksi hingga petugas instalasi listrik terendah, yang bersatu bagaikan sebuah bala tentara yang penuh semangat dan siap melakukan tugas apa pun. &lt;br /&gt;
Barangkali motivasi paling kuat yang mendorong sikap trengginas mereka adalah perubahan situasi. Jika dulu selama puluhan tahun PLN menjadi tempat caci maki, sasaran kemarahan, dan unjuk rasa karena listriknya kerap padam, sekarang semua orang memuji PLN. Hal itulah yang memberikan kebanggaan tersendiri bagi seluruh karyawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir 2012 Dahlan Iskan akan meninggalkan posisinya sebagai CEO PLN sekaligus meninggalkan sebuah prestasi dahsyat yang akan dikenang. Mengatasi kekurangan listrik, menghentikan giliran listrik mati, menghemat triliunan rupiah setahun, dan membenahi manajemen serta mengubah seluruh jajaran karyawan untuk bekerja dalam budaya baru, yang efisien, hemat, penuh kerja keras. Sebuah jejak yang memberi inspirasi kepada bangsa ini, di tengah kegalauan dan pesimisme yang luas merebak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini tidak hanya mendedah keberhasil seorang Dahlan Iskan menata dan memajukan PLN. Namun, buku ini juga menyajikan kesederhanaan dan semangat keberanian yang dimiliki Dahlan Iskan dalam memimpin. Memimpin ala jurnalistik yang mampu menyelesaikan persoalan listrik.  Sebuah inspirasi yang wajib dibaca bagi siapa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jogjakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-7356200714646524308?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/7356200714646524308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/10/jurnalistrik-ala-dahlan-iskan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/7356200714646524308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/7356200714646524308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/10/jurnalistrik-ala-dahlan-iskan.html' title='Jurnalistrik ala Dahlan Iskan'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QCsyG9-EIbI/TpFpD62GcOI/AAAAAAAAAKg/bdQBQ2FYDPQ/s72-c/DI.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-998788316940689016</id><published>2011-10-09T16:24:00.001+07:00</published><updated>2011-10-09T16:29:18.185+07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Memberi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rTZTpa2oMbo/TpFoXl7RvPI/AAAAAAAAAKY/yK5F6NGwVeQ/s1600/cover%2BWHY%2BGOOD%2BTHINGS%2BHAPPEN%2BTO%2BGOOD%2BPEOPLE%2Bcurve.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="145" width="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-rTZTpa2oMbo/TpFoXl7RvPI/AAAAAAAAAKY/yK5F6NGwVeQ/s200/cover%2BWHY%2BGOOD%2BTHINGS%2BHAPPEN%2BTO%2BGOOD%2BPEOPLE%2Bcurve.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
"Buku", Bisnis Indonesia, 9 Oktober 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Why Good Things Happen to Good People&lt;br /&gt;
Penulis : Stephen Post dan Jill Neimark&lt;br /&gt;
Penerbit: Kaifa, Bandung&lt;br /&gt;
Terbit : Juli 2011&lt;br /&gt;
Tebal : 412 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberi adalah sebuah kata yang sederhana, tapi luar biasa dan serbaguna. Memberi memiliki arti yang hampir sama jumlahnya. Bahkan hanya dengan melihat sekilas kata tersebut di dalam kamus Webster, menunjukkan sebuah kolom definisi yang panjang—mulai dari “menghadiahkan”, “menawarkan”, hingga “menganugerahkan”, membaktikan”, “memercayakan”, “memperkenalkan”, “menyerahkan”, dan “peduli”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, memberi akan memperbarui dan menjaga cinta sepanjang waktu. Cinta adalah obat yang paling mujarab. Dengan memberi kita menyingkirkan emosi-emosi negatif. Dalam kemurahan hati terdapat penyembuhan dan kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memperpanjang Umur&lt;br /&gt;
Memberi adalah kekuatan paling besar di dunia ini. Hal ini karena sebagaimana hasil penelitian dalam buku Why Good Things Happen to Good People ini, memberi pada saat duduk di SMA meramalkan kesehatan fisik dan mental yang baik hingga masa tua, untuk jangka waktu lebih dari lima puluh tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberi sangat mengurangi tingkat kematian pada hari tua, bahkan jika Anda memulai belakangan. Memberi mengurangi depresi remaja dan resiko bunuh diri. Memberi lebih kuat daripada menerima dalam kemampuannya mengurangi tingkat kematian. Memberi membantu kita memaafkan diri sendiri atas kesalahan kita yang merupakan kunci perasaan sejahtera.  Jika tidak memaafkan, Anda tidak akan berkembang. Dalam merelakan, ada kekuatan dan kebahagiaan. Dan pengampunan adalah sisi lain dari bersyukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menolong teman, tetangga, saudara, dibarengi dengan memberikan dukungan emosional kepada pasangan hidup, mengurangi tingkat kematian walaupun tidak demikian halnya dengan menerima pertolongan yang sama. Bahkan tindakan berdoa untuk orang lain, seperti yang ditemukan oleh Neal Krause, mengurangi dampak berbahaya dari kesulitan kesehatan pada masa tua bagi mereka yang mendoakan. Memberikan dukungan lebih meningkatkan kesehatan daripada menerimanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukti Ilmiah&lt;br /&gt;
Buku ini berisi bukti ilmiah penelitian terakhir keajaiban memberi. Stephen Post dan Jill Neimark dengan ketekunannya selama 25 tahun meneliti bagaimana memberi telah mengubah kehidupan seseorang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Presiden Institute for Research on Unlimited Love dan seorag penulis ilmiah yang telah dipublikasikan secara luas ini menemukan sepuluh cara memberi yang dapat Anda terapkan setiap hari dengan bersyukur, generativitas (menumbuhkan orang lain), memaafkan, keberanian, humor, respek, welas asih, setia, mendengarkan, dan kreatifitas. Buku ini juga berisi kisah-kisah inspiratif yang akan mampu menggerakkan dan mengubah kebiasaan yang akan mengantarkan seseorang memiliki jiwa pemberi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jiwa yang akan mengantarkan Anda pada kehidupan yang penuh kebahagiaan, rasa dicintai, rasa aman dan tenteram, dan kehangatan dari sebuah hubungan yang sejati.&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, dengan memanfaatkan panduan pada setiap bab buku ini, Anda bisa menciptakan rencana khusus untuk mewujudkan kehidupan yang lebih murah hati dengan menggunakan gaya memberi yang paling sesuai bagi diri Anda. Buku ini akan membantu kehidupan Anda dengan penuh cinta kasih, umur panjang, hidup sehat, bahagia, dan sejahtera dengan satu kata, memberi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-998788316940689016?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/998788316940689016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/10/kekuatan-memberi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/998788316940689016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/998788316940689016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/10/kekuatan-memberi.html' title='Kekuatan Memberi'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-rTZTpa2oMbo/TpFoXl7RvPI/AAAAAAAAAKY/yK5F6NGwVeQ/s72-c/cover%2BWHY%2BGOOD%2BTHINGS%2BHAPPEN%2BTO%2BGOOD%2BPEOPLE%2Bcurve.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-4060971029757863940</id><published>2011-10-08T11:03:00.000+07:00</published><updated>2011-10-08T11:03:08.184+07:00</updated><title type='text'>Bersanding dengan al-Qur’an</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-DVCvNkQIEmU/To_Lcqcq6QI/AAAAAAAAAKQ/EXVlP5Pxi-M/s1600/quran1.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="137" width="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-DVCvNkQIEmU/To_Lcqcq6QI/AAAAAAAAAKQ/EXVlP5Pxi-M/s200/quran1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Agar al-Qur’an Menjadi Teman&lt;br /&gt;
Penulis : Dr. Majdi al-Hilali&lt;br /&gt;
Penerbit: Zaman, Jakarta&lt;br /&gt;
Terbit : 2011&lt;br /&gt;
Tebal : 287 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Majalah MATAN, Edisi Oktober 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammad Iqbal menyebut al-Qur’an lebih dari sekadar sebuah kitab. Jika ia merasuk ke dalam hati, manusia akan berubah menjadi lebih baik. Dan bila manusia berubah maka dunia pun berubah.&lt;br /&gt;
Buku Agar al-Qur’an Menjadi Teman ini bercerita tentang nilai-nilai al-Qur’an dan cara memetik manfaat darinya dalam upaya menjalin hubungan hakiki antara hati dan Kitab Suci tersebut, sehingga akan terjadi perbaikan pada setiap diri, lalu umat secara keseluruhan, seperti dicontohkan generasi sahabat Nabi.&lt;br /&gt;
Generasi telah membuktikan kepada dunia bahwa ia mampu memimpin peradaban dalam tempo yang singkat. Kunci sukses keberhasilan mereka adalah selalu hidup bersanding dengan al-Qur’an. Mereka memperlakukan al-Qur’an secara tepat. Hati mereka menyambutnya secara baik. Mereka pun menjadi generasi gemilang.&lt;br /&gt;
Jika al-Qur’an mampu melahirkan generasi awal yang gemilang, niscaya ia juga mampu melahirkan generasi baru yang akan mengentaskan umat ini dari krisis, lalu mengembalikan mereka ke puncak keagungan. Ini bukan mimpi, bukan pula khayalan, melainkan fakta yang telah terbukti dalam sejarah (hal 26).&lt;br /&gt;
Buku ini ditulis agar setiap hati bertautan dengan al-Qur’an. Dengan kata lain, menyilakan cahaya al-Qur’an masuk ke hati. Hal itu menuntut pendekatan yang tepat agar sesuai dengan bimbingan Allah dalam al-Qur’an, tuntutan Rasulullah dalam sunnah dan teladan para sahabat.&lt;br /&gt;
Penulis buku ini, Majdi al-Hilali,  menegaskan bahwa jika membaca al-Qur’an tanpa pemahaman, perenungan, dan kepekaan, seseorang tidak akan dapat memetik mufakat secara sempurna—meskipun tetap mendapat pahala.&lt;br /&gt;
Al-Qur’an adalah ruh dan sumber tenaga hati. Siapa yang kehilangan al-Qur’an, ia kehilangan peluang besar untuk hidup secara hakiki, kehilangan kesempatan menikmati kebahagiaan, keridaan, dan surga dunia.&lt;br /&gt;
Al-Qur’an bukan lembaran-lembaran teori. Ia tidak akan mewujudkan dalam kenyataan jika kita tidak bersungguh-sungguh memetik manfaatnya.&lt;br /&gt;
Buku ini secara lugas mendedeh tema al-Qur’an yang dapat menjadi spirit kebangkitan. Melalui karya ini Majdi al-Hilali ini menyampaikan pesan bahwa masyarakat harus memulai kebangkitan diri dan bangsa dari al-Qur’an. Pemahaman dan pengamalan terhadap teks al-Qur’an menjadi kata kunci dan modal utamanya.&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, mengutip sebuah Hadis, Nabi mengabarkan bahwa akan terjadi sengketa dan perpecahan sepeninggal beliau. Hudzaifah bertanya, “Ya Rasul, apa yang kau perintahkan padaku jika aku menututi zaman itu?” Beliau menjawab, “Pelajari kitab Allah dan amalkan, itulah solusinya!” “Kuulangi pertanyaan itu tiga kali,” tutur Hudzaifah,  dan Rasulullah pun menjawabnya tiga kali pula; “Pelajari kitab Allah dan amalkan, itu penyelamatnya!” (HR Abu Dawud, al-Nasa’i, dan al-Hakim).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-4060971029757863940?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/4060971029757863940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/10/bersanding-dengan-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4060971029757863940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4060971029757863940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/10/bersanding-dengan-al-quran.html' title='Bersanding dengan al-Qur’an'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-DVCvNkQIEmU/To_Lcqcq6QI/AAAAAAAAAKQ/EXVlP5Pxi-M/s72-c/quran1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-352614425524260947</id><published>2011-09-27T18:57:00.000+07:00</published><updated>2011-09-27T18:57:18.418+07:00</updated><title type='text'>Dahsyatnya Memberi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-koUUrTgYsbw/ToG6DBTyTyI/AAAAAAAAAKI/GwUygk4B_Ls/s1600/sumintar-saling-memberi-223x300.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="149" src="http://2.bp.blogspot.com/-koUUrTgYsbw/ToG6DBTyTyI/AAAAAAAAAKI/GwUygk4B_Ls/s200/sumintar-saling-memberi-223x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resensi, &lt;i&gt;Seputar Indonesia&lt;/i&gt;, Minggu, 25 September 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda berharap bisa bahagia? Dicintai? Aman? Tenteram? Anda ingin bisa berpaling kepada orang lain pada masamasa sulit dan bisa mengandalkan mereka? Anda ingin kehangatan dari sebuah hubungan sejati? Anda bisa memasuki dunia kerja setiap harinya dengan mengetahui bahwa ini adalah tempat bagi kebaikan hati dan harapan? Maka memberilah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perilaku murah hati memancarkan sinar yang melindungi seluruh masa hidup Anda. Penemuanpenemuan mengejutkan dari banyak penelitian yang dilakukan Stepen Post dan Jill Neimark dalam buku Why Good Things Happen to Good Peopleini menunjukkan bahwa jika Anda terlibat dalam aktivitasaktivitas membantu pada masa remaja, Anda masih akan mengambil manfaat kesehatannya enam puluh atau tujuh puluh tahun kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tidak masalah jika Anda memulai gaya hidup memberi, kesejahteraan Anda akan membaik, bahkan pada hari tua.Tingkah laku murah hati erat dihubungkan dengan berkurangnya risiko menderita penyakit dan kematian serta tingkat depresi yang lebih rendah.Yang lebih luar biasa, memberi dikaitkan dengan sifat-sifat yang mendukung hidup sukses, seperti kompetensi sosial, empati, dan emosi positif. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan belajar memberi, Anda menjadi lebih efektif dalam hidup itu sendiri. Buku ini akan menunjukkan kepada Anda mengapa memberi adalah sebuah nasihat yang baik secara ilmiah, dan saat selesai membaca buku ini, Anda akan memiliki banyak peralatan untuk memulai sendiri suatu gaya hidup yang lebih sehat, yang lebih banyak memberi. Dalam kemurahan hati terdapat penyembuhan kesehatan. Dengan memberi kita menyingkirkan emosi-emosi negatif.Saat memberi kita menemukan diri kita sesungguhnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh Cara &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephen Post dan Jill Neimark mendedah sepuluh cara dalam memberi, yaitu perayaan, generativitas, pengampunan, keberanian dan konfrontasi, humor, respek,welas asih, kesetiaan, mendengarkan, dan kreativitas. Perayaan yang meluap dari rasa syukur akan hidup dalam keseluruhan ragamnya yang tak terbatas.Perayaan itu menyenangkan, dapat dirasakan, riang gembira, dan ritualritualnya tak terhitung jumlahnya– ulang tahun,acara wisuda, syukuran bayi, syukuran rumah baru, kartu terima kasih, kado spesial untuk orang tercinta, tracking di alam liar, meditasi yang menenangkan,atau sorak sorai bagi tim Anda yang menang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberi bersifat generatif dalam berbagai cara yang mendalam dan bertahan lama. Generativitas telah dipelajari secara ekstensif dalam ilmuilmu sosial dan merupakan pertanda kesejahteraan.Kebenaran yang agung,walaupun klise, di balik generativitas adalah: “Beri orang itu ikan dan dia akan makan hari ini; ajari orang itu menangkap ikan dan dia akan makan seumur hidup”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kita merawat orang lain agar hidup mereka berkembang dalam berbagai cara yang tak terduga dan indah, kita menyampaikan obor cinta. Pengampunan menghadirkan kebebasan diri, ketenangan, dan kedamaian yang menentukan suasana hati untuk seumur hidup. Pengampunan membebaskan kita dari beban rasa bersalah,tetapi sebaliknya pula, membebaskan kita dari rasa sakit. Terkadang, hal ini berarti secara pribadi melepaskan beban pikiran dan kepahitan kita serta melanjutkan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun tentu saja ada saat-saat ketika pengampunan tidaklah sesuai, lebih sering, pengampunan dapat menyembuhkan. Diperlukan keberanian untuk menghadapi langsung perilaku merusak dan diskusi mengenai cinta tidak akan lengkap tanpa mengakui betapa konfrontasi melawan kejahatan telah mengubah sejarah. Konfrontasi bisa berwujud mempertanyakan,memberi teladan, saran, dan pengaruh yang mengarahkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ada pula saat-saat ketika dibutuhkan sikap blak-blakan yang teguh dan tak tergoyahkan serta aktivisme sosial. Humor adalah bentuk memberi yang paling cepat dan paling singkat. Humor dapat mengubah penderitaan menjadi kegembiraan hanya dalam waktu milidetik. Terkadang, sebuah lelucon, dapat mengangkat seseorang dari penderitaannya saat tidak ada cara lain yang efektif. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Respek membiarkan cinta mengambil nafas, membuat kita dapat menerima pilihan orang lain dalam kehidupan bahkan jika pilihan-pilihan itu bertentangan dengan pilihan kita.Respek menawarkan toleransi, kesopanan,penerimaan, dan bahkan penghormatan. Memang, ada semacam perasaan takjub dan kekaguman diam-diam jika melihat respek mendalam terhadap orang lain, bahkan suatu apresiasi terhadap keajaiban hidup. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberi bisa berwujud welas asih–jawaban cinta terhadap penderitaan. Empati yang tercurah adalah esensi dari sebagian besar pemikiran agama Budha dan kini menjadi subjek penelitian ilmiah baru yang sangat menarik mengenai pemetaan otak. Para peneliti telah melihat langsung bagian- bagian otak yang menyala seorang ibu mendengarkan bayinya menangis atau melihatnya tersenyum, atau ketika seorang biarawan bermeditasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Welas asih begitu umum dan menyerap sehingga ia sebagai inti emosi moralitas. Kesetiaan adalah cinta melampaui waktu. Cinta dalam bentuknya yang terbaik bertahan melalui masa-masa sulit. Tidak ada perkawinan yang dapat berjalan baik tanpa keyakinan bahwa kesetiaan tercipta. Tanpa berkatakata, kita memberikan perhatian dengan mendengarkan. Bentuk perhatian ini adalah sebuah kemahiran dan bakat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengarkan dengan penuh perhatian adalah dasar terapi yang bagus, kepemimpinan, keayahbundaan, persahabatan, dan bahkan politik yang berarti. Kebutuhan untuk didengarkan, dimengerti, dan benar-benar dikenal adalah universal. Kreativitas adalah ekspresi paling spontan dan paling menggembirakan dari kehidupan itu sendiri. Sepuluh cara memberi dan empat ranah (keluarga,temanteman, komunitas, dan umat manusia), pada saat ini memberi Anda empat puluh cara berbeda dan begitu banyak untuk memberi. Sebuah buku yang sayang untuk dilewatkan.● &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan,&lt;br /&gt;
alumnus program Pascasarjana &lt;br /&gt;
UIN Sunan Kalijaga,Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-352614425524260947?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/352614425524260947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/09/dahsyatnya-memberi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/352614425524260947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/352614425524260947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/09/dahsyatnya-memberi.html' title='Dahsyatnya Memberi'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-koUUrTgYsbw/ToG6DBTyTyI/AAAAAAAAAKI/GwUygk4B_Ls/s72-c/sumintar-saling-memberi-223x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-4416907423644920238</id><published>2011-09-11T20:38:00.000+07:00</published><updated>2011-09-11T20:38:24.788+07:00</updated><title type='text'>Cara Pandang Baru Penulisan Sejarah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-qZfozOxhfRo/Tmy5xP7SByI/AAAAAAAAAKA/SuK23QxiR1g/s1600/mrs.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="166" src="http://1.bp.blogspot.com/-qZfozOxhfRo/Tmy5xP7SByI/AAAAAAAAAKA/SuK23QxiR1g/s200/mrs.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resensi, &lt;i&gt;Solo Pos, &lt;/i&gt;Minggu, 11 September 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Mr Slamet dan Partai Demokrat&lt;br /&gt;
Penulis : Hendri F. Isnaeni&lt;br /&gt;
Penerbit: Ufuk Press, Jakarta&lt;br /&gt;
Terbit : Juni 2011&lt;br /&gt;
Tebal : iv + 187 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya buku ini berjudul Partai Demokrat Antjek Pendjadjah. Namun, karena toko buku utama enggan menampilkan buku ini karena takut dan judulnya terlalu provokatif, maka judulnya pun diubah menjadi Mr Slamet dan Partai Demokrat. Sebuah judul yang biasa. Jauh dari sebuah judul yang menggigit dan membuat penasaran pembaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya heran, mengapa di zaman keterbukaan seperti ini masih tabu melakukan kritik melalui buku. Penjual buku atau toko buku masih enggan menjual buku-buku yang provokatif, apalagi mengarah kepada penguasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal setelah saya membaca halaman demi halaman dalam buku Partai Demokrat Antek Pendjadjah yang kemudian judulnya direvisi ini, isinya bukan menjelek-jelekan partai berkuasa saat ini (Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono). Buku ini bercerita tentang perjuangan Mr Mas Slamet yang tidak rela negeri ini merdeka. &lt;br /&gt;
Mas Slamet adalah seorang pegawai tinggi yang bekerja di kantor keuangan di era Belanda masih berkuasa. Meski bergelar sarjana hukum (master in de rechten), tapi dia juga menguasai bidang keuangan. Karirnya cemerlang, dia sempat menjabat Adjunct Inspecteur van Financien atau Ajun Pemeriksa Keuanan. Hidupnya pun mapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan Mas Slamet yang mapan berantakan ketika terjadi peralihan kekuasaan ke tangan Republik Indonesia pada 1945. Suasana revolusi menimbulkan ketidakstabilan ekonomi dan politik. Mas Slamet terkena dampaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mas Slamet tak mengikuti zaman. Ketika gelombang revolusi menghempaskan semua yang berbau Belanda, dia malah memilih melawan arus kemerdekaan yang diproklamirkan Bung Karno dan Bung Hatta. Seakan urut takutnya putus, ia menunjukkan ketidaksetujuan itu di hadapan rekan sekantornya yang sedang dirasuki semangat kemerdekaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau Indonesia tetap merdeka, saya akan berangkat ke Belanda. Saya maju karena Belanda“, kata Mas Slamet seperti dikutip Pewarta Deli, 21 Januari 1946.    &lt;br /&gt;
Mendengar dia berkata demikian, rekan kantornya yang sebagian besar pemuda mengamuk. Mas Slamet diculik dan dikurung selama dua bulan. Selama dalam kurangan itulah, menurut pengakuannya, dia dianiaya oleh para pemuda republiken. Setelah dibebaskan, dia mengirim surat kepada Ratu Wilhelmia, mengadukan perlakuan para pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haruslah diikhtiarkan jalan untuk mencegah kejahatan-kejahatan dan kekerasan yang tidak ada batasnya itu“, tulis Mas Slamet dalam suratnya.&lt;br /&gt;
Kesumat telah membara dalam dadanya. Dia berusaha keras mewujudkan cita-citanya untuk mendirikan Republik Indonesianya sendiri. Untuk melempangkan niatnya, dia dirikan sebuah partai, Partai Demokrat namanya. Partai Demokrat didirikan oleh delapan orang yang dipimpin Mas Slamet. Tak tanggung-tanggung dia meminta bantuan langsung kepada Ratu Wilhelmina di Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaum terpelajar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada Ratu dia mengklaim anggota Partai Demokrat terdiri dari kaum terpelajar Indonesia. Partai baru itu memohon kemerdekaan penuh Indonesia atas Belanda tapi oposisi pada Republik Indonesia yang diproklamirkan Sukarno. Dalam suratnya, Mas Slamet cum suis mengusulkan supaya soal-soal Indonesia diserahkan saja kepada suatu komisi Belanda yang berpandanan luas. Ketua Partai Demokrat itu juga mengajukan permohonan bicara di depan corong radio Serikat demi keperluan partainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koran Pewarta Deli edisi 21 Januari 1946 menurunkan berita itu dengan  pesan supaya mewaspadai gerakan Mas Slamet. “Mr Mas Slamet satoe lagi perkakas Belanda oentoek memetjah bela kita“, demikian anak judul koran terbitan Sarikat Tapanoeli, Medan, itu. Tak jelas bagaimana kelanjutan nasib Mas Slamet yang apes itu. Yang pasti, republik impiannya tak berdiri sampai hari ini (hal 19- 24).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita Mas Slamet di atas tersebut tentunya tidak kita temukan dalam rujukan sejarah baku. Artinya, penulisan sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah. Kalaupun ada pasti Mas Slamet dianggap sebagai pengkhianat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sejarah. Pihak yang kalah akan dianggap sebagai pecundang dan pemberontak. Sulit kita temukan sisi “humanis“ lain selain dua kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui buku ini Hendri F Isnaeni menawarkan sebuah cara pandang baru dalam penulisan sejarah. Dia mengangkat tokoh Mas Slamet yang melawan arus utama kemerdekaan saat itu. Wartawan Majalah Historia Online ini ingin menunjukkan kepada khalayak bahwa sejarah tidak hanya dipenuhi oleh kisah heroik dan kepahlawanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini sungguh menawan. Pasalnya, kepiawaian penulis menelusuri data sejarah klasik dan meramunya menjadi bacaan renyah yang sesuai dengan kondisi kekinian. Dia mengetengahkan kondisi partai politik di zaman baheula yang mungkin nama dan garis perjuangan yang mirip-mirip dengan kondisi kepartaian saat ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, mengutip pendapat Bonni Triyana dalam pengantarnya, sejarah memang selalu berulang dan seringkali polanya tidak berubah. Melalui buku ini, kita menemukan nama partai yang ternyata juga  tak berubah. Ternyata sejarah bukan sekadar kisah kepahlawanan dan heroisme tapi bisa juga tentang pengkhianatan dan kekonyolan. Buku ini lucu, mencerahkan, dan yang pasti menyegarkan. Sebuah cara pandang lain terhadap sejarah. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-4416907423644920238?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/4416907423644920238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/09/cara-pandang-baru-penulisan-sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4416907423644920238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4416907423644920238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/09/cara-pandang-baru-penulisan-sejarah.html' title='Cara Pandang Baru Penulisan Sejarah'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-qZfozOxhfRo/Tmy5xP7SByI/AAAAAAAAAKA/SuK23QxiR1g/s72-c/mrs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-1681945050328077580</id><published>2011-09-11T20:33:00.000+07:00</published><updated>2011-09-11T20:33:22.489+07:00</updated><title type='text'>Membela Tuhan dan Agama</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5zaKtiMmYTQ/Tmy4eq4qkWI/AAAAAAAAAJ4/mUVl5oPtbxA/s1600/Masa%2BDepan%2BTuhan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="157" src="http://3.bp.blogspot.com/-5zaKtiMmYTQ/Tmy4eq4qkWI/AAAAAAAAAJ4/mUVl5oPtbxA/s200/Masa%2BDepan%2BTuhan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jurnal Nasional | Minggu, 11 Sep 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dalam buku ini Karen Armstrong tampil lebih tegas mendukung agama dari serangan bertubi-tubi fundamentalisme maupun pemikir ateisme.&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SETELAH melacak perkembangan konsepsi manusia tentang Sang Pencipta dalam Sejarah Tuhan, kini Karen Armstrong menampilkan kajian tentang masa depan Tuhan. Dalam buku Masa Depan Agama, Sanggahan Terhadap Fundamentalisme dan Ateisme ini, Armstrong menunjukkan pembelaannya terhadap Tuhan dan agama menentang fundamentalisme dan ateisme. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini terdiri atas dua bagian utama dengan 12 pokok bahasan. Pada bagian pertama, Armstrong menunjukkan bagaimana orang-orang berpikir tentang Tuhan di dunia pramodern dalam cara yang memberi kejelasan tentang beberapa isu yang kini dirasa orang bermasalah --kitab suci, inspirasi, penciptaan, mukjizat, wahyu, iman, kepercayaan, dan misteri-- dan juga menunjukkan bagaimana agama menjadi kacau. &lt;br /&gt;
Tuhan sebagai Yang Maha Tinggi dan absolut tentu tidak dibatasi waktu, tak mengenal kemarin, sekarang, dan masa depan. Bahkan juga tidak terpahami oleh akal pikiran. Kita terlalu banyak berbicara tentang Tuhan akhir-akhir ini dan apa yang kita katakan sering dangkal, ungkap Armstrong. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, baginya agama adalah sebuah disiplin praktis yang mengajari kita menemukan kemampuan baru pikiran dan hati. Tidak ada gunanya menimbang ajaran-ajaran agama secara otoritatif untuk menilai kebenaran atau kepalsuannya sebelum menjalani cara hidup religius. Anda akan menemukan kebenaran --atau ketiadaan kebenaran-- di dalamnya dengan hanya setelah Anda menerjemahkannya ke dalam ritual atau perbuatan etis. Tak berbeda dengan setiap keterampilan, agama memerlukan ketekunan, kerja keras, dan disiplin. Sebagian orang lebih cakap dalam hal itu dibandingkan yang lain, sebagian lagi sangat tidak berbakat, dan yang lain sama sekali luput darinya (halaman 15). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bagia kedua, Armstrong menelusuri kebangkitan "Tuhan Modern", yang menggulingkan begitu banyak persangkaan agama tradisional. Ini, tentu saja, tidak dapat menjadi uraian yang lengkap. Armstrong berfokus pada Kristen, sebab itu merupakan tradisi yang paling terkena dampak bangkitnya modernitas ilmiah dan juga dihantam pukulan keras dari serangan ateistik baru. Lebih jauh, di dalam tradisi Kristen, Armstrong berkonsentrasi pada tema dan tradisi yang berbicara secara langsung tentang masalah-masalah religius kontemporer kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agama itu kompleks, dalam setiap zaman terdapat sejumlah aliran kesalehan. Tidak ada satu kecenderungan yang pernah berlaku sepanjang zaman. Orang mengamalkan agama mereka dalam beraneka ragam cara yang berbeda dan kontraproduktif. Tetapi, sikap diam yang khidmat dan berprinsip mengenai Tuhan dan/atau yang suci merupakan tema yang konstan tidak hanya dalam Kekristenan, tetapi juga dalam tradisi iman besar lainnya sampai kebangkitan modernitas di Barat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang percaya bahwa Tuhan melampaui pemikiran dan konsep kita dan hanya dapat diketahui melalui amalan yang tekun. Kita telah kehilangan wawasan tentang hal yang penting ini dan Armstrong percaya ini adalah salah satu alasan mengapa begitu sukar belakangan ini orang Barat mendapatkan konsepsi Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, mantan biarawati ini memberikan perhatian khusus pada disiplin yang terabaikan ini dengan harapan akan memberi kita perspektif baru tentang keadaan kita saat ini. Tetapi, Armstrong tentu saja tidak menyatakan bahwa ini adalah sebuah sikap yang universal. Cukup bahwa ini merupakan unsur utama di dalam praktik yang tidak hanya mencakup kalangan Kristen, tetapi juga iman-iman monoistik dan nonteistik yan perlu kita beri perhatian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di berbagai penjuru dunia, kita melihat agama-agama sedang mengalami kebangkitan. Dampaknya terasa di berbagai bidang politik sosial dan ekonomi. Namun, pada saat yang sama, skeptisisme dan nihilisme terhadap Tuhan dan agama pun terasa meningkat sebagai respons terhadap perkembangan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam buku ini Armstrong tampil lebih tegas mendukung agama dari serangan bertubi-tubi fundamentalisme maupun pemikir ateisme semacam Richard Dawkins, Christopher Hitchens, dan Sam Hariss. Armstrong memerhatikan kesejajaran antara ateisme gaya Dawkins dan fundamentalisme kontemporer. Dengan nada optimisme spiritual yang tenang, Armstrong menyajikan gambaran menggairahkan tentang masa depan agama-agama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini terasa sulit dipahami bagi pembaca yang belum mengenal karya-karya Armstrong terdahulu. Sebagai sebuah buku kelanjutan dan koreksi atas karya terdahulunya, maka diwajibkan bagi pembaca buku ini untuk memahami karya-karya Karen Armstrong sebelumnya, seperti A History of God: The 4.000-Years Quest of Judaism, Christianity, and Islam; The Battle for God, Fundamentalism in Judaism, Christianity, and Islam, dan The Great Transformation. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan adalah alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data Buku &lt;br /&gt;
Judul: Masa Depan Agama, Sanggahan Terhadap Fundamentalisme dan Ateisme &lt;br /&gt;
Penulis: Karen Armstrong &lt;br /&gt;
Penerbit: Mizan Pustaka, Bandung &lt;br /&gt;
Tanggal Terbit: Mei 2011 &lt;br /&gt;
Tebal: 608 halaman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-1681945050328077580?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/1681945050328077580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/09/membela-tuhan-dan-agama.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1681945050328077580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1681945050328077580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/09/membela-tuhan-dan-agama.html' title='Membela Tuhan dan Agama'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-5zaKtiMmYTQ/Tmy4eq4qkWI/AAAAAAAAAJ4/mUVl5oPtbxA/s72-c/Masa%2BDepan%2BTuhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-6073252800556627101</id><published>2011-08-07T16:16:00.000+07:00</published><updated>2011-08-07T16:16:06.156+07:00</updated><title type='text'>Alain Badiou Sebuah Pengantar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Fem5ArjT43s/Tj5XlIiIB2I/AAAAAAAAAJw/IOksDKaw9aQ/s1600/AB.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="147" src="http://1.bp.blogspot.com/-Fem5ArjT43s/Tj5XlIiIB2I/AAAAAAAAAJw/IOksDKaw9aQ/s200/AB.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resensi &lt;i&gt;Seputar Indonesia&lt;/i&gt;, Minggu, 07 August 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran Alain Badiou masih sangat asing bagi rakyat Indonesia. Berbeda dengan filsuf kiri kontemporer lain seperti Slavoj Zizek dan Ernesto Laclau yang terjemahan karyanya maupun pengantar ke dalam pemikirannya sudah terbit dalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama Alain Badiou hanya tampil samar-samar bak halimun dalam ruangruang kultural yang eksklusif. Kalau pun namanya disebut dalam ruang kuliah, itu pun hanya selintas untuk kemudian lenyap kembali digantikan oleh nama-nama yang lebih terkenal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam konstelasi seperti ini,label “Alain Badiou”rentan jadi sebaris mantra kultural yang merujuk pada suatu X yang tak terpahami,pada suatu X yang hanya terpahami oleh segelintirTuan “Inteligensia”– bahkan jika sejatinya yang segelintir itu pun tak terlalu tahu tentang seluk-beluk dan asal muasal pemikiran Badiou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alain Badiou lahir di Rabat, Maroko, 17 Januari 1937. Ia lulus dari ENS pada 1962 dan ia memulai karier akademiknya dengan menjadi guru di Lycee atau sekolah menengah di Reims antara tahun 1963 sampai 1968. Ia menulis dua novel berjudul Almagester(1964) dan Portulans (1967). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga memublikasikan beberapa artikel yang berada dalam garis rekonstruksi Marxisme yang digawangi oleh Louis Althusser.Misalnya,artikel Le (Re)commencement du materialism dialectique (Dimulainya- kembali Materialisme Dialektis) dalam jurnal Critique (1966). Pada 1968 Badiou memberikan ceramah di ENS dalam seri kuliah yang diorganisasikan oleh Althusser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ceramah ini kemudian ia terbitkan sebagai buku pada tahun 1969 dengan judul Le Concept de Modele (Konsep tentang Model) yang berisi pemaparan matematis atas tema Althusserian tentang separasi sains dan ideologi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 1968 Badiou mendapatkan posisi mengajar di Universitas Paris VIII (dikenal juga sebagai Universitas Vincennes) di Saint-Denis, sebuah universitas yang baru saja dibentuk oleh pemerintah dan segera saja menjadi benteng mahasiswa kiri Prancis pada waktu itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awal 70-an, Badiou melancarkan kritik keras atas oposisi anarkistis Deleuze dan Guattari yang tercermin dalam buku mereka, Anti-Oedipus, sebuah buku yang mengartikulasikan semangat Mei ’68 dalam rangka perlawanan atas kapitalisme melalui “pembebasan hasrat”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 1982 ia menerbitkan buku Theori du sujet (Teori tentang Subjek) yang mengartikulasikan visi Maoisnya tentang subjek revolusioner.Tiga tahun kemudian, bersama dengan Sylvain Lazarus dan Natacha Michel, Badiou mendirikan I’Organisation Politique setelah bubarnya UCFML.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui organ baru ini,Badiou memperjuangkan hak-hak bagi kaum imigran yang pada waktu itu hadir sebagai problem politik aktual masyarakat Prancis. Karier akademik-internasional Badiou baru dimulai tahun 1988, yakni dengan terbitnya L’Etre et l’evenement (Ada dan Peristiwa).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam buku tersebut Badiou memaparkan suatu teori umum tentang situasi dan emansipasi. Pada 1989 bersama Jacques Derrida, Francois Chatelet, Dominique Lecourt,dan Jean-Francois Lyotard, Badiou mendirikan College Internationale de Philosophie. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Posisi akademiknya yang terakhir adalah sebagai profesor emeritus sejak tahun1999 di ENS di mana ia mendirikan Pusat Studi Internasional tentang Filsafat Prancis Kontemporer (Centre International d’Etude de la Philosophie Francaise Contemporaine, CIEPFC). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui buku ini, Martin Suryajaya menunjukkan bahwa pemikiran kontemporer dapat diterjemahkan ke dalam kosakata Marxisme klasik dan dengan demikian menelanjangi kebaruanspekulatifyangumumnya disematkan kepadanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segala kesan tentang “kebaruan absolut”, dalam hal ini sesungguhnya muncul dari kecenderungan intelektualkelas menengah kita yang takut akan sejarah dan karenanya lebih senang bermain dalam jargon-jargon hype tentang segala apa yang disebut “kontemporer” sembari mengecam segala yang muncul dari sejarah sebagai “kuno”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ada kebaruan dalam pemikiran para tokoh itu namun kebaruan itu tak bisa dilepaskan dari konteks sejarahnya. Buku ini berupaya secara telaten mengupas kontekskonteks sejarah itu sehingga menunjukkan bahwa ada kebaruan yang memang muncul dari pemikiran itu dan ada “kebaruan absolut” yang tak lebih dari akibat ketidaktahuan kita sendiri tentang sejarah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, posisi pemikiran Badiou sebagaimana direkonstruksi dalam buku ini sepenuhnya berlawanan dengan tafsiran atasnya yang akhir-akhir ini merebak di kalangan “inteligensia” dan/ atau budayawan Indonesia, khususnya Jakarta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tafsir umum yang menjamur itu direpresentasikan dengan sederet buku dan artikel yang memberikan pengantar kecil atas filsafat Badiou atau pun sekadar menyebut dan melabelinya. Seperti tulisan Rocky Gerung, Robertus Robet, Ronny Agustinus, dan Bagus Takwin dalam Robertus Robet dan Ronny Agustinus (ed), Kembalinya Politik (2008); Goenawan Mohammad, Rocky Gerung, dan Robertus Robet dalam Ihsan Ali-Fauzi dan Samsu Rizal Panggabean (ed), Demokrasi dan Kekecewaan(2009). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahasiswa Pascasarjana STF Driyarkara ini mengkritik atas pembacaan mereka terhadap Badiou. Baginya, pemikiran Badiou oleh mereka sepenuhnya dilepaskan dari konteks perdebatan yang internal dalam Marxisme. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
● Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga,Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-6073252800556627101?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/6073252800556627101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/08/alain-badiou-sebuah-pengantar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/6073252800556627101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/6073252800556627101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/08/alain-badiou-sebuah-pengantar.html' title='Alain Badiou Sebuah Pengantar'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Fem5ArjT43s/Tj5XlIiIB2I/AAAAAAAAAJw/IOksDKaw9aQ/s72-c/AB.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-3574055170148474291</id><published>2011-07-28T10:13:00.000+07:00</published><updated>2011-07-28T10:13:02.557+07:00</updated><title type='text'>Menuju Keberhasilan Hidup Dunia Akhirat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-AyYSZtDgTgY/TjDTcv1ZLjI/AAAAAAAAAJo/GfRS2nV3rQc/s1600/Mindset%2BIslami.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="161" src="http://2.bp.blogspot.com/-AyYSZtDgTgY/TjDTcv1ZLjI/AAAAAAAAAJo/GfRS2nV3rQc/s200/Mindset%2BIslami.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Matan&lt;/i&gt;, Juli 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Mindset Islami&lt;br /&gt;
Penulis : Sugeng Widodo&lt;br /&gt;
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta&lt;br /&gt;
Terbit : 2010&lt;br /&gt;
Tebal : xxxiv+252 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahagia dunia akhirat merupakan impian setiap insan. Kemudian bagaimana mewujudkan kebagian tersebut? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku Mindset Islami ini menuturkan jurus jitu meraih kebahagiaan dunia akhirat. Buku ini hadir mengajak pembaca menyadari bahwa kita memiliki potensi raksasa yang sedang tertidur. Sayangnya, kita tidak menggunakannya dengan maksimal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini juga menunjukkan cara yang mudah untuk menikmati hidup dalam kondisi apa pun dan di mana pun, dengan mengelola pikiran berdasarkan keimanan kepada Allah. Selain itu buku ini menuntun setiap manusia menjadikan spiritualitas sebagai modal utama setiap orang untuk menikmati hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan penulisan buku ini adalah membantu pembaca mengelola pikiran secara Islami untuk menikmati kebahagiaan kapan pun pembaca menginginkannya. Perasaan bahagia itu merupakan modal pertama dan utama dalam menjalani hidup ini. Perasaan bahagia yang sejati dapat kita rasakan melalui pendekatan spiritual, yakni dekat dan bersama Allah, Sang Khaliq.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini dilengkapi dengan ayat, hadis, tips-tips, kata mutiara, dan ringkasan tiap bab. Agar mendapatkan manfaat yang maksimal, pembaca disarankan membaca ulang terutama ringkasan setiap bab untuk mengingatkan kembali hal-hal penting sebagai landasan berpikir dan bertindak.&lt;br /&gt;
Lebih dari sekadar membaca dan memahami, agar mendapat manfaat maksimal, Anda disarankan untuk bertindak. Mulailah sekarang juga, mengelola pikiran berdasarkan keimanan kepada Allah. Jika pikiran kita diarahkan dan disandarkan pada Allah, hati kita menjadi enak, yaitu damai, nyaman, tenang, tenteram, senang, dan jauh dari sedih, sulit, maupun susah. Itulah hidup yang penuh kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehebat apa pun ilmu pengetahuan yang Anda miliki, bila tidak dipraktikkan tidak akan bermanfaat dan tidak akan mengubah hidup Anda. Jadi sekarang, gunakan ilmu pengetahuan yang telah Anda miliki lewat buku ini untuk mengubah hidup Anda. Kuncinya, praktikkan, pergunakan ilmu itu dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan keperluan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui buku ini penulis mengajak pembaca menikmati kebahagiaan kapan dan di mana saja dengan mengelola pikiran secara Islami. Mengapa? Kebahagiaan itu sudah ada di dalam diri kita dan tidak perlu dicari. Kita tinggal menghadirkan saja kapan kita menginginkannya. Caranya mudah dengan mindset islami, yakni menggunakan sistem keyakinan yang dijiwai oleh nilai-nilai keislaman.&lt;br /&gt;
Mindset islami mencoba melihat dari perspektif yang lain, khususnya mindset sebagai sistem keyakinan, sistem berpikir, dan sistem tingkah laku yang bersifat keislaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuannya adalah agar sejak awal kita dapat menikmati hidup yang penuh kebahagiaan.  Kebahagiaan bukanlah tujuan, tapi merupakan modal utama dalam menempuh perjalanan hidup sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi. Kebahagiaan sudah ada di dalam diri setiap orang. Kita tinggal menghadirkan kembali dalam realitas dengan mindset islami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mindset islami adalah alat untuk mengelola potensi diri dan sumber daya yang kita miliki untuk menikmati hidup penuh kebahagiaan. Mindset islami juga merupakan modal yang sudah kita miliki dalam potensi diri masing-masing. Kita tinggal memanfaatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mindset islami sangat cocok bagi semua orang dan tidak terbatas bagi umat Islam saja. Mengapa? Karena mindset islami yang bersumber pada al-Qur’an dan Hadis itu hakikatnya sesuai dengan karakter dasar manusia secara universal, yaitu manusia sebagai ciptaan Allah, manusia merencanakan dan Allah menentukan, dan Allah menjadi penolong dan pelindung (hal 13- 27).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, tidak berlebihan jika, Prasetya M. Brata, Ketua Yayasan Dharma Bumiputera menulis, sepintas dari judulnya, buku ini untuk pemeluk agama Islam dan berisi doktrin-doktrin dogmatis. Ternyata tidak. Buku ini memprovokasi Anda melalui seperangkat pikiran dan cara berpikir universal yang dapat ‘menyesatkan’ Anda ke jalan yang membawa Anda kepada keberhasilan hidup yang diridhoi Tuhan. Jangan baca buku ini jika Anda sudah merasa puas dengan hidup Anda saat ini. Jika Anda nekat membacanya, maka tidak dapat membayangkan betapa jernih dan luasnya kacamata yang akan Anda gunakan dalam menempuh perjalanan menuju keberhasilan hidup dunia akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-3574055170148474291?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/3574055170148474291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/07/menuju-keberhasilan-hidup-dunia-akhirat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/3574055170148474291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/3574055170148474291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/07/menuju-keberhasilan-hidup-dunia-akhirat.html' title='Menuju Keberhasilan Hidup Dunia Akhirat'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-AyYSZtDgTgY/TjDTcv1ZLjI/AAAAAAAAAJo/GfRS2nV3rQc/s72-c/Mindset%2BIslami.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-5149475237564621966</id><published>2011-07-21T08:44:00.001+07:00</published><updated>2011-07-22T10:38:32.252+07:00</updated><title type='text'>Cara Mudah Mempelajari Habermas</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-G97Yn7tyt-8/TieEeHCpy0I/AAAAAAAAAJg/eVLZIVjjC6Y/s1600/hab.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="186" src="http://3.bp.blogspot.com/-G97Yn7tyt-8/TieEeHCpy0I/AAAAAAAAAJg/eVLZIVjjC6Y/s200/hab.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
"Perada", &lt;i&gt;Koran Jakarta&lt;/i&gt;, Kamis, 21 Juli 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Habermas, pemikir terkini yang karya-karyanya menjadi rujukan utama. Ia adalah pembaru Mazhab Frankfrut mampu memadukan dan melampaui tradisi berfikir pendahulunya seperti Herber Markuse, Theodor Adorno dan Max Horkheimer, tanpa harus terjebak dalam dikotomi salah dan benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kata pengantarnya di buku Theorie des kommunikativen Handelns (diterjemahkan dalam bahasa Inggris The Theory of Communicative Action) Habermas mengatakan bahwa karyanya sebuah pendahuluan saja. Setelah ditinjau kembali dan setelah karya tersebut diterbitkan, ia pun mengakui—secara lumayan akurat, tetapi dengan kerendahan hatinya yang khas itu—bahwa karyanya tersebut "mustahil dipelajari".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teori sosial yang diubah susunannya masih ditujukan pada permasalahan mendasar yang secara esensinya sama mengenai rasionalisasi negatif permasalahan yang dapat kita rangkum secara kasar dengan rumusan berikut: Rasionalisasi sebagai hilangnya makna Rasionalisasi sebagai hilangnya kebebasan = Reifikasi = penetrasi yang semakin meningkat dan nilai tukar dan kekuasaan di dalam masyarakat, budaya, dan dunia-kehidupan (Lebenswelt). Namun, pengubahan susunan ini sama pentingnya karena menyangkut, di antaranya, dasar dan artikulasi standar normatifnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam proses historis dunia dari rasionalisasi, kita telah dibawa pada situasi di mana kita mengalami dan secara bertahap milihat kontradiksi-kontradiksi mendasar yang sedang berlangsung antara, di satu sisi, rasionalisasi ide dan etika yang benar-benar positif (emansipatoris) yang mengacu dalam satu arah pada masyarakat, dan di sisi lain, penetrasi uang dan kekuasaan yang semakin meningkat, yang justru mengindikasikan 'sangkar besi' dari masyarakat yang diatur secara total.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses historis dunia dari rasionalisasi, seperti yang dijelaskan oleh Habermas, 'telah melepaskan potensi nalar' yang dapat digunakan dan dimanfaatkan, dengan sikap reflektif melalui cara yang kritis, untuk membangun masyarakat yang lebih rasional. Atau, jika tidak begitu, kita bisa melanjutkan alur masyarakat yang sekarang sedang berjalan dan menghancurkan diri kita sendiri dalam segala perkara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Michael Pusey dalam buku Habermas, Dasar dan Konteks Pemikiran ini mampu mengelaborasi pemikiran Habermas dalam sebuah bentuk yang menangkap setiap tantangan dari lingkup karya-karya pemikir kontemporer ini yang menyulut antusiasme pembaca. Dan pada saat yang sama juga Michael Pusey juga membahas konsep pokok dari paradigma Habermasian dengan cara yang membuat konsep tersebut lebih mudah dibaca dan dicerna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini sudah pasti tidak hanya wajib bagi pembaca pemula, melainkan amat berguna bagi siapa saja yang hendak mendalami pemikiran Habermas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, melalui karya ini Michael Pusey dengan kecermelangannya membantu kita mempelajari tahapan-tahapan dalam membaca karya Habermas tanpa mengurangi sedikitpun kebesaran idenya. Selamat membaca dan bertualang dalam ide Habermasian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peresensi adalah Benni Setiawan, Pembaca buku, mengelola bertualangkata.blogspot.com, tinggal di Sukoharjo&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Habermas, Dasar dan Konteks Pemikiran&lt;br /&gt;
Penulis : Michael Pusey&lt;br /&gt;
Penerbit: Resist Book, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Terbit : April 2011&lt;br /&gt;
Tebal : 187 halaman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-5149475237564621966?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/5149475237564621966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/07/cara-mudah-mempelajari-habermas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5149475237564621966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5149475237564621966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/07/cara-mudah-mempelajari-habermas.html' title='Cara Mudah Mempelajari Habermas'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-G97Yn7tyt-8/TieEeHCpy0I/AAAAAAAAAJg/eVLZIVjjC6Y/s72-c/hab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-1573947068416009816</id><published>2011-07-17T13:16:00.000+07:00</published><updated>2011-07-17T13:16:37.378+07:00</updated><title type='text'>Mendalami pemikiran Habermas</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-P1VaMPvj6Qs/TiJ-NUdZRzI/AAAAAAAAAJY/k3oJX5vkjrE/s1600/HB.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-P1VaMPvj6Qs/TiJ-NUdZRzI/AAAAAAAAAJY/k3oJX5vkjrE/s200/HB.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Solo Pos, &lt;/i&gt;Edisi: Minggu, 17 Juli 2011, Halaman : IV&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
  Jurgen Habermas. Siapa yang tak mengenalnya? Ia seorang tokoh pembaru dari Mazhab Frankfurt, Jerman, sebuah aliran pemikiran yang digawangi oleh Max Horkheimer, Theodor Adorno, dan Herbert Marcuse.&lt;br /&gt;
Tidak hanya itu, Habermas merupakan “pendobrak kebuntuan” berfikir ala Mazhab Frankfurt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecermelangan filsuf Jerman kontemporer ini semakin tampak ketika ia pindah dari Universitas Frankfurt ke Max Planck Institute di Starnberg dan menulis karya besar berjudul Theorie des kommunikativen Handelns (diterjemahkan dalam bahasa Inggris The Theory of Communicative Action).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku yang dikemas dalam dua jilid ini berisi argumen-argumen yang sulit. Terlebih lagi saat Habermas mengasyikkan diri dengan abstraksi filosofis yang berasal dari tradisinya sendiri, yaitu tradisi esoteris Jerman. Maka, sudah jelaslah bahwa kita akan melalui masa-masa sulit dalam memahami karyanya. Dan untuk menghindari kegetiran yang tidak semestinya dirasakan, ada baiknya bagi orang-orang yang tidak bernyali untuk menyerah sekarang juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, melalui karya ini Habermas secara brilian mendialogkan teori kritisnya yang disebut “Teori Tindak Kritis” dengan tradisi besar ilmu-ilmu sosial modern. Dalam pandangan Michael Pusey, penulis buku ini, teori kritis mengharuskan adanya pengubahan susunan secara menyeluruh yang akan menyelamatkan dari ‘jalan buntunya dalam filsafat kesadaran’. Restrukturisasi ini sama artinya dengan keseluruhan perubahan paradigma yang memisahkan permasalahan utamanya—mengenai rasionalisasi negatif versus rasionalisasi positif—dari paradigma Hegelian—kirinya dan menempatkannya ke dalam konteks sosiologis yang lebih klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teori sosial yang diubah susunannya ini diharapkan mampu memberikan penjelasan mendasar secara menyeluruh tentang bagaimana masyarakat menanggung bentuk dan karakternya yang sekarang. Lebih spesifik lagi, teori Habermas menawarkan rekonstruksi secara bertahap terhadap proses rasionalisasi, jalur perkembangannya yang bertentangan dengan standar normatifnya sendiri dari ‘rasionalitas komunikatif’. Asal-usul, korelasi, dan pengungkapan dari standar ini dieksplorasi dalam penelitian yang terperinci mengenai psikologi perkembangan, evolusi sosial, sejarah ide, susunan politik dari masyarakat modern, serta dieksplorasi juga dalam permasalahan-permasalahan modernitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Landasan filosofis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam buku Habermas, Dasar dan Konteks Pemikiran ini, dosen senior bidang Sosiologi di University of New South Wales, Sydney, Australia ini, mencoba mengarahkan para pembaca pada landasan-landasan filosofis dan maksud kritis dari karya Habermas. Namun, masih ada kebutuhan untuk mempertimbangkan unsur-unsur pokok lainnya secara khusus dan terperinci, tidak saja karena Habermas mengaitkan argumen-argumennya dengan erat pada gabungan pemikiran dari penulis-penulis lain, tetapi juga karena proyeknya ini mencakup beberapa bidang yang berbeda secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Habermas menawarkan ‘cara ketiga’yang mempersatukan sisa-sisa kreatif dari teori masyarakat liberal maupun marxis menjadi sebuah teori sosial yang baru dan kritis. Dalam banyak hal, Habermas memosisikan diri di tengah hal-hal tersebut dan karenanya ia harus melihat posisi mana yang lebih kuat sehingga ia sering menuai kecaman dari orang-orang yang awalnya benar-benar memahami, kemudian menolak, keyakinan-keyakinan terdalam kita. Tidak ada yang mengejutkan dari meluasnya dan menghebatnya kontroversi yang telah ditimbulkan oleh Habermas. Banyak pengritik dalam perspektif ini dan yang berlawanan telah menekan Habermas untuk melakukan perubahan dan perbaikan yang berguna dan terkadang yang penting dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Habermas telah memberikan upaya yang sangat besar untuk mengakarkan pandangannya mengenai modernitas pada proses historis dunia dari rasionalisasi. Tujuannya adalah selalu untuk mengajak kita menilai kembali situasi modern kita sebagai suatu perkembangan yang berat sebelah dan untuk membantu kita mengenali jejak-jejak alur perkembangan yang terhalang lainnya yang selama ini telah ditindas dalam “bentuk kasar”nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, kelebihan buku ini, terletak pada kemampuan penulis mereferensikan tahapan-tahapan dalam membaca Habermas. Mulai tahap pembaca pemula, pembaca yang tertarik pada kajian hermeneutika filosofis, pembaca yang senang dengan kajian sosiologi politik, hingga pembaca yang ingin tahu konteks dari konsep pertama Habermas. Hal ini menunjukkan bahwa penulis melalui pergulatan intelektualnya memang mengerti secara detail karya Habermas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, tulisan-tulisan Habermas dikenal karena sulitnya dicerna. Namun, Profesor Michael Pusey mampu memaparkan pokok-pokok pemikirannya terlihat gamblang tanpa mengurangi kekayaan makna dari konsep tersebut. -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Oleh : Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Jogja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-1573947068416009816?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/1573947068416009816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/07/mendalami-pemikiran-habermas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1573947068416009816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1573947068416009816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/07/mendalami-pemikiran-habermas.html' title='Mendalami pemikiran Habermas'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-P1VaMPvj6Qs/TiJ-NUdZRzI/AAAAAAAAAJY/k3oJX5vkjrE/s72-c/HB.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-2183274758883114310</id><published>2011-07-10T09:50:00.000+07:00</published><updated>2011-07-10T09:50:46.469+07:00</updated><title type='text'>Menggungkap Selubung Hitam NII</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8IkMapBN6sU/ThkTIEhdQGI/AAAAAAAAAJQ/q9MV5_ZxMl0/s1600/NII%2BDewi.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-8IkMapBN6sU/ThkTIEhdQGI/AAAAAAAAAJQ/q9MV5_ZxMl0/s200/NII%2BDewi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pustaka, &lt;i&gt;Kedaulatan Rakyat&lt;/i&gt;, 10 Juli 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Mengapa Saya Memilih Negara Islam&lt;br /&gt;
Penulis : Dewi Triana&lt;br /&gt;
Penerbit: Mizan, Jakarta&lt;br /&gt;
Terbit : Juni 2011&lt;br /&gt;
Tebal : 265 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara Islam Indonesia (NII) sempat menjadi perbincangan publik beberapa waktu lalu. Selain menarik karena proses kesejarahan yang panjang dengan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), NII ini cukup mengagetkan karena proses perekrutan yang kadang irasional. Yaitu dengan mengharamkan anggota keluarga, menguras aset keluarga, mencuri dan merampok. Kesemuanya konon dilakukan atas dasar bahwa NKRI bukan negara Islam, sehingga apa yang dilakukan adalah halal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses indoktrinasi, proses perekrutan, pembaitan, dan gerakan NII dipotret secara gamblang oleh Dewi Triana dalam buku Mengapa Saya Memilih Negara Islam. Ketekunan Dewi mengumpulkan data primer dan sekunder menjadi ia berhasil menggungkap selubung hitam NII dengan bahasa lugas (apa adanya) dengan gaya khas anak muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini dibuktikan dengan keterlibat dirinya dalam lingkungan NII KW 9 yang berlokasi di Jakarta. Riset yang tergolong berat ini berhasil dilakukan oleh alumnus Program Studi Sosiologi Universitas Indonesia ini berkat dukungan orang-orang dalam yang telah sadar dan kembali ke “jalan yang benar”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah kelebihan utama buku yang merupakan pengembangan dari Skripsi ini. Buku ini lahir berdasarkan fakta dan pengungkapan data berdasarkan wawancara mendalam (indept interview) yang dilakukan sekitar enam bulan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini memuat bagaimana seseorang dapat menjadi bagian dari NII, mulai dari bujukan saudara kandung, teman dekat, sugesti teman kuliah, kenalan baru yang simpatik, sandiwara kakak kelas. Lebih lanjut, Dewi juga mengungkapkan beberapa faktor yang turut memengaruhi seseorang dapat terjerumus dalam NII KW 9. Seperti lemahnya pengawasan keluarga, peer group (teman sepermainan) di lingkungan yang baru, pemahaman agama yang kurang, dan belum memiliki prinsip hidup yang jelas. Semuanya didasarkan pada data responden yang berhasil diwawancarai oleh Dewi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya menjelaskan faktor tersebut, namun Dewi juga memberikan alternatif pemikiran untuk keluar atau terhindar dari NII. Yaitu dengan perhatian keluarga dan proses kesadaran alamiah seseorang yang telah terlanjur masuk dalam jaringan ini. Sentuhan sederhana inilah, dalam pandangan Dewi merupakan hal utama jika seseorang ingin keluar dari gerakan yang merugikan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, walaupun topik NII sudah banyak dibahas oleh banyak tokoh, namun, buku ini menghadirkan sebuah pendekatan yang lebih mudah diterima dan dibaca oleh siapapun. Penjelasan yang sederhana dan apa adanya semakin menjadikan buku ini layak untuk dibaca oleh masyarakat agar dapat membentengi diri dan keluarga dari kejahatan NII. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-2183274758883114310?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/2183274758883114310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/07/menggungkap-selubung-hitam-nii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2183274758883114310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2183274758883114310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/07/menggungkap-selubung-hitam-nii.html' title='Menggungkap Selubung Hitam NII'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8IkMapBN6sU/ThkTIEhdQGI/AAAAAAAAAJQ/q9MV5_ZxMl0/s72-c/NII%2BDewi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-5275919278370573847</id><published>2011-07-10T09:42:00.000+07:00</published><updated>2011-07-10T09:42:34.775+07:00</updated><title type='text'>Masa Depan Agama-agama</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-wleGpRijIg0/ThkRjypAADI/AAAAAAAAAJI/mCHKv4uXrgw/s1600/Masa%2BDepan%2BTuhan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="157" src="http://3.bp.blogspot.com/-wleGpRijIg0/ThkRjypAADI/AAAAAAAAAJI/mCHKv4uXrgw/s200/Masa%2BDepan%2BTuhan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
   &lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Seputar Indonesia&lt;/i&gt;, Minggu, 10 Juli 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah buku yang secara apik dan lugas mengupas perspektif agama-agama Abrahamik tentang Tuhan. Kini, Armstrong hadir dengan buku yang tak kalah menarik yaitu Masa Depan Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui karya ini Armstrong berbicara tentang Tuhan dan agama menentang fundamentalisme dan ateisme.Baginya,agama adalah sebuah disiplin praktis yang mengajari kita menemukan kemampuan baru pikiran dan hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada gunanya menimbang ajaran ajaran agama secara otoritatif untuk menilai kebenaran atau kepalsuannya sebelum menjalani cara hidup religius.Anda akan menemukan kebenaran— atau ketiadaan kebenaran— di dalamnya dengan hanya setelah Anda menerjemahkannya ke dalam ritual atau perbuatan etis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak berbeda dengan setiap keterampilan, agama memerlukan ketekunan, kerja keras, dan disiplin. Sebagian orang lebih cakap dalam hal itu dibandingkan yang lain, sebagian lagi sangat tidak berbakat, dan yang lain sama sekali luput darinya (halaman 15). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi Teoretis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika para teolog mulai mengadopsi criteria sains, mythoi (mitos) kekristenan ditafsirkan sebagai dapat diverifikasi secara empiris,rasional,dan historis, lalu didesak untuk masuk ke dalam sebuah gaya pemikiran yang asing bagi mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para filsuf dan ilmuwan tidak lagi dapat melihat tujuan ritual dan pengetahuan agama menjadi teoretis alih-alih praktikal. Kita kehilangan seni menafsirkan dongeng-dongeng lama tentang para dewa yang berjalan di atas bumi, orang mati yang bangkit dari kuburan,atau laut terbelah secara mukjizati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita mulai memahami konsep-konsep seperti iman, wahyu, mitos, misteri,dan dogma dengan cara yang tentunya akan mengejutkan bagi para leluhur kita.Secara khusus, arti kata ”percaya” menjadi berubah sehingga penerimaan secara enteng atas doktrin keimanan menjadi prasyarat untuk beriman, sedemikian sehingga hari ini kita sering menyebut orang beragama sebagai ”orang beriman” seolah-olah menerima dogma ortodoks ”tentang iman”adalah kegiatan yang paling penting. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fundamentalisme dan Ateisme &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tafsiran yang dirasional atas agama ini telah menimbulkan dua fenomena modern yang sangat khas: fundamentalisme dan ateisme.Keduanya saling terkait. Kesalehan defensif yang secara populer dikenal dengan ”fundamentalisme” meledak di hampir semua agama besar selama abad ke-20.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keinginan mereka untuk menghasilkan keimanan rasional yang sepenuhnya ilmiah, yang menghapuskan mythos demi menegakkan logos, para fundamentalis Kristen menafsirkan kitab dengan literalisme yang belum pernah tersamakan dalam sejarah agama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Amerika Serikat, fundamentalisme Protestan telah mengembangkan ideologi yang dikenal sebagai ”sains penciptaan”, yang menganggap mythoi dari Alkitab sebagai akurat secara ilmiah. Mereka, karena itu,berkampanye menentang pengajaran evolusi di sekolah-sekolah umum sebab hal itu bertentangan dengan kisah penciptaan dalam bab pertama Kitab Kejadian (halaman 19–20). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam segala bentuknya, fundamentalisme adalah iman yang sangat reduktif. Dalam kecemasan dan ketakutan mereka, kaum fundamentalis sering mendistorsi tradisi yang mereka coba bela. Mereka, misalnya, bisa sangat selektif dalam membaca kitab suci. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fundamentalis Kristen banyak mengutip dari Kitab Wahyu kepada Yohanes dalam Perjanjian Baru dan terinspirasi oleh kekerasan visinya tentang Akhir Zaman,tetapi jarang merujuk pada Khotbah di Atas Bukit, di mana Yesus menyuruh pengikutnya untuk mengasihi musuh-musuh mereka, memberi pipi yang lain, dan tidak menghakimi orang lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fundamentalis Yahudi sangat mengandalkan bagian Kitab Ulangan dari Alkitab dan tampaknya mengabaikan perintah nabi bahwa penafsiran harus mengarah pada kemurahan hati. Fundamentalis muslim mengabaikan pluralisme Alquran dan kaum ekstrem mengutip ayat-ayat Alquran yang lebih agresif untuk membenarkan kekerasan, terang-terangan mengabaikan ayat yang jauh lebih banyak yang menyerukan perdamaian, toleransi, dan sikap memaafkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaum fundamentalis yakin bahwa mereka berjuang atas nama Tuhan tetapi sebenarnya religiositas jenis ini mewakili kemunduran dari Tuhan. Menjadikan fenomena sejarah yang murni manusia-wi–seperti, ”Nilai-Nilai Keluarga”, ”Tanah Suci”,atau ”Islam”–sesuatu yang sakral dan bernilai absolut berarti pemberhalaan dan, seperti biasa, berhala itu memaksa mereka untuk berusaha menghancurkan lawanlawannya (halaman 470-471). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sejarah, ateisme jarang menjadi selubung penolakan terhadap hal-hal yang suci per se,tetapi hampir selalu menolak konsep tertentu tentang yang Ilahi. Pada tahap awal sejarah mereka, orang Kristen dan Islam disebut ”ateis” oleh kaum pagan sezaman mereka, bukan karena mereka menyangkal kenyataan Allah, melainkan karena konsep ketuhanan mereka sangat berbeda sehingga terkesan menghina Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-5275919278370573847?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/5275919278370573847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/07/masa-depan-agama-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5275919278370573847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5275919278370573847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/07/masa-depan-agama-agama.html' title='Masa Depan Agama-agama'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-wleGpRijIg0/ThkRjypAADI/AAAAAAAAAJI/mCHKv4uXrgw/s72-c/Masa%2BDepan%2BTuhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-65290690932018414</id><published>2011-06-19T10:32:00.000+07:00</published><updated>2011-06-19T10:32:08.083+07:00</updated><title type='text'>Agar tidak Musnah Bersama</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vXBrZAz4fDg/Tf1tkmPdxeI/AAAAAAAAAJA/Xw8yC1M5qP4/s1600/ling.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-vXBrZAz4fDg/Tf1tkmPdxeI/AAAAAAAAAJA/Xw8yC1M5qP4/s200/ling.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
"Books" &lt;i&gt;Bisnis Indonesia&lt;/i&gt;, Minggu, 19 Juni 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Krisis dan Bencana Lingkungan Hidup&lt;br /&gt;
Penulis : A. Sonny Keraf&lt;br /&gt;
Penerbit: Kanisius, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Cetakan : I, 2010&lt;br /&gt;
Tebal : 255 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apa gunanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi kalau banyak pulau tenggelam, hutan kita berubah menjadi gurun"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bencana tentunya tidak kita harapkan. Namun, menilik kondisi terkini, tampaknya bencana akan menjadi agenda tahunan bahkan bulanan di Indonesia. Dengan demikian, bencana lingkungan hidup telah mencapai kondisi yang sudah sangat mengancam kehidupan di muka bumi ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebut bencana lingkungan hidup karena sebagian atau seluruh bencana tersebut disebabkan karena krisis lingkungan hidup, yaitu kehancuran, kerusakan, dan pencemaran lingkungan hidup yang disebabkan oleh pola hidup dan gaya hidup manusia, khususnya manusia modern dengan segala kemajuan industri dan ekonominya yang merusak dan mencemari lingkungan hidup dan bukan karena sebab alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku Krisis dan Bencana Lingkungan Hidup ini berbicara tentang krisis dan bencana lingkungan hidup global, yaitu keadaan lingkungan hidup di planet bumi kita yang sudah sangat kritis sehingga telah menjadi bencana yang sangat nyata menelan korban jiwa dan harta benda dari hari ke hari di hadapan dan dalam pengalaman nyata kita sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, sudah saatnya manusia sadar untuk memelihara lingkungannya. Manusia diharapkan menjadi pengawal kelestarian lingkungan hidup. Tanpa hal yang demikian, manusia hanya akan menjadi penghancur alam. Hal ini karena meminjam istilah Daniel D. Chirac, manusia mempunyai sifat dan mental frointer (merusak dan mengeksploitasi alam secara berlebihan). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Sonny Keraf, menyatakan dengan tegas, bahwa kejahatan lingkungan adalah kejahatan terhadap kehidupan, crime against life in general atau minimal crime against humanity. Kejahatan karena secara langsung maupun tidak langsung tindakan merusak dan mencemari lingkungan hidup jelas-jelas membawa dampak yang mengancam mematikan kehidupan, termasuk kehidupa manusia. Ini kriminal (hal 75).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, dengan ini mau dikatakan bahwa seluruh buku ini bermaksud untuk menggugah kesadaran kita untuk melakukan sesuatu demi mengatasi krisis dan bencana lingkungan hidup global yang telah menjadi ancaman kehidupan, ancaman kemanusiaan, dan ancaman bagi bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;
Kesadaran itu pertama-tama bahwa lingkungan hidup adalah masalah yang sangat serius dan genting. Dan karena itu, pada gilirannya harus bisa mendorong kita untuk mengubah perilaku kita, baik sebagai pribadi maupun kelompok. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan lebih dari itu, secara khusus, kesadaran itu harus bisa mendorong para pejabat publik untuk mengambil kebijakan khusus yang memperlihatkan kegentingan memaksa akibat krisis dan bencana lingkungan hidup global untuk menghindarkan kita dari segala malapetaka lingkungan hidup tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perubahan perilaku&lt;br /&gt;
Setelah kesadaran terbangun hal selanjutnya adalah perubahan pada perilaku. Setidaknya Sonny Keraf mendaftar lima bentuk perubahan perilaku. Pertama, perubahan perilaku industri besar dengan kebijakan green building. Rancang bangun yang memedulikan lingkungan dan ruang terbuka hijau harus menjadi semangat baru industri properti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, mendorong perubahan perilaku dari individu dan kelompok masyarakat di rumah maupun di kantor dengan pola hidup hemat energi. Ketiga, perubahan perilaku dalam tindakan pengelohan sampah, baik sampah industri maupun rumahan. Salah satunya dengan menggunakan tas belanjar guna menggurangi sampah plastik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, perubahan perilaku pada pola makan. Kurangi makan daging dan perbanyak makan ikan, sayur, tahu, dan tempe. Hal ini karena energy memproduksi daging lebih banyak daripada memproduksi bahan makanan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima, perubahan perilaku dengan menanam pohon di pekarangan rumah atau tempat lain yang memungkinkan untuk itu. Bersamaan dengan itu, kebijakan ketat perlu diterapkan bagi industri yang menggunakan bahan baku kayu untuk tidak boleh mengambil kayu alam, dan hanya mengambil kayu dari hasil tanaman mereka sendiri (hal 161-165).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini merupakan refleksi, bukti komitmen, sekaligus cerminan pergulatan intelektual Mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hingga sekarang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, lingkungan hidup adalah soal hidup mati sesame anak bangsa. Ini adalah soal kehidupan, soal nasib bangsa secara keseluruhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa gunanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi kalau banyak pulau tenggelam, hutan kita berubah menjadi gurun, berbagai danau dan sungai kita berubah menjadi darat, udara tercemar, air tercemar dan langka, flora dan fauna sebagai sumber obat-obatan musnah, dan kita semua musnah ditelan bencana lingkungan hidup. Ini bukan sekadar ramalan. Ini pengalaman nyata kita hari-hari ini. maka, mari kita berubaha sekarang atau musnah bersama. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-65290690932018414?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/65290690932018414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/06/agar-tidak-musnah-bersama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/65290690932018414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/65290690932018414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/06/agar-tidak-musnah-bersama.html' title='Agar tidak Musnah Bersama'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vXBrZAz4fDg/Tf1tkmPdxeI/AAAAAAAAAJA/Xw8yC1M5qP4/s72-c/ling.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-95879357836853014</id><published>2011-06-19T10:17:00.000+07:00</published><updated>2011-06-19T10:17:54.470+07:00</updated><title type='text'>Ibu Kota RI dari Jakarta Menuju Palangkaraya?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-dyxALx2sFGM/Tf1qDMXKCgI/AAAAAAAAAIw/l-8B2idC-bU/s1600/Desain%2BKota.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-dyxALx2sFGM/Tf1qDMXKCgI/AAAAAAAAAIw/l-8B2idC-bU/s200/Desain%2BKota.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resensi, &lt;i&gt;Analisis News&lt;/i&gt;, Minggu, 19 Juni 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Sukarno &amp; Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya&lt;br /&gt;
Penulis : Wijanarka&lt;br /&gt;
Penerbit: Ombak, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Terbit : Juni, 2006&lt;br /&gt;
Tebal : xii + 171 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jakarta penuk sesak. Jalan-jalan sudah dipenuhi kendaraan bermotor, bangunan menjulang ke langit tanpa memedulikan kualitas tanah, banjir menjadi langganan, dan kriminalitas terjadi setiap tujuh menit sekali.&lt;br /&gt;
Menilik kondisi yang demikian, banyak orang menyatakan bahwa Jakarta sudah tidak layak menjadi Ibu Kota Republik Indonesia. Perlu dipikirkan sebuah tempat yang nyaman namun tetap mempunyai sejarah panjang dalam perjuangan menuju cita-cita Indonesia merdeka.&lt;br /&gt;
Maka ditemukannya Palangkaraya sebagai salah satu calon Ibu Kota RI. Palangkaraya merupakan daerah yang pernah dirintas oleh Sukarno (Presiden RI pertama) untuk dijadikan Ibu Kota.&lt;br /&gt;
Palangkaraya berada dai Pulau Kalimantan, tepatnya di tepi Sungai Kahayan, dan sekarang merupakan Ibu Kota Kalimantan Tengah. Secara geografis, Palangkaraya terletak di 60 401-70 201 Bujur Timur dan 10 311-20 301 Lintang Selatan. Saat ini, secara administratif Kota Palangkaraya berbatasan dengan Kabupaten Gunung Mas pada sisi utara dan timur, dengan Kabupaten Pulau Pisang pada sisi selatan, dan Kabupaten Katingan pada sisi barat.&lt;br /&gt;
Kota Palangkaraya merupakan bagian tak terpisahkan dari kota-kota yang dikagumi oleh Sukarno. Seperti Kota Roma, Washington DC, dan Berlin. Sukarno meletakkan dasar pembentukan Kota Palangkarya dengan elemen-elemen dasar dan simbol-simbol. &lt;br /&gt;
Sebagai Sarjana Teknik Arsitektur lulusan Technische Hogeschool (sekarang Institute Teknologi Bandung), Sukarno, meletakkan simbol-simbol berupa Sumbu Imajiner Kahayan-Palangkaraya-Jakarta, Bangunan Istana, Bundaran Silang Delapan, Taman Nasional, dan Sumbu Serimonial. Selain itu terdapat pula Pelataran Agung yang menyerupai Taman Merdeka Jakarta. Selain itu pula adanya peletakkan bangunan-bangunan penting kota yang berkontekstual dengan kosmologi Dayak.&lt;br /&gt;
Palangkaraya yang kini letaknya cenderung berada di tengah-tengah wilayah RI, dalam sejarah pembangunannya, diawali dengan pemancangan tiang pancang pembangunan kota. Berawal dari tiang pancang ini, Sukarno membentuk sumbu kota yang berfungsi sebagai prinsip dasar desain kota. Diduga, konsep dasar ini diperoleh atas saran Raja Kasunanan Surakarta (Sri Sultan Pakubuwono XII), yang mana saat peletakkan tiang pancang, Raja Kasunanan Surakarta ini diajak ke Palangkaraya. Menurut arah mata angin, dari titik tiang pancang, sumbu ini mengarah ke barat daya, sumbu ini berakhir di Jakarta. &lt;br /&gt;
Dengan demikian diketahui bahwa Jakarta merupakan koneksi imajiner Palangkaraya arah barat daya, sedangkan Sungai Kahayan merupakan koneksi imajiner Palangkaraya arah timur. Adanya konsep ini menunjukkan pula bahwa Palangkaraya termasuk cosmic city, yaitu suatu kota yang meninterpretasi kepercayaan dan atau daya alam. Dalam perkembangannya, kini sumbu ini melintasi as bangunan bersejarah kota yaitu kantor awal muda, as bangunan Istana, as Bundaran Besar dan as Jl. Yos Sudarso.&lt;br /&gt;
Sebagaimana diakui oleh Wijanarka penulis buku ini, buku ini disusun karena adanya kekhawatiran pudarnya konsep-konsep desain awal mula Kota Palangkaraya yang merupakan kreasi Sukarno. Hal ini disebabkan ketidaktahuan akan konsep-konsep desain tersebut sehingga desain Kota Palangkarya cenderung berkembang tanpa didasari oleh konsep awal mula atau bahkan menyimpang dari konsep awal mulanya.&lt;br /&gt;
Lebih dari itu, buku ini, menjadi bukti bahwa sebenarnya Sukarno mempunyai cita-cita besar untuk mendirikan Ibu Kota RI di Pulau Kalimantan, tepatnya di Kota Palangkaraya.&lt;br /&gt;
Palangkaraya dapat menjadi pilihan mengurai kesemrawutan Ibu Kota RI Jakarta saat ini. Palangkarya dapat dijadikan Ibu Kota kedua (sebagai pusat bisnis) dan Ibu Kota Jakarta sebagai pusat pemerintahan. Sebagaimana Washington DC sebagai Ibu Kota ‘resmi’ Amerika Serikat dan New York sebagai pusat bisnis. &lt;br /&gt;
Pada akhirnya, founding fathers telah berpikir ke depan guna kemakmuran hajat hidup bangsa Indonesia. Kini tugas pemimpin sekarang untuk mewujudkannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-95879357836853014?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/95879357836853014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/06/ibu-kota-ri-dari-jakarta-menuju.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/95879357836853014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/95879357836853014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/06/ibu-kota-ri-dari-jakarta-menuju.html' title='Ibu Kota RI dari Jakarta Menuju Palangkaraya?'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-dyxALx2sFGM/Tf1qDMXKCgI/AAAAAAAAAIw/l-8B2idC-bU/s72-c/Desain%2BKota.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-1321580808610640528</id><published>2011-06-06T21:38:00.001+07:00</published><updated>2011-06-14T07:12:18.301+07:00</updated><title type='text'>Kisah Cinta Sukarno dengan Sembilan Istrinya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4VQ619hu0z8/TezmSk3smoI/AAAAAAAAAIo/Y0IN8G3YSFU/s1600/Suk.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-4VQ619hu0z8/TezmSk3smoI/AAAAAAAAAIo/Y0IN8G3YSFU/s200/Suk.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Analisis News, Senin, 6 Juni 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Istri-istri Sukarno&lt;br /&gt;
Penulis : Reni Nuryanti, dkk&lt;br /&gt;
Penerbit : Ombak, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Terbit : September, 2007&lt;br /&gt;
Tebal : xi + 271 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sukarno dan perempuan cantik. Sebuah kata yang tidak bisa dipisahkan. Di mana Sukarno singgah, ia senantiasa mampu memikat perempuan-perempuan cantik yang kemudian dinikahinya. Untuk urusan yang satu ini, Sukarno memang jagonya. Ia berperawakan tinggi besar, ganteng, dan mempunyai kharisma pemimpin yang tangguh. Modal sosial inilah yang menjadikan banyak perempuan jatuh hati kepada sosok Sukarno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya ada Sembilan istri Sukarno yang tercatat dalam sejarah. Yaitu Siti Utari Tjokroaminoto, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manopo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, dan Heldy Djafar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istri-istri Sukarno mempunyai keunikan tersendiri. Mereka hadir dalam diri Sukarno pun dalam masa yang berbeda-beda. Mereka seperti mengiringi kebesaran Sukarno memimpin Republik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku Istri-istri Sukarno ini bercerita tentang kisah cinta, keharuan, dan darma bakti seorang perempuan pendamping Sukarno. Buku ini tidak hanya mengulas dengan baik tentang kepribadian kesembilan istri Sukarno. Namun, juga mengetengahkan kemanusiaan Sukarno dan istri-istrinya. Artinya, kisah pertemuan, proses cinta, dan akhirnya menuju pelaminan diurai secara lugas oleh penulis-penulis muda berbakat yang menggeluti sejarah di bangku kuliah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti kisah cinta Sukarno dengan Naoko Nemoto (Ratna Sari Dewi). Gadis Sakura Jepang yang bertemu Sukarno saat perjalanan dinas ke Jepang ini tidak hanya penuh kontroversi, namun ia menjadi jembatan emas penghubung hubungan diplomatik Indonesia-Jepang dalam bidang perekonomian. Berkat Ratna, hingga kini hubungan Indonesia-Jepang hingga kini berjalan harmonis dan mesra. Sebagaimana keharmonisan cinta Sukarno dan Naoko Nemoto. Hubungan diplomatik yang intim ini pun kini dinikmati masyarakat Indonesia dan kalangan menengah atas dalam jejering bisnis otomotif dan perdagangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataan ini semakin dikuatkan oleh keinginan Sukarno untuk selalu dekat dengan Ratna. Dalam sebuah surat cintanya, Sukarno menyatakan keinginan hatinya untuk selalu didampingi oleh Ratna. Jika Ratna meninggal, Sukarno berkeinginan berada dalam satu liang lahat. Sebuah kehormatan bagi Ratna dan bangsa Jepang untuk terus bersanding dengan founding fathers bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pula, dengan kisah cinta antara Sukarno dengan gadis muda belia berusia 16 tahun siswa SMA VII Jakarta, Yurike Sanger. Sebagai gadis belia, tentunya Yurike yang kemudian disebut Sukarno sebagai Yuriwati ini tidak kuasa menolak cinta kasih Sukarno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa cinta yang melekat pada diri Yurike kepada Sukarno dibarengi rasa kagum dan keteladanan. Dari sinilah muncul alasan mengapa Yurike begitu memuja Sukarno. Bahkan, Yurike yang masih muda pun dengan kecantikan yang menawan, tidak begitu tertarik oleh ketampanan pemuda usia sebaya (hal 215).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sukarno memang hebat. Ia tidak hanya mampu mengayomi perempuan muda cantik, namun juga mampu menjadi pendamping bagi beberapa orang janda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepandaian Sukarno mengambil hati perempuan baik lewat untaian surat ata ucap, menjadi rahasia cinta yang sulit dicari bandingannya. Sukarno begitu pandai membaca mata hati perempuan. Ia juga pandai menyesuaikan dengan perempuan mana ia berhadapan. Kepada Utari, ia memanggilnya Lak, Inggit ia panggil Enung, Fatma dipanggilnya Sayang, Hartini dan Kartini semuanya dipanggil Tien sayang, Yurike dipanggilnya Yuri sayang, dan kepada Heldy Djafar yang konon menjadi istri termuda, Sukarno memanggilnya khas, Dik Heldy (hal 244).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, buku ini tidak hanya menyuguhkan kisah cinta Sukarno dengan sembilan perempuan ayu nan rupawan. Namun, mengulas sisi-sisi manusia Sukarno dan istri-istrinya yang mungkin terselip dalam lembaran sejarah. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-1321580808610640528?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/1321580808610640528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/06/kisah-cinta-sukarno-dengan-sembilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1321580808610640528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1321580808610640528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/06/kisah-cinta-sukarno-dengan-sembilan.html' title='Kisah Cinta Sukarno dengan Sembilan Istrinya'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-4VQ619hu0z8/TezmSk3smoI/AAAAAAAAAIo/Y0IN8G3YSFU/s72-c/Suk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-1667270740359459613</id><published>2011-06-04T09:06:00.000+07:00</published><updated>2011-06-04T09:06:55.804+07:00</updated><title type='text'>Persaingan Dagang Dua Raksasa Ekonomi Asia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kb4d2L09cmg/TemTCo-uT0I/AAAAAAAAAIg/0BE7HzsW9OM/s1600/jc.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-kb4d2L09cmg/TemTCo-uT0I/AAAAAAAAAIg/0BE7HzsW9OM/s200/jc.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Matahari Terbit dan Tirai Bambu; Persaingan Dagang Jepang-Cina di Jawa Pada Masa Krisis 1930-an dan 1990-an&lt;br /&gt;
Penulis : Nawiyanto&lt;br /&gt;
Penerbit : Ombak, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Terbit : 2010&lt;br /&gt;
Tebal : 148 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Analisis News&lt;/i&gt;, Rabu, 01 Juni 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jepang dan Cina merupakan dua raksasa ekonomi Asia. Mereka bersaing mendapatkan tempat dan konsumen baru dari pelbagai penjuru dunia. Salah satunya di Indonesia. Khususnya di Jawa sebagai pusat perekonomian Indonesia.&lt;br /&gt;
Jawa menjadi pasar potensial persaingan dua raksasa ekonomi Asia ini. Jepang dan Cina menawarkan produk dengan harga yang jomplang (tidak seimbang). Rata-rata produk Jepang berharga mahal dengan jaminan kualitas yang lebih baik. Dan Cina dengan kualitas standar dengan bandrol harga yang lebih murah.&lt;br /&gt;
Dalam buku Matahari Terbit dan Tirai Bambu; Persaingan Dagang Jepang-Cina di Jawa Pada Masa Krisis 1930-an dan 1990-an ini sebagaimana cacatan Peter Post, berargumen bahwa tidak hanya persaingan harga menjadi basis persaingan Jepang dan Cina dalam pasar Impor Jawa. Faktor-faktor non-harga—khususnya pada 1990-an—termasuk iklan lewat media cetak dan elektronik, service gratis, bonus, dan berbagai fasilitas kredit memainkan peran sama pentingnya. &lt;br /&gt;
Hal ini merupakan argumen penting dalam buku ini dan argument yang sejauh ini hampir tidak menjadi wacana akademis utama dalam ekonomi Indonesia. seperti ditunjukkan Nawiyanto, pemanfaatan yang berhasil atas faktor-faktor non-harga bergantung pada pengetahuan yang intim atas pasar. Sementara Jepang berada di atas angin pada 1930-an serta selama 1970-an dan 1980-an, tampaknya sejak 1990-an perusahaan-perusahaan Cina melakukan bisnis lebih baik.&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, masih perlu dilihat apakah Jepang akan dapat membalik arus dan mampu bersaing dengan Cina di pasar Jawa. Hal ini merupakan sesuatu yang sulit ditebak. Meskipun ekonomi Jepang dan bisnis Jepang di luar negeri selalu memperlihatkan daya tahan yang luar biasa dan mampu mengatasi berbagai kemunduruan ekonomi, tampaknya persaingan dengan adidaya ekonomi Cina adalah hal berbeda. Dekade mendatang tidak diragukan lagi akan memperlihatkan siapa pemenang atau pecundang dalam pasar impor Jawa, Jepang atau Cina.&lt;br /&gt;
Pemenang atas persaingan bisnis besar ini juga tidak bisa dilepaskan dari “permainan mata” antara pengusaha kedua negara dengan pengambil kebijakan di negeri ini. Hal ini sangat kentara ketika pejabat Indonesia dalam hal ini legislatif dan eksekutif. Inilah yang belum banyak dikupas oleh Nawiyanto dalam buku ini. Padahal dalam konteks sejarah sosial, hal ini penting dilihat sebagai pembanding apakah ada pengaruh antara kebijakan dan peran penerimaan pengusaha mengembangkan sayap bisnisnya di Jawa atau Indonesia.&lt;br /&gt;
Walaupun demikian, buku ini telah meletakkan dasar pengetahuan yang cukup bagus dalam menjabarkan tentang persaingan bisnis dua raksasa ekonomi di Asia (Jepang dan Cina). Buku karya Alumnus Australian Nasional University ini kaya akan data dan literatur yang menjadi kekuatan dalam mendasarkan kajian dalam historiografi Indonesia modern. &lt;br /&gt;
Pada akhirnya, buku ini layak mendapat apresiasi masyarakat pengkaji sejarah ekonomi bangsa guna meneropong masa depan kekuatan ekonomi dunia dan kesiapan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kearifan sekaligus sumber daya manusia dan ekonominya. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-1667270740359459613?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/1667270740359459613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/06/persaingan-dagang-dua-raksasa-ekonomi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1667270740359459613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1667270740359459613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/06/persaingan-dagang-dua-raksasa-ekonomi.html' title='Persaingan Dagang Dua Raksasa Ekonomi Asia'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kb4d2L09cmg/TemTCo-uT0I/AAAAAAAAAIg/0BE7HzsW9OM/s72-c/jc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-6285094243380062745</id><published>2011-05-30T19:38:00.000+07:00</published><updated>2011-05-30T19:38:45.410+07:00</updated><title type='text'>Kepemimpinan Jadi Kunci</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZDBghg3xedo/TeOPxgV832I/AAAAAAAAAIU/zoD5w-5eZqA/s1600/Sam.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="132" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZDBghg3xedo/TeOPxgV832I/AAAAAAAAAIU/zoD5w-5eZqA/s200/Sam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : The Swordless Samurai&lt;br /&gt;
Penulis : Kitami Masao&lt;br /&gt;
Penerbit: Zahir Books, Jakarta&lt;br /&gt;
Terbit : 2010&lt;br /&gt;
Tebal : xvii + 262 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Books”, &lt;i&gt;Bisnis Indonesia,&lt;/i&gt; Minggu, 29 Mei 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Aku tidak pernah mahir dalam seni berpedang. Bahkan, ronin kelas tiga sanggup mengalahkanku dalam perkelahian jalanan! Aku sadar, aku harus lebih menggunakan otak daripada tubuh, khususnya jika aku ingin kepalaku tetap menempel di leher”.&lt;br /&gt;
Itulah petikan petuah bijak Toyotomi Hideyoshi. Sebuah kerendahan hati seorang pemimpin besar yang patut menjadi teladan. Hideyoshi lahir pada tahun 1536 dari sebuah keluarga miskin di Nagoya. Hideyoshi bertumbuh pendek, tidak atletis, tidak berpendidikan, dan berwajah jelek. Daun telinganya besar, matanya dalam, tubuhnya kecil, dan wajahnya dan keriput (sekeriput apel kering), membuat dia tampak seperti kera, sehingga orang memberinya julukan monyet seumur hidupnya.&lt;br /&gt;
Hideyoshi lahir pada puncak masa kekacauan Jepang, zaman perang antar-klan, ketika kemampuan bertarung atau dunia kependetaan menjadi satu-satunya cara bagi rakyat jelata yang ambisius untuk melarikan diri dari kehidupan banting tulang sebagai petani. Perawakan Hideyoshi yang hanya setinggi 150 senti dan berbobot lima puluh kilogram serta bungkuk tampaknya menutup peluang untuk berkarier di bidang militer. Namun ia melesat ke atas seperti meteor, ke puncak kekuasaan, sekalius menyatukan negeri yang sudah tercabik-cabik perang saudara selama lebih dari seratus tahun.&lt;br /&gt;
Kemampuan Hideyoshi membalik keadaan ini tidak terlepas dari prinsip-prinsip kepemimpinannya. Ia meletakkan dasar kepemimpinan yang belum terpikirkan oleh pemimpin Jepang sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh prinsip&lt;br /&gt;
Buku The Swordless Samurai ini mengurai prinsip-prinsip kepemimpinan Hideyoshi dengan bahasa sastra yang anggun. Prinsip-prinsip tersebut adalah; pertama, pemimpin harus bekerja lebih keras daripada yang lain.&lt;br /&gt;
Kedua, keberuntungan memihak mereka yang berani. Pemimpin mesti mengeksploitasi dalam membuat keputusan. Bertindaklah berani pada saat-saat kritis.&lt;br /&gt;
Ketiga, dedikasi kepada orang lain akan membuat orang lain berdedikasi kepadamu. Hanya mereka para pengikut yang berdikasi yang bisa mencapai tampuk kepemimpinan. Jika seseorang berhasrat memiliki pengikut setia, terapkan pengabdian untuk itu. Dedikasikan dirimu pada pemimpinmu.&lt;br /&gt;
Beberapa mungkin berpikir bahwa konsep ini hanya berlaku untuk pengikut, bukan pemimpin. Tapi mereka yang punya aspirasi untuk memimpin mula-mula harus belajar melayani. Dan mereka yang ingin menjadi atasan bagi orang lain mula-mula harus menjadikan majikan bagi mereka sendiri. Dengan demikian, prinsip-prinsip kepemimpinan berlaku sama untuk atasan maupun bawahan. Kesampingkan kepentinganmu sendiri demi kepentingan pemimpinmu.&lt;br /&gt;
Keempat, memiliki visi. Pemimpin besar bisa saja salah—tapi mereka tidak bisa ragu-ragu. Visi yang kuat dan terfokus pada masa depan—hal yang menginspirasi harapan dan kepercayaan diri di antara para pengikut—adalah ciri kepemimpinan utama. Pemimpin besar percaya apa pun bisa dilakukan. Di sanalah terletak rahasia penyelesaian masalah. Hadapi setiap tugas dengan tekad yang mantap.&lt;br /&gt;
Kelima, mempersiapkan segala sesuatu dengan matang dan bertindak berani. Pemimpin dan pengikut harus menyadari kelemahan-kelemahan mereka dan mengubahnya menjadi keunggulan. Keberhasilanmu bisa saja bergantung pada hal itu. Pemimpin yang cerdas akan membalikkan situasi, mengubah kelemahan menjadi keunggulan.&lt;br /&gt;
Kebesaran sebagai seorang pemimpin diukur dari seberapa besar kemauanmu menerima tantangan yang merisaukan. Raihlah tujuan-tujuan yang berat dengan melaksanakan komitmen. Pertaruhkan semua untuk memenangkan semua. Pemimpin yang menang akan memahami rahasia kemenangan: bertindaklah lebih awal untuk selesai lebih awal.&lt;br /&gt;
Keenam, pemimpin yang dicintai mempraktikkan rasa kekeluargaan. Perlakukanlah pengikutmu sebagai keluarga. Kesetiaan berlaku baik dulu maupun sekarang. Kesetiaan bisa didapat, tetapi tidak akan pernah bisa dibeli.&lt;br /&gt;
Pemimpin yang menghukum pengikut mereka gara-gara masalah kecil hanya akan menyakiti diri mereka sendiri. Tapi pemimpin yang mencoba menumbuhkan semangat sebesar ia memberi pengaruh adalah pemimpin yang memberlakukan rahasia kebaikan. Maafkanlah kesalahan-kesalahan sepele.&lt;br /&gt;
Ketujuh, bentuk tim kreatif. Pemimpin yang bertanggung jawab harus bisa mengayomi. Jangan lupakan kesederhanaan. Jangan manjakan diri kelewat batas. Waspada akan kesombongan. Berpegang teguhlah pada kesahajaan. Jangan pamer. Pemimpin harus menerapkan keseimbangan. Kekang obsesimu. Pemimpin sejati bertindak sesuai dengan ketegasannya. Bersikap tegas untuk menghindari pertikaian. &lt;br /&gt;
Buku ini akan membimbing siapa saja yang ingin sukses dalam kepemimpinan. Khususnya dalam kepemimpinan politik kenegaraan. &lt;br /&gt;
Pada akhirnya, kisah-kisah kesuksesan akan memberikan inspirasi tapi kesuksesan biasanya bergantung pada keadaan tertentu. Kegagalan, sebaliknya, selalu mengajarkan kita sesuatu. Pemimpin yang efektif harus bisa menerima kesuksesan maupun kegagalan dan belajar dari keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-6285094243380062745?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/6285094243380062745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/kepemimpinan-jadi-kunci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/6285094243380062745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/6285094243380062745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/kepemimpinan-jadi-kunci.html' title='Kepemimpinan Jadi Kunci'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ZDBghg3xedo/TeOPxgV832I/AAAAAAAAAIU/zoD5w-5eZqA/s72-c/Sam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-1884704867267366806</id><published>2011-05-30T12:55:00.000+07:00</published><updated>2011-05-30T12:55:55.633+07:00</updated><title type='text'>Kidung Kehidupan Kurnia Effendi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fH5bb0IkDiA/TeMxLEHoAPI/AAAAAAAAAIM/OJB1J5ovcJc/s1600/255762_2183106896016_1197292863_32801227_412325_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="122" src="http://2.bp.blogspot.com/-fH5bb0IkDiA/TeMxLEHoAPI/AAAAAAAAAIM/OJB1J5ovcJc/s200/255762_2183106896016_1197292863_32801227_412325_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul  : Anak Arloji&lt;br /&gt;
Penulis : Kurnia Effendi&lt;br /&gt;
Penerbit : Serambi, Jakarta&lt;br /&gt;
Terbit : Maret 2011&lt;br /&gt;
Tebal  : 237 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pustaka, &lt;i&gt;Kedaulatan Rakyat,&lt;/i&gt;  Minggu, 29 Mei 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karya sastra selalu seksi untuk dibaca, direnungkan, dan disebarluaskan. Ia selalu memiliki wajah lain dalam menyentuh persoalan kehidupan. Ia bagai embun pagi yang senantiasa membasahi pepohonan. Menjadikan pohon rindang dan indah dipandang mata. Ia juga mampu menyemai benih-benih dan tunas-tunas agar senantiasa tetap bersemi walaupun di musim terik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana karya sastra indah berupa kumpulan cerpen Kurnia Effendi berjudul Anak Arloji. Setidaknya 14 dongeng kehidupan dihadirkan dalam bahasa renyah ala Pak Kef (begitu Kurnia Effendi biasa disapa). Alur pembahasan yang runtut serta mudah dipahami merupakan nilai plus dalam buku ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak Arloji merupakan salah satu judul cerpen yang berada di dalam buku menawan ini. Dalam “Anak Arloji” kisah mengenai kerawanan jiwa manusia sampai ke tingkat yang hakiki. Cerpen yang mempermainkan unsur kebetulan sebagai daya tarik cerita ini menghadapkan manusia pada pertanyaan tentang misteri takdir. Pemicunya sepela saja; sebuah arloji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arloji ini pemberian dari seorang dokter ahli kandungan (Dokter Syarif Budiman) yang biasa menghadiahkan barang yang berkaitan dengan waktu tersebut kepada pasien yang anak dalam kandungannya diyakini akan lahir dengan selamat. Dan ada seseorang yang anaknya memang lahir dengan selamat, tapi beberapa waktu kemudian meninggal, padahal ia juga mendapat hadiah arloji dari dokter yang baik hati itu. Kecemasan dan kegelisahan yang luar biasa menghantui hati manusia yang suka “curiga” terhadap takdir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, sebagaimana yang ditulis oleh Joko Pinurbo (seorang penyair asal Yogyakarta) dalam “Kata Pembaca”, manusia memang memerlukan dongeng untuk menyegarkan kembali hati yang gersang dan pikiran kerontang di tengah sergapan pragmatisme hidup sehari-hari. Dalam hidup yang berputa seperti mesin, kesadaran dan imajinasi tentang nilai-nilai hidup yang hakiki sering lenyap. Kita layak menunggu dan merindukan dongeng-dongeng Kef berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-1884704867267366806?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/1884704867267366806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/kidung-kehidupan-kurnia-effendi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1884704867267366806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1884704867267366806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/kidung-kehidupan-kurnia-effendi.html' title='Kidung Kehidupan Kurnia Effendi'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-fH5bb0IkDiA/TeMxLEHoAPI/AAAAAAAAAIM/OJB1J5ovcJc/s72-c/255762_2183106896016_1197292863_32801227_412325_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-1031432747320576341</id><published>2011-05-23T13:29:00.000+07:00</published><updated>2011-05-23T13:29:17.261+07:00</updated><title type='text'>‘Peace Journalism’ ala Mochtar Lubis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-u9n1yzOv9PM/Tdn-p07OwoI/AAAAAAAAAIE/EcVHc_MuqEY/s1600/Perang.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-u9n1yzOv9PM/Tdn-p07OwoI/AAAAAAAAAIE/EcVHc_MuqEY/s200/Perang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Analisis News&lt;/i&gt;, Senin, 23 Mei 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Catatan Perang Korea&lt;br /&gt;
Penulis : Mochtar Lubis&lt;br /&gt;
Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta&lt;br /&gt;
Terbit : 2010&lt;br /&gt;
Tebal : xxvii + 154 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mochtar Lubis, sebuah nama yang akan selalu dikenang dalam jagad jurnalisme Indonesia. Ia tidak hanya seorang wartawan (jurnalis) yang meliput untuk kepentingan media tempatnya berkerja. Namun, ia menulis untuk pemanusiaan manusia. Sebuah kerja jurnalisme yang tidak banyak dimiliki oleh seorang wartawan biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu bukti dari kerja pemanusiaan manusia ini tercermin dalam karya Catatan Perang Korea. Buku yang terbit pertama pada tahun 1951 bercerita tentang pengalaman Mochtar Lubis dalam meliput pertumpahan darah di Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berangkat ke Korea atas undangan Persarikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Undangan ini tentunya bermakna bahwa Mochtar Lubis merupakan wartawan berlisensi yang diakui dunia. Reputasi jurnalistik yang mendunia telah menghantarkan Mochtar Lubis pada peliputan yang berisiko, yaitu perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perang digambarkan oleh wartawan Indonesia Raya sebagai “keruntuhan peri kemanusiaan”.  Hal ini karena setiap saat ia melihat rintihan, tangisan, dan mayat terbujur kaku. Kondisi perang menjadikan seseorang hanya memiliki dua pilihan. tetap hidup atau mati. Kondisi ini semakin diperparah oleh penderitaan masyarakat sipil yang merupakan korban utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mochtar Lubis dengan apik merekam semua peristiwa itu dengan gaya catatan harian yang menawarkan gagasan membaca ringan. Pembahasaan yang demikian memudahkan pembaca bertualang ke era tahun 1950-an dan seakan-seakan berada dalam situasi peperangan yang sesungguhnya. Kepiawaian Mochtar Lubis merangkai kata pun menambah keyakinan betapa perang hanya perbuatan sia-sia yang mematikan kemanusiaan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mochtar Lubis melalui buku ini ingin mewartakan kepada masyarakat luas bahwa perang Korea pada dasarnya dapat mengilhami Indonesia. Ia menulis, “dari kisah Korea kita di Indonesia dapat belajar jika kita mau, terutama jika kita hendak belajar, bagaimana suatu negeri bisa hancur, jika pemimpin-pemimpin tiada dapat menolak pengaruh-pengaruh luar yang sedang bertentang-tentangan di dunia ini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengaruh luar negeri bagi Mochtar Lubis akan mengoyak kedaulatan bangsa. Bangsa Indonesia mudah bercerai-berai oleh kepentingan kelompok tertentu. Maka, kepemimpinan yang tegas dan berani mengatakan “tidak” kepada asing akan menyelamatkan Indonesia dari kehancuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mochtar Lubis seakan telah mengingatkan pemimpin bangsa jauh-jauh hari. Bahwa kemandirian bangsa akan terwujud ketika pemimpin mampu berdikari, meminjam istilah Sukarno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, melalui analisis yang tajam Mochtar Lubis menulis, banyak keburukan dan kepincangan yang terjadi di negeri ini disebabkan pula karena manusia Indonesia tiada menguasai dirinya sendiri. Setelah mendapatkan kemenangan perjuangan dalam bentuk kemerdekaan bangsa, maka manusia Indonesia menghendaki pula supaya dia dengan secepat-cepatnya dapat mengutip buah-buah kemerdekaan, yang selama ini diimpikan. Dalam usaha memetik buah-buah kemerdekaan ini, lupalah orang pada diri, dan terjadilah segala macam perebutan, korupsi, kekerasan, dan macam-macam yang lain (hal 3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mochtar Lubis merupakan sosok wartawan yang mampu mencondro masa depan, winarah sakdurunge weruh, dalam bahasa Jawa. Catatan jurnalistik tentang perang menjadi sarana untuk mengingatkan pemimpin bangsa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, buku ini tidak hanya bercerita tentang perang Korea yang menjadi tugas Mochtar Lubis. Buku ini bercerita tentang masa depan bangsa jika tidak dikelola dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, mengutip catatan Ignatius Haryanto dalam pengantar buku ini, dengan intuisinya, Mochtar meliput perang ini tidak sebagai suatu pertarungan elit semata, tetapi terutama sekali, perang telah membuat banyak orang tak berdosa jadi menderita. Korban semacam ini sangatlah banyak. Kalau orang pada masa sekarang mungkin akan melihat karya Mochtar ini sudah memasukkan perspektif peace journalism (jurnalisme damai), di mana konflik yang terjadi dilihat oleh sang peliput dari sisi akar masalahnya, dilihat dari dampak yang dihasilkan dari konflik. Tujuannya untuk apa? Tujuannya agar perang tidak abadi. Perang harus segera berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-1031432747320576341?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/1031432747320576341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/peace-journalism-ala-mochtar-lubis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1031432747320576341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1031432747320576341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/peace-journalism-ala-mochtar-lubis.html' title='‘Peace Journalism’ ala Mochtar Lubis'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-u9n1yzOv9PM/Tdn-p07OwoI/AAAAAAAAAIE/EcVHc_MuqEY/s72-c/Perang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-5688668061213942136</id><published>2011-05-23T13:26:00.000+07:00</published><updated>2011-05-23T13:26:34.683+07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Bajak Laut</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-CHbSbwW7q3Y/Tdn-CDnzKdI/AAAAAAAAAH8/gBeshcIGsNU/s1600/Sekolah.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-CHbSbwW7q3Y/Tdn-CDnzKdI/AAAAAAAAAH8/gBeshcIGsNU/s200/Sekolah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jawa Pos, &lt;/i&gt;Minggu, 22 Mei 2011&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Judul : Tinggalkan Sekolah sebelum Terlambat, Belajar Cerdas Mandiri dan Meraih Sukses dengan Metode Bajak Laut&lt;br /&gt;
Penulis : James Marcus Bach&lt;br /&gt;
Penerbit : Kaifa, Bandung&lt;br /&gt;
Tebit : April, 2011&lt;br /&gt;
Tebal : 280 halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 “Jadikan  setiap tempat sekolah, dan jadikan setiap orang guru”. Itulah petuah bijak Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional yang namanya senantiasa dikutip setiap bulan Mei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironisnya, penyebutan ini hanya sampai pada kerongkongan. Tidak sampai sebuah penghayatan kehidupan. Karena itu, tidak aneh jika pendidikan Indonesia tidak punya visi. Pendidikan bagaikan mengelola perusahaan dengan mencari untung sebesar-besarnya dengan mengekang seluruh pelaku pendidikan. Mereka tidak mempunyai imajinasi yang dapat mengubah dunia. Semuanya dikerdilkan demi memuaskan nafsu pendidikan ala pemerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilik kondisi yang demikian, jangan harap pendidikan Indonesia mampu memanusiakan manusia sebagaimana harapan Romo Driyarkara. Alih-alih memanusiakan manusia, pendidikan Indonesia belum mampu memanusiakan diri sendiri sebagai potensi mandiri anugerah Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi demikian sudah saatnya disadari oleh stakeholder pendidikan Indonesia. Pendidikan harus dikembalikan ke ranah yang benar. Yaitu mendorong peserta didik berpikir bebas dan lepas dari sekat-sekat primordial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metafora Bajak Laut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, buku Tinggalkan Sekolah Sebelum Terlambat ini mengajarkan bagaimana manusia dapat bebas dari keterkungkungan insani. Yaitu dengan metafora menjadi bajak laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjadi bajak laut”adalah sebuah metafora besar tentang cara belajar yang diterapkan oleh sejumlah orang. Itu memberi rasa nyaman dan dukungan pada sebagian orang yang pikirannya cenderung pada sebagian orang yang pikiran-pikirannya yang mau-tidak mau berkelana. Beberapa orang menyebutnya”gangguan pemusatan perhatian” (attention deficit disorder). Sebenarnya bukan itu, dia lebih mirip rasa ingin tahu yang tidak dapat dihambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bajak laut memicu pembentukan diri yang tiada henti. Para bajak laut yang sesungguhnya berlayar dengan kapal-kapal di laut. Orang-orang yang belajar seperti bajak laut menggunakan pikiran sebagai kendaraan mereka, dan berlayar di samudera ide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para bajak laut mengawali pelayaran mereka untuk mencari harta karun. Orang-orang yang belajar seperti bajak laut merancang kurikulumnya sendiri. Mereka mengawali sebuah pelayaran untuk mencari pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para bajak laut menggunakan ancaman dan kekerasan untuk mencapai tujuan akhir mereka. Orang-orang yang belajar seperti bajak laut tidak menyukai kekerasan fisik: mereka adalah orang-orang yang berani dengan hasrat intelektual yang bergelora. Untuk harta karun yang mereka cari, mereka menggunakan metode pencarian yang unik, bukan kekuatan senjata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para bajak laut mencari kekayaan material, seperti emas batangan, permata, dan mata uang perak kuno yang dinamai pieces of eight. Kekayaan yang dicari oleh orang-orang yang belajar seperti bajak laut adalah kekayaan yang tidak dapat disentuh, tetapi bukan berarti kurang berharga: berbagai jenis pengetahuan, keahlian, rahasia-rahasia besar, keterkaitan dengan pikiran-pikiran lain, dan pribadi yang terus-menerus tumbuh menjadi lebih kuat (hal 38-39).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dekonstruksi Kemapanan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis buku ini, James Marcus Bach, pernah drop-out dari SMA. Ia lalu belajar otodidak dan menjadi manajer di Apple Computer, pembicara, dan pengajar di bidang pengujian perangkat lunak di sejumlah laboratorium dan universitas top di berbagai negara. Bach ingin menunjukkan bahwa upaya untuk meraih kecerdasanlah yang membuat Anda cerdas, bukan hanya IQ yang dibawa sejak lahir, atau sederet ijasah formal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda tak harus menjadi pelaut untuk bisa mengarungi samudra kehidupan nan luas. Bajak laut juga sanggup melakukan itu—kadang bahkan lebih hebat daripada pelaut “sekolahan”. Buku ini bercerita tentang kegembiraan kita karena bertanggung jawab atas pemikiran-pemikiran kita sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisannya sangat blak-blakan, liar, dan nakal, namun sangat inspiratif. Sementara itu, metode-metodenya—belajar ala bajak laut—sangat unik dan ingin mentrasfer cara belajar mandiri kepada setiap pembaca. Buku ini adalah karya cerdas tentang cara menjadi orang cerdas yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini ingin mendekontruksi kemapanan sistem pendidikan yang berlangsung di berbagai belahan dunia. Pendidikan bukan hanya duduk manis di bangku sekolah guna mendapatkan gelar berderet. Pendidikan adalah cara membebaskan imajinasi dan merangkainya menjadi spirit guna menghadapi persoalan kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana diakui penulisnya, buku ini tidak berbicara tentang sekolah. Namun, Bach berbagi pengalamannya tentang sekolah untuk menekankan beberapa perbedaaan antara mendidik diri –sendiri dan pendidikan formal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dikemukakan Bach di atas telah diretas oleh founding fathers bangsa ini. Bapak-bapak Pendidikan Indonesia seperti Ki Hajar Dewantara, Ahmad Dahlan, Hasyim Asy’arie, Driyarkara, dan YB Mangunwijaya telah meletakkan dasar pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kerja dan ijasah. Pendidikan merupakan pengagungan akan fitrah kemanusiaan sebagai makhluk berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, Penulis Buku Agenda Pendidikan Nasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-5688668061213942136?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/5688668061213942136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/belajar-dari-bajak-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5688668061213942136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5688668061213942136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/belajar-dari-bajak-laut.html' title='Belajar dari Bajak Laut'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-CHbSbwW7q3Y/Tdn-CDnzKdI/AAAAAAAAAH8/gBeshcIGsNU/s72-c/Sekolah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-1622297010499109373</id><published>2011-05-14T08:28:00.000+07:00</published><updated>2011-05-14T08:28:01.203+07:00</updated><title type='text'>Hartini, Pendamping Sukarno di Masa Kritis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Vpc8txLcCjE/Tc3aR-MQgtI/AAAAAAAAAH0/zVOiDWyj9nY/s1600/Har.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-Vpc8txLcCjE/Tc3aR-MQgtI/AAAAAAAAAH0/zVOiDWyj9nY/s200/Har.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Analisis News, Sabtu, 14 Mei 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul: Srihana-Srihani, Biografi Hartini Sukarno&lt;br /&gt;
Penulis : Arifin Suryo Nugroho&lt;br /&gt;
Penerbit : Ombak, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Tebit : 2009&lt;br /&gt;
Tebal : xix + 271 halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlahir dengan nama Siti Suhartini. Perempuan yang kemudian dikenal dengan nama Hartini ini dilahirkan di Ponorogo, Jawa Timur, 20 September 1924. Ia merupakan istri keempat Sukarno, setelah Siti Untari, Inggit Garnasih, dan Fatmawati.&lt;br /&gt;
Hartini juga merupakan perempuan yang membuat The First Lady (Fatmawati) marah besar. Fat, harus meninggalkan istana karena keteguhan prinsipnya yang tidak mau dipoligami.&lt;br /&gt;
Tidak hanya Fat yang marah. Pimpinan Pusat Perwari mengirimkan surat ajakan kepada organisasi perempuan khususnya yang ada di Jakarta mengambil sikap atas masalah perkawinan poligami Sukarno.&lt;br /&gt;
Ya, kehadiran Hartini yang disebut Sukarno sebagai Srihani memang disambut dengan penentangan. Namun,Tien, begitu Sukarno menyebutnya, tetap teguh dan mendampingi Sukarno hingga akhir hayat.&lt;br /&gt;
Kisah cinta Hartini dimulai ketika perjamuan makan yang diselenggarakan oleh Wali Kota Salatiga. Saat itu Sukarno bertanya siapa yang memasak perjamuan makan ini. Sambil malu-malu Hartini yang saat itu sudah bercerai dengan Suwondo, mengangkat tangannya. Dengan bangga, Sukarno memuji makanan Hartini tersebut.&lt;br /&gt;
Sejak saat itu hubungan Sukarno-Hartini semakin erat. Sukarno sering mengirim surat untuk Hartini dengan nama Srihana. Dan Hartini disebut Srihani. Kisah cinta dua sejoli ini pun kemudian berlanjut dalam hubungan pernikahan.&lt;br /&gt;
Dari sinilah Hartini menjadi seseorang yang sangat berpengaruh bagi Sukarno. Hartini berada di saat kondisi negeri yang dipimpin Sukarno dalam kondisi kritis. Yaitu era tahun 1950-1965an, saat-saat kejatuhan Sukarno. &lt;br /&gt;
Hartini sebagai seorang istri tidak hanya mampu membangkitkan semangat dan gelora perjuangan bagi Sukarno. Sukarno semakin mapan melalui pidato-pidato heroic yang mampu membangkitkan semangat bangsa Indonesia adalah karena sentuhan kasih sayang dari Hartini.&lt;br /&gt;
Hartini hadir bukan hanya sebagai seorang istri. Ia adalah seorang perempuan berdarah Jawa Timur yang tahu selera Bung Karno. Ia mampu menjadi teman, penasehat, sekaligus penguat dan peneguh bagi kegalauan Sukarno.&lt;br /&gt;
Lebih dari itu, Hartini juga menjadi saksi sebuah revolusi peralihan yang menyudutkan Sukarno. Hartini tahu persis ketika Sukarno “dipaksa” menandatangani Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Menurut penuturan Hartini, berkali-kali Sukarno mengeryitkan dahi dan berkata keberatan sebelum akhirnya menandatangi surat tersebut. &lt;br /&gt;
Pasca-kejatuhan Presiden RI pertama ini, Hartini pun tetap setia mendampingi masa tahanan rumah. Ia tetap setia bersama Sukarno walaupun saat itu Sukarno juga mempunyai Ratna Sari Dewi. Ia pun tetap setia dan tidak menikah lagi dengan orang lain sepeninggal Sukarno. Ia seakan ingin membuktikan ucapannya. Bahwa, Hartini mencintai Sukarno, bukan mencintai seorang presiden.&lt;br /&gt;
Buku Srihana-Srihani, Biografi Hartini Sukarno ini mengulas dengan cukup jeli kepribadian Hartini saat sebelum menjadi istri Sukarno, saat menjadi istri, dan pasca kejatuhan Sukarno. Sebuah kepribadian yang kukuh sehingga mampu menyelami dan menjadi pembimbing bagi kehidupan Sukarno di saat-saat krisis. Berkah kepribadian itu pula Hartini tetap kokoh dan tahan terhadap terpaan kritik.&lt;br /&gt;
Maka tidak aneh jika, John D. Legge menyebut Hartini sebagai satu dari tiga istri Sukarno yang paling berpengaruh, setelah Sarinah dan Inggit Garnasih. Pernikahan Srihana-Srihani (Sukarno-Siti Suhartini), telah membuka fase baru yang lebih mantan baik dalam kehidupan pribadi maupun politik Sukarno. Hartini, sebut Legge di masa itu mampu menjadi daya psikologis bagi Sukarno.&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, buku ini semakin menambah kepustakaan perempuan-perempuan yang berpengaruh dalam karir Sukarno yang digarap secara apik dan rinci. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-1622297010499109373?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/1622297010499109373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/hartini-pendamping-sukarno-di-masa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1622297010499109373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1622297010499109373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/hartini-pendamping-sukarno-di-masa.html' title='Hartini, Pendamping Sukarno di Masa Kritis'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Vpc8txLcCjE/Tc3aR-MQgtI/AAAAAAAAAH0/zVOiDWyj9nY/s72-c/Har.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-412286181832269275</id><published>2011-05-08T22:38:00.000+07:00</published><updated>2011-05-08T22:38:45.668+07:00</updated><title type='text'>Inggit, Perempuan Super di balik Kesuksesan Sukarno</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-dn2BaQUa5MU/Tca45iKhQyI/AAAAAAAAAHs/cdCjwSxAkjE/s1600/IG.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-dn2BaQUa5MU/Tca45iKhQyI/AAAAAAAAAHs/cdCjwSxAkjE/s200/IG.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Analisis News&lt;/i&gt;, Minggu, 08 Mei 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Perempuan dalam Hidup Sukarno, Biografi Inggit Garnasih&lt;br /&gt;
Penulis : Reni Nuryanti&lt;br /&gt;
Penerbit : Ombak, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Terbit : 2007&lt;br /&gt;
Tebal  : xx + 386 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercerita tentang Inggit Garnasih (17 Februari 1888-13 April 1984), adalah mengurai kisah humanisme yang jauh dari embel-embel politik. Kisah cinta dua insan yang berbeda pikir, laku, dan ilmu. Namun, sanggup menggoreskan tinta sejarah di atas kertas kehidupan yang penuh makna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inggit adalah potret ibu, kekasih, dan kawan bagi Sukarno. Inggit setia mendampingi dan mengiringi perjalanan hidup Sukarno yang tidak pernah sepi dengan kesulitan dan perjuangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sukarno bagi Inggit adalah potret suami, guru, mitra perjuangan sekaligus kekasih yang sanggup memberi warna dan cinta. Meski akhirnya perpisahan datang menyapa, cinta tetap melekat di hati Inggit. Dalam doa yang tulus dia berucap, “Sesungguhnya dengan menempuh perjalanan panjang, yang bukan jalan bertabur bunga, aku telah mengantarkan kekasih ke gerbang harapan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, inilah bukti ketulusan Inggit mendampingi Sukarno saat kemiskinan dan kekurangan. Inggit tidak seberuntung istri-istri Sukarno lain, seperti Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi, Haryati, Kartini Manopo, Yurike Sanger, dan Heldy Djafar yang mendampingi Proklamator RI ini di tengah kejayaan (kekayaan dan puncak kekuasaan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inggit mendampingi Sukarno di masa-masa sulit. Namun, ialah yang telah membentuk pribadi Sukarno menjadi pejuang, orator ulung, Presiden yang selalu dikenang oleh bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa demikian? Ingit adalah perempuan matang dan kaya pengalaman. Inggit diusia yang relatif muda sudah bersinggungan secara langsung dengan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia masa awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada usia (18 tahun), Inggit telah terlibat sebagai panitia Kongres Pertama Sarekat Islam, yang secara tidak langsung memberinya ruang untuk membaca situasi sosial politik saat itu. Di samping itu, ia bertemu dengan banyak aktivis pergerakan, termasuk pentolannya, seperti H.O.S Tjokroaminoto dan Haji Agus Salim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ketika Sukarno hendak mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI), Inggitlah perempuan hebat di balik kesuksesan itu. Inggit mampu memformulasikan pidato-pidato Sukarno yang sulit dipahami oleh orang awam menjadi untaian kata yang renyah dan menggugah semangat juang. Berkat polesan Inggit, PNI menyebar dan dalam waktu singkat mempunyai cabang di berbagai kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inggit dengan penuh kesetiaan mendampingi Sukarno ke mana pun ia pergi. Bahkan saat Sukarno di asingkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Pulau Ende menjadi saksi bisu kesetiaan perempuan bernama Inggit. Sosok perempuan yang tidak pernah mengeluh. Selalu mensyukuri apa yang dianugerahkan Tuhan kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilik hal demikian, Inggit bukanlah hanya merupakan sosok perempuan pertama yang dinakahi Sukarno. Inggit merupakan pendamping Sukarno yang mampu membentuk karakter dan kepribadian suaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka tidak aneh jika pujian selalu mengiringi kisah hidup perempuan berdarah Sunda ini. salah satunya dari S.I. Poeradisastra. Ia menulis, “Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada semua janda Sukarno dengan segala jasa dan segala segi positifnya masing-masing, tetapi saya harus mengatakan, bahwa hanya Inggit Garnasihlah yang merupakan tiga dalam satu diri. Ibu, kekasih, dan kawan yang memberi tanpa menerima. Kekurangan Inggit yang tak mampu melahirkan anak bagi Sukarno merupakan suatu yang ditemukan kemudian pada saat yang tepat ketika sesuatu alasan perlu dicari”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku Perempuan dalam Hidup Sukarno, Biografi Inggit Garnasih ini mengulas sejarah hidup perempuan bersahaja yang mampu mengantarkan Sukarno menuju puncak kesuksesan. Penulis buku ini secara intim mampu melukiskan sosok dan pribadi Inggit secara detail. Sebuah pekerjaan yang tidak mudah mengingat Reni Nuryanti adalah penulis kelahiran tahun 1980-an yang jauh dari sejarah hidup Inggit. Walaupun karena terlalu asyik dan kagum terhadap Inggit, Reni lupa bahwa dirinya adalah sejarawan yang harus menjaga jarak dan memberikan kritik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, kemampuannya menggali data, melalui penelusuran dokumen dan wawancara dengan beberapa tokoh termasuk Ratna Juami (anak angkat Sukarno-Inggit), menjadikan buku ini layak dibaca sebagai sebuah literatur sejarah sekaligus buku untuk mengenal secara lebih dekat sosok Inggit Garnasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, jika Anda hendak mengenal sosok Sukarno muda dan siapa orang yang turut serta “membesarkan” Presiden RI pertama ini, Anda selayaknya mengenal Inggit Garnasih. Buku ini menyediakan jawaban atas pertanyaan tersebut. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-412286181832269275?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/412286181832269275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/inggit-perempuan-super-di-balik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/412286181832269275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/412286181832269275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/inggit-perempuan-super-di-balik.html' title='Inggit, Perempuan Super di balik Kesuksesan Sukarno'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-dn2BaQUa5MU/Tca45iKhQyI/AAAAAAAAAHs/cdCjwSxAkjE/s72-c/IG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-966403336412260973</id><published>2011-05-05T16:03:00.000+07:00</published><updated>2011-05-05T16:03:39.571+07:00</updated><title type='text'>Meneguhkan Islam sebagai Agama Damai</title><content type='html'>"Resensi", &lt;i&gt;Jurnal Nasional&lt;/i&gt;, Rabu, 04 Mei 2011&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_R81PoVDYfc/TcJnxkfhu2I/AAAAAAAAAHk/Yk4FkfhQPtQ/s1600/nir.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="138" src="http://4.bp.blogspot.com/-_R81PoVDYfc/TcJnxkfhu2I/AAAAAAAAAHk/Yk4FkfhQPtQ/s200/nir.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terorisme telah mencoreng nama Islam. Kata-kata tersebut pernah diteriakkan oleh Keith Ward dalam Is Religions Dangerous? (2006). Namun, sejak dikumandangkan lima tahun lalu, ternyata aksi biadab terorisme masih saja terus terjadi di bumi Indonesia. Rangkaian bom bunuh diri, aksi teror terhadap tempat ibadat, dan teror di tengah perayaan umat beragama masih saja menjadi senjata andalan teroris. Teroris seakan terus membayangi kehidupan masyarakat. Ia telah menjelma menjadi hantu yang menakutkan.&lt;br /&gt;
Padahal menurut Mohammad Abu-Nimer dalam buku Nirkekerasan dan Bina-Damai dalam Islam, Teori dan Praktik, tindakan atau pernyataan muslim harus dinilai dari kontribusi potensialnya terhadap pencapaian tujuan tersebut. Dalam Islam, bertindak karena Tuhan sama dengan mengupayakan adl, keadilan.&lt;br /&gt;
Islam menyerukan hal tersebut kepada yang kuat maupun yang lemah. Adalah kewajiban muslim untuk mengupayakan keadilan dan melawan penindasan di tingkat interpersonal maupun struktural.&lt;br /&gt;
Beberapa ayat al-Quran mengungkapkan dengan tegas pandangan ini. "Allah memerintahkan keadilan, kebajikan, dan kedermaan pada kerabat dan keluarga, dan Dia melarang perbuatan keji, kecurangan, dan kedurhakaan. Dia memerintakanmu, agar kamu mendapatkan peringatan." (an-Nahl, 16: 90).&lt;br /&gt;
"Wahai orang-orang yang beriman! Tegakkanlah keadilan dengan teguh, sebagai saksi karena Allah, meskipun terhadap dirimu sendiri, atau orangtuamu, atau kaum kerabatmu, miskin atau kaya: karena Allah Maha Melindungi keduanya. Maka janganlah mengikuti hawa nafsu, agar kalian tidak menyimpan dari berbuat adil, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala yang kamu perbuat" (an-Nisa, 4: 135).&lt;br /&gt;
"Hai orang-orang yang beriman, tegakkanlah karena Allah, sebagai saksi yang adil, dan janganlah kebencianmu terhadap seseorang menyimpangkanmu dari kebenaran dan menjauhkanmu dari keadilan. Berlakulah adil, karena adil itu lebih dekat pada takwa, dan bertakwalah kepada Allah, karena Allah Maha Mengetahui segala yang kamu kerjakan" (al-Maidah, 5:8).&lt;br /&gt;
Guru besar tamu pada Internasional Peace and Conflict Resolution Program, American University,Washington DC ini juga menyatakan, kedamaian dalam Islam dipahami sebagai suatu keadaan harmonis secara fisik, mental, spiritual, dan sosial-berdamai dengan Tuhan lewat ketaatan dan berdamai dengan sesama manusia dengan menghindari pelanggaran. Islam mewajibkan para pengikutnya untuk mencari kedamaian di segala bidang kehidupan. Tujuan utama Al-Quran bagi kaum muslim adalah untuk menciptakan tatanan sosial yang adil dan damai. Sembari mengutip sebuah Hadis yang berbunyi, "Jihad terbaik adalah perkataan yang benar (haq) kepada penguasa yang menindas."&lt;br /&gt;
Abu-Nimer mewartakan sebuah tatanan bina-damai dalam Islam yang tidak hanya kuat secara teoritis namun juga telah dipraktekan dalam lokakarya dan seminar serta diimplementasikan secara langsung di berbagai negara. Seperti, Amerika Serikat, Israel, Palestina, Yordania, Mesir, Turki, Irlandia, Sri Lanka, dan Filiphina.&lt;br /&gt;
Buku ini cukup otoritatif dalam menjawab keresahan masyarakat mengapa agama senantiasa dibajak oleh teroris. Buku ini mengupas secara mendalam apa itu jihad dan mengapa kredo ini seringkali disalahgunakan oleh sebagian umat manusia.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Benni Setiawan,alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-966403336412260973?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/966403336412260973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/meneguhkan-islam-sebagai-agama-damai.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/966403336412260973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/966403336412260973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/meneguhkan-islam-sebagai-agama-damai.html' title='Meneguhkan Islam sebagai Agama Damai'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_R81PoVDYfc/TcJnxkfhu2I/AAAAAAAAAHk/Yk4FkfhQPtQ/s72-c/nir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-2802917252651612634</id><published>2011-05-04T07:45:00.000+07:00</published><updated>2011-05-04T07:45:27.082+07:00</updated><title type='text'>Bunga Teratai yang Menguatkan Sukarno</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-cw-78fywrh0/TcChk6Zw1lI/AAAAAAAAAHc/gI3saK-lEks/s1600/20955_1089219767488_1736300724_174076_2033690_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="106" width="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-cw-78fywrh0/TcChk6Zw1lI/AAAAAAAAAHc/gI3saK-lEks/s200/20955_1089219767488_1736300724_174076_2033690_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Analisis News&lt;/i&gt;, Selasa, 3 Mei 2011&lt;br /&gt;
             &lt;br /&gt;
Judul : Fatmawati Sukarno, The First Lady&lt;br /&gt;
Penulis : Arifin Suryo Nugroho&lt;br /&gt;
Penerbit : Ombak, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Terbit : 2010&lt;br /&gt;
Tebal : xx + 275 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fatmawati Sukarno. Siapa yang tidak mengenalnya? Ketika di bangku sekolah dasar, kita akan mendapat pelajaran, bahwa penjahit Sang Merah Putih adalah beliau. Namun, sebenarnya siapa dia? Mengapa kemudian ia menjadi first lady?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fatmawati lahir 5 Februari 1923 dari pasangan Hassan Din dan Siti Chadijah. Fatmawati dilahirkan di Bengkulu, yang saat itu menjadi Ibu Kota Karasidenan Bengkulu. Kelahiran Fatmawati didahului oleh fisafat melalui mimpi Siti Chadijah malam hari sebelum melahirkan bayi mungil ini. Sang ibu bermimpi bahwa ia kejatuhan cinde (sebuah selendang yang disulam dengan benang emas) di atas kepalanya. Inilah tanda-tanda alam bahwa kelak ia akan menjadi seorang “pejuang” yang selalu dikenang sepanjang zaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum resmi menyandang nama Fatmawati, sang ayah dihadapkan pada pilihan sulit. Pilihan menentukan nama. Yaitu Fatmawati atau Siti Jubaidah. Fatmawati berarti bunga teratai. Sedangkan Siti Jubaidah merupakan nama salah satu istri Nabi Muhammad., s.a.w. di tengah kebimbangan itu, Hassan Din dan Siti Chadijah menuliskan dua nama di kertas putih kemudian diundi. Hasil undian itu memunculkan nama Fatmawati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fatmawati kecil yang sering disapa Tema mendapat pendidikan agama yang baik dari Bapak dan Ibunya yang merupakan aktivis Muhammadiyah di daerahnya. Tema belajar membaca Qur’an. Berkat pendidikan ini ia mempunyai karakter yang kuat dan tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karakter inilah yang kemudian dibawanya menjadi first lady. Jejak langkah Fatmawati menuju kursi first lady dimulai dari pertemuannya dengan Sukarno muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika itu Sukarno dibuang oleh pemerintah kolonial Belanda ke Bengkulu. Sukarno diterima dengan baik oleh masyarakat termasuk keluarga Hassan Din. Hassan Din secara khusus bertandang ke rumah Bung Karno untuk mengajaknya menjadi guru sekolah rendah Muhammadiyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ajakan ini disambut suka cita oleh Sukarno. Dan di sinilah dimulaila sejarah Sukarno menjadi guru. Sebuah petuah yang sering dikutip oleh masyarakat peduli pendidikan untuk mengajak setiap insan memulai aktifitas dengan menjadi guru. Di sekolah ini Sukarno mengajarkan arti penting cinta tanah air dengan banyak mengutip kisah sejarah perjuangan Nabi Muhammad, s.a.w.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itulah Sukarno dan keluarga Hassan Din mulai rekat. Pertemuan-pertemuan Sukarno-Hassan Din yang dikemudian hari mengajak Fatma menumbuhkan benih cinta di hati Tema dan Bung Karno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benih cinta ini kemudian diakui oleh Sukarno. “Fat terpaksa aku mengeluarkan perasaan hatiku padamu. Begini Fat…sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kali au bertemu denganmu, waktu kau ke rumahku dahulu pertama kali…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cinta Sukarno kepada Fatma tergambar jelas melalui surat tanggal 11 September 1941. “Fat, dari ribuan dara di dunia. Kumuliakan engkau sebagai dewiku. Kupuja dengan nyanyian mulia; kembang dan setanggi dupa hatiku. O, Fatma, yang menyinari cahaya. Terangilah selalu jalan jiwaku, supaya sampai dibahagia raja. Dalam swarganya cinta kasihmu”(hal. 74).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puncak cinta kasih Sukarno terwujud dengan menikahi Fatmawati pada tanggal 1 Juni 1943. Saat pendudukan Jepang di Nusantara. Pernikahan ini menggunakan Nikah Wali, yaitu opseter Sarjono. Pernikahan model ini ditempu dengan alasan saat itu sulit mendatangkan Fatma dan orangtuanya ke Jawa. Karena urusan yang berbelit-belit. Sementara tak mungkin bagi Sukarno berkunjung ke Bengkulu, kesibukannya di Lembaga Pusat Tenaga Rakyat (Putera) tak menyisakan waktu dirinya (hal. 83).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sinilah kemudian Fatmawati mendampingi Sukarno dalam perjuangan sulit mewujudkan kemerdekaan Indonesia. keteguhan sikap dan konsistensi Fatmawati mampu mendorong Sukarno dalam melakukan perjuangan untuk negeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sinilah kebenaran peribahasa Amerika. “Behind every great man, there’s great woman (di balik laki-laki besar, selalu ada perempuan besar)”. Keberhasilan Sukarno mewujudkan kemerdekaan bersama founding fathers lain tentu ada kekuatan seorang istri yang mampu mempertahankan biduk rumah tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Fatma hanya dikenal sebagai penjahit bendera Merah Putih. Namun, di balik kesuksesan Sukarno ada nama Fatmawati seorang seorang perempuan yang mendampinginya di masa-masa kritis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keteguhan Fatma dalam bersikap pun dibuktikan dengan keengganannya untuk dipoligami. Yaitu saat Sukarno jatuh hati dengan perempuan Salatiga bernama Hartini. Ketika Sukarno menikahi Hartini, Fatma dengan sikap pemberani keluar dari istana. Keteguhan sikap inilah yang kemudian menular kepada anak-anaknya. Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini menghadirkan sebuah kisah perjalanan seorang Fatmawati yang berasal dari keluarga bisa di Bengkulu menjadi first lady. Melalui buku ini kita mampu menangkap pesan bahwa Fat (bunga teratai, bunga yang hidup di rawa dan lumpur) mampu menguatkan Sukarno dalam setiap aktifitasnya. Buku ini pun menegaskan bahwa perempuan bukanlah makhluk lemah. Ia adalah peneguh dan manajer sekaligus penyelamat biduk rumah tangga. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*) Benni Setiawan, pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-2802917252651612634?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/2802917252651612634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/bunga-teratai-yang-menguatkan-sukarno.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2802917252651612634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2802917252651612634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/bunga-teratai-yang-menguatkan-sukarno.html' title='Bunga Teratai yang Menguatkan Sukarno'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-cw-78fywrh0/TcChk6Zw1lI/AAAAAAAAAHc/gI3saK-lEks/s72-c/20955_1089219767488_1736300724_174076_2033690_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-9086215301852402160</id><published>2011-05-02T15:15:00.000+07:00</published><updated>2011-05-02T15:15:49.191+07:00</updated><title type='text'>Konsisten Perjuangkan Hak</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Avn5_4_4zbA/Tb5oEB5USSI/AAAAAAAAAHU/cQLnAx2PvyE/s1600/den.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="134" src="http://1.bp.blogspot.com/-Avn5_4_4zbA/Tb5oEB5USSI/AAAAAAAAAHU/cQLnAx2PvyE/s200/den.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Resensi", &lt;i&gt;Seputar Indonesia&lt;/i&gt;, 1 Mei 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karya sastra selalu menarik untuk ditelaah. Pasalnya, ia mengandung banyak petuah bijak. Petuah-petuah bijak yang terurai dalam karya sastra seakan menyapa dengan hangat dan masuk dalam relung jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bagai secercah harapan menapaki hidup yang semakin tidak berpihak. Menilik hal demikian, benarlah apa yang disuarakan oleh Immanuel Kant. Kant menyebutkan tentang pemanusiaan manusia melalui karya-karya sastra. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diri manusia terus- menerus timbul kerentanan, yang justru karena relasi manusia yang tiada henti dengan ruang-waktu. Logika yang berkuasa atas ruang-waktu kerap menyudutkan manusia untuk terbentur serangkaian kesulitan. Logika yang mendikte ruangwaktu sedemikian rupa mengaduk- aduk perasaan manusia. Logika yang bekerja dalam ruang-waktu menyeret eksistensi manusia ke dalam pusaran keterpecahan dan keberpentingan perasaan. Sastralah yang pada akhirnya mengutuhkan kembali perasaan manusia yang telanjur tersuruk dalam keterpecahan dan keberkepingan itu. Itulah yang dapat menjelaskan mengapa manusia menemukan keutuhan dirinya seusai menyimak karya-karya sastra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui karya sastra,manusia berpeluang menemukan partikularitas yang hilang terporakporandakan oleh logika ruangwaktu (Anwari WMK: 2011). Cerita indah yang terangkai dalam kata yang “menghibur” jiwa salah satunya dapat kita baca dari buku Shin Suikoden, Petualangan Baru Kisah Klasik Batas Air karya Eiji Yoshikawa (11 Agustus 1892-7 September 1962). Bagi pembaca novel Jepang, nama Eiji bukanlah nama baru.Karya-karyanya telah banyak menginspirasi pembacanya. Salah satu karya Eiji yang sampai sekarang masih sering “dikutip” adalah Novel Musashi. Sebuah novel klasik yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa berkisah kepahlawanan Samurai di abad pertengahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suikoden atau biasa dikenal dengan kisah Batas Air dan 108 Pendekar Liang Shan merupakan kisah klasik China yang berasal dari Dinasti Ming (1368–1644). Buku ini berkisah tentang perlawanan kaum bandit yang dipimpin oleh Song Jiang melawan kediktatoran pemerintah Dinasti Song. Dari sisi pemerintah, kaum bandit ini adalah pemberontak yang harus dienyahkan. Namun, bagi kaum papa, ia adalah pahlawan yang dipuja. Hal ini karena, para bandit menjerah kekayaan orang-orang kaya untuk dibagikan kepada kaum miskin. Sementara itu, orang kaya yang bersekutu dengan pemerintah korup selalu gelisah dan menghalalkan segala cara untuk menumpas kawanan ini. Inilah perspektif yang senantiasa menghiasi lembaran sejarah bangsa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang tidak seide dengan pemerintah adalah kelompok yang pantas ditulis dengan tinta merah. Sebaliknya, kelompok propemerintah adalah pejuang yang pantas mendapat penghargaan dan menorehkan tinta emas untuknya. Beberapa tokoh utama dalam novel jilid satu ini adalah, Shi Shin,pemuda dengan rajah sembilan naga di tubuhnya, ahli tongkat yang meski mudah emosi, namun sangat menghargai pertalian antarlelaki sejati. Ro Chi Shin si Pendeta Bunga, mantan polisi militer dengan tubuh dan sikap bagaikan raksasa kasar, namun berhati lembut laksana bunga musim semi yang dirajah indah menakjubkan di punggungnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cendekiawan Go, guru kuil di desa yang tersohor ketajaman akal dan kepiawaiannya dalam membuat strategi. Tokoh-tokoh ini berjuang guna mewujudkan keadilan dan tatanan masyarakat kala itu. Mereka secara konsisten mewujudkan cita-cita mulia tersebut dengan kekuatan dan potensi diri yang dimiliki. Keadaan masyarakat dalam potret novel ini tak ubahnya seperti keadaan Indonesia dan dunia pada umumnya. Kaum miskin semakin terpinggirkan oleh sistem yang tidak memihak. Sedangkan pemerintah dan kaum kaya selalu bersuka cita. Seperti keinginan anggota dewan membangun gedung baru secara mewah yang menghabiskan dana 1,1 triliun rupiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat bersamaan masih banyak rakyat Indonesia yang hidup tanpa rumah (papan) yang layak. Padahal, dana sebanyak itu bisa untuk membangun 21.000 unit rumah baru. Lebih lanjut, novel ini seakan mengajak kita untuk merenungkan, apa yang bisa kita lakukan untuk kaum papa? Bagaimana kita melakukannya? Dan mengapa kita perlu meluangkan waktu mendidik kaum papa bangkit dari keterpurukan hidup? Walaupun di novel edisi pertama ini garis perjuangan yang ditempuh belum tampak,karena menurut versi aslinya karya ini bersambung sampai lima jilid, namun buku ini menyadarkan kita arti penting perjuangan melawan ketidakadilan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketidakadilan harus diperjuangkan oleh orang-orang yang konsisten dan pantang menyerah. Pasalnya, cita-cita mulia ini tidak mudah diwujudkan dalam waktu singkat. (*) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
●Benni Setiawan, &lt;br /&gt;
Alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-9086215301852402160?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/9086215301852402160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/konsisten-perjuangkan-hak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/9086215301852402160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/9086215301852402160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/05/konsisten-perjuangkan-hak.html' title='Konsisten Perjuangkan Hak'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Avn5_4_4zbA/Tb5oEB5USSI/AAAAAAAAAHU/cQLnAx2PvyE/s72-c/den.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-4993557093180846112</id><published>2011-04-26T14:35:00.000+07:00</published><updated>2011-04-26T14:35:04.092+07:00</updated><title type='text'>Gadis Sakura yang Memikat Sukarno</title><content type='html'>Analisis News, Senin 25 Maret 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Cin72VT9OpI/TbZ1jbibu6I/AAAAAAAAAGk/yNJyXpj90vo/s1600/rat.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="116" src="http://1.bp.blogspot.com/-Cin72VT9OpI/TbZ1jbibu6I/AAAAAAAAAGk/yNJyXpj90vo/s200/rat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
         &lt;br /&gt;
Judul  : Ratna Sari Dewi Sukarno, Sakura di Tengah Prahara&lt;br /&gt;
Penulis : M. Yuanda Zara&lt;br /&gt;
Penerbit : Ombak, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Terbit : 2010&lt;br /&gt;
Tebal : xvi + 260 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sukarno, Bapak Proklamator Republik Indonesia, memang unik. Dia tidak hanya dikenal sebagai pejuang republik, namun juga kekhasannya yang mampu memikat hati perempuan-perempuan cantik. Sukarno dikenal sebagai “lelanange jagat”. Dia ganteng, gagah, dan tulisan-tulisannya mampu membuat perempuan tersanjung dan “klepek-klepek”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu perempuan yang klepek-klepek itu adalah Ratna Sari Dewi Sukarno. Tentunya nama tersebut bukan nama asli. Ia bernama Naoko Nemoto, seorang warna negara Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, Naoko perempuan berparas ayu dan muda belia inilah yang jatuh cinta kepada Sukarno. Sebaliknya, Sukarno pun jatuh hati kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah kasih antara Sukarno dengan Naoko adalah titik kisar penting untuk memahami masuknya Naoko ke dalam kehidupan sang presiden. Haru-biru cinta mereka tidak seperti kasmaran anak muda yang selalu berpikir tentang dunia yang dimiliki berdua. Ini adalah episode bersambung yang kompleks, yang dipenuhi oleh traged, intrik, dan persoalan-persoalan yang menyangkut banyak orang, bahkan negara. Bisa dikatakan, jalannya sejarah Indonesia dipengaruhi oleh peristiwa klise ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita, menurut Naoko, ia bertemu pertama kali dengan Sukarno pada 16 Juni 1956 di Hotel Imperial Jepang. Naoko berkesempatan makan malam dengan orang nomor satu di Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naoko berkisah, “sejak saat itu Bapak banyak menulis surat kepadaku. Bahasanya romantis, dan ia tak segan-segan mengungkapkan rasa cintanya yang beribu-ribu kali kepadaku. Dan pada akhir suratnya, ia selalu menulis: “I am constantly thinking of you. You know how I love you, 1000 kisses, Sukarno”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan berdasarkan catatan hariannya yang belakangan dipublikasikan, Naoko menyebutkan bahwa ia sempat bertemu dua kali dengan Presiden Sukarno di Hotel Imperial Tokyo Jepang sebelum keberangkatan Sukarno ke Jakarta (hal 15-16).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puncak dari hubungan ini, adalah ketika Sukarno bersikeras mengundang Naoko berkunjung ke Jakarta. Walaupun pada awalnya Naoko enggan namun akhirnya ia bersedia dan memenuhi undangan Sukarno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasca-peristiwa itu, hubungan Sukarno-Naoko semakin dekat. Naoko sering diajak berkunjung oleh Sukarno. Pertama Sukarno memperkenalkannya sebagai seorang sekretaris. Namun, di lain kesempatan ia menyebut Naoko adalah istrinya. Walaupun pada saat itu hubungan mereka berdua belum sah suami istri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru pada tanggal 3 Maret 1962 Sukarno-Naoko resmi menikah. upacara perkawinan berlangsung sederhana. Sukarno memberi mas kawin Rp.5,-. Adapun yang mengawinkan dua sejoli ini adalah Menteri Agama Saifuddin Zuhri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah kisah cinta Sukarno yang unik. Ia menikahi seorang geisha dari Negeri Sakura. Saking cintanya Sukarno kepada Naoko (yang kemudian dikenal dengan nama Dewi Sukarno), ia pernah menuliskan sebuah kalimat pemujaan sekaligus pengharapan untuk selalu hidup-mati bersama Dewi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku mati, kuburkanlah aku di bawah pohon jang rindang. Aku mempunyai istri, jang aku tjintai dengan segenap djiwaku. Namanya, Ratna Sari Dewi. Kalau ia meninggal, kuburkanlah ia dalam kuburku. Aku menghendaki ia selalu bersama aku” (Djakarta, 6 Djuni 1962, Soekarno).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tulisan puitis yang menyetuh kalbu. Sebuah penggambaran akan kecintaan Sukarno yang mendalam kepada gadis Sakura itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini bertutur tentang Ratna Sari Dewi Sukarno sebagai seorang istri Presiden RI pertama. Pengkisahan yang menarik dan tertata rapi menjadikan buku ini mempunyai nilai plus. Selain sebagai buku sejarah, buku ini juga beruajar tentang tokoh Dewi Sukarno sampai relung pribadinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini akan membantu siapa saja yang ingin mengetahui sejarah hidup Dewi Sukarno sebagai seorang istri Panglima Besar Revolusi (Sukarno) yang tak luput dari kekurangan sebagai seorang manusia biasa. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-4993557093180846112?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/4993557093180846112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/gadis-sakura-yang-memikat-sukarno.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4993557093180846112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4993557093180846112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/gadis-sakura-yang-memikat-sukarno.html' title='Gadis Sakura yang Memikat Sukarno'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Cin72VT9OpI/TbZ1jbibu6I/AAAAAAAAAGk/yNJyXpj90vo/s72-c/rat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-3790625299154280875</id><published>2011-04-26T14:28:00.000+07:00</published><updated>2011-04-26T18:33:51.386+07:00</updated><title type='text'>Mengikuti Jejak Paulus</title><content type='html'>Analisis News, Senin, 18 April 2011&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-tQcMvBpW9sk/TbatfGxgoNI/AAAAAAAAAGs/-LAfxooybiY/s1600/paul.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="145" src="http://1.bp.blogspot.com/-tQcMvBpW9sk/TbatfGxgoNI/AAAAAAAAAGs/-LAfxooybiY/s200/paul.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul: In the Steps of Saint Paul&lt;br /&gt;
Penulis : Peter Walker&lt;br /&gt;
Penerbit : Kanisius, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Terbit : 2010&lt;br /&gt;
Tebal  : 215 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa pokok ajaran Paulus pernah menjadi sumber perbedaan dan perpecahan dalam Gereja Kristus. Namun, dalam proses kesejarahan, pencarian dan penemuan makna tidak akan berhenti begitu saja. Apalagi proses kesejarahan tersebut menguak tabir misterius sang penabur Sabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku-buku tentang Rasul Paulus yang sudah terbit sampai saat ini umumnya terasa “berat” dan sulit dicerna. Kita mengetahui bahwa Paulus banyak melalukan perjalanan penginjilan. Akan tetapi, banyak sekali pembaca awam yang kiranya masih bingung dengan urutan perjalanan-perjalanan Paulus tersebut, apalagi untuk menempatkan konteks sebuah suratnya berkaitan dengan perjalanan-perjalanan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik itulah, buku In the Steps of Saint Paul ini akan memberikan pencerahan. Dengan gaya tulisan yang ringan, penulis buku ini mengantar kita ke 14 kota dan wilayah yang pernah dikunjungi Paulus. Sejarah kota dan wilayah yang bersangkutan, mengapa Paulus sampai ke sana, bagaimana dan dengan siapa dia ke sana, dan lain-lainnya, semuanya dikisahkan dengan menarik. Banyak rinciannya, namun disampaikan dengan menarik. Pembaca akan terus diundang untuk membaca dan melibatkan diri dengan perjalanan, karya, dan pribadi sang Rasul, mulai dari Damsyik sampai ke Roma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam merekonstruksi perjalanan-perjalanan Paulus ini, penulis terutama berpegang pada tuturan Lukas dalam Kisah Para Rasul yang dilengkapi dengan informasi dari surat-surat Paulus sendiri. Dalam bahasa Peter Walker, kita patut bersyukur karena Paulus sungguh-sungguh menuliskan sesuatu hitam di atas putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, surat-surat paulus memberikan kepada kita kemungkinan untuk menatap ke dunia Paulus, dengan memberikan wawasan penting ke dalam jati diri dan tanggapannya yang mendetail terhadap aneka macam situasi. Kenyataanya, Paulus seringkali menulis dengan gaya yang amat pribadi, yang secara jelas memperlihatkan perasaannya. Hal ini berarti bahwa kita bisa mengenal Paulus lebih dekat dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain dalam sejarah masa lalu (hal 16).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis buku ini juga mengingatkan kita bahwa perjalanan-perjalanan Paulus sampai ke Roma adalah sebuah sub-plot dari sebuah kisah utama tentang perjalanan Injil dari Yerusalem “sampai ke ujung bumi”. Dengan demikian, kisah perjalanan Paulus merupakan kisah tentang hidup dan pergulatan jemaat-jemaat Kristen Perdana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku karya Peter Walker ini merupakan sebuah usaha untuk mengikuti jejak Paulus sebagaimana dikisahkan dalam Kisah Para Rasul. Buku ini dilengkapi degan ilustrasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan perjalanan Paulus. 14 tempat yang dikunjungi Paulus selama perjalanannya dibahas secara panjang lebar. Sejarah masing-masing tempat dari hulu sampai sekarang dikemukakan; data-data kunci disampaikan; foto dan peta disajikan. Melalui sajian-sajian seperti ini, pembaca diharapkan bisa sungguh-sungguh masuk dan mengalami sendiri perjalanan Paulus sang penabur Sabda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, mengikuti jejak Paulus berarti melakukan suatu perjalanan panjang menelusuri daerah-daerah sekitar Laut Tengah. Tidak seperti Yesus yang karya publiknya hanya meliputi suatu daerah yang berukuran tidak lebih dari 240 km, bersama Paulus kita akan memandang yang kalau dihitung titik paling jauh, yaitu antara Yerusalem dan Roma, mencakup sekitar 2.250 km dengan banyak tempat di antaranya. Jelas bahwa Paulus sendiri mempunyai kepekaan geografi; pada suatu ketika saat menulis surat kepada jemaat di Roma (Rom 15:19), ia menggambarkan karya pelayanannya diarahkan dalam bentuk kurva, “perjalanan keliling dari Yerusalem ke Ilirikum” (sekarang Albania). Oleh karena itu, dalam buku ini kita akan mengikuti “busur” itu, berjalan menyusuri pantai utara Laut Tengah dan mengikuti arah yang dijalani Paulus sendiri—dari Yerusalem menuju Roma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan saat kita menelusuri perjalanan itu, apapun pandangan pribadi kita atas tokoh istimewa dari masa lalu ini, sulitlah bagi kita untuk tidak tergerakkan, paling tidak kepala kekaguman yang mungkin juga diwarnai rasa iri hati atas tokoh ini yang sudah mempersiapkan diri mengarungi sebuah perjalanan yang begitu panjang—entah dengan jalan kaki, naik perahu, mengendarai kuda, entah keledai—demi suatu alasan yang sungguh-sungguh diyakini sepenuh hati  (hal 7).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini tidak saja berbicara mengenai perjalanan Paulus dan jati dirinya, namun juga menyingkap tabir misteri sejarah panjang penyebaran Kristen di masa awal. Buku ini layak dibaca oleh siapa pun yang ingin lebih mengenal secara dekat sosok Paulus. Lebih jauh, buku ini mewartakan dokumen sejarah yang langka lagi berharga yang patut disimak sebagai sebuah pemahaman atas keyakinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, dengan membaca buku ini mengutip Mgr. I Suharyo dalam catatannya, kita dapat merasakan sendiri “Betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku”. Semoga pengalaman Sang Rasul Agung akhirnya juga sungguh-sungguh mengubah kehidupan kita secara total sebagaimana Paulus bersaksi, “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya”. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Pembaca buku, tinggal di Sukoharjo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-3790625299154280875?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/3790625299154280875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/mengikuti-jejak-paulus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/3790625299154280875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/3790625299154280875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/mengikuti-jejak-paulus.html' title='Mengikuti Jejak Paulus'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-tQcMvBpW9sk/TbatfGxgoNI/AAAAAAAAAGs/-LAfxooybiY/s72-c/paul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-5162834180777258225</id><published>2011-04-26T14:25:00.000+07:00</published><updated>2011-04-26T18:42:50.761+07:00</updated><title type='text'>Menafsir Misteri Tidur</title><content type='html'>Analisis News, Minggu, 06 Maret 2011&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Y-lOlibnEjc/Tbavi7eQ__I/AAAAAAAAAG8/rdkXQdeMDz4/s1600/mim.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="144" src="http://4.bp.blogspot.com/-Y-lOlibnEjc/Tbavi7eQ__I/AAAAAAAAAG8/rdkXQdeMDz4/s200/mim.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Tafsir Mimpi, Menguak Simbol Misterius Alam Bawah Sadar&lt;br /&gt;
Penulis: Richard Craze&lt;br /&gt;
Penerbit : Kanisius, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Terbit   : 2010&lt;br /&gt;
Tebal  : 96 Halaman&lt;br /&gt;
ISBN : 978-979-21-1944-2&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mimpi selalu menyapa kita saat terlelap tidur. Sering kali ia disebut bunga tidur. Namun seringkali kita sulit mengingat apa yang kita impikan. Kalau pun kita ingat, mungkin sulit untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama tidur, otak kita aktif. Mimpi diperoleh melalui lapisan-lapisan yang lebih dalam di alam bawah sadar kita. Alam bawah sadar tidak berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata atau melalui pemikiran, tetapi menggunakan gambar visual untuk menstimulasi intuisi dan perasaan kita. Ketika bangun, kita ditingal dengan sisa “perasaan” mengenai sesuatu yang ada pada kita sepanjang hari, sesuatu yang tertera dalam ingatan kita seperti jejak dalam salju. Kemudian apa sebenarnya yang dimaksud dengan mimpi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Richard Craze dalam buku Tafsir Mimpi, Menguak Simbol Misterius Alam Bawah Sadar ini mendefinisikan mimpi sebagai serangkaian sumber atau peristiwa yang terjadi dalam pikiran. Pada umumnya, mimpi dialami ketika kita tidur, meskipun orang juga dapat masuk dalam keadaan yang mirip mimpi pada siang hari ketika sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambar-gambar dalam mimpi tampaknya didasarkan pada pikiran atau pengalaman si pemimpi, meskipun sepertinya mimpi tertentu hanya sedikit atau sama sekali tidak berhubungan dengan kehidupan normal si pemimpi. Tepatnya bagaimana dan mengapa gambar-gambar itu muncul, apa kegunaan dan kepentingannya; merupakan pokok pembicaraan yang mendorong penelitian dan memicu banyak perdebatan (hlm. 34).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini merupakan sebuah panduan untuk memahami mimpi. Buku ini mengakui bahwa tidak ada dua orang yang persis sama dan karena itu tidak ada dua mimpi yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika menafsirkan mimpi, buku ini memandang penafsiran lebih sebagai suatu pengalaman daripada teori yang berlaku: Anda bisa menjadi ahli penafsir mimpi Anda sendiri. Pendekatan ini sangat berbeda dari banyak kamus mimpi. Di situ, mungkin Anda bisa mencari arti lambang atau tema dari mimpi dan menerapkannya pada mimpi Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya, Anda bermimpi melihat pohon. Beberapa buku mimpi menerangkan bahwa pohon berarti pertumbuhan, dan jika pohon itu berbuah, hal itu berarti meramalkan kelimpahan dan kekayaan. Tapi kekurangannya, kamus-kamus mimpi itu tidak menyemangati Anda untuk memandang pohon itu sendiri dan mencari apa arti pohon itu bagi Anda. Untuk melakukan itu, Anda harus mendekati mimpi dan diri Anda sendiri dengan semangat menyelidiki, mengajukan pertanyaan mengenai isi mimpi untuk bisa sampai kepada pemahaman atau pengertian Anda sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbekal buku ini Anda dapat mengenal berbagai jenis mimpi dan lambangnya, termasuk yang diungkap oleh Jung sebagai masukan dari alam bawah sadar kolektif, yang diungkapkan dalam pola dasar yang sudah dikenal umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari itu, bersama buku ini Anda akan mampu menyingkap rahasia mimpi Anda. Tersingkapnya rahasia mimpi akan memberikan pemahaman yang lebih besar mengenai diri sendiri dan relasi-relasi Anda, serta menambahkan kemampuan untuk menghayati hidup Anda sepenuh-penuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, buku ini bukan panduan mimpi yang bersifat klenik. Buku ini didasarkan pada penelitian serangkaian peristiwa-peristiwa ilmiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, semoga buku ini akan membawa terang dan semangat dan bisa digunakan sebagai batu loncatan untuk penemuan selanjutnya. Ingat, mimpi datang dari alam bawah sadar di malam hari, kegilaan, dan misteri. Untuk memahami mimpi, Anda harus merasakan alam di sekitar Anda, lebih menggunakan intuisi dan insting daripada penalaran dan logika, dengan demikian membuka rahasia-rahasia malam. Selamat membaca!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-5162834180777258225?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/5162834180777258225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/menafsir-misteri-tidur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5162834180777258225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5162834180777258225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/menafsir-misteri-tidur.html' title='Menafsir Misteri Tidur'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Y-lOlibnEjc/Tbavi7eQ__I/AAAAAAAAAG8/rdkXQdeMDz4/s72-c/mim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-7613335600915895870</id><published>2011-04-26T14:22:00.000+07:00</published><updated>2011-04-26T18:38:17.040+07:00</updated><title type='text'>Paradigma Manajemen yang Manusiawi</title><content type='html'>Analisis News, Sabtu, 12 Maret 2011&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WoSrxrWQkGA/Tbaukr9xu5I/AAAAAAAAAG0/N0oOgH-VafI/s1600/maj.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="135" src="http://4.bp.blogspot.com/-WoSrxrWQkGA/Tbaukr9xu5I/AAAAAAAAAG0/N0oOgH-VafI/s200/maj.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul :  Paradigma Baru Manajemen Indonesia, Menciptakan Nilai dengan Bertumpu pada Kebajikan dan Potensi Insani&lt;br /&gt;
Penulis :  Frans Mardi Hartono&lt;br /&gt;
Penerbit :  Mizan, Bandung&lt;br /&gt;
Terbit  :  November, 2009&lt;br /&gt;
Tebal  :  599 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Relasi kerja dalam sebuah perusahaan biasanya selalu berkiblat ke Barat. Barat dianggap sebagai corong yang selalu “benar”. “Taklid buta” seperti ini seringkali mengalahkan rasionalitas dan kearifan lokal yang ada di Nusantara. Hal ini tampak jelas pada kegiatan produksi dan paradigma manajemen yang diterapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegiatan produksi di masa lalu (yang berkiblat pada Barat) pada umumnya dijalankan dengan mengacu pada paradigma manajemen yang bertumpu pada manusia yang dipandang sebagai sumber daya. Kita tidak dapat mengingkari bahwa paradigma ini telah berhasil membawa banyak kemajuan bagi mereka yang menerapkannya. Tetapi selama 3-4 dekade terakhir ini orang mulai menyadari bahwa paradigma itu meninggalkan banyak pertanyaan dan persoalan yang bukan hanya perlu dicarikan solusinya secara filosofis, melainkan juga secara psikososial dan operasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang juga mulai melihat bahwa paradigma manajemen ini sudah tidak mampu lagi menjawab tantangan dunia kerja kontemporer. Jadi, paradigma ini sudah sepantasnya dikaji ulang secara saksama dan dipertimbangkan penggunaan paradigma manajemen yang lebih manusiawi dan bertumpu pada manusia yang bersumber daya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Frans Mardi Hartono dalam buku Paradigma Baru Manajemen Indonesia, Menciptakan Nilai dengan Bertumpu pada Kebajikan dan Potensi Insani ini, konsep dasar dari model manusia yang bersumber daya sebenarnya sudah lama dikenal di Indonesia, seperti teruangkap dalam tridarma dalam hubungan kerja yang mengatakan bahwa di antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah perlu ada rasa ikut memiliki (rumongso handarbeni), rasa ikut tanggung jawab untuk memelihara dan mempertahankan (melu hangrungkebi), dan berani terus-menerus mawas diri (mulat sariro hangroso wani).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tridarma ini sudah jelas menetapkan bahwa kemajuan dan keberhasilan sistem usaha atau perusahaan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab manajemen yang secara formal mewakili kepentingan para pemilik saham (hal. 357).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pemahaman baru ini, sudah saatnya pimpinan perusahaan tidak memandang pekerja sebagai buruh yang dibayar. Mereka sudah saatnya dipandang sebagai mitra kerja strategis. Sebagai mitra kerja, pekerja merupakan ujung tombak keberlangsungan usaha. Ketika ujung tombak dimanusiakan, maka akan timbul rasa cinta terhadap pekerjaan yang digeluti, sehingga hasil kerja dapat maksimal dan bernilai lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku yang ditulis oleh Guru Besar Emeritus di bidang Manajemen ITB ini memaparkan suatu konsep manajemen yang sangat fundamental sekaligus sederhana karena karakter dan intelek yang dimiliki oleh setiap manusia dapat menciptakan nilai-nilai virtual perusahaan yang kuat dan tak mudah digoyang isu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pandangan Heryanto Sutanto (Direktur Utama PT Matahari Kahuripan Indonesia Group, MAKIN, Jakarta) buku ini membantu pembaca untuk memahami bahwa manusia punya potensi sebagai makhluk cerdas, berhati nurani, dan jika bekerja dengan sepenuh hati akan menghasilkan pretasi yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, buku ini memberi terobosan yang luar biasa dalam bidang manajemen di Indonesia. Hal ini karena penulisnya telah berhasil merumuskan sebuah paradigma baru yang lebih manusiawi dalam organisasi perusahaan, yang disebut sebagai konsep manusia yang bersumber daya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, mengapa kita selalu berkiblat ke Barat jika di Nusantara telah menyediakan beragam tradisi dan kearifan yang lebih manusiawi? Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*) Benni Setiawan, Pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-7613335600915895870?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/7613335600915895870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/paradigma-manajemen-yang-manusiawi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/7613335600915895870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/7613335600915895870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/paradigma-manajemen-yang-manusiawi.html' title='Paradigma Manajemen yang Manusiawi'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-WoSrxrWQkGA/Tbaukr9xu5I/AAAAAAAAAG0/N0oOgH-VafI/s72-c/maj.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-1290171413134385088</id><published>2011-04-26T14:19:00.000+07:00</published><updated>2011-04-26T18:47:51.160+07:00</updated><title type='text'>Membongkar Korupsi di Indonesia</title><content type='html'>Analisis News, Minggu, 20 Maret 2011&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FytPPH32W94/Tbawz3PPuuI/AAAAAAAAAHE/afTgb7rE95w/s1600/korups.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="158" src="http://3.bp.blogspot.com/-FytPPH32W94/Tbawz3PPuuI/AAAAAAAAAHE/afTgb7rE95w/s200/korups.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul   : Korupsi Mengorupsi Indonesia, Sebab, Akibat, dan Prospek Pemberantasan&lt;br /&gt;
Editor  : Wijayanto dan Ridwan Zachrie&lt;br /&gt;
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta&lt;br /&gt;
Cetakan :  2009&lt;br /&gt;
Tebal : 1149 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Korupsi bukan hanya merupakan masalah. Lebih dari itu, korupsi telah menggerogoti ketahanan bangsa dan negara di semua bidang. Korupsi bak rayap yang menggerogoti dari dalam tiang, tiang tempat kehidupan bangsa dibangun. Di negara yang dikuasai korupsi, segala bidang kehidupan tidak berjalan dengan baik. Keputusan-keputusan tidak diambil menurut apa yang secara objektif diperlukan oleh rakyat, melainkan menurut interest pribadi pihak-pihak bersangkutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sudut pandang etika, korupsi secara etis harus dicela dengan dua alasan: Pertama, setiap rupiah yang diperoleh secara korup adalah uang curian. Setiap koruptor adalah seorang pencuri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, korupsi adalah ketidakadilan tingkat tinggi, karena terjadi dengan memanfaatkan kedudukan istimewa yang tidak dimiliki orang lain. Sebagai akibatnya korupsi membuat orang miskin tidak bisa ke luar dari kemiskinan. Korupsi adalah salah satu kecurangan terbesar dalam kehidupan bangsa. Karena korupsi itu orang kecil tidak dapat hidup secara manusiawi. Karena biaya siluman yang membebani perindustrian kita, para buruh kita tidak dapat dibayar secara wajar, ini bukan saja berarti mencurangi orang kecil, tetapi juga membuat tidak berhasil usaha menciptakan lapangan kerja serta produk yang bermutu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan persoalan korups ini. Franz Magnis-Suseno., S.J mengusulkan empat hal, pertama, kita tentu harus mewujudkan kondisi-kondisi sistemik optimal untuk pemberantasan korupsi. Jadi harus lebih mengefektifkan Badang Pemeriksa Keuangan (BPK) serta perangkat hukum yang menunjang perjuangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, kita harus menuntut political will dari pemerintah maupun badan-badan legislative, teruatam di tingkat nasional. Pemerintah, Presiden, harus dengan tegas mengambil semua tindakan yang menunjang dan memperluas serta mempertajam pemberantasan korupsi. Korupsi harus diberantas dari atas ke bawah. Kepresidenan yang bersih, pemerintah pusat yang bersih, penindakan semua gubernur dan pimpinan daerah lainnya yang tidak bersih, itulah yang bisa menggerakkan perang melawan korupsi. DPR harus digerakkan supaya mengakhiri money politics, misalnya dalam membahas sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU). Kita memerlukan parlemen yang melakukan pekerjaannya dengan bersih dan kompeten. Jadi, segala institusionalisasi money politics dalam pekerjaan rutin DPR harus diakhiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, adalah masyarakat sipil sendiri perlu bergerak. Perlu diadakan kampanye. Kampanye tanpa ampun dari oleh media untuk menguber-uber para koruptor, membongkar korupsi dan plot-plot yang didesain untuk menutupnya. Kampanye melalui media untuk mengekspos para koruptor, yang didukung oleh pemerintah dan para politisi, ditujukan untuk memanfaatkan budaya malu yang cukup kuat di masyarakat kita, sehingga para koruptor merasa malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para koruptor harus dipermalukan di depan rakyat. Penyelewengan uang publik harus semakin disadari sebagai sesuatu yang memalukan dan sebagai tindakan criminal, selain sebagai tindakan yang berisiko karena sanksi hukuman berat apabila kejahatannya terbongkar. Selain itu untuk membentuk public opinion yang terus-terus mengecam korupsi perlu dijadikan agenda para pengiat antikorupsi. Bahwa perbuatan korup adalah sesuatu yang memalukan, harus menjadi bahan ajar di sekolah, kalau perlu seawal mungkin. Lembaga dan organisasi keagamaan perlu dilibatkan dalam mendukung kampanye itu, bukan sekadar lips service saja, tetapi mereka yakin dan turut bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, harus ada perubahan mendasar dalam pendidikan bangsa di semua tahap dan tingkat. Tanpa pendidikan yang menegaskan kejujuran, rasa keadilan, rasa tanggung jawab, dan keberanian untuk bersikap berprinsip bangsa ini tidak akan ke luar dari mediokritas yang menjadi cirinya yang paling mencolok (hal. 795-796).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini berusaha membongkar akar persoalan korupsi di Indonesia dan sekaligus memberi solusi untuk memecahkannya. Buku yang ditulis oleh beberapa pakar yang terdiri dari akademisi, pejabat, dan stakeholder antikorupsi ini menjadi semacam panduan guna menyelesaikan persoalan korupsi di tanah air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, buku ini wajib dibaca oleh pengiat antikorupsi dan seluruh komponen bangsa yang merindukan Nusantara bebas korupsi. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*) Benni Setiawan, Pecinta buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-1290171413134385088?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/1290171413134385088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/membongkar-korupsi-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1290171413134385088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1290171413134385088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/membongkar-korupsi-di-indonesia.html' title='Membongkar Korupsi di Indonesia'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-FytPPH32W94/Tbawz3PPuuI/AAAAAAAAAHE/afTgb7rE95w/s72-c/korups.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-3005803085604859184</id><published>2011-04-26T14:15:00.000+07:00</published><updated>2011-04-26T14:15:49.620+07:00</updated><title type='text'>Menerbitkan Buku Sendiri Siapa Takut?</title><content type='html'>Analisis News, Sabtu, 26 Maret 2011&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8pNHs9n3JZc/TbZw1Y_ZFBI/AAAAAAAAAGc/0x890b70biE/s1600/self.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="166" width="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-8pNHs9n3JZc/TbZw1Y_ZFBI/AAAAAAAAAGc/0x890b70biE/s200/self.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul  :  Self Publishing, Kupas Tuntas Rahasia Menerbitkan Buku Sendiri&lt;br /&gt;
Penulis :  Miftachul Huda&lt;br /&gt;
Penerbit :  Samudra Biru, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Cetakan  :  I, Desember 2010&lt;br /&gt;
Tebal   :  xiv +122 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermula dari Dan Poynter, pria kebangsaan Amerika Serikat yang hampir putus asa menawarkan naskahnya Hang Gliding yang berisi tentang panduan olah raga di penerbangan. Karena tidak ada penerbit yang berkenan menerbitkan, maka ia menerbitkan sendiri naskah tersebut. Dan hasilnya sungguh luar biasa. Buku tersebut terjual 130.000 eksemplar. Sebuah capaian luar biasa di tahun 1970.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak capaian yang dahsyat itu. Dan pun terus menulis. Sekitar 76 judul buku telah ditulisnya. Bahkan buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing. Seperti Spanyol, Jepang, Rusia, Inggris, dan Jerman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa kunci sukses Dan Poynter? Ia menerbitkan bukunya sendiri (self publishing). Melalui Para Publishing penerbit yang ia dirikan dan karena kegigihannya menerbitkan buku sendiri, maka ia disebut sebagai Bapak self publishing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku Self Publishing Kupas Tuntas Rahasia Menerbitkan Buku Sendiri karya Miftachul Huda ini terinspirasi oleh Dan Poynter. Huda, pada awalnya ingin menerjemahkan karya Dan Poynter Self Publishing Manual. Namun, karena dirasa tidak sesuai dengan iklim penerbitan di Indonesia, maka karya ini lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Huda, sebagai inspirasi menjadi self publisher mungkin buku karya Dan Poynter relevan. Tetapi, sebagai panduan praktis tidak relevan dengan kondisi Indonesia. Misalnya, bagaimana teknis mendapatkan ISBN, mencetak buku dengan oplah terbatas, karakter pasar di Indonesia, dan hal-hal teknis lain (hal. 29).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai alasan di atas tersebut mendorong Huda untuk menulis sendiri buku tentang self publishing yang sesuai dengan konteks keindonesiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini hadir untuk mengisi kekosongan referensi motivasi menulis. Sudah banyak buku yang berisi motivasi menulis, tapi kemampuan buku jenis ini hanya berhenti di situ. Maka, jika seseorang bisa menulis, tidak ada jaminan naskahnya bisa diterbitkan. Pengetahuan dalam buku ini memberikan jaminan kepada siapa saja untuk bisa menerbitkan buku sendiri (self publishing).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pertanyaan yang cukup unik dan nyentrik diajukan oleh mantan aktivis gerakan mahasiswa ini. bisa nulis tapi siapa yang mau menerbitkan? Sebuah pertanyaan yang nendang bagi penulis. Penulis selalu dihadapkan pada kenyataan yang kadang menyakitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mempunyai banyak naskah, namun tidak satupun diminati penerbit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, solusi yang ditawarkan oleh alumnus Program Pascarsajana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta ini adalah self publishing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Self publishing berguna bagi siapa saja yang ingin sukses dengan menulis buku. Sebab, self publishing bisa menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Namun, selama ini self publishing masih menjadi pengetahuan yang gelap gulita. Contoh, banyak orang mengira mendapatkan ISBN itu rumit, padahal tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini mengupas setuntas-tuntasnya seribu satu rahasia menerbitkan buku sendiri. Mulai dari mempersiapkan naskah hingga bagaimana menjual buku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keuntungan dari self publishing adalah kita akan dapat mengukur sejauh mana buku diterima oleh pasar. Penulis akan mendapat bagian yang lebih banyak jika dibandingkan menerbitkan di penerbit yang dikelola orang lain. Jika diterbitkan orang lain penulis hanya mendapatkan royalti 10-12,5 persen. Namun jika diterbitkan sendiri penulis mendapat royalti sebesar 40-45 persen. Sebuah angka yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, sebagaimana catatan Hernowo (penulis buku Mengikat Makna dan Andai Buku itu Sepotong Pizza), buku ini—menurujuk ke program “99 Writers in 9 Days”—merupakan sebentuk dukungan luar bisa untuk penulis yang masih ragu dan grogi untuk menerbitkan karyanya. Buku ini, bagaikan cambuk yang dapat melecut keberanian siapa saja yang ingin menerjuni dunia tulis-menulis secara total. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*) Benni Setiawan, Pembaca buku, di Sukoharjo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-3005803085604859184?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/3005803085604859184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/menerbitkan-buku-sendiri-siapa-takut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/3005803085604859184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/3005803085604859184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/menerbitkan-buku-sendiri-siapa-takut.html' title='Menerbitkan Buku Sendiri Siapa Takut?'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8pNHs9n3JZc/TbZw1Y_ZFBI/AAAAAAAAAGc/0x890b70biE/s72-c/self.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-6054430323976743931</id><published>2011-04-26T09:31:00.000+07:00</published><updated>2011-04-27T09:17:55.326+07:00</updated><title type='text'>Perempuan Juga Manusia</title><content type='html'>Analisis News, Minggu, 3 April 2011&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WOs6l80VRrY/Tbd8t4wbGOI/AAAAAAAAAHM/meLzaFvxDI0/s1600/her.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="156" src="http://4.bp.blogspot.com/-WOs6l80VRrY/Tbd8t4wbGOI/AAAAAAAAAHM/meLzaFvxDI0/s200/her.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul: Her Story, Sejarah Perjalanan Payudara&lt;br /&gt;
Penulis : Naning Pranoto&lt;br /&gt;
Penerbit : Kanisius, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Terbit : 2010&lt;br /&gt;
Tebal : 259 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Partisipasi sejajar antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan publik merupakan salah satu prinsip mendasar yang diamanatkan di dalam Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women atau CEDAW) yang diadopsi oleh Sidang Umum PBB pada tahun 1979 dan disahkan mulai tahun 1981.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CEDAW telah mengilhami perempuan seluruh dunia untuk bangkit. Mereka mempunyai peluang yang sama dengan lelaki dalam kehidupan publik. Bahkan, dengan semangat ini, kini, di belahan bumi sedang menyongsong kebangkitan perempuan dalam berbagai termasuk di dalamnya bidang politik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebangkitan ini semakin menguatkan posisi tawar perempuan di berbagai bidang. Perempuan bukan lagi the second man. Ia mempunyai posisi yang sama dengan laki-laki. Perempuan juga manusia. Ia bukan hanya pelengkap di dunia ini. Ia berhak dan berkewajiban sama dan sejajar dengan lelaki. Perbedaan bentuk tubuh atau fisiologis bukanlah penghalan utama untuk perempuan berkarya di berbagai bidang. Hal inilah yang diancang oleh Naning Pranoto dalam buku Her Story.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mengapa masih banyak perempuan yang belum “berdaya”? Dalam surat R.A. Kartini yang dikirim ke Stella di negeri Belanda yang dikirim 6 November 1899, dalam Habis Gelap Terbitlah Terang, sebagaimana dikutip mantan wartawati di berbagai media cetak Ibu Kota ini, “Engkau bertanya, apakah asal mulanya aku terkurung dalam empat tembok tebal…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangkamu tentu aku tinggal di dalam terungku atau serupa itu. Bukan, Stella, penjaraku rumah besar, berhalaman yang luar sekelilingnya, tetapi sekitar halaman itu ada tembok tinggi. Tembok inilah yang menjadi penjara kami. Bagaimana juga luasnya rumah dan pekarangan kami itu, bila senantiasa harus tinggal di sana, sesak juga rasanya. Teringat aku, betapa aku, oleh karena putus asa dan sedih hati yang tiada terhingga, lalu mengempaskan badanku berulang-ulang kepada pintu yang senantiasa tertutup itu, dan kepala dinding batu bengis itu. Arah ke mana juga aku pergi, setiap kali putus juga jalanku oleh tembok batu atau pintu terkunci” (halaman. 100).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengelola Rayakultura—lembaga nonprofit di bidang pendidikan dan kebudayaan—ini menambahkan, para perempuan yang terjerumus ke dalam gelapnya gua-gua masochism bukanlah atas kehendaknya, demikian menurut Betty Freidan, tokoh feminis yang menulis buku The Feminine Mystique, melainkan karena kaum laki-laki hanya menghargai feminitas sebagai objek seksual belaka. Jika kaum lelaki menghargai feminitas secara keseluruhan, yang terjadi tidak akan demikian, sehingga kaum perempuan punya peran lebih luas seperti peran kaum lelaki di masyarakat. Ini yang mendorong kaum feminis liberal berjuang keras untuk punya hak yang sama di bidang politik, ekonomi, kebudayaan, dan lingkungan hidup seperti halnya kaum lelaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjuangan itu kini telah berhasil, banyak perempuan yang disebut “mampu mengubah dunia”. Lahirlah politikus perempuan, pebisnis perempuan, tokoh-tokoh kebudayaan yang tangguh. Mereka ini mampu mempertahankan peran domestiknya sebagai sitri bagi suami dan ibu bagi anak-anaknya dan juga melambungkan kariernya untuk dikenal dunia. Misalnya di bidang politik, India punya Indira Gandhi, Inggris punya Margaret Thatcher, Indonesia punya Megawati Soekarnoputri, Bangladesh punya Benazir Bhutto, dan Filipina punya Coory Aquino, dan sebagainya (halaman 114-115).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejarah dunia juga mencatat bahwa perempuan tidak hanya sekadar kanca wingking alias pekerja rumah tangga, tetapi juga powerfull, mampu mengendalikan pemerintahan. Dengan demikian, masalah gender bukan halangan bagi kaum perempuan untuk setara dengan kaum lelaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejarah kuno Mesir mencatat Mesir pernah berada di bawah pemerintahan seorang ratu bertubuh seksi dan berwajah jelita. Cleopatra namanya. Sedangkan Baudicca Victoria berkuasa sebagai ratu di era Inggris kuno. Ia dikenal sebagai perempuan yang gagah berani dalam menghadapi musuh di medan perang. Eleanor d’Aquitaine merupakan perempuan terkaya di Eropa pada zamannya dan sebagai ratu pertama yang memerintah Perancis pada pertengahan abad ke-11.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ratu Isabella I, selain berkuasa sebagai ratu yang memerintah spanyol dari akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16 juga diakui dunia sebagai “pembuka” dunia baru berkat tindakannya yang cemerlang mendanai pelaut-pelaut ulung negerinya yang berkeinginan menjelajah dunia. Christopher Columbus salah seorang pelaut yang didanainya, yang kemudian diakui sebagai penemu Benua Amerika. Untuk menghormati jasa Sang Ratu, tahun 1893 tepat pada peringatan 400 tahun Columbus menemukan Benua Amerika, pemerintah Amerika Serikat menerbitkan coin bergambar Ratu Isabella I.  Ia merupakan perempuan pertama yang wajahnya tampil dalam mata uang AS (halaman. 207).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini menyajikan berbagai persoalan faktual yang kian menyudutkan perempuan dalam ketiadannya sebagai manusia bebas dengan identitasnya sendiri. Peraih gelar master dalam bidang Chinese Studies dari Universitas Bond University Australia (2001) ini, dengan gaya bahasa fiksi, tidak sekadar menuangkan gagasannya sendiri melainkan juga memberikan fakta berdasarkan observasi, wawancara, dan studi literatur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini semakin menyadarkan kepada kita betapa perempuan layak dan patut di dorong untuk berkiprah di berbagai sektor kehidupan. Sebagaimana semangat yang diusung CEDAW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*) Benni Setiawan, Pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-6054430323976743931?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/6054430323976743931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/perempuan-juga-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/6054430323976743931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/6054430323976743931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/perempuan-juga-manusia.html' title='Perempuan Juga Manusia'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-WOs6l80VRrY/Tbd8t4wbGOI/AAAAAAAAAHM/meLzaFvxDI0/s72-c/her.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-547483778796289292</id><published>2011-04-26T09:23:00.000+07:00</published><updated>2011-04-26T09:23:27.722+07:00</updated><title type='text'>Penasaran Kunci Sukses Pemasaran</title><content type='html'>Analisis News, Senin, 11 April 2011&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3dd5a-spQLs/TbYsZmmngBI/AAAAAAAAAGE/LMg9V2ZZN3w/s1600/Cover%2BNarketing.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="158" src="http://2.bp.blogspot.com/-3dd5a-spQLs/TbYsZmmngBI/AAAAAAAAAGE/LMg9V2ZZN3w/s200/Cover%2BNarketing.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
Judul                 : Narketing, Strategi Ajaib Usaha Sukses&lt;br /&gt;
Penulis               : Agung KN&lt;br /&gt;
Penerbit             : Kanisius, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Terbit                : I, 2010&lt;br /&gt;
Tebal                 : 124 Halaman&lt;br /&gt;
Harga                : Rp. 25.000,-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemasaran merupakan kunci sukses sebuah usaha. Pemasaran yang baik perlu didukung oleh sumber daya manusia yang mumpuni dan produk barang atau jasa yang berkualitas. Namun, cukupkan pemasaran menjadi andalan dalam meningkatkan nilai jual sebuah produk barang atau jasa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Agung KN, pemasaran saja tidak cukup dalam menaikkan nilai jual. Perlu adanya rasa penasaran. Pengurus Credit Union sebuah koperasi simpan pinjam dan mengembangkan gerakan UKM ini, menengarahi menjual produk agar cepat laku harus memiliki keunggulan. Apalagi kalau produk itu memiliki keunikan. Intinya, bagaimana membuat pembeli merasa penasaran. Dan tertarik membeli produk yang kita jual. Karena menurut penulis yang sempat kuliah di UPN Veteran Jakarta selama enam semester ini, rasa penasaran adalah benih pemasaran. Semakin besar rasa penasaran pembeli, semakin efektig pemasaran yang kita lakukan. Inilah awal mula kata narketing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Narketing adalah sesuatu yang membuat orang lain penasaran, lalu tertarik pada hal tersebut. Kunci dasarnya adalah rasa ingin tahu yang tinggi dalam pikiran. Ada dorongan kuta di dalam otak kita untuk mencari tahu lebih dalam dan mencari jawabannya (hal. 19).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, Agung menyatakan sesungguhnya ada alasa psikologis yang membuat narketing berhasil di Indonesia. Menurutnya, kebanyakan orang Indonesia memliki rasa ingin tahu yang tinggi. Nah, karakter masyarakat Indonesia inilah yang turut mendukung perkembangan narketing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini mengupas salah satu UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang berhasil menerapkan narketing, yaitu Burger Batok. Penulis buku ini berusaha membuat supaya buku ini mampu merangsang otak Anda untuk lebih kreatif. Isi buku ini dirancang sedemikian rupa agar Anda dapat mempelajarinya dengan mudah. Setahap demi setahap seperti sebuah manual latihan. Agar lebih optimal Agung menyertakan juga lembaran kerja. Supaya Anda dapat terhubung dengan konsep narketing yang dahsyat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku kecil ini memang dahsyat. Pilihan kata yang unik dan menyenangkan menjadikan buku ini patut dibaca dan dipelajari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan buku ini juga terletak pada kekhasan tema yang diangkat. Yaitu tema pemasaran yang dikemas secara cerdik sehingga menaikkan nilai jual dengan konsep penasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, buku ini dengan cerdas mewartakan bahwa narketing (penasaran) merupakan kunci sukses marketing (pemasaran).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berlebihan jika Indriasari Noertjahjono, pemiliki merek Burger Batok bertaruh untuk buku ini. Ia menyatakan, beli dan baca buku ini, kemudian beritahu ke semua orang. Buku ini bisa mewujudkan impian Anda. Jika Anda menyesal membeli buku ini, saya bersedia ganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-547483778796289292?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/547483778796289292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/penasaran-kunci-sukses-pemasaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/547483778796289292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/547483778796289292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/penasaran-kunci-sukses-pemasaran.html' title='Penasaran Kunci Sukses Pemasaran'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3dd5a-spQLs/TbYsZmmngBI/AAAAAAAAAGE/LMg9V2ZZN3w/s72-c/Cover%2BNarketing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-156738756687318240</id><published>2011-04-23T08:02:00.000+07:00</published><updated>2011-04-23T08:05:23.053+07:00</updated><title type='text'>Justin Bieber, Sosok Muda Bersahaja</title><content type='html'>Perada, &lt;i&gt;Koran Jakarta&lt;/i&gt;, Sabtu, 23 April 2011 &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Sdke0jN8sXU/TbIk16K1FUI/AAAAAAAAAF8/ekzyy9MwEb0/s1600/justin.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="130" src="http://1.bp.blogspot.com/-Sdke0jN8sXU/TbIk16K1FUI/AAAAAAAAAF8/ekzyy9MwEb0/s200/justin.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Inspiring True Story Justin Bieber Never Say Never &lt;br /&gt;
Penulis : Chas Newkey-Burden &lt;br /&gt;
Penerbit : Ufuk Press, Jakarta &lt;br /&gt;
Terbit : I, November, 2010 &lt;br /&gt;
Tebal : vi + 367 halaman &lt;br /&gt;
Harga : Rp69.900&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Justin Bieber. Siapa yang tidak mengenalnya? Bintang baru hasil “didikan” YouTube itu kini menjelma menjadi miliader di usia muda. Jika tidak ada aral melintang, Justin Bieber akan menyapa penggemarnya di Indonesia pada Sabtu, 23 April 2011. Tentu sebuah kebanggaan bagi Biebermania (sebutan penggemar Justin Bieber) Indonesia untuk dapat bertemu secara langsung dengan idolanya. Ya, Justin Bieber sungguh menawan. Dalam waktu relatif singkat, dia mampu menyedot perhatian dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya kawula muda, namun juga ibu-ibu paro baya. Tidak aneh ketika ketenaran Justin Bieber disandingkan dengan nama-nama besar, seperti The Beatles, Elvis Presley, dan Michael Jackson. Bahkan ada yang menyebut bahwa kesuksesan Justin Bieber saat ini sama dengan penggabungan ketiga bintang legendaris tersebut. Namun, dari persona Justin Bieber yang amat dahsyat tersebut, tahukah Anda bahwa ia adalah bintang yang lahir dari masyarakat kebanyakan, miskin? Dia lahir pada pukul 12.56 pada 1 Maret 1994 di sebuah kota di Kanada yang disebut London.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tumbuh di sebuah kota kecil yang disebut Stratford, yang terletak di Provinsi Ontario, Kanada. Dia pernah menguraikan kampung halamannya sebagai “sebuah kota kecil berpenduduk 30.000 di negeri antah berantah”. Lebih lanjut, dia hanya diasuh oleh seorang ibu (Pattie Mallette) karena orang tuanya telah bercerai sejak Justin Bieber masih bayi. Masa-masa sulit harus dia lalui bersama ibunya. Menjadi pengamen hingga akhirnya ibunya mengunggah video Justin Bieber ke jejaring sosial YouTube.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjalanan Justin Bieber yang penuh gejolak inilah yang menjadikannya tetap bersahaja di tengah popularitas dan gelimang harta. Justin Bieber selalu menyapa pengemarnya dengan hangat. Dia selalu berusaha bertemu secara langsung dengan orang yang mengelu-elukannya. Karena kesehajaannya, Justin Bieber menuju masa depan yang cerah. Sebagai pemuda, ketika menilai kesuksesan besar yang telah dia nikmati, Justin berkata, “Sering kali aku berpikir, ‘wow’. Tapi, aku tidak tahu. Aku tidak memikirkannya. Aku hanya melewati hari-hariku satu demi satu.” Demikian kerendahan hati sosok fenomenal di jagat hiburan. Sebuah hal yang langka dari dunia penuh glamor dan kemewahan. Itulah Justin Bieber, sosok muda bersahaja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak hanya mengajarkan arti sebuah perjuangan hidup dengan kesederhanaan dan kerja keras guna meraih kesuksesan, namun juga sikap yang ramah dan santun dalam mengarungi samudera luas kehidupan. Buku ini mengurai seluk-beluk Justin Bieber secara apik dan mendalam. Chas Newkey-Burden yang juga menulis biografi Michael Jackson berhasil mengemas sosok Justin Bieber menjadi idola baru penuh inspirasi. Dengan demikian, tampaknya tidak afdol jika seseorang yang mengaku Biebermania belum membaca buku ini. Selamat membaca. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peresensi adalah Benni Setiawan, pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-156738756687318240?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/156738756687318240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/justin-bieber-sosok-muda-bersahaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/156738756687318240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/156738756687318240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/justin-bieber-sosok-muda-bersahaja.html' title='Justin Bieber, Sosok Muda Bersahaja'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Sdke0jN8sXU/TbIk16K1FUI/AAAAAAAAAF8/ekzyy9MwEb0/s72-c/justin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-4232391440171360927</id><published>2011-04-13T14:40:00.000+07:00</published><updated>2011-04-13T14:40:23.382+07:00</updated><title type='text'>Mewujudkan Kegembiraan Lahir dan Batin</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-TTQmBAmnoqU/TaVTLDKTPOI/AAAAAAAAAF0/mwfg3hFpTBU/s1600/ber.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-TTQmBAmnoqU/TaVTLDKTPOI/AAAAAAAAAF0/mwfg3hFpTBU/s200/ber.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Resensi &lt;i&gt;MATAN&lt;/i&gt;, April 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup penuh kebahagiaan dan kegembiraan merupakan impian semua orang. Kegembiraan, ketenteraman, dan ketenangan hati adalah anugerah Allah yang sangat mahal harganya. Ia termasuk kenikmatan terbesar. Sebab, dalam kegembiraan hati itu terdapat keteguhan pikir, produktivitas yang bagus, dan keriangan jiwa. Kata banyak orang, kegembiraan merupakan seni yang dapat dipelajari. Artinya, siapa yang mengetahui cara memperoleh, merasakan dan menikmati kegembiraan, maka ia akan dapat memanfaatkan pelbagai kenikmatan dan kemudahan hidup, baik yang ada di depannya maupun yang masih jauh berada di belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan dan kemampuan&lt;br /&gt;
Modal utama untuk meraih kebahagiaan adalah kekuatan atau kemampuan diri untuk menanggung beban kehidupan, tidak mudah goyah oleh guncangan-guncangan, tidak gentar oleh peristiwa-peristiwa, dan tidak pernah sibuk memikirkan hal-hal kecil dan sepele. Begitulah, semakin kuat dan jernih hati seseorang semakin bersinar pula jiwanya.&lt;br /&gt;
Hati yang cabar; lemah tekad, rendah semangat, dan selalu gelisah tak ubahnya seperti gerbong kereta yang mengangkut kesedihan, kecemasan, dan kekhawatiran. Oleh sebab itu, barang siapa membiasakan bersabar dan tahan terhadap segara benturan, niscaya guncangan apa pun dan tekanan dari mana pun akan terasa ringan.&lt;br /&gt;
Di antara musuh utama kegembiraan adalah wawasan yang sempit, pandangan yang picik, dan egoism. Karena itu, Allah melukiskan musuh-musuhnya sebagaimana berikut: Mereka dicemaskan oleh diri mereka sendiri (Ali Imran: 154). &lt;br /&gt;
Orang-orang yang berwawasan sempit, senantiasa melihat seluruh alam ini seperti apa yang mereka alami. Mereka tidak pernah memikirkan apa yang terjadi pada orang lain, tidak pernah hidup untuk orang lain, dan tidak pernah memerhatikan sekitarnya. Memang ada kalanya kita harus memikirkan diri sendiri dan menjaga jarak dari sesama, yaitu tatkala kita sedang melupakan kepedihan, kegundahan, dan kesedihan kita. Dan, itu artinya kita dapat mendapatkan dua hal secara bersamaan: membahagiakan diri kita dan tidak merepotkan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjaga pikiran&lt;br /&gt;
Satu hal mendasar dalam seni mendapatkan kegembiraan adalah mengendalikan dan menjaga pikiran agar tidak terpecah. Apalagi bila Anda tidak mengendalikan pikiran Anda setiap melakukan sesuatu, niscaya ia tak akan terkendali. Ia muda membawa Anda pada berkas-berkas kepedihan masa lalu. Dan pikiran liar yang tak terkendali itu tak hanya akan menghidupkan kembali luka lama, tetapi juga membisikan masa depan yang mencekam. Ia juga dapat membuat tubuh gemetar, kepribadian goyah, dan perasaan terbakar. Karena itu, kendalikan pikiran Anda kea rah yang baik dan pada perbuatan yang bermanfaat. Dan, bertawakallah kepada Dzat Yang Maha Hidup dan tak pernah mati (al-Furqan: 58).&lt;br /&gt;
Hal mendasar yang tak dapat dilupakan dalam mempelajari cara meraih kegembiraan adalah bahwa Anda harus menempatkan kehidupan ini sesuai dengan porsi dan tempatnya. Bagaimana pun, kehidupan ini dilaksanakan permainan yang harus diwaspadai. Ia dapat menyulut kekejian, kepedihan, dan bencana. Jika demikian halnya sifat-sifat dunia maka mengapa ia harus begitu diperhatikan dan ditangisi ketika gagal diraih? (hal 15-17).&lt;br /&gt;
Kebahagiaan terletak di antara sabar dan rida. Kesabaran akan mengantarkan kita menuju ketenangan batin. Hal ini karena, Allah akan menyabarkan dan memuliakan orang-orang sabar. Demikian pula dengan sikap rida. Dengan keridaan Allah akan memalingkan seseorang dari keburukan yang menjadi sumber kesedihan (hal 148-172).&lt;br /&gt;
Buku Seni Bergembira mengajak pembaca untuk mewujudkan kegembiraan sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Namun demikian, buku ini disajikan secara menarik. Ayat-ayat suci “ditafsir” sesuai makna zaman sehingga enak untuk dibaca. &lt;br /&gt;
Melalui buku ini Anda akan mendapatkan pencerahan hidup dan cara mengurai berbagai persoalan hidup secara bijak. Kisah-kisah yang disajikan dalam buku ini menjadi semacam obor yang dapat menuntun Anda mewujudkan kegembiraan lahir dan batin. &lt;br /&gt;
Lebih dari itu, buku ini mengajarkan tahapan-tahapan yang dapat dipraktikan guna meraih kegembiraan. Tahapan-tahapan ini pernah juga dipraktikan oleh Nabi guna meredam kegelisahan menuju kegembiraan. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Warga Muhammadiyah, alumnus Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-4232391440171360927?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/4232391440171360927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/mewujudkan-kegembiraan-lahir-dan-batin.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4232391440171360927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4232391440171360927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/mewujudkan-kegembiraan-lahir-dan-batin.html' title='Mewujudkan Kegembiraan Lahir dan Batin'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-TTQmBAmnoqU/TaVTLDKTPOI/AAAAAAAAAF0/mwfg3hFpTBU/s72-c/ber.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-9221098098434073341</id><published>2011-04-13T14:31:00.000+07:00</published><updated>2011-04-13T14:31:39.664+07:00</updated><title type='text'>Meneguhkan Pluralisme Menyelamatkan Bangsa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-_CNTN9iWqjE/TaVRN0rDeEI/AAAAAAAAAFs/1Aba4dQEItQ/s1600/plu.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="139" src="http://2.bp.blogspot.com/-_CNTN9iWqjE/TaVRN0rDeEI/AAAAAAAAAFs/1Aba4dQEItQ/s200/plu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jurnas&lt;/i&gt;, 13 April 2011&lt;br /&gt;
Nasib Jemaat Ahmadiyah kian tidak menentu. Setelah diserang oleh sekelompok orang di berbagai daerah, hingga ada yang meningal dunia sebagaimana di Cikeuting, kini mereka harus berhadapan dengan peraturan kepala daerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini tercermin dalam surat keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Timur dan Jawa Barat. SK tersebut berisi tentang larangan bagi Jemaat Ahmadiyah untuk beraktivitas. Jemaat Ahmadiyah tidak boleh menyebarkan ajarannya baik dalam bentuk lisan maupun tulis, memasang papan nama, dan dilarang menggunakan atribut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi demikian akan semakin mempersempit ruang gerak Jemaat Ahmadiyah. Keselamatan jiwa mereka pun akan kian terancam. Pasalnya, masyarakat akan semakin berbondong-bondong mengenyahkan Jemaat Ahmadiyah dari bumi Nusantara. Peristiwa tersebut menandakan betapa kekerasan atas nama agama yang didukung oleh kekuasaan (pemerintah) kian telanjang di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persoalan tersebut yang kemudian dikritik oleh Moh Shofan. Dalam buku Pluralisme Menyelamatkan Agama-agama, Shofan menegaskan bahwa peristiwa kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah menandai bahwa kebebasan beragama belum berlaku penuh di Indonesia hingga kini. Jika kebebasan beragama sebagai hak-hak asasi manusia dan di berbagai negara sudah merupakan hak sipil atau kebebasan sipil (civil liberty), maka aliran kepercayaan seharusnya diakui sebagai agama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara pun tidak menetapkan agama-agama resmi yang diakui. Negara atau otoritas keagamaan apa pun juga tidak boleh membuat fatwa atau keputusan hukum lainnya yang menyatakan suatu aliran keagamaan atau kepercayaan yang baru tersebut sebagai “sesat dan menyesatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peristiwa desakan pembubaran Ahmadiyah, di samping menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam mengelolah warga negara juga merepresentasikan gambaran Islam sebagai momok yang mengancam kerukunan antar-komunitas masyarakat dengan dilingkupi oleh kaidah-kaidah sosial dan budaya lokal setempat. Islam seolah bukan lagi agama, melainkan tirani ideologis baru yang datang tiba-tiba dan dengan mudahnya menghancurkan tradisi kerukunan umat yang telah melembaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hal ini terjadi, Islam menjadi agama yang sangat kaku. Ia menjadi “polisi‘ bagi umat Islam yang lain. Pembenaran atas nama mayoritas ini tentu bukan spirit Islam sebagai rahmatan lil alamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guna mengakhiri hal demikian. Peneliti pada Yayasan Paramadina ini mendorong gerakan pluralisme di Indonesia. Baginya, pluralisme sebagai desain Tuhan (design of God) harus diamalkan berupa sikap dan tindakan yang menjunjung tinggi multikulturalisme. Namun tidak sekadar berhenti pada wacana pentingnya pluralisme dan multikulturalisme, akan tetapi lebih diejawantahkan pada tataran praksis melalui jalur pendidikan dan pelatihan-pelatihan bersama dengan melibatkan berbagai komunitas lintas agama dan etnis untuk saling mengenal, memahami dan membangun sikap saling menghargai berdasarkan pengakuan atas persamaan, kesetaraan, dan keadilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini menegaskan kepada kita bahwa agama bukanlah pembenar atas tindakan anarkis. Agama merupakan rahmat (berkah) bagi seluruh alam. Semua agama memiliki kedudukan yang sama untuk ikut menyumbangkan nilai-nilai yang harus dibangun untuk mewujudkan masyarakat yang toleran, menegakkan keadilan, menjunjung tinggi kesetaraan dan persamaan hak yang merupakan ajaran semua agama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pluralisme ingin agar nilai-nilai tersebut bisa diaplikasikan dalam konteks sosial untuk membangun kebersamaan dan kesepahaman. Dengan pluralisme, kemanusiaan terus memanggil kaum beragama untuk semakin terbuka bagi yang lain, dan tidak perlu saling mengancam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan alur yang menggugah buku ini memberi perspektif menghormati keberagamaan dalam perspektif hak asasi manusia (HAM) yang patut diapresiasi dan didiskusikan lebih lanjut. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-9221098098434073341?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/9221098098434073341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/meneguhkan-pluralisme-menyelamatkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/9221098098434073341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/9221098098434073341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/04/meneguhkan-pluralisme-menyelamatkan.html' title='Meneguhkan Pluralisme Menyelamatkan Bangsa'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-_CNTN9iWqjE/TaVRN0rDeEI/AAAAAAAAAFs/1Aba4dQEItQ/s72-c/plu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-755653166837426743</id><published>2011-03-20T06:07:00.000+07:00</published><updated>2011-03-20T06:07:36.018+07:00</updated><title type='text'>Kehidupan Mendatang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0puHuC0Vruw/TYU238zuJvI/AAAAAAAAAFc/aHpyf04gx7Y/s1600/50%2BYears.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-0puHuC0Vruw/TYU238zuJvI/AAAAAAAAAFc/aHpyf04gx7Y/s400/50%2BYears.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Resensi, &lt;i&gt;Seputar Indonesia&lt;/i&gt;, Minggu, 20 Maret 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia akan berubah, itu pasti. Perubahanperubahan itu akan mencengangkan bagi sebagian orang. Namun, akan menjadi hal biasa bagi sebagian lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ramalan akan perubahan dunia yang cukup dahsyat ditulis secara rinci dan apik oleh Richard Watson dalam The Nexy 50 Years. Namun, konsultan IBM, Coca-cola, dan McDonald ini tidaklah meramal demi ramalan itu sendiri,melainkan untuk membuka diskusi mengenai risiko-risiko dan kesempatankesempatan masa depan.Tidak hanya meramal dan memprediksi, Watson mampu memberi sudut pandang baru sehingga semua menjadi lebih jelas dan terang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua Tren Besar &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa ramalan yang patut kita renungkan bersama. Urbanisasi dan meningkatnya jumlah orang yang hidup sendiri. Hal tersebut merupakan dua tren besar pada awal abad 21. Pada 2006, 25% rumah di Inggris ditinggali orang yang hidup sendirian. Jumlahnya di Australia mencapai 17%. Sementara angka ini di Amerika Serikat tumbuh menjadi 30% dalam 30 tahun akibat faktorfaktor seperti lajang yang tetap sendirian dalam waktu lama, mudahnya perceraian, dan masa hidup yang lebih panjang, khususnya bagi wanita. Singkatnya, akan terjadi kekurangan angka kelahiran dan kematian. Karena itu, populasi global menurun pada sekitar 2050, mengakhiri rasa takut akan terlalu padatnya planet kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini terlihat pada angka statistik masa kini. Sekitar 22% wanita di Inggris mengatakan, mereka tidak berharap mempunyai anak. Jika tren ini tetap berlanjut, sebagian besar pusat kota pada 2050 akan berisi orang-orang lajang yang kaya, keluargakeluarga kaya,serta pasanganpasangan homo dengan pendapatan setelah pajak yang tinggi dan pandangan politik liberal. Area perdesaan yang masih hidup akan ditempati orang-orang kaya penyuka pertanian yang berbaur dengan para downshifter (orang-orang yang lebih mengutamakan kebahagiaan daripada materi) dan para pengelana digital. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia Hibrida&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih aneh lagi, pada 2050 akan ada dua spesies dengan tingkat kecerdasan yang begitu tinggi di muka bumi,yaitu manusia tradisional yang murni secara genetis dan manusia hibrida yang dilengkapi teknologi. Manusia hibrida adalah “orang-orang” yang secara genetis dimanipulasi penyuntikan DNA tertentu untuk mencegah penyakit tertentu atau untuk menciptakan tingkat emosi atau kepribadian tertentu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka juga akan disempurnakan secara robotika dan terkomputerisasi untuk meningkatkan kekuatan, penglihatan, atau kecerdasan. Sekali lagi, sebagian orang akan berevolusi dengan amat lambat. Sementara sebagian lainnya akan berubah secepat yang dimungkinkan etika dan teknologi. Pada 2050, Hollywood, industri komputer, ilmu syaraf, dan industri farmasi akan bergabung. Dengan demikian, secara legal dan ilegal,orang bisa menghabiskan hari di dunia lain dengan lima indra manusia. Ini seperti film Matrix dan Logan’s Run,tapi dalam bentuk nyata (halaman 23). Lebih dari itu, perangkat lunak cerdas pada 2050 akan mampu mengenali yang salah pada diri Anda dan situs seperti Genes Reunited akan menawarkan sejarah genetika yang memungkinkan orang untuk mengantisipasi penyakit dan cacat keturunan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda juga akan dapat menyewa atau membeli robot pembedah untuk melakukan operasi di rumah atau kantor Anda. Hal inilah yang menjadikan komputer akan lebih cerdas daripada manusia pada 2030. Aspek lain yang menggelitik dan mengkhawatirkan dari isu ini adalah bertemunya komputasi, robotika, dan teknologi nano. Penggabungan ketiga ilmu ini dapat membangkitkan mesin yang mampu membuat tiruan diri mereka sendiri. Masa depan tidak akan menjadi pengalaman yang searah dan tidak pula berjalan tanpa kesimpulan. Orangorang dengan usia yang sama, pekerjaan yang sama, tinggal di jalan yang sama akan mengalami masa depan dengan cara yang berbeda.Masa depan pun akan sangat dipengaruhi lokalitas dan kegiatan yang amat personal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa depan juga merupakan sesuatu yang kita ciptakan sendiri.Beberapa di antara kita akan merangkul teknologi dan globalisasi, sedangkan yang lain akan berusaha untuk lari darinya. Sesungguhnya, masa depan akan menjadi pertarungan antara mereka yang berlari mengejarnya dan mereka yang berlari menghindarinya menuju bentuk masa lalu yang nyaman dan tidak tercemar (halaman 382). Menilik kondisi yang demikian, pantaslah jika kita merenungkan yang pernah dikatakanWilliam Shakespeare.Masa lalu dan yang akan datang tampaknya memang yang terbaik. Sementara yang terjadi pada saat ini adalah yang buruk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini dipenuhi ramalan provokatif mengenai bagaimana dunia akan berubah dalam setengah abad mendatang. Buku ini menguji pola-pola dan perkembangan yang muncul dalam masyarakat, teknologi, ekonomi, dan bisnis. Dihadirkan pula dugaan-dugaan yang mendidik mengenai ke mana semua itu akan membawa kita. Akhirnya, banyak yang telah terjadi dalam 50 tahun terakhir dan tidak ada alasan untuk menganggap bahwa 50 tahun ke depan tidak akan demikian.● &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, &lt;br /&gt;
Alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-755653166837426743?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/755653166837426743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/03/kehidupan-mendatang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/755653166837426743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/755653166837426743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/03/kehidupan-mendatang.html' title='Kehidupan Mendatang'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0puHuC0Vruw/TYU238zuJvI/AAAAAAAAAFc/aHpyf04gx7Y/s72-c/50%2BYears.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-1981033256513694114</id><published>2011-03-02T13:26:00.000+07:00</published><updated>2011-03-02T13:26:56.272+07:00</updated><title type='text'>Simbol Kerukunan Beragama</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-4STOxDtVQ6A/TW3i3dYKRtI/AAAAAAAAAFU/V4QYQHUkXV4/s1600/Graphic2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="281" src="http://3.bp.blogspot.com/-4STOxDtVQ6A/TW3i3dYKRtI/AAAAAAAAAFU/V4QYQHUkXV4/s400/Graphic2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Perada", &lt;i&gt;Koran Jakarta&lt;/i&gt;, Rabu, 02 Maret 2011 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Kota Seribu Gereja, Dinamika Keagamaan dan Penggunaan Ruang di Kota &lt;br /&gt;
Manado &lt;br /&gt;
Penulis : Ilhan Daeng Makkelo &lt;br /&gt;
Penerbit : Penerbit Ombak, Yogyakarta &lt;br /&gt;
Tahun : I, 2010 &lt;br /&gt;
Tebal : xxxiii + 222 Halaman &lt;br /&gt;
Harga : Rp60.000,-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerukunan menjadi sebuah keniscayaan di negeri plural seperti Indonesia. Namun, kini, mantra kerukunan mendapat ujian yang sangat berat. Hal itu terbukti dengan banyaknya kekerasaan atas nama agama sebagaimana terjadi di Cikeuting, Temanggung, dan Pasuruan. Agama senantiasa menjadi tameng pembenar atas semua tindakan. Padahal, agama tidak pernah mengajarkan hal demikian. Agama mengajarkan kerukunan dan keharmonisan. Daerah, baik kota maupun desa, merupakan persemaian dalam mewujudkan kerukunan karena di sanalah berkumpul berbagai agama, golongan, etnis, dan cara pandang yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persemaian keagamaan yang rukun dapat kita temukan di Kota Manado. Manado sebagai konteks geografi s, dalam buku ini, memiliki kekhasannya sendiri, tidak pernah menjadi pusat kerajaan, tumbuh seiring dengan munculnya permukiman awal orangorang Minahasa di sekitar muara Sungai Tondano, dan berkembang seiring dengan datangnya orang-orang Eropa di tempat ini hingga kekuasaan Hindia Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehadiran orang Eropa di tanah Minahasa berbekas tidak saja dalam cerita kekuasaan politik dan administrasi, tapi terutama pengaruhnya dalam kehidupan sosial orang-orang Minahasa. Penyebaran agama Kristen memberi pengaruh atas hal ini, tapi di sisi lain hubungan agama dan negara juga memiliki dinamika sendiri. Pada perkembangan lebih lanjut, agama atau institusi agama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat kota, tidak saja dalam aktivitas keseharian masyarakatnya, tetapi termasuk pengaruhnya terhadap perkembangan (ruang) kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah-rumah ibadah dan bangunan keagamaan menjadi instrumen penting pemakaian ruang kota. Tidak terbantahkan bahwa kehidupan keagamaan merupakan salah satu aspek penting kehidupan kota. Sangat sulit membayangkan kehidupan kota tanpa adanya organisasi ritual untuk suatu kepentingan kehidupan religius. Rumah ibadah tidak semata-mata menjadi tempat sembahyang, tetapi banyak peran lain yang menyita waktu dan perhatian pemeluknya. Di Kristen misalnya, fungsi gereja sekaligus menjadi pusat seremonial agama ataupun aktivitas sosial lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Realitas lain adalah perkampungan yang terbuka pada masa pascakolonial. Di Kampung Arab, misalnya, Masjid Masyhur adalah “napas” kampung itu yang dihuni oleh mayoritas Islam, tetapi juga ada Kristen dan China. Jika semua daerah meniru apa yang terjadi di Manado, saya yakin konfl ik antar pemeluk agama, sebagaimana yang terjadi di Cikeuting, Banten, dan Temanggung, Jawa Tengah, tidak akan pernah terjadi. Agama bukanlah sumber perpecahan. Ia adalah sumber kekuatan melawan kolonialisme dan membangun peradaban, sebagaimana dipraktikkan di Kota Manado. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peresensi adalah Benni Setiawan, pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-1981033256513694114?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/1981033256513694114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/03/simbol-kerukunan-beragama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1981033256513694114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1981033256513694114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/03/simbol-kerukunan-beragama.html' title='Simbol Kerukunan Beragama'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-4STOxDtVQ6A/TW3i3dYKRtI/AAAAAAAAAFU/V4QYQHUkXV4/s72-c/Graphic2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-4272458213609096909</id><published>2011-02-27T09:09:00.000+07:00</published><updated>2011-02-27T13:16:59.126+07:00</updated><title type='text'>Krisis Iklim dan Keberanian Memilih</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-xzJsmo-uIws/TWnsGlJviNI/AAAAAAAAAFM/o3bFxGdXQTg/s1600/028721.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="295" width="227" src="http://1.bp.blogspot.com/-xzJsmo-uIws/TWnsGlJviNI/AAAAAAAAAFM/o3bFxGdXQTg/s400/028721.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Jawa Pos&lt;/i&gt;, Minggu, 27 Februari 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Our Choice, Rencana untuk Memecahkan Krisis Iklim&lt;br /&gt;
Penulis  : Al Gore&lt;br /&gt;
Penerbit : Kanisius, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Terbit  : 2010&lt;br /&gt;
Tebal  : 448 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini mendorong penghentian bahan bakar fosil dan segera beralih ke energi yang dapat diperbarui. Pengembangan dari buku Al Gore sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Krisis iklim telah meluluhlantakkan peradaban dunia. Lihat saja, 2011 belum genap berusia dua bulan, banjid bandang dan tanah longsor di Australia, Brasil, dan Indonesia tak hanya menelan ribuan nyawa, tapi juga merendam puluhan juta hectare lahan pertanian. &lt;br /&gt;
Akibatnya, terjadi pemiskinan petani dan dunia dalam ancaman krisis pangan. belum lagi rusaknya sarana dan prasaran vital, seperti transportasi dan komunikasi. &lt;br /&gt;
Sangatlah tidak bijaksana kalau kita lantas menganggap itu sebagai kehendak alam. Sebab, sedikit sedikit banyak ada campur tangan kita di sana yang mengakibatkan timbulnya krisis iklim. &lt;br /&gt;
Dalam buku Our Choice, Albert Arnold Gore Jr, atau yang biasanya disapa Al Gore menyebutkan krisis itu timbul karena manusia menggunakan terlalu banyak sumber energi berbahan bakar fosil. Lebih lanjut, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat tersebut menegaskan, penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan telah menghancurkan sistem iklim di dunia.&lt;br /&gt;
Karena itu, diiperlukan kebijakan energi alternatif. Yaitu sumber energi yang dapat diperbarui. Misalnya, energi matahari, panas bumi, dan angin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih murah&lt;br /&gt;
Selain ramah lingkungan, seiring dengan berjalannya waktu, harga energi yang dapat diperbarui menjadi lebih murah. Sementara energi berbasis karbon menjadi lebih mahal. Itu disebabkan tiga alasan.&lt;br /&gt;
Pertama, sekali infrastruktur yang diperbarui dibangun, bahan bakar akan menjadi gratis selamanya. Tidak seperti bahan bakar berdasarkan karbon, angin, matahari, dan bumi sendiri memberi bahan bakar gratis, dalam jumlah yang secara efektif tanpa batas.&lt;br /&gt;
Kedua, teknologi energi yang dapat diperbarui bisa terus diperbaiki secara pesat. Dan, yang ketiga, sekali dunia memberi komitmen yang jelas untuk beralih ke energi yang dapat diperbarui, volume produksinya sendiri akan mengurangi secara tajam biaya masing-masing kincir angin dan setiap panel mataharinya. &lt;br /&gt;
Misalnya, meningkatnya jumlah komputer murah telah mendorong perusahaan-perusahaan chip computer untuk mengalokasikan anggaran lebih besar. Yaitu untuk meneliti dan mengembangkan cara-cara yang lebih murah dan kuat guna memproses informasi (hal  59-60).&lt;br /&gt;
Contoh lain, dengan memberikan perhatian besar pada polusi yang sebelumnya diabaikan, Amerika Serikat mendapatkan insentif yang kuat untuk memulai perubahan historis meninggalkan batu bara. Dorongan baru untuk mengubah produksi energi dari bahan bakar fosil ke sumber-sumber matahari, angin, dan panas bumi memacu gelombang perbaikan dalam teknologi-teknologi itu dan yang lain yang menghindarkan polusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendorong pertumbuhan&lt;br /&gt;
Usulan dan pemikiran Al Gore guna menghentikan penggunaan energi berbahan bakar fosil sebenarnya pernah dikemukakan 19 tahun lalu. Yaitu ketika dia berkontribusi dalam buku Earth in Balance (1992). Dia mengusulkan penghentikan penggunaan bahan bakar tidak dapat diperbarui dalam jangka 25 tahun. &lt;br /&gt;
Sejak itulah ia menapakkan kaki dalam penyelamatan lingkungan (menjadi politisi sekaligus aktivis lingkungan) dan terus mengampanyekan pentingnya teknologi guna mencegah kerusakan di muka bumi akibat pemanasan global dan krisis iklim.&lt;br /&gt;
Teknologi terbaru, seperti membuat kincir angin dan sel surya, tambah Al Gore, selain mengurangi dampak pemasan global, mendorong laju pertumbuhan. Hal itu terjadi pemanfaat teknologi maju akan membuka lapangan pekerjaan yang luas. Dengan demikian, masalah pengangguran yang menjadi momok dunia pun dapat terurai sedikit demi sedikit. &lt;br /&gt;
Lebih dari itu, buku Our Choice ini merupakan pengembangkan ide yang telah Al Gore tulis dalam buku sebelumnya. Penerima penghargaan Nobel Perdamaian tahun 2007, yang juga penerima Oscar untuk film An Inconvenient Truth itu menekankan dalam buku tersebut, kita dapat mengatasi krisis iklim. Memang tidak mudah, tetapi kalau kita memilih untuk mengatasinya, tidak ada keraguan sedikit pun bahwa kita mampu dan berhasil. &lt;br /&gt;
Pada akhirnya, buku pantas disebut sebagai karya monumental dan klasik. Disampung disajikan secara menarik dan eksklusif, buku tersebut kaya akan gagasan, serta pilihan-pilihan bijak guna menyelamatkan bumi dari kehancuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-4272458213609096909?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/4272458213609096909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/02/krisis-iklim-dan-keberanian-memilih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4272458213609096909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4272458213609096909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/02/krisis-iklim-dan-keberanian-memilih.html' title='Krisis Iklim dan Keberanian Memilih'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-xzJsmo-uIws/TWnsGlJviNI/AAAAAAAAAFM/o3bFxGdXQTg/s72-c/028721.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-2010465360037274180</id><published>2011-02-27T09:05:00.000+07:00</published><updated>2011-02-27T09:05:44.315+07:00</updated><title type='text'>Menilik Sejarah Jepang Abad ke-12</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-uuT9P0ejKK4/TWmxQg_ruUI/AAAAAAAAAFE/YdUCQOVI97A/s1600/Heike%2BStory.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="274" src="http://1.bp.blogspot.com/-uuT9P0ejKK4/TWmxQg_ruUI/AAAAAAAAAFE/YdUCQOVI97A/s400/Heike%2BStory.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul           : The Heike Story, Kisah Epik Jepang Abad ke-12&lt;br /&gt;
Penulis         : Eiji Yoshikawa&lt;br /&gt;
Penerjemah      : Antie Nugrahani&lt;br /&gt;
Penerbit        : Zahir Books, Jakarta&lt;br /&gt;
Cetakan         : I, Juni 2010&lt;br /&gt;
Tebal           : 750 halaman&lt;br /&gt;
ISBN            : 978-602-97066-0-4&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Menyebut Jepang, tentu kita akan terbayang negeri maju dengan peradaban Timur yang memesona. Jepang menjadi kekuatan perekonomian di Asia bersama China dan India. Selain unggul dalam teknologi, Jepang juga dikenal sebagai Negeri Samurai.&lt;br /&gt;
Mengapa sebutan ini muncul untuk Jepang? Hal ini karena sejarah Jepang tidak dapat dipisahkan dari samurai. Samurai menjadi saksi bisu betapa perebutan kekuasaan selalu diwarnai dengan pertumpahan darah. Samurai juga merupakan simbol kejantanan masyarakat Jepang.&lt;br /&gt;
Sejarah Jepang dan samurai diurai apik oleh Eiji Yoshikawa dalam novel fiksi sejarah berjudull The Heike Story ini. Novel ini bercerita tentang kedigdayaan Heike Kiyomori selama masa penuh gejolak, yaitu pada abad ke-12.&lt;br /&gt;
Dikisahkan pada masa itu Kyoto adalah sebuah kota besar yang dirongrong oleh kriminalitas, gejolak masyarakat, dan nafsu angkara murka. Kaum bangsawan menindas rakyat jelata, sementara para biksu Budha bersenjata menyebarkan teror pada istana dan semua orang.&lt;br /&gt;
Para bangsawan, bagaimanapun, mengamati pertumbuhan kekayaan dan kekuatan para samurai dengan waspada. Tidak bisa disangkal lagi bahwa bahaya yang mengancam orde penguasa saat inilah yang menjadikan perubahan tersebut tidak terhindarkan, dan bahwa para bangsawan harus meminta perlindungan kepada samurai, karena tubuh kekaisaran sendiri sedang mendapatkan rongrongan dari luar maupun dalam. Pengaruh perdamaian terakhir antara Toba dan putranya. Sutoku, telah hilang bersama kepergian Nyonya Taikenmon ke biara, dan perseteruan antara kedua mantan kaisar tersebut semakin terbuka.&lt;br /&gt;
Kalangan istana meramalkan adanya perebutan kekuasaan. Sejumlah faksi telah memecah belah istana, dan berbagai persengkongkolan dan intrik susul menyusul dengan cepat. Para pendeta bersenjata dari Gunung Hieki dan Nara turut memperkeruh suasana dengan ancaman mereka untuk meledakkan perang saudara jika tuntutnan mereka pada istana tidak dikabulkan. Heike Tadamori dan Heike Kiyomori, juga Genji Tameyoshi ditugaskan untuk meredakan perlawanan para biksu dan mempertahankan istana (hal 149).&lt;br /&gt;
Di tengah keputusasaan, Kaisar menggalang dukungan dari keluarga Heike dan Minamoto untuk meredakan kemelut di ibu kota. Walaupun berhasil dalam menjalankan tugas tersebut, hubungan antara kedua keluarga samurai itu berujung pada pertikaian yang menjerumuskan Jepang ke dalam perang saudara selama seabad penuh.&lt;br /&gt;
Dari berbagai sumber yang membahas tentang periode itu, Heike Monogatori (Hikayat Heike), sebuah kisah epik yang menggambarkan keadaan pada awal abad ke-13, tidak lama setelah tumbangnya Heike, bertahan sebagai sebuah dokumen yang penting bagi sejarah dan salah satu karya sastra besar masa itu.  &lt;br /&gt;
Tidak diragukan lagi bahwa kejatuhan Heike berkesan begitu mendalam di hati setiap penduduk Jepang karena puisi panjang yang menceritakan tentang akhir tragis klan Heike itu dinyanyikan di berbagai sudut negeri oleh para penyanyi balada yang tampil dengan kecapi mereka. Dan hingga berabad-abad sejak pertama kali dilantunkan, lagu itu menjadi salah satu romansa kesukuan penduduk Jepang, yang menjadikan para pahlawan di dalamnya sebagai idola.&lt;br /&gt;
Kendati dikenal sebagai seorang pria yang lemah lembut dan berwawasan luas, sepak terjangnya meninggalkan jejak berdarah. Perubahan dramatis nasib Kiyomorilah yang menjadi inti dari novel epik ini.&lt;br /&gt;
Novel ini merupakan versi terjemahan modern dari sebuah kisah klasik Jepang. Atmosfer yang eksotis, kekuatan narasi, keindahan tutur kata, dan kelirisannya akan memikat para pembaca buku ini.&lt;br /&gt;
Novel ini juga merupakan sebuah karya berharga. Pasalnya, novel ini bercerita tentang sejarah Jepang dengan gaya sastra. Kelebihan penulisan sejarah dengan karya sastra adalah setiap orang tidak merasa bosan dengan alur pembahasan sebagaimana penulisan sejarah dalam narasi teks.&lt;br /&gt;
Sebagai sebuah karya sastra, tentunya novel ini dibumbui dengan dramatisasi agar pembaca tidak merasa bosa. Namun, data yang dikumpulkan oleh Yoshikawa cukup kaya, sehingga pembacaan terhadap sejarah Jepang menjadi semakin menarik dan penuh inspirasi.&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, jika Anda ingin mengetahui sejarah Jepang abad ke-12 yang cukup memengaruhi kehidupan masyarakat Negeri Matahari Terbit, novel yang ditulis oleh Yoshikawa ini sangat membantu. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
*) Benni Setiawan, Pembaca buku, tinggal di Sukoharjo, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;
http://analisisnews.com/analisis/resensi-buku&lt;br /&gt;
Sabtu, 26 Februari 2011 17:15&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-2010465360037274180?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/2010465360037274180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/02/menilik-sejarah-jepang-abad-ke-12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2010465360037274180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2010465360037274180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/02/menilik-sejarah-jepang-abad-ke-12.html' title='Menilik Sejarah Jepang Abad ke-12'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-uuT9P0ejKK4/TWmxQg_ruUI/AAAAAAAAAFE/YdUCQOVI97A/s72-c/Heike%2BStory.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-1626003592164140823</id><published>2011-02-26T17:33:00.000+07:00</published><updated>2011-02-26T17:33:26.548+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-SAc4RgmIMqs/TWjWp7bK7dI/AAAAAAAAAE8/u3cYi0S1ANY/s1600/365hari.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="334" src="http://4.bp.blogspot.com/-SAc4RgmIMqs/TWjWp7bK7dI/AAAAAAAAAE8/u3cYi0S1ANY/s400/365hari.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : 365 Hari Berpikir Positif&lt;br /&gt;
Penulis : Brook Noel&lt;br /&gt;
Penerjemah : Maria Asri &amp; Nyi Indah Kristiani&lt;br /&gt;
Penerbit : Daras Books, Jakarta&lt;br /&gt;
Cetakan : 2010&lt;br /&gt;
Tebal  : 340 Halaman&lt;br /&gt;
ISBN  : 978-979-1208-41-3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyambut Hari dengan Optimisme&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang sukses dan beruntung selalu berprinsip bahwa hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Hari kemarin adalah sejarah hidup yang patut menjadi semangat baru menyambut hari esok. Menyemai spirit hidup merupakan modal awal setiap insan untuk berbuat baik dan menjadikan hari ini sebagai ladang amal dan ibadat. &lt;br /&gt;
Inilah pesan yang dapat diambil dari buku 365 Hari Berpikir Positif. Buku ini akan mengantarkan Anda menapaki hari demi hari dalam setahun dan membuka cakrawala Anda. Membaca buku ini Anda akan mendapat energi positif yang memancar dalam setiap untaian kata. &lt;br /&gt;
Kelebihan lain buku ini terletak pada setiap tanggal dimulai dengan kutipan-kutipan pendek dari tokoh-tokoh yang semakin menguatkan bahwa buku ini bukan hanya buku harian biasa, namun sebuah buku penting yang sarat dengan rujukan yang memadai.&lt;br /&gt;
Sebagaimana tercermin pada kutipan tanggal 27 Oktober dari John F. Kennedy. “Ada biaya dan risiko dalam sebuah tindakan, namun lebih sedikit dari risiko jangka panjang dan biaya dari ketidaknyamanan karena tidak melakukan sesuatu” (hal. 280).&lt;br /&gt;
Jika kita renungkan, petuah bijak mantan Presiden Amerika Serikat ini pas dengan kondisi Indonesia saat ini. Dimana pemimpin kita selalu tidak berdaya dalam bertindak. Mereka selalu menyalahkan alam, ketiadaaan aturan, pernyataan-pernyataan klise lainnya dalam menghadapi musibah bencana alam dan korupsi yang semakin nyata. Pemimpin bangsa harus cepat bertindak dan tidak perlu mengulur waktu. &lt;br /&gt;
Selain itu pemimpin wajib bertanggung jawab. Bertanggung jawab adalah satu dari tugas pribadi kita yang paling penting. Tanggung jawab membuat perbedaaan antara yang rata-rata dengan yang hebat. Sayangnya, kebangnyakan dari dunia sudah mengembangkan “mentalitas karbon”, di mana lebih mudah untuk menyalahkan orang lain daripada bertanggung jawab. Ketika kita mempelajari bahwa kita bertanggung jawab atas tindakan, pemikiran, tujuan, dan masa depan kita, kita bisa mulai untuk membuat jalan menuju kehebatan. Jika kita terjebak di mentalitas karbo, maka kita selalu menyerahkan takdir kita di tangan orang lain. &lt;br /&gt;
Ahli manajemen diri, Calor Gerber Allred, Ph.D, pengarang Positive Actions for Living, menawarkan pemahaman ini ke dalam manajemen diri. “Apakah kita menyadari atau tidak, kita semua adalah manajer yang bertanggung jawab atas sumber daya kita sendiri. Semua orang mempunyai sumber daya waktu, energi, bakat, uang, harta, pemikiran, tindakan, dan perasaan yang harus kita atur. Kita merasa baik tentang diri kita ketika kita mengatur sumber daya kita dengan baik”.&lt;br /&gt;
Kita bertanggung jawab atas tindakan kita sendiri. Entah siapa yang berusaha menggoyahkan atau mendukung kita, pada akhirnya kita sepenuhnya bertanggung jawab atas semua yang kita lakukan. Ketika bertindak dalam bentuk apapun, ketahuilah bahwa Anda bertanggung jawab atas hasil positif atau negative dari tindakan Anda.&lt;br /&gt;
Menyalahkan tidak perlu ada. Menyalahkan orang lain adalah bibit dari mentalitas karbon. Menyalahkan memungkinkan orang untuk menghindar dari tanggung jawab  dan tindakan. Ketika kita produktif dan bertanggung jawab, tidak aka nada kejadian menyalahkan.&lt;br /&gt;
Serahkan rasa berasalah itu. Dengan bertanggung jawab, kita terikat untuk membuat keputusan yang tidak selalu menjadi “yang terbaik” atau “benar”. Tidak apa-apa. Lebih baik membuat kesalahan dan belajar daripada menyalahkan dan berhenti (hal 197).&lt;br /&gt;
Selain bertanggung jawab, buku ini mengajarkan kepada kita arti penting optimisme. Sikap inilah yang akan selalu menemani kita dalam setiap keadaan. Dan menjauhkan diri kita dari sikap pesimis.&lt;br /&gt;
Menurut Winston Churchill, orang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan. Orang optimis melihat kesempatan di setiap kesulitan.&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, buku ini menawarkan inspirasi, konsep, dan strategi yang cemerlang untuk membantu Anda menjalani kehidupan terbaik Anda setiap hari dengan pengharapan yang positif. Dengan menjalaninya, maka Anda diarahkan untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam setiap hari yang Anda jalani. Ibarat sarapan pagi, buku ini adalah “sarapan emosional’ yang bisa Anda nikmati setiap pagi sebagai sumber kekuatan mental dalam menjani hari yang penuh tantangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Benni Setiawan, alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta&lt;/b&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-1626003592164140823?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/1626003592164140823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/02/judul-365-hari-berpikir-positif-penulis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1626003592164140823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1626003592164140823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/02/judul-365-hari-berpikir-positif-penulis.html' title=''/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-SAc4RgmIMqs/TWjWp7bK7dI/AAAAAAAAAE8/u3cYi0S1ANY/s72-c/365hari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-5069443623791417844</id><published>2011-02-20T07:50:00.000+07:00</published><updated>2011-02-20T07:50:39.126+07:00</updated><title type='text'>Manifestasi Alam Dewa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-4kDySgD11SE/TWBlMwauAPI/AAAAAAAAAE0/dvOwwONOn3o/s1600/Cover%2BBuku.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="284" src="http://4.bp.blogspot.com/-4kDySgD11SE/TWBlMwauAPI/AAAAAAAAAE0/dvOwwONOn3o/s400/Cover%2BBuku.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Resensi" &lt;i&gt;Seputar Indonesia&lt;/i&gt;, 20 February 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JANGANterbuai dunia.Sebab, dia tidak kekal. Dunia hanyalah kesenangan sesaat.Semua akan hilang dan lenyap ketika dunia ini hancur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia adalah tempat kita berbuat kebajikan. Menebar darma baik guna mengarungi kehidupan sejati. Namun, hingga hari ini,banyak manusia masih terlena oleh dunia. Dalam tradisi Budhis, ada enam Karmadhatu berdasarkan hawa nafsu. Itu dikarenakan di Alam Dewa ini masih terdapat kasih dan hasrat.Di Alam Karmadhatu masih ada sentuhan, hasrat,dan makanan. Di Alam Karmadhatu terdapat hidangan lezat, jamuan surgawi, minuman surgawi, amrta, dan rasa surgawi. Di Alam Karmadhatu yang masih ada hasrat, banyak sukacita dan sedikit atau hampir tidak ada dukacita. Di Alam Karmadhatu juga ada rasa sentuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal hawa nafsu, Alam Caturmaharajakayika dan Alam Trayastrimsa sama dengan alam manusia.Persetubuhan antara dua akar nafsu dari pria dan wanita akan menghasilkan kebahagiaan sentuhan, ini juga salah satu kenikmatan Alam Dewa dari aspek hasrat kasih. Selanjutnya Alam Yama, di alam ini tidak ada lagi persetubuhan antara lawan jenis.Kenikmatan akan didapat dari sentuhan saling berpelukan antara lawan jenis.Kemudian Alam Tusita, pria dan wanita di alam ini cukup bergandengan tangan. Sentuhan tangan inilah yang akan menghasilkan kenikmatan nafsu. Lebih lanjut Alam Nirmana-rati, pria dan wanita di alam ini cukup saling melempar senyum. Itu saja akan memuaskan hawa nafsu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Alam Paranirmitavasavartin, alam tertinggi dari Alam Karmadhatu, dewa-dewi di alam ini cukup saling menatap saja akan memuaskan kenikmatan nafsu. Hidangan surgawi di Alam Karmadhatu akan dicerna dalam anggota tubuh,maka tidak ada lagi kebiasaan buang air besar dan buang air kecil. Di Alam Karmadhatu memang masih terdapat kasih dan nafsu,tapi dari persetubuhan yang dilakukan hanya mengeluarkan prana, bukan sperma. Dengan demikian, persetubuhan ini tidak akan membentuk janin atau melahirkan anak. Jika penghuni Alam Dewa ingin memiliki anak, anak lelaki akan diwujudkan dari lutut seorang Dewa dan anak perempuan akan diwujudkan dari pinggul seorang Dewi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nalakuvara adalah seorang Dewa. Dagingnya terurai dan dikembalikan ke ibu, tulangnya terurai dan dikembalikan ke ayah, hanya tersisa roh murni.Lalu gurunya memetik daun padma untuk dijadikan daging,memetik batang padma untuk dijadikan tulang, dan roh murni ini menempel pada padma, kemudian terlahirlah Nalakuvara. Inilah yang dinamakan perwujudan Alam Dewa (halaman 31–33). Namun, manusia tidak boleh berdiam lama di Enam Alam Karmadhatu. Hal ini karena berkah yang dinikmati di Enam Alam Karmadhatu dapat membuat orang terbuai,terlena,dan tergila-gila. Kenikmatan di Alam Dewa ini sungguh sebuah Mahasukha. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu memasuki Istana Karmadhatu, mau tidak menikmati pun sulit.Artinya,tiada waktu tanpa kesenangan (setiap detik merasa gembira).Tiada masa tanpa kesenangan (Mahasukha yang tidak pernah berhenti). Tiada tempat tanpa kesenangan (sukacita ada di berbagai tempat). Tiada ruang tanpa kesenangan (Mahasukha ada di mana-mana).Sekalipun kita tidak boleh berdiam lama di Enam Alam Karmadhatu, tidak berarti mesti mendiskriminasikan alam tersebut.Manusia harus menghargainya (halaman 39–42). Lebih lanjut, di Karmadhatu manusia akan mendapatkan kesenangan dan kenikmatan yang abadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Rupadhatu akan mendapatkan sukha dan kenikmatan yang abadi.Di Arupadhatu akan mendapatkan upeksa, sunya, kesadaran, tiada,bukan tiada pikiran. Memahami Alam Dewa merupakan proses perjalanan manusia menuju makrifat (pengetahuan tertinggi). Perjalanan menuju makrifat hanya dapat ditempuh orang-orang yang mempunyai hati bersih dan mendarmabhaktikan hidupnya bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga orang lain. Hal ini merupakan manifestasi tertinggi dalam proses hidup umat manusia. Berguna bagi manusia dan makhluk lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya,buku ini akan menuntun manusia untuk memahami eksistensi diri dan lingkungannya.Dengannya, manusiaakanmenemukan keteduhan hati yang akan mengantarkan pada puncak kebahagiaan di Alam Dewa. Selamat bertualang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, &lt;br /&gt;
Alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga,Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-5069443623791417844?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/5069443623791417844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/02/manifestasi-alam-dewa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5069443623791417844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5069443623791417844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/02/manifestasi-alam-dewa.html' title='Manifestasi Alam Dewa'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-4kDySgD11SE/TWBlMwauAPI/AAAAAAAAAE0/dvOwwONOn3o/s72-c/Cover%2BBuku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-8542584589576858893</id><published>2011-01-23T07:34:00.000+07:00</published><updated>2011-01-23T07:34:45.291+07:00</updated><title type='text'>Mencari Makna Bahasa Tubuh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TTt3idyMW-I/AAAAAAAAAEo/j9Nk5kXdkXE/s1600/the%2Bbody%2Blanguage.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="280" src="http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TTt3idyMW-I/AAAAAAAAAEo/j9Nk5kXdkXE/s400/the%2Bbody%2Blanguage.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pustaka, Jurnal Nasional, Minggu, 23 Jan 2011&lt;br /&gt;
Oleh Benni Setiawan*)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAGAIMANA pandangan Anda tentang bahasa tubuh? Bagaimana Anda harus bersikap dengan bahasa tubuh? Bahasa tubuh adalah bentuk komunikasi paling fasih, indah, jujur, dan sangat berpengaruh. Bahasa tubuh merupakan cabang ilmu psikologi yang membahas tentang perilaku manusia. Ilmu ini sangat menggoda untuk dipelajari, sangat menarik, mengejutkan, dan menyenangkan untuk dibahas, meski di sisi lain bisa juga membuat Anda frustrasi.&lt;br /&gt;
Bahasa tubuh memang bahan potensial yang seringkali disalahartikan. Bahkan, banyak sekali penjelasan yang ada mengenai bahasa tubuh sungguh tidak masuk akal. Banyak kalangan psikolog, pesulap televisi, dan para ahli yang suka menjual materi, "mengartikan" bahasa tubuh tertentu secara dangkal dan menganggapnya lucu, seperti "menggaruk hidung berarti Anda berbohong".&lt;br /&gt;
Mereka secara tidak langsung telah menyesatkan masyarakat dengan merusak makna bahasa tubuh itu yang sesungguhnya. Padahal, proses pencarian makna sebuah bahasa tubuh seharusnya sangat naluriah, kadangkala tidak pasti, namun sarat dengan fakta yang tidak kita ketahui sebelumnya.&lt;br /&gt;
Apakah Anda yakin ketika Anda melipat tangan di dada berarti Anda seorang yang keras kepala atau tidak mau menerima pendapat? Atau, seseorang yang sedang duduk memainkan rambut dengan jarinya di seberang ruangan itu berarti sedang menggoda Anda?&lt;br /&gt;
Jika Anda setuju, berarti selama ini Anda telah menganut pendapat yang salah. Karena, faktanya, bahasa tubuh bukanlah ilmu pasti. Memang benar bahwa gerakan isyarat seseorang bisa diterjemahkan menjadi berbagai macam makna, seperti halnya kata-kata yang memiliki banyak arti. Melipat tangan di dada bisa jadi karena Anda merasa cemas atau marah, atau mungkin hanya karena suhu udara yang agak dingin saja. Bersedekap bisa menunjukkan isyarat bahwa Anda merasa tidak senang atau sedang ingin menyendiri, atau bisa jadi ini hanyalah sebuah kebiasaan, sesuatu yang kita lakukan terus-menerus karena kita nyaman melakukannya.&lt;br /&gt;
Menggaruk hidung bisa bermaksud menutupi mulut Anda karena ingin menyembungikan kebohongan, namun bisa juga karena memang hidung Anda gatal. Beberapa bentuk gerakan isyarat mungkin merupakan bawaan dari lahir, Anda melakukannya begitu saja, tidak pernah mencegah atau mengendalikannya karena Anda sudah terbiasa melakukannya.&lt;br /&gt;
Kata-kata harus dipahami dengan cara menempatkannya dalam konteks kalimat yang benar. Gerakan isyarat pun harus diletakkan sesuai dengan konteksnya. Bedanya, kalimat gerakan isyarat disusun oleh gerakan dan sinyal, bukan kata-kata.&lt;br /&gt;
Hal inilah yang mendasari lahirnya buku The Body Language karya Judi James. Judi James mengisyaratkan bahwa memahami bahasa tubuh tidak hanya berdasarkan fakta-fakta yang muncul, namun juga harus dimengeri makna yang tersirat dan tersurat.&lt;br /&gt;
Judi James melalui buku ini mengulas tentang kemampuan kita agar dapat memahami orang lain. Dengan mempelajari psikologi komunikasi Anda sendiri, Anda akan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang cara-cara orang lain dalam mengirimkan dan menerima pesan-pesan nonverbal. Anda juga menjadi bisa membaca tanda-tanda isyarat dalam komunikasi sehari-hari. Puncaknya, manfaat psikologis yang besar akan Anda dapatkan agar bisa diterapkan di berbagai kesempatan.&lt;br /&gt;
Pencitraan dan penampilan menjadi ukuran dalam sebuah keberhasilan bagi masyarakat saat ini. Hanya kurang dari tiga detik, secara tak sadar manusia saling menilai satu sama lain berdasarkan bahasa tubuh mereka. Buku ini dipenuhi informasi psikologis dan tips sederhana, tapi ampuh untuk menjelaskan kepada kita cara menggali, membaca, memahami pencitraan diri kita, dan mengekspresikannya secara akurat.&lt;br /&gt;
Melalui gaya bahasanya yang unik dan jenaka, Judi James menunjukkan cara menafsirkan gerakan tubuh manusia beserta pesan-pesan tersembunyi di baliknya secara tuntas, yang baik dipergunakan untuk karier, urusan bisnis, pergaulan, percintaan, meningkatkan popularitas di depan umum, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
Buku ini layak Anda baca sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam sejarah perjalanan hidup Anda yang terus berhubungan dengan orang lain. Dengan buku ini Anda akan mengetahui secara lebih baik relasi Anda berdasarkan bahasa tubuhnya. Selamat membaca!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
Data Buku&lt;br /&gt;
Judul: The Body Language&lt;br /&gt;
Penulis: Judi James&lt;br /&gt;
Penerjemah: Kania Dewi&lt;br /&gt;
Penerbit: Ufuk Press, Jakarta&lt;br /&gt;
Cetakan: I, September 2010&lt;br /&gt;
Tebal: 567 halaman&lt;br /&gt;
ISBN: 978-602-8801-39-3&lt;br /&gt;
***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-8542584589576858893?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/8542584589576858893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/01/mencari-makna-bahasa-tubuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/8542584589576858893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/8542584589576858893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/01/mencari-makna-bahasa-tubuh.html' title='Mencari Makna Bahasa Tubuh'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TTt3idyMW-I/AAAAAAAAAEo/j9Nk5kXdkXE/s72-c/the%2Bbody%2Blanguage.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-6063157459485861391</id><published>2011-01-16T17:20:00.000+07:00</published><updated>2011-01-16T17:20:52.255+07:00</updated><title type='text'>Membuka Potensi Sejati</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TTLGdroJDCI/AAAAAAAAAEg/OY1cwrN3r98/s1600/Personal%2BPower.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="316" src="http://4.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TTLGdroJDCI/AAAAAAAAAEg/OY1cwrN3r98/s400/Personal%2BPower.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Judul : Personal Power&lt;br /&gt;
Penulis : Dr. Ibrahim Elfiky&lt;br /&gt;
Penerbit: Zaman, Jakarta&lt;br /&gt;
Cetakan : I,  2011&lt;br /&gt;
Tebal : 324 Halaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pustaka Kedaulatan Rakyat, Minggu 16 Januari 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orison Swett Marden pernah menulis, dalam diri manusia bersemayam yang tertidur ini; kekuatan yang akan mengejutkannya; yang tak pernah diimpikan bisa dia miliki; kekuatan yang akan mengubah dengan cepat hidupnya jika saja dibangkitkan dan dipraktikkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian apakah kekuatan itu? Dr. Ibrahim Elfiky dalam buku ini menyatakan bahwa kekuatan itu adalah kedamaian batin. Kedamaian batin adalah rahasia tertinggi dari kekuatan pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elfiky memperkenalkan lima jalan menuju kedamaian. Pertama, keyakinan. Satu faktor paling kuat dalam kesadaran akan kemakmuran adalah keyakinan. Dengannya, kau akan menemukan dirimu menjalani hidup sesuai dengan impian-impianmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun puncuk atau bentuk keyakinan tertinggi adalah keyakinan kepada Tuhan. Ketika Anda memiliki keyakinan bahwa Tuhan selalu ada untuk Anda. Anda pun memiliki kedamaian batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, doa. Berdoalah setiap hari dan sering. Bersyukurlah kepada Tuhan atas semua yang Dia berikan kepada Anda. Bangunlah kebiasaaan untuk selalu bersyukur pada-Nya untuk makanan yang Anda makan, air yang Anda minum, dan udara yang Anda hirup.&lt;br /&gt;
Jadikanlah kebiasaan untuk bersyukur kepada tuhan atas segala sesuatunya sebelum Anda meminta apa saja kepada-Nya. Lalu berdoalah pada-Nya, dan ketika Anda meminta, yakinlah seyakin-yakinnya bahwa Dia akan menjawab doa Anda. Lanjutkan hidup—jalani hidup dengan keyakinan mutlak kepada Tuhan bersama Anda. Ketika Anda berdoa dan menghubungkan diri kepada Tuhan, Anda mengalami perasaan batin yang damai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, memaafkan. Ketika Anda memaafkan orang lain atas segala yang mungkin mereka lakukan kepada Anda, Anda melepaskan energy negatif dari kehidupan Anda dan mencapai kedamaian batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, mencintai orang lain dan menerima mereka apa adanya. Ketika Anda menerima, menghormati, dan mencintai orang lain apa adanya, Anda memiliki kedamaian batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima, memberi. Ketika Anda memberi tanpa mengharapkan apa pun sebagai balasannya, Anda memiliki kedamaian batin yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang Anda memiliki apa yang Anda butuhkan untuk menggunakan potensi sejati Anda dan menjadi benar-benar bahagia. Anda itu hebat, Anda unik, Anda adalah sebaik-baik ciptaan yang telah diciptakan Tuhan. Sekarang saatnya untuk Anda berdiri tegak, membersihkan debu dan lempung dari kekuatan-kekuatan emas Anda. Kini saatnya Anda untuk menggunakan rahasia-rahasia kekuatan pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gaya bahasa yang antusias, dinamis, dan menghibur, buku Personal Power ini akan menuntun Anda membuka potensi sejati Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-6063157459485861391?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/6063157459485861391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/01/membuka-potensi-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/6063157459485861391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/6063157459485861391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/01/membuka-potensi-sejati.html' title='Membuka Potensi Sejati'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TTLGdroJDCI/AAAAAAAAAEg/OY1cwrN3r98/s72-c/Personal%2BPower.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-2489898091831414512</id><published>2011-01-11T11:33:00.000+07:00</published><updated>2011-01-11T11:33:16.336+07:00</updated><title type='text'>Mengurai Benang Kusut Krisis Iklim</title><content type='html'>Perada, Koran Jakarta, Selasa, 11 Januari 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Our Choice, Rencana untuk Memecahkan Krisis Iklim&lt;br /&gt;
Penulis : Al Gore&lt;br /&gt;
Penerbit : Kanisius, Yogyakarta&lt;br /&gt;
Tahun : I, 2010&lt;br /&gt;
Tebal : 448 halaman&lt;br /&gt;
Harga : Rp350.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peradaban manusia dan sistem ekologi bumi saling berbenturan, dan krisis iklim ini merupakan hasil benturan paling jelas, merusak dan mengancam. Krisis ini sering dipadukan bersama krisis-krisis ekologi lain, seperti perusakan perikanan samudra dan terumbu karang; meningkatnya kekurangan air tawar; mengelupasnya lapisan tanah bagian atas di banyak daerah pertanian utama; penebangan dan pembakaran hutan-hutan purba, termasuk hutanhutan hujan subtropis dan tropis yang kaya akan keragaman spesies; krisis kepunahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wujud-wujud nyata dampak kekerasan yang dilakukan oleh peradaban manusia pada ekosistem bumi meningkatkan krisis ekologi di seluruh dunia yang memengaruhi dan mengancam kemampuan bumi untuk dihuni. Tetapi memburuknya wujud atmosfer kita, terutama sekali, merupakan wujud nyata paling serius dari krisis ini. Hal ini secara inheren bersifat global dan memengaruhi setiap bagian bumi; ini merupakan faktor penyumbang dan penyebab dari sebagian besar krisis yang lain; dan kalau hal ini tidak ditangani dengan cepat, kemungkinan akan mengakhiri peradaban manusia yang kita ketahui sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, satu-satunya solusi yang berarti dan efektif terhadap krisis iklim melibatkan perubahan besar-besaran pada tingkah laku dan pemikiran manusia—perubahan yang akan menghasilkan efisiensi dan konservasi yang meluas, suatu perubahan dari bahan bakar fosil ke matahari dan angin serta bentuk-bentuk energi lain yang dapat diperbarui, dan penghentian pembakaran hutan dan tanah pertanian dan penipisan tanah yang kaya karbon (halaman 335).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, kalau dimengerti secara tepat, krisis iklim merupakan kesempatan yang tak ada dua-nya untuk memberi perhatian kepada pelbagai sebab yang sudah lama dan terus menerus mengakibatkan penderitaan dan kemalangan yang telah lama diabaikan. Yang menggembirakan dari penentuan pilihan definitif untuk mengatasi krisis iklim itu adalah, skala perubahan sistemik yang penting ini akan menghasilkan solusi-solusi sangat efektif atas banyak masalah yang sudah berlangsung sangat lama sebagai keuntungan tambahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemiskinan luar biasa, penyakit-penyakit yang mengancam, kelaparan yang terjadi di mana-mana, dan gizi buruk adalah sebagian dari banyak bencana yang telah menimpa sebagian penduduk dunia di sepanjang sejarah. Langkah pertama yang penting untuk solusi tersebut adalah sebagai berikut: kita harus menentukan pilihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang saya maksudkan dengan kita adalah peradaban global kita. Di sanalah letak, sebagaimana disebut Shakespeare, “kesulitannya”, karena tidak masuk akal untuk membayangkan bahwa kita sebagai spesies mampu membuat keputusan kolektif secara sadar. Buku Our Choice karya Al Gore ini terfokus pada keputusan kolektif yang sekarang kita hadapi; menjadikan penyelamatan peradaban sebagai prinsip dasar untuk mengorganisasi tindakan politik, ekonomi, dan sosial kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peresensi adalah Benni Setiawan, alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-2489898091831414512?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/2489898091831414512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/01/mengurai-benang-kusut-krisis-iklim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2489898091831414512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2489898091831414512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/01/mengurai-benang-kusut-krisis-iklim.html' title='Mengurai Benang Kusut Krisis Iklim'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-5461903461569978091</id><published>2011-01-02T08:50:00.000+07:00</published><updated>2011-01-02T08:50:21.935+07:00</updated><title type='text'>Sukses Itu Berawal dari Pikiran Positif</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR_ZoYyM5wI/AAAAAAAAAEY/hSfOlCfumEI/s1600/Berpikir%2Bpositif.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="300" src="http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR_ZoYyM5wI/AAAAAAAAAEY/hSfOlCfumEI/s400/Berpikir%2Bpositif.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resensi, Jurnal Nasional, Minggu, 02 Januari 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul: Asyiknya Berpikiran Positif&lt;br /&gt;
Penulis: Dr. Musa Rasyid el-Bahdal&lt;br /&gt;
Penerbit: Zaman, Jakarta&lt;br /&gt;
Cetakan: I, 2010&lt;br /&gt;
Tebal: 344 Halaman&lt;br /&gt;
Harga: Rp45.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BENCANA hilir mudik menghampiri bangsa Indonesia. Banyak perspektif dalam memandang bencana ini. Ada yang berpandangan bahwa bencana adalah musibah sekaligus ujian bagi bangsa Indonesia. Bencana merupakan momentum meneguhkan solidaritas sosial yang telah mulai luntur. Bencana juga telah menyatukan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ada juga yang berpikiran bahwa bencana merupakan kutukan Tuhan karena dosa-dosa manusia. Bencana juga merupakan teguran langsung kepada pemimpin bangsa yang pongah dalam menjalankan roda kepemimpinannya. Bangsa Indonesia kurang bersyukur dengan potensi alam yang melimpah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari dua hal tersebut di atas pada intinya berpangkal pada satu hal. Yaitu, kesiapan manusia menghadapi bencana sangat tergantung pada cara berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap orang memiliki kehidupan dan pengalaman tersendiri. Pandangannya terhadap sesuatu berbeda satu sama lain. Pandangan itulah yang membentuk pengalaman-pengalaman hidup. Menurut Dr Elfiky, sebagaimana dikutip dalam buku Asyiknya Berpikiran Positif ini pengalaman hidup seseorang terbagi ke dalam sekumpulan lembaran-lembaran kertas bersih yang awalnya putih saat ia dilahirkan, kemudian diisi sesuai dengan fase kehidupannya dan kondisi lingkungannya. Lembaran-lembaran kehidupan ini amat kompleks dan panjang, dan berbeda untuk setiap orang (hal. 311).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seseorang ingin mendapatkan hikmah dari kehidupannya, maka ia harus berpikiran positif. Orang berpikiran positif menyadari kesulitan dan rintangan hidup yang ia hadapi. Namun, kesulitan dan rintangan tersebut tidak pernah membuatnya jatuh dalam kubangan keputusasaan. Justru ia memperlakukan kesulitan dan rintangan itu sebagai tantangan yang ia hadapi dengan iman dan rasa percaya diri. Dengan anugerah Allah, paling tidak ia mampu memandang kesulitan dan tekanan hidup secara positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang berpikiran positif tidak akan pernah menyerah pada keputusasaan. Ia tidak mengeluh, sebesar apa pun beban yang harus ia tanggung. Ia tidak pernah mengucapkan kata dan kalimat negatif yang melemahkan dirinya. Karena, tidak ada kalimat dan kata negatif dalam kamus hidupnya. Ia menjalani hidup secara utuh, dengan segenap jiwa dan raga (hal. 11).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apa sebenarnya pikiran positif itu? Pikiran positif menurut Musa Rasyid el-Bahdal penulis buku ini adalah potensi dasar yang mendorong manusia untuk berbuat dan bekerja dengan menginvestasikan seluruh kemampuan kemanusiaannya. Itulah pikiran yang membuat hidup seseorang menjadi lebih baik. Itulah pikiran yang membantu seseorang dalam mengembangkan akal, perasaan, dan perilakunya menjadi lebih baik. Itulah pikiran yang dapat menyingkap kekuatan tersembunyi pada manusia dan mengubah kehidupannya menjadi lebih berkualitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran positif adalah Anda merasa sedikit gelisah, tapi Anda merasa senang yang lebih besar; Anda memandang hal-hal yang mencerahkan dan tidak memenuhi akal Anda dengan pikiran-pikiran negatif; Anda memilih menjadi orang bahagia dan tidak memilih menjadi orang menderita (hal. 41).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, pikiran positif merupakan pangkal dalam sebuah tindakan. Ia akan memengaruhi seluruh organ tubuh. Ia akan mengantarkan seseorang sebagaimana yang ada di dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini memuat kisah-kisah nyata dari tokoh-tokoh dan orang sukses yang selalu berpikiran positif dalam kehidupannya. Seperti Soichiro Honda, pendiri perusahaan Honda. Honda meraih sukses tanpa batas karena ia selalu berpikiran positif dalam hidupnya. Ia merasa berterima kasih kepada Ibunya yang selalu mendorong untuk terus giat berusaha dengan terus berpikiran positif. Pikiran positif telah memotivasi Honda terus berkarya di bidangnya. Dan kini sebagaimana kita ketahui bersama, Honda telah menjadi merek ternama. Bahkan lidah masyarakat Indonesia sepertinya telah terpatenkan jika menyebut sepeda motor dengan nama Honda (hal. 24-32).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini akan membantu Anda membentuk mental positif sekaligus menuntun Anda meraih sebuah kesuksesan. Sebagaimana definisi kesuksesan menurut Antony Robbins. Robbins mendefinisikan kesuksesan sebagai hasil dari pikiran yang benar. Pikiran yang benar adalah hasil dari pengalaman. Pengalaman adalah hasil dari kegagalan dalam mengambil keputusan. Selamat membaca!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-5461903461569978091?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/5461903461569978091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/01/sukses-itu-berawal-dari-pikiran-positif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5461903461569978091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5461903461569978091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2011/01/sukses-itu-berawal-dari-pikiran-positif.html' title='Sukses Itu Berawal dari Pikiran Positif'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR_ZoYyM5wI/AAAAAAAAAEY/hSfOlCfumEI/s72-c/Berpikir%2Bpositif.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-1301173503054648974</id><published>2010-12-31T17:56:00.000+07:00</published><updated>2010-12-31T17:56:07.058+07:00</updated><title type='text'>Menguak Jati Diri Manusia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR22swVYbMI/AAAAAAAAAEQ/tn2cU62B_yg/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="249" src="http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR22swVYbMI/AAAAAAAAAEQ/tn2cU62B_yg/s400/3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resensi, Suara Merdeka, 07 Nopember 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MENGAPA akhir-akhir ini bangsa Indonesia saling baku hantam dan bunuh? Mengapa bangsa Indonesia yang konon ramah dengan budaya ketimuran melakukan perbuatan biadab seperti itu? Hal ini karena bangsa Indonesia kehilangan -kalau tidak mau disebut tidak mempunyai jati diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini berbicara mengenai jatidiri manusia. Pembahasan mengenai jatidiri ini terutama difokuskan pada jatidiri yang dapat menjadi bahan refleksi setiap orang yang ingin mendalami mengenai dirinya sendiri yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini tidak membicarakan jatidiri manusia dalam pengertian hakikat manusia pada umumnya yang menjadi ciri khas spesies makhluk yang disebut manusia, sebagaimana dimengerti oleh Aristoteles dan aliran-aliran yang berafiliasi dengannya. Pembicaraan mengenai hakikat manusia sebagai spesies tidak menjadi fokus utama buku ini, bukan karena permasalahan mengenai manusia pada umumnya sudah boleh dianggap selesai atau tuntas, tetapi justru sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permasalahan-permasalahan yang muncul terkait dengan martabat manusia pada umumnya terutama justru disebabkan oleh kaburnya pemahaman mengenai jatidiri masing-masing individu, sehingga pelecehan terhadap manusia lain tidak disadari sebagai pelecehan terhadap martabatnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahasan mengenai jatidiri di dalam buku ini berfungsi sebagai tawaran yang diharapkan dapat membantu pembaca untuk memahami orang lain dan terutama diri sendiri, serta menentukan sikap di dalam memaknai hidup masing-masing. Namun, buku ini benar-benar hanya merupakan tawaran bantuan yang tidak dapat menggantikan peran masing-masing pembaca untuk menggali dan mengenali diri sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini mencoba memberikan pengertian mengenai jatidiri yang dapat difungsikan secara operasional untuk dijadikan pegangan bagaimana cara memahami diri serta bagaimana membentuknya. Dengan pemahaman ini diharapkan pula pembaca dapat mengidentifikasi letak tanggung jawab terhadap hidupnya, tindakan-tindakannya, serta keputusan-keputusan yang diambilnya dengan menggunakan pertimbangan-pertimbangan untuk memperkembangkan dirinya masing-masing secara optimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan Resep&lt;br /&gt;
Jadi, buku ini bukanlah resep untuk menemukan jatidiri, tetapi lebih menyajikan titik tolak yang bermartabat untuk refleksi, memahami jatidiri, serta memperkembangkannya secara bertanggung jawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, P Hardono Hadi menyatakan sungguh ironis, kalau kita menyadari apa yang biasanya terjadi. Kita sudah lama belajar, baik secara formal maupun informal, mengenai berbagai hal macam bidang, tema, topik, dan masalah dengan menginvestasikan sebegitu banyak waktu, uang, dan energi. Tetapi tidak banyak waktu, uang dan energi yang kita tanamkan untuk mempelajari diri kita sendiri, dan sungguh-sungguh berusaha untuk memperlakukan diri sendiri secara adil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, hal-hal itu biasanya diandaikan begitu saja di dalam keseharian kita. Kita seharusnya sudah mengenai diri kita sendiri. Tetapi yang seharusnya ini bukannya dijadikan perhatian utama, tetapi malahan dijadikan pengandaian yang tidak pernah diungkap kebenarannya secara tuntas. Karena seharusnya kita sudah mengenal diri sendiri, maka kita andaikan begitu saja dan tidak pernah dibicarakan secara serius dalam pergaulan dan interaksi kita dengan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh ironis bahwa kita mempunyai segudang cerita mengenai hal-hal di luar kita, tetapi, kita menjadi bisu dan bingung kalau diminta untuk mengatakan siapa diri kita yang sesungguhnya. Di sinilah peran filsafat, yaitu untuk membongkar pengandaian-pengandaian yang dianggap tabu dan terlalu angkuh untuk dengan rendah hati mengakui ketidaktahuan kita dan mulai berlajar untuk tahu (halaman 23-24).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbalut pendekatan dan teori-teori filsafat buku ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya mengetahui diri kita sendiri. Mengutip Jalaluddin Rumi, penyair sufi kelahiran Afghanistan (1207-1273), jangan melihat ke luar. Lihatlah ke dalam diri sendiri dan carilah itu. Buku ini akan mengantarkan Anda melihat secara jernih siapa diri kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun berujur dengan teori-teori filsafat namun buku ini ringan untuk dibaca dan mudah dipahami. Kemampuan penulis meramu karya-karya filsuf klasik hingga modern menjadikan buku ini pantas dibaca dan direnungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, kehadirian buku ini sangat pas di tengah situasi keindonesiaan yang dipenuhi oleh konflik horizontal yang semakin mengganas. Buku ini memberi kesadaran baru arti penting memahami jatidiri sebagai pedoman dan pegangan hidup. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Benni Setiawan-33/CN15)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-1301173503054648974?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/1301173503054648974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/12/menguak-jati-diri-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1301173503054648974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/1301173503054648974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/12/menguak-jati-diri-manusia.html' title='Menguak Jati Diri Manusia'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR22swVYbMI/AAAAAAAAAEQ/tn2cU62B_yg/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-2622078884023556782</id><published>2010-12-31T17:51:00.000+07:00</published><updated>2010-12-31T17:51:45.134+07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Etika Bisnis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR21dMS4iRI/AAAAAAAAAEI/63789N0bxog/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="278" src="http://4.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR21dMS4iRI/AAAAAAAAAEI/63789N0bxog/s400/2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resensi, Seputar Indonesia,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa perusahaan-perusahaan besar hancur dalam waktu relatif singkat dan mengakibatkan gejolak perekonomian yang begitu dahsyat? Jawabannya, perusahaan-perusahaan tersebut tidak menggunakan etika dalam bisnisnya. Padahal etika bisnis merupakan faktor kesuksesan sebuah perusahaan. &lt;br /&gt;
Inilah yang hendak dinyatakan William J. Byron dalam buku The Power of Principles ini. Byron menekankan prinsip mengarahkan tindakan pilihan Anda. Dengan tegas ia menyatakan, di tengah menuju perjalanan sukses di dalam bisnis, Anda harus membiarkan prinsip-prinsip Anda memegang kendali (Halaman 12).&lt;br /&gt;
Ada sepuluh prinsip dalam menjalankan etika bisnis, pertama, prinsip integritas. Integritas berarti pengertian keutuhan, ketegaran watak, kejujuran, keandalan, dan tanggung jawab. Integritas adalah konsistensi antara standar yang dipeluk dan tindakan yang diambil—terutama ketika tidak dilihat siapa pun. Integritas merupakan dasar dari semua keutamaan bisnis yang lain. Akan terlalu sulit menjalankan bisnis bila orang yang membuat kesepakatan tidak mempunyai integritas. Integritas erat kaitannya dengan kejujuran. Kejujuran merupakan dasar bagi integritas.&lt;br /&gt;
Kedua, prinsip kejujuran. Prinsip ini memuat penyampaian kebenaran di dalam semua keadaan; ini juga mencakup akuntabilitas dan transparansi. &lt;br /&gt;
Kejujuran berarti mengatakan apa adanya. Kejujuran adalah penuh kesadaran, dan kebenaran selalu membebaskan Anda. Mungkin ada akibat-akibat yang tidak menyenangkan bagi Anda bila Anda mengatakan kebenaran. Tetapi, sebagaimana pepatah mengatakan “kebenaran akan selalu muncul” dan orang yang mengatakan kebenaran akan selalu mendapat tempat untuk berdiri, jiwa untuk berseru, dan pikiran yang damai yang tidak dapat dirampas (Halaman 91). &lt;br /&gt;
Ketiga, prinsip kesamaan. Tentu saja, dengan prinsip ini dimaksudkan keadilan, memperlakukan yang sama secara sama, memberikan kepada masing-masing orang yang menjadi haknya. Adil berarti mengakui nilai dasar semua manusia. &lt;br /&gt;
Keempat, prinsip martabat manusia. Prinsip dari semua etika ini—personal dan organisasional—mengakui nilai yang melekat pada seseorang. Ini mendorong pengakuan dengan penuh rasa hormat terhadap nilai orang lain justru karena ia adalah manusia.&lt;br /&gt;
Prinsip martabat manusia merupakan prinsip paling dasar baik dari etika personal maupun etika sosial. Di dalam budaya perusahaan yang baru, martabat manusia sedang mengalami ujian berat. Di dalam konteks perampingan perusahaan misalnya, para karyawan di semua tingkat diperlakukan seolah-olah mereka adalah onderdil yang dapat dibuang. Dalam banyak kasus, batas dasar dan lembar neraca lebih banyak mendapat perhatian daripada manusia  yang kehilangan pekerjaan mereka karena proses “yang ditata ulang” atau “reka ulang” di dalam tempat kerja. Pemberhentian ini harus dilakukan secara bermartabat dan dengan jaminan minimal—uang pesangon, perjanjangan asuransi kesehatan, pelatihan kembali atau bantuan untuk mendapatkan pekerjaan lagi (Halaman 140-141). &lt;br /&gt;
Kelima, prinsip partisipasi, dalam hal ini partisipasi di tempat kerja. Prinsip ini menghormati hak orang lain agar tidak diabaikan di tempat kerja atau disingkirkan dari pengambilan keputusan di dalam organisasi. &lt;br /&gt;
Setiap manusia di semua tempat kerja mempunyai hak untuk menyampaikan pikirannya di dalam keputusan-keputusan yang menyangkut mata pencahariannya. Ditutupnya pintu bagi semua diskusi berarti ditolaknya juga hormat bagi martabat manusia. Partisipasi di tempat kerja bukannya tidak berhubungan dengan budaya perusahaan dan sikap manajemen tingkat atas. &lt;br /&gt;
Keenam, prinsip komitmen. Bahwa seseorang yang mempunyai komitmen dapat diandalkan tanggung jawabnya, sifat dapat dipercaya, kesetiaan, dan kepatuhannya. Bila sifat-sifat ini lenyap dari tempat kerja, akan ada masalah semangat pada sisi produksi, dan ini hampir pasti bahwa kualitas produk dan layanan juga akan hilang. &lt;br /&gt;
Ketujuh, prinsip tanggung jawab sosial. ini menunjuk pada kewajiban untuk memperhatikan kepentingan-kepentingan masyarakat yang lebih luas dan untuk memperlakukan masyarakat sebagai salah satu pihak terkait dalam segala hal yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi.&lt;br /&gt;
Kedelapan, prinsip kebaikan umum. Ini berlaku sebagai lawan dari individualisme; ini mengaitkan kepentingan personal seseorang dengan kesejahteraan masyarakat. Ini mungkin yang paling sulit di antara semua prinsip untuk disepakati bersama dalam organisasi berkaitan dengan kebaikan umum perusahaan dan kemudian menghubungkan pengertian itu dengan pengertian mengenai kebaikan umum yang lebih luas di luar organisasi.&lt;br /&gt;
Kesembilan, prinsip subsidiaritas. Mungkin ini dipahami dalam pengertian penyerahan dan desentralisasi, dengan mempertahankan pembuatan keputusan dekat dengan dasar yang paling rendah. Ini berarti bahwa tidak ada keputusan yang boleh diambil pada tingkat yang lebih tinggi oleh apa yang boleh dibuat sama efektif dan efisiennya pada tingkat yang lebih rendah di dalam organisasi. &lt;br /&gt;
Kesepuluh, prinsip etis mengenai cinta. Prinsip ini juga berarti prinsip keyakinan yang diinternalisasikan, yang mendorong kesediaan untuk mengorbankan waktu, kenyamanan seseorang, dan menyumbangkan ide-ide dan barang-barang materinya demi kebaikan orang lain.&lt;br /&gt;
Buku ini meminta perhatian terhadap kerja, nurani, karakter, moralitas, kemanusiaan, pengorbanan, dan prinsip. Ini bukanlah suatu pembeberan menyusul skandal-skandal Enron, WorldCom, Adelphi dan skandal-skandal etis lain yang telah membuat bisnis di Amerika babak belur dalam tahun-tahun terakhir. Ini merupakan suatu latihan dalam pemaparan yang dimaksudkan untuk melibatkan pikiran dan nurani mereka yang sekarang, atau akan segera menjadi pengambil keputusan di dalam sistem bisnis. &lt;br /&gt;
Penulis sangat berharap bahwa para pembaca buku ini akan menjadi yakin bahwa bila mereka selalu memikirkan etika dalam pekerjaan mereka, mereka akan menyelesaikan lebih banyak hal dengan lebih efisien dan lebih menguntungkan daripada yang sekarang mungkin diduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*)Benni Setiawan, Alumnus Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-2622078884023556782?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/2622078884023556782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/12/pentingnya-etika-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2622078884023556782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2622078884023556782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/12/pentingnya-etika-bisnis.html' title='Pentingnya Etika Bisnis'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR21dMS4iRI/AAAAAAAAAEI/63789N0bxog/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-3592916713778956351</id><published>2010-12-31T17:42:00.000+07:00</published><updated>2010-12-31T17:44:24.427+07:00</updated><title type='text'>Kiat Sekolah Gratis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2z8xdVhgI/AAAAAAAAAEA/el8ZS9zSHHA/s1600/KuliahGratisLN_FC.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="400" width="266" src="http://4.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2z8xdVhgI/AAAAAAAAAEA/el8ZS9zSHHA/s400/KuliahGratisLN_FC.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pustaka, Kedaulatan Rakyat, Minggu Wage, 7 November 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa bilang kuliah di luar negeri harus mengeluarkan duit banyak? Kita bahkan bisa menyelesaikan kuliah di luar negeri secara gratis. Banyak sekali kesempatan kuliah di mancanegara yang bisa diperoleh melalui beasiswa. &lt;br /&gt;
Kemudian bagaimana mendapat kesempatan emas ini? Buku Kuliah Gratis di Luar Negeri ini akan mengantarkan Anda dalam mempelajari seluk beluk memperoleh beasiswa kuliah di luar negeri. Berbagai hal tentang kuliah di luar negeri diurai dengan bernas oleh Reny Y. Reny Y berdasarkan wawancara dengan penerima beasiswa di beberapa negara, memberikan trik dan panduan guna memperoleh kesempatan emas ini.&lt;br /&gt;
Buku ini adalah pilihan tepat bagi siapapun yang ingin mendapatkan informasi lengkap tentang kuliah di luar negeri dan tip-tip untuk mendapatkannya. Dengan panduan dari buku ini, kita biasa menyelami kesempatan kita untuk mendapatkan beasiswa kuliah ke Amerika Serikat, Australia, Eropa, Jepang dan Korea, serta Mesir.&lt;br /&gt;
Dengan buku ini di tangan, Anda akan mengetahui berbagai kiat jitu untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Segera miliki buku ini dan persiapkan diri Anda belajar di negeri seberang. Selamat membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benni Setiawan, Pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-3592916713778956351?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/3592916713778956351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/12/kiat-sekolah-gratis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/3592916713778956351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/3592916713778956351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/12/kiat-sekolah-gratis.html' title='Kiat Sekolah Gratis'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2z8xdVhgI/AAAAAAAAAEA/el8ZS9zSHHA/s72-c/KuliahGratisLN_FC.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-2444733234775829700</id><published>2010-12-12T11:47:00.000+07:00</published><updated>2010-12-12T11:50:09.665+07:00</updated><title type='text'>Solusi Atasi Krisis Iklim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TQRUNsNNvZI/AAAAAAAAADI/i0u3BJ8EsD4/s1600/cover-OUR-CHOICE-baru.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 308px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TQRUNsNNvZI/AAAAAAAAADI/i0u3BJ8EsD4/s400/cover-OUR-CHOICE-baru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549653235008912786" /&gt;&lt;/a&gt;


Resensi, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seputar Indonesia, &lt;/span&gt;Minggu, 12 December 2010

KRISISiklim bukanlah isapan jempol belaka.Sudah banyak bukti empiris menunjukkan bahwa bumi sudah rusak.Bencana alam banjir dan tanah longsor serta anomali cuaca menerpa berbagai belahan dunia lain.


Pilihan untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan merupakan sebuah keniscayaan. Tanpa hal demikian, akan banyak generasi mendatang menuntut—untuk tidak menyebut mengutuk—kita sebagai penghuni terdahulu yang tidak mampu bertindak menyelamatkan alam. Inilah pesan yang dapat kita ambil dari buku Our Choicekarya Al Gore.Buku ini membicarakan solusi- solusi dalam menangani krisis iklim. Sang penulis yang juga mantan Wakil Presiden Ke-45 Amerika Serikat itu mengakui telah mengorganisasi dan memoderatori lebih dari 30 Solutions Summits dalam rangka mengatasi krisis iklim.

Di samping memimpin pertemuanpertemuan, penulis juga bertemu satu per satu dengan para ahli terkenal seluruh dunia dalam upaya menemukan cara-cara paling efektif mengatasi krisis iklim. Our Choicemerupakan hasil wawasan- wawasan inovatif yang ditawarkan oleh peserta dalam dialog selama bertahun-tahun.Para ahli membantu menyusun sebuah pendekatan segar dan unik yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Hal inilah yang menjadi dasar penulisan buku ini, memilih gambar- gambar, dan memesan ilustrasi- ilustrasi––untuk mengumpulkan di suatu tempat semua solusi yang paling efektif yang sekarang tersedia dan bersama-sama akan mengatasi krisis ini.

Hal itu dimaksudkan untuk memberi inspirasi kepada para pembaca untuk bertindak–– tidak hanya secara individual, tetapi juga peserta dalam proses-proses politik yang digunakan semua negara dan dunia secara keseluruhan––untuk menentukan pilihan yang sekarang sudah ada di hadapan kita. Kita dapat mengatasi krisis iklim. Memang akan sulit, tetapi kalau memilih untuk mengatasinya, saya tidak ragu sedikit pun bahwa kita mampu dan akan berhasil. Sungguh, keberhasilan kita di dalam mengubah ekonomi global ke pola rendah karbon akan menghasilkan solusi-solusi yang diperlukan bagi masalah-masalah yang telah dibiarkan memburuh selama berabad-abad. Langkah pertama yang penting untuk solusi tersebut adalah sebagai berikut: kita harus menentukan pilihan.Yang saya maksudkan dengan kita adalah peradaban global kita.

Di sanalah letak, sebagaimana disebut Shakespeare,“kesulitannya”— karena tidak masuk akal untuk membayangkan bahwa kita sebagai spesies mampu membuat keputusan kolektif secara sadar. Meskipun begitu, itulah tugas yang sekarang kita hadapi (hlm 12–16). Lebih lanjut, rasa iba dan bantuan terhadap mereka yang telah terlukai oleh dampak-dampak dari krisis global terdahulu merupakan kebutuhan praktis untuk membangun dan meneguhkan konsensus global yang penting bagi tugas berat untuk mengatasi krisis dan menghindarkan dari dampakdampak buruk.

Kenyataan penting yang diremehkan oleh mereka yang ingin memusatkan perhatian hanya pada adaptasi adalah bahwa kecuali kalau kita mengambil langkah tegas untuk menghentikan kerusakan lingkungan bumi, adaptasi akan terbukti tidak mungkin sama sekali. Seandainya kita tidak mengambil tindakan tegas, dampakdampak terburuk dari krisis iklim akan semakin nyata dari generasi ke generasi, meningkat dalam kekuatan destruktifnya dari dekade satu ke dekade lain. Tapi kita tidak dapat menunggu kedahsyatan krisis dengan kekuatan penuhnya untuk memobilisasi suatu tanggapan,karena itu akan sudah sangat terlambat untuk menghentikan proses yang telah mulai kita gerakkan.

Dalam istilah praktisnya,penyelamatan generasi mendatang harus dimulai sekarang juga. Bahkan sewaktu kita mengulurkan tangan kita kepada mereka dari generasi sekarang yang menderita, kita harus menolak pendapat bahwa penyelamatan ini merupakan sesuatu yang terlalu berlebihan daripada sekadar permulaan dari apa yang harus kita laksanakan (hlm 29–30). Buku ini juga memberi sebuah jawaban yang genuine atas pertanyaan mendasar,bagaimana kita memecahkan krisis iklim ini? Dengan memberi perhatian besar pada polusi yang sebelumnya diabadikan, Amerika Serikat menetapkan insentif yang kuat untuk memulai perubahan historis meninggalkan pembakaran batu baru tanpa menangkap dan menyimpan CO2 yang dikandungnya.

Dorongan baru untuk mengubah produksi energi kami dari bahan bakar fosil ke sumber-sumber matahari, angin, dan panas bumi memacu gelombang perbaikan dalam teknologi-teknologi itu dan yang lain yang menghindarkan polusi. “Kami mendapat kejutan yang menyenangkan bahwa begitu banyak dari perubahan-perubahan bukanlah hanya murah, tetapi sebenarnya menguntungkan. Banyak dari industri kami menemukan cara untuk mengubah praktikpraktik yang sia-sia dan menjadi lebih efisien.

Para petani, peternak, dan pemilik tanah besar mulai menanam pohon-pohon berjumlah jutaan dan mengubah cara menanam tanaman pangan dan menjalankan peternakan”(hlm 424) Dorongan-dorongan baru untuk mengurangi karbon membuka aliran sumber-sumber daya untuk membiayai penanaman pohon,pertanian organik, pemulihan kesuburan tanah,pembaruan pendidikan— dengan fokus pada anak-anak pe-rempuan dan laki-laki—serta inisiatif- inisiatif layanan kesehatan, dengan tekanan khusus pada layanan kesehatan ibu dan anak yang meningkatkan tingkat kelanjutan hidup anak dan mempercepat perubahan seluruh dunia menuju keluarga- keluarga kecil (hlm 425). Kelebihan lain dari buku yang dicetak secara spesial ini adalah tanggung jawab moral menyelamatkan alam (hutan) dari kerusakan.

Buku ini dicetak dengan kertas khusus yang memperoleh pengakuan dari The Foresty Stewardship Council (FSC). Pada akhirnya, buku ini merupakan karya paling otoritatif guna memecahkan krisis iklim yang sedang kita hadapi. Dengan membaca buku ini, Anda akan diajak berpikir sekaligus bertindak untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan yang dahsyat.

Benni Setiawan,
alumnus Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-2444733234775829700?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/2444733234775829700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/12/solusi-atasi-krisis-iklim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2444733234775829700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/2444733234775829700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/12/solusi-atasi-krisis-iklim.html' title='Solusi Atasi Krisis Iklim'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TQRUNsNNvZI/AAAAAAAAADI/i0u3BJ8EsD4/s72-c/cover-OUR-CHOICE-baru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-8326447137824075428</id><published>2010-12-12T11:39:00.000+07:00</published><updated>2010-12-12T11:46:51.428+07:00</updated><title type='text'>Agar Kuliah Kerja Nyata Berdampak pada Kehidupan Masyarakat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TQRSz4MbHAI/AAAAAAAAADA/BCDtp8pDBAw/s1600/kkn.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TQRSz4MbHAI/AAAAAAAAADA/BCDtp8pDBAw/s400/kkn.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549651692038593538" /&gt;&lt;/a&gt;

Resensi, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jurnal Nasional&lt;/span&gt;, Minggu, 14 Nov 2010

KULIAH Kerja Nyata (KKN) seakan telah menjadi tradisi dalam kurikulum perguruan tinggi. Selain guna memenuhi sistem kredit semester (SKS), KKN merupakan sarana yang tepat untuk "menguji" sejauh mana teori yang diterima oleh mahasiswa berpadu dengan realitas empirik di tengah masyarakat.

Namun, tidak semua mahasiswa menyadari arti penting KKN ini. Sering kali KKN hanya dijadikan ajang liburan kuliah, pindah tidur, atau bahkan mencari jodoh. Maka tidak aneh jika program KKN tidak berdampak pada kehidupan masyarakat yang lebih baik. Program pemberdayaan masyarakat sering kali terlewatkan oleh mahasiswa sehingga KKN menjadi gamang dan miskin makna.

Akan tetapi, hal ini tidak berlaku bagi program KKN yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kegiatan KKN yang diselenggarakan oleh mahasiswa UGM bertumpu pada realitas empiris di tengah masyarakat. Mahasiswa UGM membaca kebutuhan masyarakat sekitar kemudian menerjemahkannya dalam program kerja KKN.

Contohnya, dalam mengatasi kekeringan dengan teknologi tepat guna. Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta merupakan daerah yang sering mengalami krisis air (kekeringan). Setidaknya ada 13 kecamatan yang selalu mengalami kekeringan. Yakni Kecamatan Gedangsari, Patuk, Nglipar, Ngawen, Paliyan, Tepus, Semanu, Rongkop, Girisubo, Panggang, Purwosari, Playen, dan Semin. Saat musim kemarau sumur masyarakat kering. Namun, Gunung Kidul mempunyai potensi sumber air dari dalam goa. Dengan sedikit kecekatan dan kelihaian beberapa mahasiswa, maka dibuatlah pompa air. Akan tetapi, mahasiswa KKN UGM tidak hanya membuat pompa untuk masyarakat, namun juga memberi keterampilan untuk merawatnya.

Salah satu usaha untuk membuat suatu program pemberdayaan bersifat berkelanjutan adalah dengan menciptakan sistem. Membantu membuatkan pompa air di tengah-tengah masyarakat yang kekeringan mungkin bisa dilakukan oleh siapa saja, asalkan punya uang. Akan tetapi, tidak untuk kesiapan dan kemandirian masyarakat pascakegiatan. Jika tidak disiapkan bagaimana sistem pengelolaan terhadap alat yang canggih itu, maka keberdayaan masyarakat akan sulit dicapai.

Dengan demikian, membantu masyarakat dengan memberikan sesuatu barang yang bersifat produktif, harus diikuti bagaimana melakukan pengelolaan yang baik terhadapnya. Mereka harus diberikan skill (keterampilan), di lingkungan mereka juga harus diciptakan sistem baru supaya sistem dan keahlian masyarakat tersebut siap, jika suatu saat pekerja sosial harus meninggalkan masyarakat tersebut. Inilah yang sering dilupakan dalam proses pemberdayaan, sehingga tidak sedikit program pemberdayaan gagal karena masyarakat tidak siap ditinggalkan oleh pekerja sosialnya (hlm. 41-51).

Dalam hal penanganan bencana alam pun demikian. Mahasiswa yang terjun untuk KKN dapat bekerja sejak masa tanggap darurat. Tanggap darurat menjadi salah satu program yang bagus dilakukan secara cepat dalam rangka memenuhi kebutuhan korban bencana yang bersifat darurat. Misalnya, kebutuhan-kebutuhan primer seperti makanan, minuman, pakaian atau tempat tinggal. Maka tugas yang paling utama yang harus dilakukan adalah menerima dan menyalurkan logistik yang terdiri atas sandang, pangan, dan papan kepada masyarakat korban bencana yang membutuhkan bantuan.

Dalam menyalurkan logistik, mahasiswa terlebih dahulu melakukan indetifikasi warga yang masih membutuhkan bantuan dan jenis barang yang diperlukan untuk selanjutnya menentukan sasaran pemberian, jenis dan jumlah logistik yang akan diberikan sesuai dengan stok yang dimiliki. Seluruh kegiatan penerimaan dan penyaluran logistik dicatat, sehingga akuntabel.

Program pascabencana pun penting untuk disentuh. Seperti program pemulihan ekonomi pascabencana. Program ini bertujuan untuk mengindentifikasi kegiatan-kegiatan ekonomi (mata pencaharian) warga sebelum bencana alam dan menggali potensi-potensi ekonomi yang dapat dikembangkan pascabencana alam. Realisasi program ini adalah berupa penyuluhan pertanian dan peternakan yang diberikan kepada warga yang memiliki mata pencarian bertani dan beternak. Bahkan, di beberapa unit, mahasiswa memberikan bantuan berupa bibit tani dan inseminasi buatan pada ternak sapi. Dalam melaksanakan program ini, mahasiswa banyak mendapat bantuan dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan UGM (hlm. 77-112).

Buku ini juga menyuguhkan beberapa program pemberdayaan yang patut ditiru, seperti wajib belajar sembilan tahun, pemberantasan buta aksara dalam pemberdayaan masyarakat, pengembangan desa wisata melalui sistem informasi geografis berbasis web, pemetaan dan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah berbasis biogas, serta pemberdayaan politik dalam pemilu. Kesemuanya berangkat dari potensi yang ada di dalam masyarakat dan dilakukan secara berkesinambungan.

Pada akhirnya, buku ini merupakan rekam kegiatan KKN kampus UGM yang selalu menekankan pada pola pemberdayaan masyarakat. Harapannya, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik oleh kalangan akademisi atau masyarakat pada umumnya dari praktik terbaik (best practice) yang diulas dalam buku ini.

***

Data Buku

Judul: Belajar dari Masyarakat, Best Practices Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat LPPM UGM

Editor: Dr drh Joko Prastowo, MSi

Penerbit: Samudra Biru, Yogyakarta

Cetakan: I, Juni 2010

Tebal: x + 142 halaman

ISBN: 978-602-96516-0-7

Harga: Rp26.000

***

*)Benni Setiawan, penulis dan pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.

http://www.jurnalnasional.com/show/newspaper?rubrik=Pustaka&amp;berita=149248&amp;pagecomment=1&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-8326447137824075428?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/8326447137824075428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/12/agar-kuliah-kerja-nyata-berdampak-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/8326447137824075428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/8326447137824075428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/12/agar-kuliah-kerja-nyata-berdampak-pada.html' title='Agar Kuliah Kerja Nyata Berdampak pada Kehidupan Masyarakat'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TQRSz4MbHAI/AAAAAAAAADA/BCDtp8pDBAw/s72-c/kkn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-3487778539401232027</id><published>2010-11-26T20:13:00.000+07:00</published><updated>2010-11-26T20:15:50.760+07:00</updated><title type='text'>Bertualang Bersama Gullible</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TO-y8SAjEjI/AAAAAAAAAC4/3gc3Txs8V2E/s1600/cover%2Bbuku.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TO-y8SAjEjI/AAAAAAAAAC4/3gc3Txs8V2E/s400/cover%2Bbuku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543846415012401714" /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seputar Indonesia, Resensi,&lt;/span&gt; Sunday, 21 November 2010

Hidup Anda adalah milik Anda.Mengingkari ini sama dengan menyatakan secara tidak langsung bahwa orang lain lebih berhak atas hidup Anda dari pada Anda sendiri. Demikian salah satu prinsip hidup yang bisa dipetik dari buku Petualangan Jonathan Gullible,Sebuah Odisei Pasar Bebas.

Sebuah buku luar biasa. Bercerita tentang persoalan keseharian yang mungkin sering kita lupakan dan remehkan. Namun, pada hakikatnya mengandung sejuta makna hidup yang akan membimbing kita menuju kehidupan yang lebih baik. Buku cerdas dengan gaya pembahasan yang unik dan menawan ini didahului dengan bercerita bergaya cerpen, renungan, ulasan, catatan, latar belakang, dan sekaligus referensi.Kecerdasan buku ini telah membius jutaan manusia.Karena karya ini telah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa sejak pertama kali terbit 30 tahun yang lalu.

Inilah pujian yang pantas untuk melukiskan buku Petualangan Jonathan Gullible, Sebuah Odisei Pasar Bebas ini. Buku ini berisi tidak kurang dari 40 petuah bijak yang pantas kita renungkan dan menjadi catatan penting dalam mengarungi samudra kehidupan. Seperti sebuah cerita yang satu ini. Pada suatu ketika Jonathan ditodong oleh seorang pencuri. Berlangsunglah sebuah percakapan yang cocok dengan kondisi keindonesiaan saat ini.

”Kalau kamu harus kehilangan uang kamu,lebih baik berikan semuanya kepadaku, jangan kepada petugas pajak”. ”Kenapa?” tanya Jonathan seraya menaruhkan uang di tangannya yang cekatan dan terampil. ”Kalau kamu memberikan uang itu kepada saya,” kata pencuri itu sambil memasukkan lembaran uang ke dalam kantong kulit yang digantung di pinggangnya,”paling tidak saya akan pergi dan tidak mengganggumu lagi.Tapi, sampai hari kamu mati nanti, petugas pajak akan mengambil uangmu,yang dihasilkan oleh masa lalu kamu, dan dia juga akan mengontrol masa depanmu.

Hah! Uang hasil jerih payah kamu setahun yang dia buang-buang lebih banyak jumlahnya dari uang yang kami, para perampok musiman, rampas dari kamu seumur hidupmu!” Jonathan terlihat bingung. ”Tapi, bukankah Dewan Bangsawan menggunakan uang pajak untuk melakukan hal-hal baik untuk rakyat?” ”Ya,tentu,”pencuri itu berkata dengan datar. ”Ada yang bertambah kaya.

Tapi kalau membayar pajak itu baik, mengapa petugas pajak tidak meyakinkan kamu tentang manfaat pajak dan membuatmu membayar dengan sukarela?” Jonathan merenungkan perkataannya. ”Mungkin membujuk membutuhkan waktu dan upaya lebih banyak?” ”Tepat”, kata pencuri itu. ”Itu juga masalah buatku.Kami menghemat waktu dan tenaga dengan menggunakan senjata api!” Ia lalu duduk di sebelah Jonathan, yang mencoba bergerak, namun tidak berhasil.

”Tahu tidak?” Tanya pencuri itu sambil menghitung uangnya. ”Politik merupakan semacam ritual menyucikan. Hampir semua orang berpikir rasa iri, berbohong, mencuri,atau membunuh itu salah. Itu bukan hal yang dilakukan oleh tetangga Anda— kecuali kalau mereka bisa membuat para politisi melakukan pekerjaan kotor itu untuk mereka.Ya,politik memungkinkan semua orang, bahkan yang terbaik di antara kita. Merasa iri,berbohong,mencuri,dan bahkan kadang-kadang untuk membunuh.

Dan kami tidak merasa terganggu.”(halaman.146–147) Pantaslah jika seorang Gayus HP Tambunan, petugas pajak golongan IIIA dapat berpenghasilan miliar rupiah.Dia dapat melakukan apa saja atas nama pajak (negara). Dia dapat membayar sipir dan atau petugas hukum lainnya untuk berlibur ke Bali dalam masa tahanan karena uang yang telah ada di tangan. Jelas uang pajak tidak masuk negara,namun masuk dalam saku petugas-petugas pajak. Sistem peradilan yang dimaksudkan membuat orang bertanggung jawab atas perbuatannya yang merugikan orang lain.

Sayangnya, hukum tidak selalu berjalan seperti itu. Jelas bahwa semua koneksi politis memengaruhi sistem peradilan. Seandainya seorang politisi mendapat surat tilang, kemungkinan besar dia punya orang dalam untuk membersihkan catatannya. Ada kecenderungan hukum mengabaikan tanggung jawab pribadi dan memungkinkan orang menerima ganti rugi hanya karena rasa simpati atau persepsi tentang kekayaan. Kecenderungan di atas seringkali dijawab oleh pemerintah denganmengeluarkanundang- undang baru.

Padahal menurut Ken Schoolland, perizinan dan peraturan menghambat kemajuan.Tak mengherankan bila negara-negara dengan jumlah peraturan terbanyak mengalami pertumbuhan ekonomi paling kecil. Pelajaran lain yang dapat kita petik dari buku ini adalah merenungkan salah satu prinsip Jonathan Gullible. Salah satu prinsipnya adalah prinsip kepemilikan pribadi. Hidup Anda adalah milik Anda.

Mengingkari ini sama dengan menyatakan secara tidak langsung bahwa orang lain lebih berhak atas hidup Anda dari pada Anda sendiri.Tak seorang pun,atau kelompok orang,berhak atas hidup Anda sendiri halnya Anda tidak berhak atas hidup orang lain. Jonathan mengajarkan bahwa hidup kita tidak tergantung orang lain. Dengan kata lain, bangsa ini pun harus berdikari—meminjam istilah Soekarno.

Bangsa Indonesia harus berdiri tegak di atas fondasi kebangsaannya sendiri, tidak bergantung dan menyerah tunduk takluk kepada bangsa lain.Tanpa hal yang demikian, sebagaimana kisah Jonathan, bangsa ini akan selalu miskin dan tidak merdeka (hidup layak). Buku ini memperkenalkan berbagai konsep ekonomi pasar dan masyarakat merdeka lewat berbagai kisah petualangan tokoh fisiknya, Jonathan Gullible.

Ia juga sekaligus mengantar pembaca untuk berkenalan dengan berbagai tokoh klasik di dunia pemikiran liberal, antara lain Ludwig von Mises, Frederic Hayek, Milton Friedman, Henry Hazlitt,Ayn Rand. Buku ini menantang pembaca untuk mempertanyakan apa yang menyebabkan sebuah bangsa sejahtera, sementara yang lain tetap miskin.

Jonathan memperkenalkan berbagai konsep dasar seperti hak kepemilikan, tragedi kepemilikan bersama, tatanan spontan, dan dilema demokrasi dan kebebasan, dsb.Bersama Jonathan pembaca diajak untuk menjelajahi berbagai pemikiran filosofis dan persoalan praktis dalam ekonomi, sosial,dan politik.(*)

Benni Setiawan,
Alumnus Program Pascasarjana
Universitas Islam Negeri (UIN)
Sunan Kalijaga, Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-3487778539401232027?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/3487778539401232027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/11/bertualang-bersama-gullible.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/3487778539401232027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/3487778539401232027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/11/bertualang-bersama-gullible.html' title='Bertualang Bersama Gullible'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TO-y8SAjEjI/AAAAAAAAAC4/3gc3Txs8V2E/s72-c/cover%2Bbuku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-4436961539672768746</id><published>2010-08-29T22:25:00.001+07:00</published><updated>2010-08-29T22:28:13.991+07:00</updated><title type='text'>Belajar Juara ala Trump</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/THp8ZbGG1iI/AAAAAAAAACo/dyXZUwWluGQ/s1600/Trump.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 265px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/THp8ZbGG1iI/AAAAAAAAACo/dyXZUwWluGQ/s400/Trump.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510853870253168162" /&gt;&lt;/a&gt;

Resensi, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Suara Merdeka, &lt;/span&gt;1Agustus 2010

Judul : Think Like A Champion!
Penulis : Donald Trump
Penerbit : Daras Book, Jakarta
Terbit : 2010
Tebal : 211 Halaman


Donald J. Trump adalah salah satu pengusaha tersukses, terbesar, dan terglamor di dunia. Nama “Trump” sendiri seolah telah menjadi brand dan mantra bagi kesuksesan. Visinya untuk sukses sekaligus menikmati hidup benar-benar telah menginspirasi banyak orang.
Melalui bukunya ini, Think Like A Champion!, Trump ‘curhat’ mengenai kesuksesannya itu. Berawal dari catatan ayahnya, Fred C. Trump yang dikirim secara teratur, Trump bertutur secara lugas mengenai dirinya sendiri.
Trump menyebut para juara dilahirkan dan para juara bisa dibentuk. Salah satu definisi juara adalah seseorang yang memperlihatkan keunggulan menonjol. Definisi lainnya adalah seorang yang menjadi pemenang hadiah pertama atau menduduki tempat pertama dalam suatu kompetisi.
Para juara tambah Trump juga ingin mencapai sesuatu yang spesial. “Biasa-biasa saja” tidak akan cukup untuk seseorang yang memiliki pola pikir juara. Para juara berpikir besar. Para juara bekerja amat keras. Para juara itu fokus. Para juara berdisiplin. Berpikirlah seperti itu, para juara berfikir seperti juara.
Secara lebih sederhana Rektor Trump University ini menjelaskan pilihan yang terbaik adalah mendapatkan prestasi setinggi mungkin. Mengapa menetapkan sasaran yang terlalu rendah? Apakah Anda pernah mendengar seorang anak berkata mereka tak ingin apa-apa ketika mereka dewasa?
Mereka penuh impian dan rencana, dan jarang memilih cita-cita yang biasa-biasa saja. Mereka ingin jadi presiden, dokter, astronot, ilmuan, dan seterusnya. Mereka berada di rel yang benar dan memiliki pola pikir yang tepat.
Jika Anda perlu, bawalah diri Anda kembali ke saat Anda memiliki prestasi tinggi sebagai suatu sasaran. Tidak setiap orang bisa menjadi juara dunia dalam satu hal, tapi Anda bisa berusaha keras menjadikan yang terbaik yang Anda bisa. Itulah langkah pertama—dan tanggung jawab harian.
Para juara bekerja lebih keras lagi. Kita semua tahu kapan kita cukup melakukan sesuatu dan ketika kita benar-benar berusaha mati-matian. Berusahalah untuk memacu diri Anda—tiap hari. Jangan gagal karena Anda tidak pernah mengizinkan diri Anda untuk memulai! Jangan hindari kesuksesan karena Anda berpikir tanggung jawabnya mungkin terlalu besar—berfokus saja dan terus jalan! Anda akan kaget dengan apa yang bisa dihasilkan upaya cerdas.
Buku ini begitu menawan. Mudah dibaca dan dimengerti. Membaca buku ini seperti mendapat bimbingan langsung dari Presiden Direktur Trump Organization. Jika Anda tidak memiliki waktu luang untuk membaca, inti buku ini terletak pada halaman 55-57. Namun, jika Anda ingin mengetahui rahasia sukses dan menemukan key word (kata kunci) berpikir juara ala Trump, halaman demi halaman dalam buku ini sayang untuk dilewatkan.
Maka tidak berlebihan jika, Robert Kiyosaki, penulis Rich Dad Poor Dad dalam pengantar buku ini menyatakan, Trump melalui Think Like A Champion! telah mengajarinya berpikir seperti juara. Buku ini merupakan hadiah yang telah diberikan oleh Donald Trump pada istri dan dirinya. Sebuah hadiah yang Trump bagi dengan dunia. Sebuah hadiah yang lebih bernilai daripada uang. Jika Kiyosaki saja memberikan pujian semacam ini, maka buku ini sangat layak untuk dikonsumsi. Selamat membaca (Benni Setiawan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-4436961539672768746?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/4436961539672768746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/08/belajar-juara-ala-trump.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4436961539672768746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4436961539672768746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/08/belajar-juara-ala-trump.html' title='Belajar Juara ala Trump'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/THp8ZbGG1iI/AAAAAAAAACo/dyXZUwWluGQ/s72-c/Trump.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-7997233721380540824</id><published>2010-08-29T22:23:00.001+07:00</published><updated>2010-08-29T22:24:27.088+07:00</updated><title type='text'>Panduan Pasar Keuangan</title><content type='html'>Perada, Koran Jakarta, Rabu, 11 Agustus 2010

Judul : The Alchemy of FinancePenulis : George SorosPenerbit : Daras Books, JakartaTahun : I, Mei, 2010Tebal : 407 HalamanHarga : Rp100.000,-

 
Empat ratus tujuh puluh tiga juta berbanding satu. Itulah peluang George Soros untuk membuat catatan investasi yang dia capai sebagai manajer Quantum Fund dari 1968 hingga 1993.

Rekor investasinya merupakan penyangkalan yang paling tidak terbantahkan bagi hipotesis acak sepanjang sejarah! Soros mewartakan kesuksesannya itu melalui buku ini.

The Alchemy of Finance merupakan salah satu karya terbesar sepanjang masa tentang dunia finansial dan investasi. Sebuah masterpiece dari salah seorang pakar sekaligus praktisi pasar keuangan yang paling sukses dalam sejarah.

Buku ini memaparkan beragam strategi, filosofi , dan teknik yang dibutuhkan untuk sukses di dunia finansial dan investasi. Semua itu telah terbukti berhasil dan teruji selama 30 tahun terakhir.

Tak pelak, buku ini menjadi bacaan wajib dan panduan utama bagi para praktisi investasi dan pasar keuangan yang serius. Buku ini berangkat dari konsep refl eksivitas.

Konsep refleksivitas sangatlah sederhana. Dalam situasisituasi ketika ada para partisipan yang berpikir, terdapat interaksi dua arah antara pemikiran para partisipan dan situasi tempat mereka berpartisipasi.

Di satu sisi, para partisipan mencoba memahami realitas, di sisi lain mereka mencoba menciptakan hasil yang diinginkan.

Kedua fungsi itu bergerak ke arah berlawanan: dalam fungsi kognitif, realitas adalah apa yang terpampang; dalam fungsi partisipasi, pemahaman partisipan menjadi konstanta.

Kedua fungsi dapat saling memengaruhi dengan merepresentasikan apa yang dianggap sebagai kenyataan. Soros menyebut interferensi antara kedua fungsi ini sebagai refleksivitas .

Soros memandang refleksivitas sebagai sebuah lingkar umpan-balik antara pemahaman partisipan dan situasi ketika mereka berpartisipasi, dan Soros yakin bahwa konsep refleksivitas merupakan sesuatu yang sangat penting untuk memahami situasi-situasi ketika terdapat para partisipan dengan kemampuan berpikir.

Refleksivitas menyebabkan pemahaman para partisipan menjadi tidak sempurna dan memastikan bahwa segala tindakan mereka akan membawa dampak yang tidak dimaksudkan.

The Alchemy of Finance dimaksudkan sebagai sebuah serangan langsung terhadap paradigma yang berlaku saat ini, namun serangan ini bagaikan menghantam batu karang.

Para ekonom profesional menganggap teori refleksivitas sebagai teori buatan seorang amatir yang gila akibat kesuksesan finansial. Teori refleksivitas merupakan teori filosofis, bukan teori ilmiah.

Namun, teori refleksivitas jangan diabaikan hanya karena merupakan sebuah teori filosofis, dan teori ini jangan dibenturkan dengan realitas. Tidak ada laboratorium yang lebih baik untuk menguji teori refleksivitas daripada pasar keuangan, yang tidak menoleransi alasan (hal 68).

Paul A Volcker dalam pengantarnya menyatakan bahwa The Alchemy of Finance bukanlah sebuah bacaan yang cepat dan mudah. Namun, Anda akan mendapatkan pengetahuan yang layak dari buku ini: sebuah pergulatan seorang pemikir yang independen dan yang tidak pernah berhenti mencari dalam upaya menerobos kekolotan lama dengan berbagai pandangan baru dan bermakna mengenai perilaku keuangan dan manusia.

Peresensi adalah Benni Setiawan, pencinta buku, tinggal di Sukoharjo.

﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-7997233721380540824?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/7997233721380540824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/08/panduan-pasar-keuangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/7997233721380540824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/7997233721380540824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/08/panduan-pasar-keuangan.html' title='Panduan Pasar Keuangan'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-4032020976668891607</id><published>2010-08-29T22:21:00.000+07:00</published><updated>2010-08-29T22:22:22.095+07:00</updated><title type='text'>Menuju Keunggulan Strategi</title><content type='html'>Resensi Seputar Indonesia, Saturday, 14 August 2010

Kepemimpinan dan perumusan strategi adalah sebuah seni.Seni merumuskanstrategi akan membantu sebuah perusahaan mencapai targettarget produksidan mencapai puncak kejayaan.

Robert S Kaplan &amp; David P Norton, pencipta konsep Balanced Scorecard, menunjukkan cara-cara terbaik dan menyeluruh yang terbukti berhasil pada ratusan perusahaan internasional yang menjadi klien mereka.Mereka berdua mentransformasi hal-hal yang tidak umum demi suksesnya pelaksanaan strategi. Konsep Balanced Scorecard terbangun dalam empat perspektif utama yaitu keuangan,pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan.

Mengapa perusahaan perlu menggunakan Balanced Scorecard. Buku Execution Premiumini dengan lugas menjawab pertanyaan mendasar tersebut.Sebagian besar perusahaan, dalam menerapkan sistem manajemen strategi yang berbasis Balanced Scorecard,mengikuti urutan yang secara umum dimulai dengan prinsip pertama (gerakkan tim eksekutif), segera disusul dengan prinsip kedua (terjemahkan strategi ke dalam sebuah peta strategi yang berisi sasaran-sasaran strategis yang saling terkait disertai Balanced Scorecard dari ukuran dan sasaran) dan ketiga (selaraskan berbagai bagian dari bisnis melalui kartu skor yang saling terkait).

Prinsip keempat mensyaratkan desain ulang beberapa sistem kunci sumber daya manusia (penetapan tujuan, motivasi), sedangkan prinsip kelima mensyaratkan desain ulang berbagai sistem perencanaan, penganggaran,dan pengendalian. Penerapan prinsip keempat dan kelima biasanya tidak dimulai sebelum program tersebut sudah berjalan satu tahun atau lebih.

Nyatanya, Kaplan dan Norton menemukan bahwa perusahaanperusahaan mampu memperoleh hasil penting hanya dengan menerapkan prinsip pertama, kedua, dan ketiga secara menyeluruh dan menjalankan beberapa kegiatan dasar dalam prinsip keempat seperti program untuk mengomunikasikan strategi kepada karyawan dan mengikuti satu praktik dalam prinsip kelima yaitu menyelenggarakan rapat manajemen baru guna mengkaji ulang strategi.

Namun, karena pendekatanpendekatan baru belum tertanam dalam sistem manajemen yang sedang berjalan pada organisasi (prinsip kelima),kinerjanya sering tidak berkesinambungan. Guna melengkapi kekurangan dan mewujudkan kesinambungan kinerja, dalam buku ini kedua penulis memulainya dengan mendokumentasikan praktik-praktik terbaik bagi prinsip kelima dari strategy-focused organization (SFO).

Norton dan Kaplan mengakhirinya dengan sebuah sistem manajemen yang komprehensif dan mandiri yang mengaitkan strategi dan operasi. Sistem manajemen lingkaran-tertutup yang diuraikan dalam buku ini menggambarkan "kondisi terakhir" yang bisa dicapai oleh suatu perusahaan guna menghubungkan superioritas dalam pelaksanaan operasi dengan prioritas-prioritas strategis dan visi.

Dalam buku ini, Norton dan Kaplan menguraikan bagaimana perusahaan mampu membangun hubungan yang kuat dari strategi sampai operasi sehingga kegiatan operasional sehari-hari daripada karyawan akan mendukung sasaran strategi. Dua penulis kawakan ini memperkenalkan sebuah kerangka baru untuk rapat tinjauan manajemen yang secara jelas memisahkan rapat-rapat kajian operasi yang memecahkan masalah jangka pendek dan memantau perbaikan proses-proses operasi kunci, dari rapat-rapat yang mengkaji dan memperbaiki pelaksanaan strategi.

Sudah banyak elemen pelaksanaan strategi-strategi yang efektif. Perangkat penyusunan visi strategis dan perumusan strategi telah dikembangkan. Perangkat perencanaan strategi, termasuk peta strategi dan Balanced Scorecard, telah tersedia dan digunakan oleh banyak perusahaan lebih dari sepuluh tahun.Dan hampir semua perusahaan menggunakan perangkat operasional untuk manajemen mutu, perbaikan proses, dasbor, dan pembiayaan berbasis kegiatan.

Bagaimanapun yang tidak ada adalah kerangka komprehensif untuk mengintegrasikan semua perangkat ini sehingga selaras dan harmonis sebagaimana mestinya. Dalam buku ini disajikan sebuah sistem manajemen komprehensif lingkaran-tertutup enam tahap yang mengintegrasikan berbagai perangkat manajemen untuk membantu perusahaan dalam proses-proses pelaksanaan strategi berikut ini;

menyusun strategi, merencanakan strategi,menyelaraskan unit-unit organisasi dan karyawan dengan strategi, merencanakan operasi dengan menetapkan prioritas bagi manajemen proses dan dengan mengalokasikan sumber daya yang akan mengantarkan strategi, memantau dan belajar dari operasi dan strategi, serta menguji dan menyesuaikan strategi.

Perusahaan membutuhkan sebuah struktur formal bagi komponen- komponen ini. Selain itu, mereka juga membutuhkan sebuah unit organisasi baru yang membantu merancang sistem yang terintegrasi, menjalankan proses-proses kunci di dalamnya, dan mengoordinasi proses-proses lainnya dengan fungsi-fungsi organisasi yang lain—sebuah unit yang kami sebut office of strategy management. Proses pelaksanaan strategi dan infrastruktur organisasi merupakan cara pengelolaan baru.

Proses dan infrastruktur itu menciptakan sebuah pendekatan sistem bagi perencanaan strategi dan kaitannya dengan operasi. Melalui kombinasi antara konsep, kasus, dan metodologi,buku ini menguraikan dasar-dasar sistem pengelolaan strategi dan operasi dengan Balanced Scorecard sebagai intinya (halaman 53-54). Perlunya organisasi menghubungkan strategi dan operasi dalam sebuah daur yang berkelanjutan dan dinamis adalah tesis utama dari Execution Premium.

Organisasi yang bisa membangun hubungan ini dan menjalankan strategi mereka lebih cepat dibandingkan pesaing mereka akan mendapatkan ganjaran yang sangat besar yakni Execution Premium (imbalan yang tinggi atas pelaksanaan strategi). Buku ini akan mengantarkan Anda menuju keunggulan pelaksanaan strategi.(*)

Benni Setiawan,Mahasiswa program PascasarjanaUIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-4032020976668891607?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/4032020976668891607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/08/menuju-keunggulan-strategi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4032020976668891607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4032020976668891607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/08/menuju-keunggulan-strategi.html' title='Menuju Keunggulan Strategi'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-4978629350307262671</id><published>2010-08-29T22:19:00.000+07:00</published><updated>2010-08-29T22:20:15.899+07:00</updated><title type='text'>Mendalami Ruang Publik</title><content type='html'>Resensi, Sinar Harapan, Sabtu, 14 Agustus 2010 10:31

OLEH: BENNI SETIAWAN

Ruang publik (public sphere) menjadi populer dalam literatur filsafat dan ilmu-ilmu sosial pasca-komunisme.

Konsep ini seolah menge­mas segala harapan akan perubahan sosial secara demokratis. Seberapa suburkah konsep ini untuk menjelaskan partisipasi masyarakat warga (civil society) dalam demokrasi?Interaksi Aktif Masyarakat-NegaraMenurut Franz Magnis Suseno dalam buku ini (hal 111-112), dalam masyarakat warga atau masyarakat politis, John Locke menyebut beberapa unsur fundamental yakni demokrasi modern, atau kalau mau, etika politik modern, terwujud. Pertama, prinsip kedaulatan rakyat yakni segala wewenang atas masyarakat harus datang dari masyarakat itu. Kedua, prinsip negara minimal, dalam arti bahwa wewenang negara dibatasi oleh rakyat yang berdaulat pada apa yang perlu agar negara dapat melakukan tujuan untuknya ia dirikan, yakni melindungi masyarakat.Ketiga, prinsip pembagian kekuasaan, yakni pembagian Locke yang masih kurang sempurna ke dalam kekuasaan legislatif, eksekutif, dan federatif akan dilengkapi menjadi trias politik oleh Charles de Secondat Montesquieu (1689-1755), seorang pengagum Locke dan tokoh liberalisme Prancis, dengan menambah kekuasaan yudikatif. Artinya kehakiman (sedangkan kekuasaan federatif dimasukkan ke dalam kekuasaan eksekutif). Prinsip pembagian kekuasaan adalah bagi negara modern. Di dalamnya berakar paham negara hukum.Keempat, prinsip bahwa kekuasaan negara adalah terbatas. Pembatasan itu dirumuskan dalam Undang Undang Dasar yang menetapkan secara perinci wewenang tiga kekuasaan negara itu. Dengan demikian Locke adalah bapak paham negara konstitusional, artinya negara yang menjalankan seluruh kekuasaannya atas dasar sebuah Undang Undang Dasar. Kelima, keterbatasan itu juga kelihatan dalam penegasan Locke bahwa rakyat boleh melawan, bahkan boleh melakukan revolusi apabila negara melanggar hak-hak asasinya.Berbeda dengan Locke, Antonio Gramsci sebagaimana dicatat oleh R Haryono Imam, mewartakan masyarakat warga tersusun karena proses hegemoni. Konsepsi ini kerap dirumuskan sebagai kepemimpinan moral dan intelektual suatu kelompok atas kelompok-kelompok yang lain. Pengaruh modal dan intelektual ini yang pada gilirannya membangkitkan dukungan (consent) dan persetujuan pada kelompok yang hegemonik. Consent adalah satu sisi dari dua sisi kekuasaan. Kekuasaan adalah consent yang didukung dan diperkuat oleh koersi (coercion) atau kekuasaan.Masyarakat warga dalam pandangan Gramsci memiliki dua karakteristik utama. Pertama, masyarakat warga adalah Locus bagi konflik politis dan pergulatan sosio-ekonomi. Kedua, masyarakat warga teryata merupakan locus hegemoni. Ia juga merupakan arena untuk membangun dan merebut hegenomi (hal 167-182).Ragam tafsir dan pengertian ini juga diikuti oleh pengertian ruang publik itu sendiri. Sekurangnya ada dua pengertian ruang publik yang dibahas dalam buku ini. Pertama, ruang publik adalah suatu wilayah yang dapat diakses semua orang dan wilayah ini membatasi dirinya secara spasial dari wilayah lain, yaitu ruang privat. Di sini berbeda dari ruang privat yang merupakan locus intimitas, ruang publik merupakan locus kewarganegaraan (citizenship) dan keadaban publik (public civility). Pengertian deskriptif ini dibedakan dari pengertian kedua yang bersifat normatif, yakni ruang publik yang seharusnya berperan kritis terhadap sistem politis. Dalam arti normatif ini ruang publik adalah suatu wilayah komunikasi tempat para warga ne­ga­ra berperan secara demo­kratis dalam mengawasi jalannya pemerintahan atau meminjam istilah Habermas—suatu tempat pengeraman kegelisahan politis warga" (hal 10-11).

Impitan Pasar dan BirokrasiBuku ini pertama-tama mengajak Anda untuk melacak pemikiran tentang kepublikan (publicity) dan masyarakat warga (civil society) yang membentang mulai dari Plato di zaman Yunani Kuno, melalui Abad Pertengahan sampai pada gagasan filsuf modern, seperti Hobbes, Locke, Rousseau, Kant dan Hegel. Konsep "ruang publik" lalu dibahas dalam kaitannya dengan kapitalisme, pluralisme, feminisme, dan kebudayaan yang menjadi keprihatinan para filsuf kontemporer, seperti Gramsci, Hannah Arendt, Habermas, dan Rorty.Mendalami pemikiran-pemikiran mereka, kita akan ditetapkan pada sebuah kegelisahan, jika dewasa ini ruang publik sungguh telah didistorsi oleh kepentingan-kepentingan pasar dan birokrasi pemerintah, bagaimana kita masih dapat mengharapkan peran demokratis masyarakat warga dalam medium yang sudah rancu itu?Buku ini diakhiri dengan upaya-upaya untuk menjawab kegelisahan tersebut. Sebagaimana tulisan Al Andang L Binawan yang memberikan kilas balik reflektif atas berbagai gagasan yang telah dibahas sebelumnya sambil mengajak kita untuk menemukan peran hukum dalam masyarakat dan peradaban dan kaitannya dengan ruang publik. Tulisan Al Andang memberi pesan kepada kita bahwa ruang publik direalisasikan melalui hukum yang mendasarkan diri pada hak-hak asasi manusia (hal. 349-367).Demikian pula dengan tulisan B Herry Priyono yang memberikan analisis kritis terhadap porak-porandanya ruang publik akibat merambahnya kekuatan-kekuatan pasar di berbagai arena kehidupan. Tulisan Herry Priyono tidak sekadar membongkar berbagai persoalan konseptual ruang publik, melainkan juga menyarankan jalan keluar yang diyakini dapat memberinya kembali kepada ruang publik yang tercekik oleh impitan pasar dan birokrasi (hal 369-395)Buku ini mencoba memberikan jawaban atas kegelisahan-kegelisahan yang mengitari ruang publik dan mendalami apa itu ruang publik. Buku ini akan memperluas perspektif Anda untuk memahami kemungkinan dan tantangan demokrasi partisipatoris dalam masyarakat majemuk seperti masyarakat kita.

Penulis adalah penulis dan pembaca buku, tinggal di Sukoharjo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-4978629350307262671?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/4978629350307262671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/08/mendalami-ruang-publik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4978629350307262671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/4978629350307262671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/08/mendalami-ruang-publik.html' title='Mendalami Ruang Publik'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-5258556232422094178</id><published>2010-08-29T22:08:00.001+07:00</published><updated>2010-08-29T22:18:25.911+07:00</updated><title type='text'>Dua  Langkah Menuju Sukses</title><content type='html'>Perada, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Koran Jakarta, &lt;/span&gt;Kamis, 26 Agustus 2010 
Judul : Execution Premium Penulis : Robert S. Kaplan &amp; David P. Norton Penerbit : Ufuk Press, Jakarta Tahun : I, Juni 2010 Tebal : 482 Halaman Harga :Rp.115.000,-

 

Kesuksesan sebuah perusahaan terletak pada manajeman dan strategi yang digunakan.
Dalam buku Execution Premium ini, Robert S Kaplan &amp; David P Norton menguraikan bagaimana perusahaan mampu membangun hubungan yang kuat dari strategi sampai operasi sehingga kegiatan operasional sehari-hari serta karyawan akan mendukung sasaran strategi.

Dua penulis kawakan ini memperkenalkan sebuah kerangka baru untuk rapat tinjauan manajemen yang secara jelas memisahkan rapat-rapat kajian operasi, yang memecahkan masalah jangka pendek dan memantau perbaikan proses-proses operasi kunci, dari rapat-rapat yang mengaji dan memperbaiki pelaksanaan strategi.

Penggunaan peta strategi sebagai kerangka penyusunan merupakan ciri pembeda dari pendekatan perencanaan dan penyusunan strategi Kaplan &amp; Norton. Sebagian besar pendekatan terhadap penyusunan strategi terfokus pada hasil dari strategi yang diinginkan.

Misalnya, strategi tersebut menguraikan proposisi nilai pelanggan yang hendak ditawarkan oleh organisasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan juga ceruk di mana organisasi itu akan bersaing.

Tetapi pernyataan proposisi nilai tidak membahas bagaimana hal itu akan tercapai. Kebanyakan pendekatan strategi bisnis yang populer mendefi nisikan apa tetapi tidak mendefi nisikan bagaimana.

Sebuah strategi yang lengkap harus mendefinisikan apa dan bagaimana—atau, dalam terminologi Kaplan &amp; Norton, hasil-hasil yang diinginkan dan penggerak dari hasil-hasil itu.

Struktur sebuah peta strategi memberikan kerangka yang komprehensif dan logis untuk merancang dan menjalankan sebuah strategi. Peta strategi adalah terobosan manajerial yang memungkinkan organisasi mengelola strategi secara lebih efektif dan mencapai execution premium (imbalan yang tinggi atas pelaksanaan strategi) dari implementasi yang sukses (hal 157).

Fokus utama Kaplan &amp; Norton dalam buku ini adalah desain sebuah sistem manajemen untuk menyelaraskan strategi unit bisnis dengan operasi. Namun, kebanyakan organisasi terdiri dari banyak unit bisnis dan unit pendukung, sehingga sistem manajemennya juga harus berhubungan dengan bagaimana strategi diintegrasikan ke seluruh unit organisasi beragam ini.

Selain menyelaraskan unit-unit organisasi dengan strategi, sistem tersebut juga harus menyelaraskan karyawan dengan strategi. Jika semua karyawan tidak memahami strategi dan tidak termotivasi untuk mencapainya, maka kecil sekali kemungkinan pelaksanaan strategi akan berhasil (hal 201).

Perusahaan yang mengikuti rekomendasi buku ini akan memiliki sistem manajemen yang lengkap; mengalokasikan sumber daya yang konsisten; mengetahui dengan cepat dampak operasional dan strategi dari keputusan-keputusan itu.

Sistem manajemen lingkaran tertutup itu memungkinkan para eksekutif mengelola strategi maupun operasi, dan menyeimbangkan ketegangan di antara keduanya. Terwujudnya keseimbangan itu merupakan kunci sukses keberhasilan sebuah perusahaan.

Peresensi adalah Benni Setiawan, pembaca dan penulis beberapa buku, tinggal di Sukoharjo ﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/298240588970776018-5258556232422094178?l=bertualangkata.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bertualangkata.blogspot.com/feeds/5258556232422094178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/08/dua-langkah-menuju-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5258556232422094178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/298240588970776018/posts/default/5258556232422094178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bertualangkata.blogspot.com/2010/08/dua-langkah-menuju-sukses.html' title='Dua  Langkah Menuju Sukses'/><author><name>Benni Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14116022684792053314</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TR2osGGjzcI/AAAAAAAAADY/fv9Ek8SHdYY/S220/P1000650.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-298240588970776018.post-350921214989292146</id><published>2010-07-20T12:55:00.000+07:00</published><updated>2010-07-20T12:57:18.771+07:00</updated><title type='text'>Menyingkap selubung kematian dini laki-laki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TEU6rgr0DCI/AAAAAAAAACg/-k4IKVOFQWw/s1600/DSC03470.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 338px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tL5fycHSG0A/TEU6rgr0DCI/AAAAAAAAACg/-k4IKVOFQWw/s400/DSC03470.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495863439458044962" /&gt;&lt;/a&gt;

Resensi, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Solopos&lt;/span&gt;, Edisi : Minggu, 18 Juli 2010 , Hal.IV

Sukoharjo   Dalam bayangan kita, laki-laki adalah seorang yang tegas, kuat, perkasa, dan tahan banting. Ia pemimpin rumah tangga. Ia tulang punggung keluarga. Namun, pada saat bersamaan, banyak laki-laki meninggal dalam usia lebih muda ketimbang perempuan. Mengapa terjadi demikian?

Marianne J Legato, melalui buku Why Men Die First ini menjawab fenomena itu. Guru besar kesehatan pada Columbia University ini meneliti penyebab kerapuhan laki-laki dan menjelaskan segala yang dibutuhkan laki-laki agar bisa hidup lebih lama.

Berdasarkan data dan fakta hasil penelitian Legato yang juga ahli kesehatan spesifik gender ini, mayoritas laki-laki meninggal dunia akibat penyakit jantung, bahkan laki-laki yang masih berusia muda. Kanker, depresi, stres, penuaan dini, adalah bahaya lainnya yang harus diwaspadai kaum laki-laki. Semua itu erat hubungannya dengan pola asuh yang salah dalam mendidik anak laki-laki pada masa kecil.

Lalu, bagaimana menyiasati agar laki-laki bisa panjang umur?

Buku ini mengungkap kelemahan yang relatif ada dalam diri laki-laki. Janin jenis kelamin laki-laki memiliki daya tahan lebih rendah dalam jangka waktu tertentu dibandingkan janin perempuan. Saat lahir, bayi laki-laki memiliki kelemahan terutama pada paru-parunya, sehingga ia lebih tidak dapat melampaui masa-masa sulit pada pekan-pekan pertama pascakelahirannya.

Tingkat kematian bayi laki-laki juga lebih tinggi dibandingkan bayi perempuan. Sekurang-kurangnya 6% faktor penyebab kematian anak laki-laki antara usia satu hingga empat tahun adalah karena pembunuhan. Pada usia belasan dan di masa remaja, 20% laki-laki meninggal karena bunuh diri, dibunuh, atau karena perilaku ugal-ugalan.

Perilaku sosial memegang peran besar dalam kehidupan laki-laki dengan angka kematiannya yang menakutkan. Kita mendorong anak laki-laki tetap “tegar” berjuang mengatasi rasa sakit, ketidakbahagiaan, dan ketidaknyamanan dalam bentuk persoalan pribadi apapun yang mereka hadapi. Kita tidak menganjurkan minta bantuan atau saran tentang bagaimana untuk mengurangi konsekuensi tekanan sosial. Hasilnya, laki-laki pada semua lapisan usia, cenderung mengalami depresi yang terpendam dan tidak mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya (Hal 16).

Respons orangtua

Respons orangtua dalam menghadapi kesusahan atau penderitaan yang dialami bayi sangat penting untuk membentuk pola respons terhadap stres pada kehidupan mendatang. Mengajarkan kepada anak laki-laki untuk “mengabaikan” saat dalam kesulitan atau saat terluka, dan bukannya menenteramkan serta menghibur, akan menghasilkan orang-orang dewasa yang tertekan dan gelisah.

Perhatian yang bijak terhadap seorang remaja yang menderita akan mengajarinya menyuarakan masalah dan membantu menciptakan solusi serta mengembangkan diri menghadapi kejadian-kejadian serupa di masa mendatang. 
